
di ruang keluarga...
fadhil "kalian duduklah" ke empat anak-anak itu menurut ucapan sang abi
fadhil "rayya kamu tau kesalahan kamu?"
rayya "tau bi, rayya minta maaf sudah mengecewakan abi sama mommy"
fadhil "sekarang jawab abi, apa uang jajan yang abi berikan kurang buat kamu?"
rayya "tidak bi, lebih dari cukup malah"
fadhil "lalu uang hasil balapan kamu ini buat apa?"
rayya "buat hmmm rayya tidak bisa memberi tahu abi maaf"
fadhil "kalau gitu si biru abi jual"
rayya "jangan dong bi please jangan ya"
fadhil "abi tau kamu sering bolak-balik masuk kantor polisi dan kakak kembar kamu yang selalu membantu kamu dan itu semua karena si biru bukan? jadi sudah abi putuskan untuk menjual biru"
rayya "jangan dong bi kan rayya nggak narkoba jadi masih bebas dong"
fadhil "iya abi tau kamu tidak narkoba tapi teman-teman kamu ada yang pengedar bukan? jangan kamu kira abi tidak tau semua pergaulan anak-anak abi, abi tau semuanya abi tau kamu pernah bolos abi tau kamu pernah jatuh saat balapan abi tau semuanya rayya agfa thompson"
rayya "maaf bi" tidak ada kata yang bisa rayya keluarkan selain kata maaf
fadhil "sekarang pilihan ada di kamu masuk pesantren atau si biru di jual"
rayya "kalau biru di jual rayya ke sekolah naik apa?"
athaar "kita bertiga yang akan antar jemput kamu"
fadhil "dengar sendiri bukan?"
rayya "kalau pesantren nya pesantren uti aku mau, gapapa aku tinggal sama uti"
fadhil "tidak nanti abi masukkan ke pesantren milik teman abi di Kediri"
rayya "yaudah aku pilih si biru di jual"
"gapapa biru di jual toh nanti aku bisa pinjam si hitam atau si merah milik kakak" ucap rayya dalam hati
fadhil "abi tau apa yang kamu fikirkan rayya, kalau biru di jual maka hitam sama merah masuk garasi bersama motor mommy"
afwa "ah jangan dong bi si hitam punya afwi aja yang masuk garasi"
afwi "jangan bi punya kakak aja sama merah nya athaar yang masuk garasi"
fadhil "motor kalian masuk garasi semua tidak ada bantahan"
afwa "jangan dong bi kan kakak ke kantor naik motor bi"
athaar "iya bi athaar juga malas naik mobil"
afwi "rayya princesku tercantik kedua kamu pilih masuk pesantren aja ya princes janji deh nanti kakak jenguk kamu sebulan sekali"
__ADS_1
afwa "iya princess kamu masuk pesantren aja ya, ada ustadz ganteng loh please mau ya masuk pesantren"
athaar "nanti kalau princes mau masuk pesantren kakak janji deh setiap princes liburan kakak ajak jalan-jalan kemanapun kamu mau"
afwi "nanti uang jajan kakak dari abi 25% nya buat princess deh"
afwa "mau ya princes, kalau princes mau masuk pesantren nanti kakak buatin proposal deh buat minta tambah uang jajan 2 kali lipat ke abi kalau abi nggak mau nanti minta opa ya ya ya mau ya princess kakak kan paling cantik"
rayya "boleh deh kalau abi acc uang jajan adek 2 kali lipat dan uang saku adek juga 2 kali lipat adek mau deh masuk pesantren"
afwa "abi yang paling tampan mau ya naikkan uang saku dan uang jajan rayya"
fadhil "kenapa jadi abi, ya mending abi jual motor nya abi dapat uang dari pada harus keluar uang 200 juta buat rayya 100 juta aja lebih dari cukup loh"
rayya "yesss abi nggak mau jadi aku tetap disini"
fadhil "sudah keputusan abi sudah bulat motor kalian masuk garasi punya rayya abi jual"
afwa "huh baiklah semoga aja ada proyek besar lagi biar bisa beli motor lagi"
"aminn" ucap afwi dan athaar
athaar "hmmm kak kita harus menangkan tender pt kencana dan pt permata maka kita akan mendapatkan untung yang lumayan dan bisa beli motor lagi"
afwa "kamu bener dek ayo buat proposal nya sebaik mungkin"
rayya "kakak enak bisa beli motor lagi lha aku?"
afwa "kerja sana wleee"
fadhil "sekali lagi rayya ketahuan ikut balapan dan kalian bertiga membantunya maka rayya harus masuk pesantren dan kalian bertiga akan mendapatkan hukuman dari abi" ucap nya tegas
mereka ber empat pun meninggalkan abi dan mommy nya.
angel "mereka masih punya cara bi"
fadhil "biarkan dulu sayang, biar mereka belajar tanggung jawab"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
keesokan paginya afwa afwi dan athaar mereka mondar mandir keliling rumah mencari motor mereka masing-masing.
pak Budi "aden aden mencari apa"
athar "pak Budi lihat motor kami bertiga?"
pak Budi "tadi selepas shubuh motornya teh dibawa ke garasi sama pak joko kalau motor nona diambil orang diller baru saja"
athaar "hah jadi abi beneran"
afwa "aduhh males banget keluarin duit buat beli lagi"
pak budi "memang nya aden aden tidak tau kalau motornya di bawa ke garasi?"
afwi "kami kira hanya ancaman abi pak ternyata beneran"
pak Budi "oh begitu, kalau gitu saya lanjut membersihkan taman dulu den"
__ADS_1
athaar "iya pak silahkan, ayo kak kita masuk"
dengan langkah gontai mereka masuk kembali ke dalam rumah.
papa rey "cucu opa kenapa mukanya pada di tekuk gitu?"
afwa "tidak apa-apa opa"
papa rey "motor kalian kena sita?"
athaar "kok opa tau?"
papa rey "ya tau dong, itu salah kalian sih nggak langsung ngomong ke abi kalian malah menutupi kalau rayya sering masuk kantor polisi"
afwa "ya kan kita kira abi nggak bakal tau karena setiap kali rayya balapan selalu saat abi dan mommy di luar kota"
papa rey "sudah terima nasib kalian saja"
fadhil "kak kamu kapan menemui wedding organizer?"
afwa "nanti malam bi Nabila juga masih sibuk hari ini"
fadhil "hmm ingat kak waktunya cuma 2 minggu, oh ya Nabila minta mahar surah ar-rahman"
afwa "iya bi, ada yang lain nggak bi?"
fadhil "lainnya terserah kakak"
afwa "iya bi"
angel "adek kalian mana?"
atharr "nggak tau masih di kamar mungkin"
angel "panggil gih kak nanti adek telat kesekolah nya"
rayya "gausah adek sudah disini"
athaar "tuh adek mom"
rayya "hmm kakak-kakak ku yang tampan kenapa mukanya pada nggak semangat?"
angel "sudah ayo sarapan dulu"
athaar "bi ijah tolong kasih tau untuk pak joko siapkan mobil kami bertiga ya"
bi ijah "baik den"
afwa "hari ini kakak yang mengantar rayya pulangnnya kamu jemput dek"
afwi "aku repot nanti kak kan ada meeting jam 2"
afwa "oh iya lupa"
athaar "biar aku yang jemput rayya kak twins"
rayya "aku naik taksi aja"
__ADS_1
fadhil "menurutlah sama kakak-kakak kamu iti yang terbaik buat kamu"
rayya "iya bi"