
jam 8 malam fadhil revan dan radis akhirnya kembali ke rumah fadhil dengan membawa semua pesanan istri masing-masing juga para orang tua.
papa demian "papa mu belum sampai rev?"
revan "tadi katanya sudah sampai tapi pulang dulu gitu"
fira "astagfirullah"
radis "kenapa sayang"
fira "ada kecelakaan beruntun di jl Sudirman"
papa rey "innalillahi semoga korban tidak ada luka serius"
fira "amin"
syasya "mas mama telpon" ucapnya sambil menyerahkan ponsel revan
revan "halo ma"
mama evilia "van ke rumah sakit sekarang"
revan "ha rumah sakit ma, siapa yang sakit? dan rumah sakit mana?"
mama evilia "papa mama dan pak Budi kecelakaan sekarang di rumah sakit medika, kamu kesini sekarang ya"
revan "iya ma, mama jangan nangis tunggu revan disana"
papa demian "ada apa rev"
revan "papa mama kecelakaan aku harus ke rumah sakit medika sekarang, aku titip syasya ya ma pa"
syasya "aku mau ikut mas, aku mau nyampein berita bahagia ke papa mama"
papa rey "udah semua ikut biar angel dan fira yang jaga anak-anak di rumah"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
di rumah sakit......
Setelah menempuh perjalanan 40 menit mereka pun tiba di rumah sakit medika.
revan "ma bagaimana keadaan papa dan pak Budi?"
mama evilia "masih ditangani dokter rev"
revan "kok bisa kecelakaan sih ma?"
mama evilia "di jalan Sudirman ada tangki bocor terus ada mobil tergelincir nah karena ramai jadi gak bisa menghindar"
revan "yaudah mama tenang papa pasti baik-baik aja ma"
mama evilia "kalau papa meninggal mama akan ikut papa"
syasya "mama jangan gitu dong, cucu mama yang ada di perut aku belum lihat opa oma nya loh"
mama evilia "syasya hamil?"
syasya "iya ma"
kania "mamaaaa"
mama evilia "doain papa ya sayang"
kania "papa pasti baik-baik aja ma"
tak lama dokter pun keluar dari icu.
dokter "permisi keluarga pasien yang mana?"
fadhil "semua keluarganya dokter"
__ADS_1
dokter "baiklah kalau gitu, pasien atas nama Budi beliau mengalami patah tulang bagian kakinya dan harus segera di operasi"
mama evilia "keluarga nya masih dalam perjalanan kemari dokter apa bisa menunggu mungkin 2 jam lagi sampai"
dokter "lalu kalian?"
mama evilia "saya majikannya dokter"
dokter "oh begitu, tidak apa-apa tapi jangan lebih 3 jam ya keputusan nya, dan untuk pasien atas nama ferdinand mohon maaf sekali harus saya sampaikan kalau beliau kritis karena pendarahan di kepalanya dan harus segera di operasi juga"
revan "lakukan yang terbaik untuk papa saya dokter"
kania "ma mama harus kuat ma, papa pasti baik-baik saja ma"
mama evilia "papa kan papa"
kania "ma mama harus kuat, siapa yang nyemangatin papa kalau mama kayak begini, yang kuat ya ma"
mama cantika "ev yang sabar ferdi pasti segera kembali pulih"
suster "permisi keluarga pasien atas nama ferdinand"
revan "ya sus ada apa?"
suster "pasien meminta keluarga nya untuk masuk"
revan "papa saya sudah siuman sus?"
suster "sudah pak"
mereka pun segera menuju ruang icu, karena ruangan nya sempit jadi yang masuk ruangan tersebut hanya keluarga inti.
mama evilia "pa papa harus sembuh sebentar lagi kita akan punya cucu lagi dari revan"
revan "iya pa syasya sedang hamil sekarang"
kania "papa kania sudah lepas kb sesuai permintaan papa kemarin jadi papa harus sembuh untuk menanti cucu dari kania lagi"
papa ferdinand "papa senang kalau papa akan punya cucu lagi dan kania semoga segera punya momongan lagi, papa bangga sama kalian karena jadi anak yang baik, tolong jaga mama ya kalau papa gak ada" ucapnya terbata-bata
papa ferdinand "ma terima kasih sudah menjadi istri dan terbaik untuk papa dan anak-anak, maafkan papa kalau selama ini papa banyak salah sama mama, apa boleh papa minta permintaan terakhir papa"
mama evilia "papa ngomong apa sih pa, papa pasti sembuh apapun permintaan papa pasti kita usahakan"
kania "papa jangan ngomong gitu dong pa"
revan "apapun permintaan papa pasti kami turuti asal papa sembuh"
papa ferdinand "bisa papa minta tolong telpon sahabat papa untuk kesini"
revan "revan panggilkan dulu ya pa, mereka sudah di depan" revan pun segera keluar untuk memanggil sahabat papa nya
tak lama para sahabat papa ferdinand pun memasuki ruang icu.
