
malam hari nya langsung di akan fida'an di rumah umi Aisyah dan hanya mengundang warga sekitar dan juga santri yang jadwal fida'an nya di gilir karena rumah tidak akan muat menamoung semua santri laki-laki yang berjumlah 400 orang.
ba'da maghrib para tamu sudah mulai berdatangan di kediaman almarhum pak kyai abdurahman, rumah itu mampu menampung 200 orang saja dan tamu yang hadir ternyata melebihi undangan mereka kebanyakan adalah para pemimpin pesantren dari luar kota yang baru tiba di pesantren dan langsung di arahkan ke rumah sehingga para tamu itu duduk berdempetan.
papa rey "dil sebagian di luar aja lah, ini kasih karpet papa kasian kalau duduknya dempetan gitu"
fadhil "iya pa, kalau gitu fadhil ambil karpet dulu"
tak lama fadhil datang bersama 2 santri dan membawa karpet, para santri yang melihat karpet di gelar pun mereka keluar dari rumah.
fadhil "loh ngapain pada di luar?"
santri 1 "di dalam biar longgar ustadz kasian bapak-bapak kalau sempit"
santri 2 "iya ustadz di dalam banyak yang mengelum sempit jadi kita keluar saja"
fadhil "yaudah kalian duduk lah di sini, acara sudah mau mulai"
papa rey "papa kok gak lihat davian dil?"
fadhil "ada di masjid pa, tadi di minta santri untuk memimpin tahlil di masjid"
papa rey "oh gitu"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
acara tahlil sudah selesai para tamu undangan sudah berangsur pulang dan para santri sudah kembali ke kamar masing-masing dan kini tinggal lah kyai abdul yang memang belum sempat berjumpa dengan keluarga pak kyai.
fadhil "pak kyai abdul sendiri atau beserta istri?"
kyai abdul "beserta istri nak, tapi tadi ke masjid katanya santri wati di masjid ada acara mengaji"
fadhil "oh begitu kyai, kalau begitu nanti istri kyai biar di jemput kakak saya"
kak fatimah "kalau begitu biar saya yang menjemput istri pak kyai"
kyai abdul "terima kasih, maaf merepotkanmu nak"
kak fatimah "sama-sama pak kyai"
kyai abdul "umi kalian di mana?"
kak rasyid "ada di kamar nya pak kyai umi malam ini sudah menjalani masa idah nya, jadi mohon maaf jika tidak bisa menemui pak kyai"
kyai abdul "tidak apa-apa nak, saya tau kok, kalau begitu sampaikan salam dan saya turut berduka atas meninggalnya pak kyai abdurahman"
kak rasyid "iya pak kyai nanti saya sampaikan ke umi saya"
kak davian "pak kyai sampai di sini jam berapa tadi?"
kyai abdul "baru tadi setelah magrib nak"
fadhil "pak kyai nginap di sini saja, ini sudah malam"
kyai abdul "tidak nak saya sudah pesan hotel kok"
fadhil "dimana pak?"
kyai abdul "angels hotel nak"
__ADS_1
kak fatimah "assalamualaikum"
"waalaikumsalam" jawab mereka kompak
nyai isna "nyai Aisyah di mana?"
fadhil "umi ada di kamar nya bu nyai"
kak nafisa "mari saya antarkan nyai kalau mau bertemu dengan umi"
nyai isna "baiklah, oh ya ini istri nya fadhil kah?" ucapnya sambil menunjuk angel
fadhil "iya bu nyai dia istri saya"
nyai isna "sedang hamil kah?"
angel "iya bu nyai"
nyai isna "semoga lancar sampai lahiran ya nak"
angel "iya bu nyai, terima Kasih atas doanya"
fadhil "nanti pak kyai kalau mau ke hotel biar di jemput pihak hotel saja"
pak kyai "jangan nak biayanya mahal, saya naik taksi saja"
fadhil "tidak apa tadi sudah saya telpon kan pihak hotel nya, kalau jam segini nyari taksi tidak ada pak kyai, atau mau menginap di sini saja?"
pak kyai "tidak nak, saya ke hotel saja karena sudah janjian untuk tausiah di masjid an Nur dan besok akan di jemput ke hotel"
fadhil "masjid an Nur yang dekat taman kota ya pak kyai?"
