Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
eps 400


__ADS_3

malam hari di kediaman thompson....


setelah makam malam mereka semua bersantai di ruang keluarga untuk membahas khitbah afwi terhadap zahra, mereka semua mendukung keputusan fadhil apalagi papa rey yang sangat senang masih bisa melihat cucu kedua nya untuk mengkhitbah anak gadis, di usianya yang sudah tak muda lagi papa rey sangat bersyukur bisa melihat tumbuh kembang cucu-cucu nya hingga mereka dewasa.


"kenapa tidak meminta umi kalian datang kalau afwi mau mengkhitbah zahra?" tanya papa rey


"kalau khitbah afwi di terima rencananya kami akan langsung ke pesantren mengenalkan zahra kepada umi pa" ucap fadhil


"yaudah sekarang tunggu apalagi panggil zahra saja sekarang" ucap papa rey


"iya pa, nabila abi minta tolong ya panggil zahra suruh kesini" ucap fadhil


"iya bi" ucap nabila yang langsung pergi menuju paviliun tempat pekerja


"jadi ini yang abi sama mommy maksud kemarin?" tanya athaar


"jadi kak zahra bakal jadi kakak iparku?" tanya rayya


"iya ini yang abi maksud athaar, dan benar rayya kalau zahra menerima khitbah kakakmu maka dia akan jadi kakak ipar mu" ucap fadhil


"ah semoga saja kak zahra menerima biar kakak ku tidak jomblo lagi" ucap rayya


"amin" ucap mereka kompak


sesampainya di paviliun nabila tidak melihat zahra sama sekali hanya beberapa pekerja yang berkumpul di gazebo.


"non teh cari bibi atau cari mamang?" tanya bi ijah


"saya cari zahra bi, dimana ya?"


"zahra teh ada di kamar nya, kamar zahra di sebelah kamar bibi, mau di antar non?"


"tidak bi nabila sendiri saja" ucap nabila sopan


"yaudah hati-hati ya non"


"iya bi"


nabila berjalan menuju kamar dimana zahra berada, nabila mendengar dengan jelas jika penghuni kamar itu sedang mengaji karena tidak enak mengganggu zahra akhirnya nabila menunggu di depan kamar zahra dan dia mengirim pesan ke suami nya.


💬sayang zahra sedang mengaji aku tidak berani mengganggu nya, aku harus bagaimana? sekarang aku sedang menunggu di depan kamarnya


di ruang keluarga...


ting


ponsel afwa berbunyi dan dia langsung membuka nya ternyata dari kontak my wife.


"bi kata nabila zahra sedang mengaji, nabila gaenak kalau mengganggu" ucap afwa pada abi nya


"ya sudah kalau gitu nabila suruh tunggu 10 menit saja baru bilang ke zahra" ucap fadhil


"iya bi"


💬sayang kata abi suruh tunggu 10 menit baru memanggil zahra


💬iya sayang (balas nabila)


10 menit kemudian tanpa harus di ganggu oleh nabila zahra sudah selesai mengaji dan nabila langsung mengetuk pintu kamar zahra


tok


tok


tok

__ADS_1


"iya sebentar" ucap zahra dari dalam kamar


"eh non nabila" ucap zahra ketika membuka pintu


"iya ra, oh ya ra kamu di panggil abi" ucap nabila


"ada apa tuan fadhil memanggil saya non?"


"sudah nanti kamu juga tau, ayo sekarang ikut aku" ajak nabila


"baik non"


zahra mengikuti nabila yang bejalan di depan nya dengan langkah gontai zahra mengikuti nabila karena dia takut jika di kirim ke luar kota karena sudah nyaman merawat papa rey dan mama evilia.


kini zahra dan nabila sudah tiba di ruang keluarga.


