
menurun nya kondisi fadhil membuat semuanya berkumpul di depan ruangan fadhil, ruangan fadhil memang sudah lengkap dengan alat medis sehingga tidak perlu membawa ke icu.
semua anggota keluarga tak henti-hentinya berdoa dan mereka kini hanya diam mendengar kabar fadhil yang memburuk, kak davian segera menghubungi kak rasyid untuk meminta doa dari para santri untuk kesembuhan fadhil.
di ruangan fadhil dokter berusaha sekuat tenaga membuat kondisi pasien stabil, namun 1 jam sudah dokter di ruangan itu dokter hanya pasrah karena kondisi pasien semakin melemah, dokter pun segera keluar dari ruangan fadhil.
angel "bagaimana kondisi suami saya dok?"
dokter "maaf nona kondisi pasien semakin melemah, saya tidak yakin pasien bisa bertahan mengingat peluru telah melukai jantung nya, berdoalah semoga pasien bisa bertahan dan mendapat keajaiban dari tuhan"
angel "dokter jangan membohongi saya"
dokter "saya tidak pernah berbohong dengan kondisi pasien nona, lebih baik nona banyak berdoa sekarang ajaklah pasien berinteraksi siapa tau ada respon baik dari pasien"
semua anggota keluarga pun memasuki ruangan fadhil, angel menangis melihat kondisi suami nya yang melemah.
angel "suamiku sayang ayo segera bangun, apa kamu tidak mau mengantar twins ke asrama, apa kamu tidak kasihan sama rayya dia masih kecil dan sangat membutuhkan mu bi"
rayya "abiiii angun abiii aya yindu abiii hiks hiks abi angunnn"
Di alam lain Adit samar-samar mendengar suara Putri kecil nya, akhirnya aditpun mengikuti cahaya putih itu dan meninggalkan abi kakek ibu mertua dan juga papa ferdinand.
setelah rayya meminta fadhil bangun tubuh fadhil pun kejang kejang kak davian langsung memencet tombol agar dokter segera datang.
dokter "tolong keluar dulu biar saya menangani pasien" mereka hanya menurut kata-kata dokter dan mereka pun segera melangkah kan kaki keluar ruangan
tak lama dokter keluar dari kamar fadhil dengan senyum mengembang.
dokter "selamat pasien sudah sadar meskipun kondisi nya lemah, beliau mencari rayya"
"alhamdulillah ya allah" ucap mereka serempak
angel "baik dok saya akan membawa Putri saya masuk"
dokter "bawalah anak-anak nya bu biar pasien semangat untuk sembuh"
angel "baik dokter" akhirnya angel dan anak-anak nya lah yang masuk ke ruangan fadhil lebih dulu
di dalam ruangan itu mereka melihat abi mereka sudah membuka matanya ada binar bahagia di mata 5 orang itu meski sedih karena kondisi fadhil yang masih lemah.
fadhil "sayang" ucapnya lemah
angel "sudah jangan banyak bicara dulu bi, kami disini menemani abi, cepet sembuh ya terima kasih sudah kembali sadar bi"
fadhil "memang mas kenapa0? mas baik-baik saja sayang mas nggak pingsan"
angel "mas kamu tau nggak kamu sudah tidak sadarkan diri berapa lama?"
fadhil "mas nggak merasa tidak pingsan sayang"
__ADS_1
angel "iya mas memang tidak pingsan hanya saja kondisi mas itu kritis selama 10 hari, mas tau nggak kita dimana?" dan fadhil hanya menggeleng
angel "kita di singapore tepatnya di rumah sakit tempat abi di rawat dulu"
fadhil "singapore? kan kemarin abi tertembak di Indonesia sayang"
afwa "sudah abi jangan banyak pikiran dulu, sekarang abi istirahat dulu"
rayya "abi uda angun?"
angel "iya abi nya sudah bangun, sini adek dekat abi jangan gendong kakak terus"
afwi "bi cepet sembuh ya"
fadhil "iya nak, maaf ya gara-gara abi liburan kalian tidak ada jalan-jalan ke tempat wisata"
afwi "tidak apa-apa yang penting abi sembuh, lagian liburan kita sudah hampir selesai bi"
fadhil "kan masih 10 harian kak? kita kan akan ke rumah uti"
afwi "abi gimana sih kan tadi sudah mom bilang abi itu tidak sadarkan diri selama 10 hari otomatis liburan kita hanya tinggal besok bi"
fadhil "jadi beneran abi 10 hari tidak sadarkan diri?"
afwa "iya bi itu benar adanya, uti dan paman dav ada diisi kok bi dan lusa twins akan kembali ke asrama di antar opa oma dan uti"
fadhil "maafkan abi nak disaat kalian liburan malah kalian habiskan di rumah sakit"
fadhil "baiklah, fikirkan kalian mau kuliah dimana nanti abi akan usahakan biaya nya"
athar "abi abi gaya nya usahakan biaya nya padahal biaya pendidikan kami sudah abi jamin"
fadhil "apa sih dek"
athaar "kakak abi bukan adek, yang adek itu rayya"
angel "sudah-sudah ayo keluar dulu gantian sama uti setelah itu biarkan abi istirahat oke"
afwa "kalau gitu kita pamit ke apartemen ya bi biar nanti malam bisa menemani mommy menjaga abi"
fadhil "iya hati-hati"
angel "aku keluar dulu ya sayang"
fadhil "iya sayang"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
malam harinya hanya angel yang menemani fadhil di rumah sakit karena hujan sangat lebat sehingga angel tidak mengizinkan anak-anak untuk menyusul.
__ADS_1
angel "mas"
fadhil "apa sayang?"
angel "selama tidak sadar mas ngapain aja?"
fadhil "mas cuma jalan-jalan sayang seperti di pegunungan hijau dan mas juga bertemu orang yang paling mas rindukan"
angel "siapa?"
fadhil "abi"
angel "mas bertemu abi?"
fadhil "bukan hanya abi tapi mas juga bertemu dengan kakek, mama silvi dan papa fer"
angel "mas ketemu mama?"
fadhil "iya sayang"
angel "kok bisa?"
fadhil "nggak tau pokoknya mas hanya berjalan aja gitu terus sampailah mas di kumpulan orang-orang dan tak lama mas di hampiri abi mama kakek dan papa ferdinand kata mereka itu alam setelah kematian lalu mas di suruh kembali mengikuti cahaya putih kata abi belum saatnya mas disana"
angel "ish ya jangan dulu dong aku belum mau jadi janda"
fadhil "mas juga belum ingin meninggalkan kalian, tidur sini sayang mas sangat merindukan kamu"
angel "nggak mau ah mas kan lagi sakit, lagian tempat tidurnya sempit mas"
fadhil "gak baik loh menolak perintah suami, ayo naik"
angel "iya suamiku sayang"
fadhil "kenapa mata kamu bengkak sayang?"
angel "nangisin kamu lah mas, aku takut tau kalau mas nggak buka mata lagi"
fadhil "jangan sedih lagi mas baik-baik saja"
angel "iya mas, istirahat gih mas sudah malam di luar juga hujan"
fadhil "kalau aja nggak sakit"
angel "kenapa?"
fadhil "ada kesempatan emas tau yang mumpung ke 4 tuyul itu tidak disini jadi tidak ada yang mengganggu tapi apa daya mas masih lemah"
angel "ish kamu ini mas ada-ada saja, sudah tidur lah biar cepat sembuh dan kembali ke Indonesia"
__ADS_1
fadhil "iya sayang