papa ferdinand "hay kalian"
papa rey "hay fer cepet sembuh ya terus kita kumpul lagi kamu belum lihat cucuku loh"
papa demian "cepet sembuh besan sebentar lagi kita akan punya cucu lagi"
papa Satria "cepet sembuh sobat terus ngumpul-ngumpul lagi"
papa ferdinand "mauku juga gitu, oh ya aku punya permintaan buat kalian"
papa rey "minta apa? mobil? rumah? apartemen? tapi gue rasa harta lo masih cukup buat beli"
papa ferdinand "bukan rey, gue minta persahabatan kita akan tetap seperti ini meskipun nanti satu persatu dari kita akan kembali kepada yang kuasa"
papa demian "ngomong apa sih fer, udah deh fokus sembuh aja kata dokter kamu harus operasi setelah ini"
papa ferdinand "ma papa boleh minta pelukan mama?"
__ADS_1
mama evilia "boleh dong pa" mama evilia pun memeluk papa ferdinand
papa ferdinand "terima kasih sudah jadi istri dan ibu yang baik untuk anak-anak, papa tadi kan bilang punya permintaan dan rey aku juga punya permintaan terakhir buat kamu"
papa rey "ngomong apa sih fer, mau minta apa?"
mama evilia "papa jangan aneh-aneh deh ngomong nya, mama udah meluk papa loh"
papa ferdinand "rey lo sahabat baik gue yang gak punya pasangan gue punya permintaan sama lo kalau gue gak ada setelah masa idah istri gue selesai tolong lo nikahi dia, sayangi dia dan jaga dia rey"
papa rey "lo ngomong apa sih fer, lo pasti sembuh oke"
mama evilia "papa jangan ngomong gitu dong"
papa ferdinand "sat dem tolong lo pastikan mereka menikah setelah 100 hari gue meninggal"
mama evilia "papa ngomong apaan sih pa bercanda nya gak lucu"
papa ferdinand "aku gak bercanda ma, dan aku minta maaf jika ada salah sama kalian semua sampaikan maafku ke angel karena belum bisa menjenguk nya setelah melahirkan, revan tolong jaga mama dan adikmu nak dan jaga cucu-cucu papa, papa sudah tidak kuat lagi"
revan "pa ikuti revan ya, ayshadu Alla ilaha illallah"
papa ferdinand "ayshadu Alla ilaha illallah"
revan "wa ayshadu Anna Muhammadarrasulullah"
papa ferdinand "wa ayshadu Anna Muhammadarrasulullah"
tiiiiiitttttttttttttttttttttt
dokter pun menyatakan jika papa ferdinand meninggal dunia
revan "insyaallah revan ikhlas atas kepergian papa dan insyaallah revan akan selalu ingat pesan papa dan mewujudkan keinginan papa"
mama evilia "pa papa kenapa tega ninggalin mama hiks hiks hiks"
kania "pa papa bangun pa hiks hiks hiks"
revan "ma dek ikhlaskan papa, papa sudah tidak sakit lagi"
papa demian "rev tenangin adek dan mama mu biar papa yang urus pemakanan nya"
mama evilia "dulu ferdi pernah bilang untuk di makamkan di pemakaman dekat papa dan mama nya dem"
papa demian "iya ev akan aku siapkan, ma tam kalian bantu revan ya nenangin mereka, ayo sat rey kita keluar"
di luar ruangan icu.....
fadhil "pa gimana?"
papa rey "papa ferdinand meninggal"
fadhil "innalillahi wa innailaihi rajiun"
syasya "pasti bohong deh"
papa demian "sya masuk lah kamu tenangin mertuamu ya nak, kamu harus kuat ingat kamu lagi hamil"
papa Satria "radis pulanglah ke rumah fadhil temani istrimu dan juga anak-anak"
papa rey "kamu juga dil pulanglah dulu, datang lah esok pagi ke rumah papa ferdinand jenazah mungkin akan di kebumikan esok hari karena ini sudah malam"
fadhil "baiklah pa kalau begitu"
papa demian "titip Nabila ya"
alfa "aku titi ken ya dil dis"
fadhil "iya anak-anak biar di rumahku, tenangkan istrimu pasti dia sangat sedih"
alfa "iya pasti"
__ADS_1
fadhil "yaudah kita pamit dulu pa"
papa rey "ya hati-hati"