Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
eps 181


__ADS_3

kania "terus bagaimana kita bisa jadi orang tua yang baik?"


pak kyai "siapa yang harus jawab?"


kania "terserah saja pak kyai, kania hanya ingin sharing"


pak kyai "Menjadi orangtua dapat menjadi salah satu pengalaman hidup yang berharga, tetapi tidak berarti mudah. Berapapun usia anak Anda, pekerjaan tidak pernah selesai. Untuk menjadi orangtua yang baik, butuh untuk mengetahui bagaimana membuat anak merasa dihargai dan dicintai, sembari mengajarkan perbedaan antara hal yang benar dan salah. Pada akhirnya, hal terpenting adalah membentuk lingkungan pengasuhan di mana anak merasa mereka dapat berhasil dan berkembang menjadi individu dewasa yang percaya diri, mandiri, dan perhatian. 


Berikan cinta dan kasih sayang kepada anak kamu. Terkadang hal terbaik yang dapat kamu berikan kepada anak adalah cinta dan kasih sayang. Sentuhan hangat atau pelukan dapat membuat anak mengetahui bahwa kamu sangat memerhatikan mereka. Jangan pernah mengabaikan pentingnya koneksi fisik ketika bersama dengan anak.


Pujilah anak. Memuji anak adalah bagian penting untuk menjadi orangtua yang baik. ingin anak kamu merasa bangga dengan pencapaian mereka dan terhadap diri mereka. Jika kamu tidak memberikan kepercayaan diri yang mereka butuhkan untuk mereka hidup di dunia dengan cara mereka sendiri, maka mereka tidak akan terdorong untuk menjadi mandiri atau berpetualang. Ketika mereka melakukan hal yang baik, biarkanlah mereka mengetahui bahwa kamu memerhatikan dan bahwa kamu bangga terhadap mereka.


Hindari untuk membandingkan anak Anda dengan anak lain, terutama saudara kandung. Setiap anak adalah individu yang berbeda dan unik. Rayakan perbedaan mereka dan tanamkan pada setiap anak keinginan untuk meraih minat dan mimpi mereka. Kegagalan dapat membuat Anda merasa rendah diri, perasaan bahwa mereka tidak pernah dapat menjadi baik di mata Anda. Jika Anda ingin membantu mereka untuk meningkatkan perilaku mereka, berbicaralah tentang pencapaian tujuan dengan bahasa mereka, daripada memberitahu mereka untuk berlaku seperti saudara atau tetangga mereka. Ini akan membantu mereka mengembangkan kepercayaan diri dibandingkan perasaan rendah diri.


Dengarkan anak Anda. Ini merupakan hal yang penting bahwa komunikasi Anda dengan anak Anda berlangsung dua arah. Anda sebaiknya tidak hanya memaksakan peraturan, tetapi dengarkan anak Anda ketika mereka memiliki masalah. Anda harus mampu untuk mengekspresikan ketertarikan anak Anda dan melibatkan diri dalam kehidupan mereka. Anda sebaiknya menciptakan suasana yang dapat membawa anak Anda datang menghampiri Anda dengan permasalahan, baik besar maupun kecil.


Luangkan waktu untuk anak Anda. Bagaimanapun juga, berhati-hatilah untuk tidak mengekang mereka. Ini adalah hal yang sangat berbeda antara melindungi seseorang dan mengurung mereka dalam permintaan Anda. Anda ingin mereka merasa bahwa waktu bersama Anda adalah sakral dan khusus tanpa membuat mereka merasa terpaksa untuk menghabiskan waktu bersama Anda.