pak kyai "iya nak"
"waalaikumsalam" jawab mereka kompak
fadhil "mari silahkan masuk pak, silahkan duduk"
"iya tuan muda" jawabannya, dia adalah sopir angels hotel yang bernama pak maman
pak maman "tuan muda saya turut berduka atas meninggalnya ayahnya tuan muda"
fadhil "terima kasih pak"
pak maman "eh tuan rey di sini juga"
papa rey "iya man, kemarilah"
pak maman "iya tuan"
nyai isna "bi ayo ke hotel dulu, ini sudah malam nanti susah cari taksi"
pak kyai abdul "iya mi"
fadhil "sebentar dulu bu nyai pak kyai, sopir dari hotel baru saja tiba kita ngobrol-ngobrol saja dulu"
nyai isna "kami tidak meminta pihak hotel menjemput kok nak"
fadhil "tadi saya yang minta pihak hotel mengirim sopir, jam 9 sudah susah cari taksi di daerah sini"
__ADS_1
kyai abdul "memang sopirnya sudah datang?"
fadhil "itu pak maman, baru saja sampai"
pak maman "sopir nya saya pak kyai"
kyai abdul "oh maaf saya tidak tahu, mi ngobrol aja dulu kasian pak maman nya baru saja tiba"
nyai isna "baik bi"
angel "pak maman ini kopi nya, silahkan di minum"
pak maman "ya allah nona muda kenapa repot-repot"
angel "tidak repot kok pak, kan yang lain juga minum kopi masa pak maman nggak"
pak maman "terima kasih banyak ya nona muda"
angel "iya pak sama-sama"
kyai abdul "ustadz fadhil istri ustadz kok di panggil nona muda?" ucapnya lirih
fadhil "iya kyai karena istri saya anak salah satu pengusaha ternama di Indonesia, dia sejak belum menikah dengan saya memang sudah di panggil nona muda" jawabnya lirih
kyai abdul "oh begitu nak, sekarang kalian tinggal dimana?"
fadhil "di kota K pak kyai, hanya 1 bulan sekali saja kesini"
kyai abdul "waktu abi mu meninggal kamu sudah disini?"
fadhil "Alhamdulilah sudah pak kyai, sebenarnya 2 minggu lalu saya sudah kesini, namun 4 hari yang lalu saya di minta kesini ya saya langsung berangkat rabu pagi"
kyai abdul "abi kamu sakit kah?"
fadhil "tidak pak kyai, tapi beberapa tahun lalu memang kesehatan jantung abi bermasalah tapi sekarang sudah baik tapi ya mungkin ini kehendak allah mengambil abi dengan mendadak, sebenarnya sih abi memberi tanda-tanda nya pak kyai tapi kami menyadarinya setelah abi meninggal"
kyai abdul "sudah biasa begitu nak, memang tanda-tanda yang di berikan akan kita sadari setelah orang itu meninggal, kalau boleh tau abi kamu meninggal kapan? karena saya baru dapat kabar tadi setelah sholat jum'at"
fadhil "di sujud terakhir sholat shubuh abi sudah tidak bangun lagi pak kyai"
kyai abdul "itu berarti doa abi mu di kabulkan allah, kareba abi mu selalu bercerita kalau dia selalu berdoa jika nyawanya di ambil sewaktu-waktu dia meminta untuk diambil nyawanya saat sedang beribadah atau melakukan hal yang baik"
fadhil "iya pak kyai, abi juga pernah bilang seperti itu, oh ya pak kyai saya mau tanya boleh?"
kyai abdul "iya silahkan nak"
fadhil "saya mau tanya apa abi punya hutang yang belum di bayar sama abi atau keinginan abi yang belum terpenuhi?"
kyai abdul "abi mu tidak pernah berhutang nak, dulu abi mu pernah bercerita dia ingin jalan-jalan keluar negeri bersama keluarganya tapi setau saya itu sudah terwujud, abi mu juga ingin melakukan perjalanan ibadah umrah bulan puasa nanti tapi allah berkehendak lain nak"
fadhil "alhamdulillah kalau begitu, kamj memang sudah mendaftar umrah untuk bulan Ramadhan nanti tapi allah tidak berkehendak"
kyai abdul "kalau saran saya kalian tetap berangkat nanti toh abi kalian sudah bolak-balik ke makkah madinah"
fadhil "insyaallah pak kyai"
kyai abdul "oh ya berhubung sudah larut saya dan istri mohon pamit dulu"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
__ADS_1
bab ke 3 hari ini
jangan lupa kembali lagi