Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
eps 439


__ADS_3

"ya kalau gitu pulang setiap libur semester aja, mommy sama abi juga mewajibkan anak-anak nya pulang setiap libur semester kalau anaknya nggak bisa pulang mommy sama abi yang jenguk kesana, dulu bahkan kakak sma di Malang aja setiap bulan di jenguk abi"


"ya begitulah orang tua selalu sayang dan menghawatirkan anaknya"


"kakak punya adek nggak?" tanya athaar tiba-tiba


"ada 1 perempuan dan 1 laki-laki"


"yang perempuan udah ada calon?"


"udah nikah udah punya baby juga, kenapa?"


"lagi cari calon istri aku tuh, kakak di langkahin adek nya ya?"


"iya soalnya memang aku belum siap menikah aja dan adek udah ketemu jodohnya yaudah aku suruh mereka nikah duluan"


"kenapa belum siap nikah? aku lihat kakak sudah siap"


"aku belum benar-benar mapan aku nggak mau menikahi anak gadis orang untuk mengajaknya susah tapi aku maunya mengajak anak gadis orang bahagia"


"kan materi bisa di cari berdua kak"


"aku itu maunya ketika punya istri dia akan tetap di rumah atau kalau mau bekerja saat aku berangkat dia masih di rumah dan saat aku pulang dia sudah di rumah, tapi lebih baik lagi kalau dia tetap di rumah dan aku yang kerja kalau untuk saat ini rumah saja aku belum ada masa iya mau ngajak nikah anak orang"


"iya sih bener kata kakak"


"assalamualaikum ustadz athaar"


"waalaikumsalam"


"ustadz karpet nya kurang kata abi rasyid di suruh minta ke ustadz"


"haduh cari kemana, yaudah saya carikan dulu"


"aku ikut" sahut alif


"ayo kak, oh ya kamu bilang ke abi ya aku carikan dulu"


"baik ustadz"


"yaudah saya duluan assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


"cari kemana kita?"


"ke toko karpet aja, sebenarnya ada cuma udah bolong-bolong gitu kasian yang tempat duduk nya kebagian bolong"


"yaudah ayo"


di toko karpet...


"selamat datang mau cari apa?"


"karpet mas yang rol rol an"


"rol rol an nya tinggal warna biru sama merah"


"gapapa 1 roll berapa?"


"1.350.000 panjangnya 30 meter lebar nya 2 meter"


"yaudah mau itu 5 di kirim sekarang juga bisa?"


"bisa kalau dekat"


"dekat kok ke pesantren ar-rahman"


"sebentar, bud ada kirim ke arah pesantren ar-rahman?" ucap penjaga toko


"ada nanti melewati sana? mau apa titip di salamin santri Putri gitu?"


"boleh itu mah tapi bawa barang tambahan lagi di kirim ke pesantren ar-rahman"


"apa barangnya?"


"karpet 5 rol"


"yaudah cepet bawa sini"


"bantuin lah, mas nya bisa menyelesaikan pembayaran di kasir ya"


"oke mas, warnanya terserah aja nggak harus sama"


"iya mas"

__ADS_1


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


di pesantren....


"aba alif di mana?"


"tadi bukan nya masih di masjid, dia belum kesini ma"


"oh yaudah, kalau gitu ama bantu-bantu di belakang dulu ba"


"iya ama"


"assalamualaikum"


"waalaikumsalam, gimana ketemu sama ustadz athaar?"


"ketemu abi tapi sudah lama belum kembali lagi"


"memang tadi bilang kemana?"


"nggak ada bilang kemana bi cuma mau di carikan terus kami cari ke gudang tidak ada sudah 1 jam belum kembali"


"kemana anak itu, yaudah tunggu sebentar lagi abi telepon dulu" sahut fadhil


"iya bi, assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


dan tak lama athaar tiba bersama alif.


"assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


"dari mana saja? itu di cari santri kamu" ucap fadhil


"lah tadi di suruh cari karpet yaudah aku cari"


"kenapa lama ini sudah hampir magrib tau"


"kan harus ke kota dulu buat beli, karpet di gudang kan udah pada bolong"


"astagfirullah jadi kamu beli?"