Beradalah di sana untuk setiap kejadian penting. Anda mungkin memiliki jadwal kerja yang sibuk, tetapi Anda dapat melakukan segala sesuatu yang dapat Anda lakukan untuk berada di tempat di mana ada kejadian penting dalam kehidupan anak Anda, dari pertunjukkan balet hingga kelulusan sekolah menengah mereka. Ingatlah bahwa anak tumbuh dengan cepat dan mereka akan menjadi diri mereka sendiri sebelum Anda mengetahuinya. Atasan Anda mungkin atau tidak mungkin mengingat bahwa Anda melupakan rapat, tetapi anak Anda akan selalu mengingat bahwa Anda tidak menghadiri permainan di mana mereka terlibat. Walaupun Anda sebenarnya tidak ingin menuruti seluruh keinginan anak Anda, Anda setidaknya selalu mencoba untuk berada pada saat mereka mengalami peristiwa penting.


fadhil "Memaksakan peraturan yang masuk akal. Penerapan peraturan untuk setiap individu membuat hidup menjadi bahagia dan produktif, bukan mematuhi peraturan individu yang ideal bagi Anda. Ini sangat penting untuk membuat peraturan dan bimbingan yang dapat membantu anak Anda tumbuh dan berkembang tanpa terlalu ketat sehingga anak Anda merasa bahwa mereka tidak dapat melangkah tanpa melakukan kesalahan. Secara ideal, anak Anda seharusnya mencintai Anda lebih dari ketakutannya terhadap peraturan Anda.


Kontrol kemarahan Anda sebisa mungkin. Ini penting untuk mencoba bersikap lebih tenang dan masuk akal sebisa mungkin ketika Anda menjelaskan peraturan Anda. Anda ingin anak Anda mendengarkan dengan serius, tanpa adanya ketakutan terhadap Anda atau berpikir Anda dalam kondisi labil. Ini dengan sangat jelas dapat menjadi tantangan yang sulit, khususnya ketika anak Anda mulai menunjukkan perilaku yang berlebihan atau meninggalkan Anda dan memanjat dinding, tetapi jika Anda merasa suara Anda sudah mulai naik, beristirahatlah sejenak dan bebaskan diri Anda sebelum Anda selesai berbicara kepada anak Anda.


Konsisten. Ini penting untuk menerapkan peraturan yang sama setiap waktu, dan untuk melawan usaha anak Anda untuk memanipulasi Anda dan membuat alasan. Jika Anda membiarkan anak Anda melakukan sesuatu yang mereka sebenarnya tidak lakukan karena mereka menunjukkan perilaku murka, kemudian ini menunjukkan bahwa peraturan Anda dapat dilanggar. Jika Anda menemukan diri Anda mengatakan, “Oke, tetapi hanya sekali…” lebih dari satu kali, kemudian Anda harus bersikap untuk mempertahankan peraturan yang konsisten terhadap anak Anda.

__ADS_1


Bersikaplah kompak dengan pasangan Anda. Jika Anda memiliki pasangan, ini adalah hal yang penting bahwa anak Anda berpikir bahwa Anda adalah satu kesatuan karena dua individu akan sama-sama mengatakan “ya” atau “tidak” untuk hal yang sama. Jika anak Anda berpikir bahwa ibu mereka akan selalu mengatakan ya dan ayah mereka akan mengatakan tidak, kemudian mereka akan berpikir bahwa salah satu orangtua “lebih baik” atau lebih mudah dimanipulasi daripada yang lain. Mereka sebaiknya melihat Anda dan pasangan Anda sebagai satu kesatuan sehingga terdapat ketertiban ketika berada pada masa sekolah, dan sehingga Anda tidak menemukan diri Anda dan pasangan Anda berada dalam situasi sulit karena Anda dan pasangan Anda tidak menyetujui hal tertentu ketika mendidik anak.


Berikan aturan bagi anak Anda. Anak Anda harus merasa bahwa terdapat ketertiban dan hal logis dalam rumah dan kehidupan keluarga mereka. Ini dapat membantu mereka merasa aman dan damain dan hidup bahagia di dalam maupun luar rumah. memberikan ketertiban bagi anak seperti :


Atur batasan, seperti waktu tidur dan jam malam, sehingga mereka belajar bahwa mereka memiliki batasan. Dengan melakukannya, mereka sebenarnya memeroleh perasaan dicintai dan diperhatikan oleh orangtua mereka. Mereka mungkin melanggar batasan, tetapi mereka mengetahui dalam hati bahwa orangtua membimbing dan mencintai mereka.


