
sore hari di rumah fadhil sudah ada team event organizer yang menunggu di ruang keluarga sedangkan keluarga fadhil masih baru selesai sholat ashar.
"maaf menunggu lama" ujar fadhil
"tidak apa-apa tuan"
"gimana bawa contoh dekorasi nya?"
"bawa tuan"
"rayya pilihlah sesuai keinginan kamu dan katakan tema apa yang kamu inginkan"
"untuk acara apa ya ini tuan?"
"lamaran" ucap fadhil
"aku mau outdoor kayak ini tapi lebih mewah lagi boleh" ucap rayya
"terserah tuan Putri mau yang mana bebas memilih" ucap fadhil
"Bagus nak yang ini saja" ucap angel
"tapi aku mau yang lebih wah lagi mom"
"kalau untuk itu nanti kita bisa tambahkan dekorasi dan lampu-lampu sepanjang jalan menuju panggung agar terkesan lebih mewah lagi" ucap pihak eo
"memang bisa?" tanya rayya
"bisa, kalau mau besok pagi tim dekorasi akan datang untuk membuat dekorasi sesuai yang nona inginkan ini jika ada yang ingin di rubah kita masih punya waktu kalau dimulai besok"
"nah kalau gitu setuju" ucap rayya
"kalau boleh tau warna gaun nona dan seragam keluarga kedua belah pihak apa ya? biar tidak. bertabrakan dengan warna dekorasi nantinya"
"belum tau nanti kami tanyakan tapi untuk keluarga kami memakai warna hijau mint" ucap angel
"baik kalau begitu besok pagi kami akan mulai untuk dekorasi nya, untuk tahapan acaranya mau yang seperti apa?"
"maksudnya seperti apa gimana ya? bukannya acara lamaran ya tukar cincin dan sebagai nya itu?" tanya angel
"begini nyonya ada beberapa pasangan yang meminta orang tuanya yang melamarkan dan ada yang meminta dirinya sendiri yang akan melamar nanti acaranya bagaimana biar kami susunkan sekalian"
"rayya gimana?" tanya angel
"ya aku mau dilamar dia sendiri mom"
"berarti nanti yang melamar itu calonnya rayya pak" ucap angel
"baik, untuk hiburannya mau live music atau.."
"rebana sama live music" sahut rayya cepat
"susunannya bagaimana nona?" tanya pihak eo
"pas sebelum mulai sampai acara tukar cincin nanti bagian tim rebana nah pas acara ramah tamah itu live music"
"kalau sebelum mulai duet antara penyanyi sama team rebana gimana?" tanya pihak eo
"memang bisa?" tanya rayya
"bisa kebetulan team kami ada yang bisa dan di hari itu jadwalnya kosong"
"ya aku mau itu" ucap rayya
"baik nanti ada bucket bunganya atau tidak? mau bunga apa kalau ada?"
"Mawar merah harus asli" ucap rayya
"baiklah nona, oh ya ini mau undangan berapa orang biar kami sediakan kursi dan meja nya"
"200 orang saja gausah banyak-banyak toh 1 minggu setelah itu acara pernikahannya" ucap fadhil
"baik tuan, untuk acara pernikahan dari tim kami atau tim lain tuan?"
"belum tau kalau ada desain yang cocok mungkin rayya minat" ucap fadhil
"kalau harus kolaborasi bisa nggak sih pak?" tanya rayya
"bisa nona"
"saya mau tema princes kan tapi saya udah ngincar di wo lain tapi saya tertarik desain foto both sama dekorasi atap yang ini terlihat mewah gitu"
"bisa nona nanti atur waktunya saja sama pihak-pihak yang akan nona tunjuk untuk mensukseskan acara nona" ucap tim eo sopan
"baiklah kalau begitu cukup itu saja yang buat lamaran" ucap rayya
"nanti kalau ada tambahan kami kabari lagi ya" ucap fadhil
"baik tuan, kalau begitu kami permisi dulu semuanya, assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
"habis sholat magrib kalian bertiga ikut abi"
__ADS_1
"iya bi siap"
"eits sebelum itu ukur baju dulu lah" ucap angel
"sekarang aja ukur bajunya masih ada waktu 1 jam sebelum magrib" saran fadhil
"baiklah mommy ambil dulu meteran sama bukunya silahkan cari referensi gaun buat kalian nanti" ucap angel
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
di tempat alif
"lif sudah siap keperluan buat acara kamu nanti?" tanya aba hasan
"sudah ba hanya gelang buat mengikat saja yang lainnya nanti setelah lamaran aku akan cari seserahan bersama rayya dan ama"
"baiklah kalau uangmu kurang aba punya simpanan nak"
"insyallah cukup aba"
"baiklah, lalu cabang kamu di kota T jadi?"