"kan kalau beli sekarang di kirim nya besok athaar"


"di kirim sekarang tuh udah datang"


"nggak bapak nggak anak sama aja"


"ya lah namanya juga anakku" sahut fadhil


"bi mommy mana?"


"di dapur kenapa?"


"mau minta makan lapar hehehe"


"sana ajak alif makan di rumah tadi sudah di masakin sama rayya"


"baiklah, ayo kak ke rumah singgah nya abi"


di rumah singgah...


"assalamualaikum" ucap alif


"waalaikumsalam ayo masuk kak, mungkin rayya di kamar jadi nggak denger"


"baiklah"


"adekkk oh adeek" teriak athaar


"haish punya kakak jomblo mirip orang utan" ucap rayya


"heh kamu ini ngatain kakak orang utan"


"salah siapa teriak-teriak di dalam rumah"


"kamu ngapain dari kamarku?"


"nyiapin baju kakak tuh sekalian packing katanya mau balik nanti habis acara"


"uluhhh manisnya, kakak lapar mau makan"


"di meja makan udah ada masih anget kok soalnya baru selesai masak"

__ADS_1


"yaudah ayo"


"mau minum apa kak?"


"jus aja deh, oh ya ada kak alif di depan kakak panggil dulu"


"iya"


di dapur rayya membuat jus untuk kakaknya dan athaar sudah bersama alif di meja makan.


"ustadz alif mau minum apa? kopi teh atau jus"


"apa saja yang tidak merepotkan kamu"


"jus alpukat coklat suka?"


"suka"


"baiklah"


tak lama setelah itu rayya membawa 2 gelas jus alpukat yang di tambah susu coklat.


"ini minumnya selamat menikmati"


"kamu nggak makan dek?" tanya athaar


"aku sudah makan tadi, oh ya ustadz alif mohon maaf ya kalau rasa masakannya kurang enak"


"ini sudah enak kok sangat enak malah" sahut alif


"kalau gitu habiskan ustadz, saya permisi dulu"


"iya"


"mau kemana dek?"


"mau ambil wudhu kan udah mau magrib"


"oh yaudah sana"


"iya"


"mari kita habiskan kak, jarang-jarang adikku mau masak seperti ini"


"oh ya? tapi kalau jarang kok masakannya enak"


"iya dia udah belajar sejak sd saat masuk sma dia malah jarang masak dengan alasan malas padahal sama abi sudah di ingatkan kalau dia harus menyediakan makanan untuk suaminya kelak tapi dengan santainya malah menjawab adek belum nikah jadi masaknya nanti saja kalau udah punya suami"


"ada ada saja adikmu itu, oh ya kapan dia masuk pesantren?"


"harusnya dia sudah disana itu minggu depan tapi nggak tau kapan jadinya, nunggu kakak pulang honeymoon atau setelah ini adek diantar abi kesana"


"memang kakakmu lama honeymoon nya?"


"katanya sih satu bulan kalau aslinya cuma 2 minggu karena umrah juga jadi sama abi di suruh 1 bulan sekalian"


"enak dong honeymoon sebulan"


"iya biar pulang langsung jadi" sahut athaar


"amin"


"oh ya kak nanti selama rayya di pesantren aku titip dia ya, jangan biarkan dia naik motor apalagi jangan kenalkan dia arena balap soalnya dia di kirim ke pesantren tempat kakak itu biar nggak balapan lagi dan jangan sampai dia melihat motor sport"


"dia suka balapan beneran?"


"iya bahkan dia sering menang"


"dia kan nggak kekurangan uang buat apa ikut balapan gitu"


"dia itu mau berbagi dengan uang hasil jerih payahnya, setiap menang dia akan mendonasikan ke beberapa panti asuhan gitu, kakak punya motor sport?"


"punya"


"di pesantren juga?"


"iya kan aku masih tinggal di pesantren, kalau kerja aku bawa tapi kalau ke luar kota begini ya aku tinggal"


"kuncinya amankan ya kak selama rayya disana dia kalau lihat motor ada kuncinya pasti langsung di bawa kabur"


"iya nanti aku usahakan menjaganya"


"terima kasih"


"sama-sama"

__ADS_1


__ADS_2