"zahra duduklah" ucap angel lembut


"iya nyonya" ucap zahra


"zahra apa boleh saya menanyakan privasi kamu?" ucap fadhil


"boleh tuan" ucap zahra gugup


"tidak usah gugup suami saya makan nasi kok" gurau angel


"zahra apa kamu sudah memiliki kekasih atau sudah ada yang melamarmu?" tanya fadhil hati-hati


"saya tidak memiliki kekasih ataupun sedang di lamar seseorang tuan" jawab zahra tegas


"kalau ada yang mengkhitbah kamu bagaimana?" tanya fadhil


"mana mungkin ada yang mengkhitbah saya tuan, saya hanya gadis miskin yatim piatu dan sedang di kejar-kejar sama rentenir" ucap zahra


"ada, saya ingin mengkhitbah kamu.... "


"hish kamu jangan menyela perkataan saya zahra" ucap fadhil tegas


"maaf tuan"


"saya ingin mengkhitbah kamu untuk putra saya afwi apa kamu mau menerima putra saya?"


"eh hmm" ucap zahra kaget


"bagaimana zahra apa kamu bersedia?" tanya angel


"tapi tuan nyonya saya hanya.... "


"saya sudah tau semuanya zahra, jadi kamu mau menerima anak saya atau tidak?" tanya fadhil tegas


"hmm boleh saya meminta waktu? saya ingin sholat istikharah terlebih dahulu" ucap zahra ragu


"baik saya memberi kamu waktu 2 hari untuk menjawab khitbah putra saya" ucap fadhil


"baik tuan"


"ya sudah kamu boleh kembali ke paviliun" ucap fadhil


"baik tuan, permisi semua" ucap zahra yang langsung meninggalkan ruang keluarga


"bi aku... " ucap afwi yang terpotong


"ya susul lah dia yakinkan dia agar menerima khitbah mu" ucap fadhil yang seolah-olah tau maksud putra nya itu


di taman belakang....

__ADS_1


"zahra tunggu" ucap afwi pada zahra


zahra langsung berhenti ketika mendengar namanya di panggil.


"iya ada apa tuan muda?" ucap zahra


"apa kau lupa kalau berdua jangan panggil tuan muda" ucap afwi tegas


"maaf mas" ucap zahra gugup


"ayo ikut aku sebentar ada yang mau aku omongin sama kamu" ucap afwi tegas


kini mereka duduk di salah satu kursi di taman belakang.


"ada apa mas?" tanya zahra


"aku afwi rayyan agfa thompson ingin mengkhitbah kamu zahra Aulia Putri untuk menjadi istri dan ibu dari anak-anak kita kelak" ucap afwi tegas


"mas jangan bercanda"


"aku tidak bercanda zahra aku serius"


"tapi aku hanya gadis... "


"aku tidak peduli latar belakang mu yang aku tau kamu gadis baik dan sabar" ucap afwi tegas


"lalu bagaimana dengan keluarga mas apa bisa menerima ku?"


"hei abiku tidak mungkin mengkhitbah wanita untuk putra nya jika keluarga ku tidak setuju dan tidak menerima mu, mereka semua menerima kamu zahra"


"hmm aku akan sholat istikharah dulu mas" lirih zahra


"ya baiklah aku tunggu jawabanmu 2 hari lagi"


"tapi... "


"tapi apalagi zahra?"


"kenapa mas mau sama aku?"


"karena kamu jawaban dari sholat istikharah ku beberapa waktu terakhir ini zahra Aulia Putri"


"tapi aku takut mas punya kekasih kan aku belum begitu kenal sama mas" ucap zahra pelan


"saya tidak punya kekasih ra karena abi dan mommy melarang anak-anak nya untuk pacaran begitu juga dalam islam" ucap afwi


"hmm kalau gitu aku ke kamar dulu mas ini sudah malam"


"iya hati-hati selamat istirahat"


setelah kepergian zahra afwi tetap duduk di kursi itu tak lama kemudian athaar datang mengagetkan kakaknya.


dor


ucap athaar di belakang afwi


"astagfirullah kamu itu dekkkk" ucap afwi kesal


"hehehe maaf kak, makanya kakak jangan melamun"


"ada apa ganggu orang aja kamu itu"


"sama abi di suruh manggil kakak katanya gak boleh lama-lama berduaan sama kak zahra"


"zahra nya udah pergi lagi dek, udah ke kamar dia"

__ADS_1


"yang penting aku kesini nyampein pesan abi"


"iya iya habis ini kakak masuk rumah"


__ADS_2