Berikan tanggung jawab dengan memberikan mereka pekerjaan atau “tugas” yang harus dilakukan dan berikan kebebasan sebagai hadiah terhadap tugas yang dilakukan (uang, tambahan jam malam, tambahan waktu bermain, dan lainnya.). Sebagai “hukuman” jika mereka tidak melakukan tugas, hak istimewa mereka dicabut. Bahkan anak paling muda dapat belajar konsep hadiah atau konsekuensi. Seiring dengan pertumbuhan anak, berikan mereka tanggung jawab yang lebih banyak dan hasiah atau konsekuensi yang lebih banyak jika mereka memenuhi atau mengabaikan tanggung jawab.


Ajar mereka tentang hal yang benar dan salah. Jika Anda religius, bawalah mereka ke tempat ibadah. Jika Anda adalah seorang ateis atau agnostic, ajar mereka tentang sikap moral terhadap suatu hal. Jangan munafik atau bersiaplah anak Anda akan menunjukkan kepada Anda bahwa Anda tidak “menerapkan apa yang Anda ajarkan”.


Kritiklah perilaku anak Anda, bukan anak Anda. Ini penting untuk mengkritik perilaku anak Anda, dibandingkan anak Anda. Anda ingin anak Anda belajar bahwa mereka dapat meraih sesuatu yang diinginkan melalui perilaku mereka, bukannya terjebak menjadi anak yang manis. Biarkan mereka merasa bahwa mereka memiliki agen untuk meningkatkan perilaku mereka.


Ajar anak Anda untuk menjadi mandiri. Ajar anak Anda bahwa menjadi berbeda adalah hal yang benar, dan mereka tidak harus mengikuti orang lain. Ajar mereka tentang apa yang benar dan salah ketika mereka muda, dan mereka akan (lebih sering) mampu membuat keputusan sendiri, dibandingkan mendengarkan atau mengikuti orang lain. Ingatlah bahwa anak Anda bukan perpanjangan dari diri Anda. Anak Anda adalah individu yang berada di bawah perhatian Anda, bukan kesempatan bagi Anda untuk hidup kembali melalui mereka.


Jadilah panutan yang baik. Jika Anda ingin anak Anda memiliki perilaku yang baik, Anda harus menunjukkan perilaku dan karakter yang Anda inginkan anak Anda lakukan dan mereka akan melanjutkan kehidupa mereka dengan peraturan yang telah Anda buat. Tunjukkan kepada mereka melalui penjelasan verbal dan contoh. Anak cenderung menjadi apa yang mereka lihat dibandingkan dengan apa yang mereka dengar kecuali jika mereka memiliki usaha yang sadar untuk melanggarnya. Anda tidak harus menjadi orang yang sempurna, tetapi Anda harus terdorong untuk melakukan apa yang Anda inginkan anak Anda lakukan, sehingga Anda tidak terlihat munafik jika Anda memberitahu anak Anda untuk sabar terhadap orang lain ketika mereka menemukan Anda berselisih pendapat di pusat perbelanjaan.


Dorong anak Anda untuk memiliki gaya hidup yang sehat. Ini sangat penting untuk memastikan bahwa anak Anda mengonsumsi makanan yang sehat sebanyak yang mereka dapat, bahwa mereka melakukan olahraga yang cukup, dan bahwa mereka memiliki istirahat yang cukup setiap malam. Anda harus mendorong perilaku positif dan sehat tanpa mengomel atau membuat mereka merasa bahwa Anda memaksa anak Anda untuk makan dan berlaku dengan cara tertentu. Biarkan mereka menyimpulkan sendiri serambi membantu emreka melihat makna dan pentingnya hidup sehat.


