
di kediaman papa demian...
papa demian "mama maaa cepat kesini" teriaknya
mama cantika "papa apaan sih teriak-teriak mama belum tuli"
syasya "tau ih si papa bikin orang kaget saja"
papa demian "ini kalian lihat postingan rey di instagram, cucunya sudah lahir tau gak"
mama cantika "gitu aja papa heboh, yaudah ayo ke rumah sakit"
syasya "besok saja ini sudah malam angel pasti istirahat"
papa demian "iya kamu benar, yaudah ma besok pagi saja kesana"
mama cantika "papa telpon rey dong, mama pengen lihat cucu nya"
papa demian "iya-iya sebentar" papa demian pun melakukan panggilan video kepada papa rey
di rumah sakit....
angel "papa itu telponnya bunyi"
papa rey "biarkan sayang paling juga cuma mau tau cucu papa"
angel "mas kenapa kamu senyum-senyum sendiri?" fadhil memang saat itu senyum-senyum sendiri melihat ponselnya
fadhil "lihat sayang postingan papa di komen sama orang yang kata bibi naksir papa"
angel "haa masa mas, coba lihat"
fadhil "ingat jangan kenceng-kenceng ketawa nya"
angel "hahahaha astagfirullah"
fadhil "sayang sudah jangan ketawa kenceng-kenceng kedengaran papa"
papa rey "papa disini dan papa sudah tau" ucapnya yang langsung menjewer telinga fadhil dan angel
fadhil "aww pa sakit"
angel "papa ih telingaku bisa putus, kalau papa gak lepaskan baby twins aku masukin perut lagi"
papa rey "kalian ini ngetawain papa kan?"
angel "papa tau dari mana?"
papa rey "halah pasti kalian sudah tau kalau..."
angel "kalau janda komplek yang naksir papa komen ahh cucunya oma ganteng-ganteng sekali, hahahahaha"
fadhil "papa kenapa curiga kalau kita sudah tau?"
papa rey "sudahlah gak mungkin gak tau ya kan"
fadhil "fadhil juga tau kalau papa pernah dikejar-kejar saat jogging"
papa rey "fadhilll sudah bosankah jadi menantu papa? kalau bosan papa bisa... "
fadhil "apa papa tega twins tumbuh tanpa kasih sayang abinya hayooo"
angel "terus apa papa rela angel jadi janda muda? usia angel bahkan baru akan 20tahun"
papa rey "aahh kalian ini makanya jangan ledekin papa"
angel "ingat ya pa kalau papa nikah sama janda komplek itu jangan harap angel mau tinggal di kota K"
papa rey "siapa juga yang mau nikah sama itu janda, papa aja ogah"
fadhil "kalau dia jodoh papa selanjutnya bagaimana?"
papa rey "fadhillll...!"
umi Aisyah "jangan ledekin mertua kamu fadhil umi gak pernah ya ngajarin kayak gitu" ucapnya langsung menjewer telinga anaknya
fadhil "hehehe maaf umi cuma bercanda aja, habisnya papa juga sering ledekin fadhil"
papa rey "biarkan saja besan, kasian dia harus puasa 40 hari"
fadhil "tuh kan mi apa fadhil bilang papa ledekin fadhil kan"
papa rey "kita hanya bercanda besan, di rumah juga sering becanda kok"
__ADS_1
angel "sudah jangan berisik, lihatlah twins jadi bangun"
fadhil "maaf sayang, sini baby nya biar mas gendong"
pak kyai "angel ini baby nya sudah tidur, di taruh box atau di samping kamu?"
angel "di box aja bi"
fadhil "papa sama abi dan umi kalau mau pulang dulu gak apa-apa, besok kesini lagi jemput kita"
papa rey "kalian langsung ke rumah baru kan?"
angel "iya pa"
papa rey "kalau begitu papa akan minta bibi dan yang lain beres-beres rumah kalian, besan mari kita pulang mempersiapkan rumah baru mereka"
umi Aisyah "rumah baru?"
pak kyai "rumah yang mana lagi?"
papa rey "rumah hadiah pernikahan mereka, mari besan"
selepas kepergian papa rey dan yang lain ke rumah baru mereka kini di kamar hanya tinggal baby twins dan angel juga fadhil.
fadhil "sayang kenapa mukanya di tekuk gitu?"
angel "lihatlah baby twins bahkan mirip kamu mas padahal aku yang hamil aku yang melahirkan kenapa miripnya kamu semua"
fadhil "ya harus dong mirip abi nya"
angel "huh twins mommy tuh pengen kalian mirip abi tuh sifatnya bukan semuanya mirip abi"
fadhil "sayang twins belum tau kali, tapi bibirnya mirip kamu banget tau yang, matanya juga"
angel "iya tapi lainnya mirip mas"
fadhil "mirip siapa pun yang penting twins sehat"
angel "iya-iya"
fadhil "yaudah tidur yang, twins udah bobo loh, kamu bobo gih pasti masih capek kan"
angel "tapi pengen di peluk"
fadhil "ya udah geser dikit biar mas bisa tidur disamping kamu, biar bisa meluk mommy nya twins"
pagi menjelang....