"belum ba kan uangnya buat tambahan nikah dulu nanti saja aa pikirkan lagi, lagi pula untuk cabang warung makannya sudah lumayan untuk menafkahi keluarga kami nanti"
"syukurlah kalau begitu, bahagiakan istrimu maka rezekimu akan mengalir terus nak"
"iya ba siap"
"aa temani aku jalan-jalan" ucap hana yang baru tiba di ruang keluarga
"memang fikri kemana?" tanya alif
"masih ngajar belum pulang"
"sudah mau magrib dek, mau jalan kemana?"
"dekat kok kak ke gor aja"
"mau cari apa sih?"
"jajanan kak kan disana banyak"
"nanti saja sama suami kamu 20 menit lagi magrib dek"
"kakak mah gak asik"
"nanti habis magrib kita kesana ya"
"janji?"
"yeeeyy"
"sana siap-siap sholat magrib" titah alif
"siap bos"
"kamu yakin bisa mengantar hana?" tanya aba hasan
"bisa bi alif akan meminta sopir untuk mengantar nanti"
"baiklah"
setelah sholat magrib alif bertemu dengan fikri yang berjalan bersama aba nya.
"aba"
"eh nak, jadi berangkat?"
"jadi ba, oh ya fikri jam mengajar kamu sampai jam berapa?"
"jam 9 malam untuk hari ini mas"
"oh gitu habis ini aku akan keluar sama hana apa dia sudah izin padamu?"
"sudah mas, maaf merepotkanmu mas sejak pagi hana ingin bersama mas katanya kalau mas nikah pasti hana di cuekin dia nangis dari pagi sampai siang tadi"
"kenapa kamu ndak bilang"
"aku gak enak sama mas, tadi aku sudah bilang sama ama setelah diberi pengertian oleh ama alhamdulillah hana berhenti nangis, dia takut mas melupakannya setelah nanti mas menikah"
"tidak akan fik aku pasti tetap mengingat dan menyayanginya karena dia adik perempuanku"
"iya mas, yaudah mas alif aba fikri pamit mengajar dulu, fikri titip hana ya mas"
"iya hati-hati" ucap aba hasan
"aba ayo pulang"
"pulanglah dulu berangkatlah bersama hana aba masih ada urusan dengan ustadz Farhan"
"baik aba, alif duluan assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
__ADS_1
di rumah aba hasan
"kakak lama sekali" ucap hana
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam, masuk lif" ucap ama hanum
"iya ama"
"kakak aku sudah menunggu" ucap hana
"kakak ganti dulu dek, minta pak Yanto mengantar kita kakak belum bisa nyetir ataupun bawa motor"
"iya baiklah"
kini alif dan hana telah tiba di GOR alif menuruti hana kemanapun hana melangkah.
"cari apa lagi dek?"
"kesana yuk tuh ada makanan lagi"
"semua juga makanan kali yang di jual"
"tapi itu beda"
drrrtt drrrttt drrtttt
"yaudah sana gih mas angkat telpon dulu"
"angkat aja aku disini"
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam gus maaf mengganggu"
"tidak mengganggu kok ray ada apa?"
"untu baju pas lamaran gus alif mau warna apa?"
"kamu maunya warna apa? saya ikut kamu saja ukurannya seperti kak afwi"
"tosca atau nggak dusty purple"
"tosca aja gimana?"
"serius mau?"
"iya"
"baiklah terima kasih"
"sama-sama"
"kak rayyaaa"
"eh ning hana, assalamualaikum ning"
"waalaikumsalam kakak"
"panggil rayya saja ning"
"mana bisa kan sebentar lagi jadi istri kak alif, kapan kakak kesini?"
"belum tau ning ada apa?"
"kita jalan-jalan kesini banyak makanan kamu pasti suka"
"dimana?"
"di Gor dekat kok dari pesantren"
"baiklah, ning hana sudah beli apa saja?"
"banyak sekali ini bahkan hampir semua jenis makanan dia beli" sahut alif
"hehehe banyak kak kak alif saja sampai habis uangnya buat jajanin aku, kak rayya lagi apa?"
"ini siap-siap mau cari bahan baju, oh ya aba sama ama sama ning hana sudah buat seragam belum?"
"belum, tapi udah ada warna senada sih"
"oh gitu sudah dulu ya gus ning soalnya mau keluar ini, nanti kita sambung lagi"
"baiklah hati-hati di jalan" ucap alif
"iya assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
"cie di telpon calon"
"jadi beli lagi gak nih kalau nggak ayo pulang"
__ADS_1
"jadi"