Tekankan sikap yang tidak berlebihan dan tanggung jawab terhadap konsumsi alkohol. Anda dapat mulai berbicara dengan anak ketika mereka masih muda. Jelaskan kepada mereka bahwa mereka harus menunggu hingga usia mereka cukup untuk menikmati minum bersama dengan teman, dan berbicaralah tentang pentingnya keselamatan dalam mengemudi. Kesalahan dalam mendiskusikan hal ini terlalu awal seringkali mendorong mereka untuk menyelinap dan mencoba hal yang berbahaya, jika mereka tidak memahaminya.


Biarkan anak Anda mengalami kehidupan mereka sendiri. Jangan selalu membuat keputusan bagi mereka; mereka harus belajar bagaimana hidup dengan konsekuensi dari pilihan mereka. Mereka akan belajar bagaimana berpikir tentang diri mereka. Ini adaah cara terbaik untuk memulai ketika Anda berada di sana untuk membantu meminimalkan konsekuensi negatif dan menekankan konsekuensi positif.


Biarkan anak Anda melakukan kesalahan. Kehidupan adalah guru terbaik. Jangan terlalu cepat untuk menolong anak Anda dari konsekuensi terhadap tindakan mereka jika konsekuensi tersebut tidak terlalu parah. Misalnya, terkena benda tajam (dengan cara yang tidak berbahaya) dapat menyakitkan, tetapi ini lebih baik dibandingkan membuat mereka tidak menyadari mengapa benda tajam sebaiknya dihindari. Ketahuilah bahwa Anda tidak dapat melindungi anak Anda selamanya, dan mereka akan belajar lebih baik pelajaran kehidupan lebih awal daripada terlambat. Walaupun ini dapat menjadi hal yang berat untuk berdiri di belakang dan melihat anak Anda melakukan kesalahan, ini akan bermanfaat bagi Anda dan anak Anda dalam jangka waktu yang panjang.


Jangan memberikan pengharapan yang tidak masuk akal pada anak Anda. Terdapat perbedaan antara menginginkan anak Anda bertanggung jawab, menjadi individu yang dewasa dan memaksa anak Anda menjadi sempurna atau hidup berdasarkan pemikiran Anda tentang bagaimana menjadi sempurna. Anda sebaiknya tidak mendorong anak Anda untuk memperoleh nilai yang sempurna atau menjadi pemain terbaik dalam tim sepakbola; lebih baik dorong kebiasaan belajar yang baik dan berolahraga secara sportif, dan biarkan anak Anda menggunakan usaha yang mampu mereka lakukan.

__ADS_1


papa Satria "Terkadang orangtua lupa bahwa anak hanyalah anak-anak yang masih ingin bersenang-senang dengan dunianya. Ketika orangtua memiliki ekspektasi tinggi atau aturan tertentu tentang sikap anak dan itu tidak dimilikinya, justru menjadi bumerang untuk orangtua dan membuat Anda kesal bahkan stres.


Pahami bahwa anak Anda masih anak-anak yang ingin bermain. Terkadang senang dan ramah saat bertemu orang baru, tapi tidak jarang terlihat tidak nyaman ketika di tempat asing. Menurunkan ekspektasi pada anak bisa membuat Anda lebih santai menghadapi masalah dan menjadi orangtua yang lebih positif.


papa demian " salah satu cara untuk menjadi orangtua yang baik, positif, dan efektif adalah membuat waktu khusus bersama anak. Simpan ponsel dan pekerjaan Anda di kantor, buat waktu agar anak bisa bercerita banyak tentang kesehariannya. Cara ini juga bisa mempererat hubungan antara orangtua dan anak karena saling mengerti satu sama lain.


Untuk menjadi orangtua yang baik dan lebih positif menghadapi anak, Anda perlu menjalin hubungan lebih dekat dengannya. Saat anak dan Anda merasa dekat dan terkoneksi dari hati ke hati, stres dalam diri akan berkurang dan sikap Anda lebih positif. Luangkan waktu 10-20 menit setiap harinya untuk mengetahui bagaimana kabar dan kesibukan anak hari itu, begitu juga dengan Anda. Berbagi cerita bisa menjadi sarana untuk menjadi orangtua yang baik dan lebih positif.