angel bangun terlebih dulu dia melihat suaminya dan masih memeluk dirinya.
angel "mas bangun"
fadhil "hmmm ya sayang"
angel "mas turun dulu aku mau mandi"
fadhil "yaudah mas bantuin yuk, mas gendong ke kamar mandi"
angel "mas jaga twins aja"
fadhil "biar di jaga suster sebentar, setelah itu kita mandikan twins sama-sama"
angel "yaudah mas panggil susternya"
setelah suster datang fadhil segera menggendong angel ke kamar mandi dan memandikannya setelah itu dia juga mandi.
setelah mereka berdua selesai mandi mereka segera keluar dari kamar mandi.
suster "nona tuan baby nya sudah waktunya mandi bisa saya bawa ke ruang bayi?"
fadhil "biar kita yang memandikan ya sus sekalian belajar"
suster "baik kalau begitu, nona bisa pakai kursi roda dulu kalau belum kuat jalan"
angel "kuat kok sus"
sesampainya di ruang bayi angel dan fadhil langsung diajari untuk melepas pakaian bayi mereka dan memandikan bayi.
setelah selesai memandikan bayi fadhil dan angel diajari untuk memakaikan baju bayi.
suster "tuan dan nona cepat sekali bisa nya"
angel "memang yang lain lama?"
__ADS_1
suster "biasanya 2 atau 3 kali memandikan bayi baru bisa"
angel "oh gitu, kita harus cepet bisa sus biar cepat pulang kerumah"
fadhil "yasudah sus kita permisi dulu ya mau balik ke kamar"
suster "baik tuan nona"
sesampainya di kamar sudah ada papa rey dan pak kyai yang sudah menunggu.
angel "loh papa sama abi sudah datang"
pak kyai "iya baru saja"
papa rey "iya karena kami sudah tidak sabar membawa twins pulang"
fadhil "nunggu dokter Amalia dulu pa baru bisa pulang"
dokter Amalia "tenang saya sudah disini" ucapnya yang baru masuk ruang rawat angel
fadhil "eh dokter sudah tiba"
dokter Amalia "iya, loh eh nona sudah jalan-jalan?"
angel "memang tidak boleh dok?"
dokter Amalia "nona jalan-jalan dari mana?"
angel "dari ruang memandikan baby"
dokter Amalia "wow, boleh kok jalan-jalan kalau sudah kuat, oh ya nona apa ada keluhan?"
angel "tidak dok hanya masih pegal-pegal saja"
dokter Amalia "baiklah, saya kasih resep ini ya vitamin, obat memperlancar asi sama obat untuk bekas jahitan kemarin biar cepat kering, untuk pegal-pegal tidak saya kasih obat ya karena itu hal biasa setelah melahirkan nanti bisa minta pijat suami"
angel "iya dok, terima kasih"
dokter Amalia "sama-sama nona, setelah menebus obat kalian bisa mengurus administrasi dan bisa pulang, sampai jumpa di rumah, saya permisi dulu"
angel "iya dokter"
setelah kepergian dokter Amalia fadhil segera ke apotek rumah sakit untuk menebus obat dan saat mengantri fadhil memilih membayar biaya administrasi angel.
setelah administrasi selesai dan obat sudah di tangan fadhil pun kembali ke kamar rawat vvip rumah sakit itu.
fadhil "sudah siap semuanya yang?"
angel "sudah mas"
papa rey "yaudah ayo pulang, twins biar saya dan pak kyai yang gendong"
fadhil "papa bawa sopir tidak?"
papa rey "tidak"
fadhil "yaudah biar fadil yang nyetir"
papa rey "ini kuncinya"
fadhil pun membawa tas ransel besar dan membawa 1 tas perlengkapan twins.
fadhil "mas gendong ya sayang jauh lo, nanti tambah pegal-pegal badannya"
angel "mas kuat gendong aku sambil bawa tas 2?"
fadhil "kuat dong, tas twins kamu bawa ya mas gendong kamu"
fadhil menggendong angel hingga parkiran.
papa rey "loh ngel kamu gak kuat jalan? kalau belum kuat disini saja dulu"
angel "enggak mau pa, baunya obat semua"
papa rey "kalau mau bau makanan ya di restoran"
pak kyai "apa kamu yakin nak pulang sekarang mumpung masih disini"
angel "angel yakin bi untuk pulang sekarang"
pak kyai "yasudah ayo masuk mobil, kasian twins kalau kepanasan"
fadhil "gapapa bi masih jam 8 sinar matahari nya masih baik"
__ADS_1
pak kyai "iya juga ya, tapi ayo segera pulang umi pasti marah-marah kalau lama"
fadhil "iya bi"