Menjadi orangtua bukan tugas yang mudah. Butuh persiapan khusus serta kematangan mental sebelum memutuskan memiliki anak.


Sebelum menjadi orangtua, sebaiknya kita memperbaiki diri sendiri agar kita bisa tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Menjadi pribadi yang lebih baik tentu akan membantu kita dan buah hati untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi.


papa rey "Anak-anak belajar dari orang tua karena mereka merasa orang tua merupakan pemimpin tertinggi di rumah. Oleh karena itu, orang tua harus membuat keputusan dengan alasan yang tepat. Tetapi terkadang, orang tua juga bisa melakukan keputusan yang salah. Disinilah orang tua perlu belajar untuk mengakui kesalahan keputusan yang telah diambil. Anak-anak akan belajar untuk mengakui kesalahan ketika mereka memang melakukan kesalahan.


orang tua menjadi frustasi dan melampiaskan kekesalannya dengan membentak si kecil ketika mereka melakukan sesuatu yang salah. Sebaiknya ketika tertekan, luangkan waktu sejenak sebelum memberikan reaksi. Anak-anak harus belajar mengenai hal-hal yang baru, dan belum tentu bisa melakukan sesuatu dengan benar. Hal itu normal terjadi pada anak-anak. Oleh karena itu selalu bersabar terhadap anak. Biarkan diri tenang terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan untuk si kecil.


umi Aisyah "peran keluarga adalah pondasi pertama dan paling utama. Apalagi bila ingin mewujudkan masyarakat madani. Karena menurut dia, salah satu sumber krisis moral adalah bersumber dari salah pengasuhan dan tidak ada role model yang memadai dalam keluarga.


ada 7 Pengasuhan Ideal. Pertama, adanya kesiapan menjadi orang tua. Kedua, adanya Kesepakatan tujuan pengasuhan. Ketiga, harus ada pola dual Parenting khususnya ayah. Keempat, adanya komunikasi hangat, positif dan efektif. Kelima, adanya penanaman nilai-nilai Agama. Keenam, memahami karakter dan kebutuhan setiap anak. Terakhir, adanya aturan yang disepakati dalam keluarga.


mempererat hubungan antara orangtua dan anak tentu saja menjadikan orangtua menjadi lebih bijak. Dengan begitu Mama dan Papa akan merasa lebih dekat dan memiliki ikatan lebih positif terhadap satu sama lain.


Salah satu cara mempererat hubungan itu bisa dilakukan dengan berbagi cerita tentang kegiatan selama sehari sebelum tidur. Selain membuat anak lebih cepat mengantuk dengan bercerita, Mama dan Papa juga bisa mengetahui keseharian mereka.


Orangtua tentunya memiliki ekspetasi yang mereka harapkan pada buah hatinya. Tetapi kebanyakan jika hal tersebut tidak terpenuhi, justru anak lah yang akan menjadi sasaran amarah orangtua. Oleh sebab itu pahami kondisi mereka dengan baik dan turunkan ekspetasi pada mereka. Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda dan tidak bisa disamaratakan, jadi tetap dukung setiap langkahnya.

__ADS_1


Jika sudah menjadi ornagtua, hal yang harus dihindari adalh mengucapkan kalimat negatif dalam keadaan apapun. Hal ini karena secara uum anak akan meniru apapun yang dilakukan orangtuanya. ini juga bisa menjadi sugesti negatif bagi anak ketika mereka dewasa, dia akan memiliki tingkat emosional yang tidak seimbang. setiap orangtua adalah sosok inspiratif yang ditampilkan oleh setiap anak mereka. Agar menjadi panutan yang positif, tentunya harus diimbangi dengan perbuatan orangtua yang positif juga.


__ADS_2