Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
eps 83 di kota k


__ADS_3

**mohon maaf ya sejak tgl 12 kemarin belum up Dan baru up sekarang


terima kasih Yang sudah setia membaca


JANGAN LUPA VOTE YANG KENCENG YAA**


Di kota K…


Malam hari setelah menunaikan sholat magrib 4 keluarga itu pergi keliling kota K menggunakan mini bus, mereka kulineran malam ke warung tenda pinggir jalan.


Syasya “pah tujuan pertama ke mana?”


Papa demian “warung seafood yang kemarin, tapi jangan banyak-banyak makannya karena masih banyak yang akan kita kunjungi”


kania “beneran kita kulineran?”


papa demian “iya tapi warung tenda pinggir jalan”


kania “wah udah lama gak makan sate pak jo, mie ayam, bakso, soto”


fira “paling lama kita gak makan bakso kikil guys”


syasya “eh bukanya ini waktunya bazar makanan di taman kota ya?”


fira “oh iya bener”


kania “wah pasti makanan nya banyak banget dan enak-enak lagi”


papa Ferdinand “kalau makanan aja otaknya nyantol semua”


papa rey “udah-udah nih kita udah sampai di warung seafood”


mereka semua memesan menu yang bereda-beda, setelah menunggu selama 30 menit pesanan mereka pun datang, mereka hanya memesan udang crispy, cumi-cumi asam manis, kepiting saus tiram, dan lobster masing-masing 2 porsi dan tanpa nasi.


Mereka hanya butuh waktu 15 menit untuk menghabiskan pesanan mereka, setelah papa rey membayar mereka kembali ke mini bus dan melanjutkan perjalanan.


Papa rey “anak-anak mau makan apa lagi nih?”


Syasya, kania, fira menjawab kompak “sate”


Papa rey “baiklah, lokasinya dimana?”


Syasya “di jalan kenanga, penjual sate yang paling rame”


Papa rey “oke kita kesana”


Setelah 15 menit perjalanan mereka sampai di warung sate.


Syasya “aku mau 1 porsi sate kambing dan tidak ada yang boleh minta”


Papa demian “iya pesen sana kalau kalian mau 1 porsi tidak apa-apa”


Papa satria “kita 1 porsi saja berdua”


Syasya memesan sate kambing 7 porsi tanpa nasi atau lontong, setelah menunggu 40 menit pesanan mereka datang.


Papa Ferdinand “kalian bertiga beneran 1 porsi sendiri-sendiri?”


Kania “iya, udah lama gak makan disini soalnya apalagi gratisan”


Syasya “nah bener tuh papa fer”


Revan “dasar kamu aja dek yang doyan makan”


Kania “kakak bilang aja gak berani ambil jatah papa rey ya kan”


Revan “enggak kakak sih cukup 1 porsi berdua sama papa rey kan nanti masih banyak kulineran”


Papa demian “udah diem nikmati makanannya jangan banyak omong”


Mereka semua hanya butuh waktu 10 menit untuk menghabiskan sate, setelah papa demian membayar mereka melanjutkan kulineran ke bazar makanan di taman kota.


Setelah perjalanan 20 menit mereka sampai di taman kota, ternyata tempatnya sangat ramai pengunjung dan mereka harus rela parkir agak jauh dari taman kota.


Kania “papa minta uangnya kania gak bawa cash”


Papa Ferdinand “alah bilang aja gak mau keluar uang”


Kania “itu papa tau”


Papa Ferdinand “nih 300.000”


Kania “terima kasih papa ku yang ganteng”

__ADS_1


Papa rey “mau pencar apa barengan nih?”


Mama cantika “pencar”


Mama tamara “nah bener pencar”


Papa rey “bilang aja gak ma uke ganggu pas belanja”


Mama cantika “itu kamu tau rey”


Papa demian “yaudah kita pencar”


Papa Ferdinand “revan kamu jaga cewek-cewek ya”


Revan “oke pa”


Papa rey “ini udah jam 8, nanti kita kumpul disini lagi jam 10 gimana?”


Syasya “oke 2 jam cukup kok”


Papa demian “ibu-ibu karena tadi minta pencar kalau ada apa-apa segera telpon”


Mama tamara “siap”


Kania, syasya, fira sangat menikmati bazar di taman kota, revan mengikuti ke tiga gadis itu dengan sabar, dia juga sabar jika disuruh membawakan makanan ke tiga gadis itu meskipun hatinya menggerutu.


Para ibu-ibu juga menikmati bazar di taman kota, ibu-ibu membeli berbagai makanan jadul yang ada di bazar tersebut sedangkan bapak-bapak setelah keliling dan mendapatkan makanan mereka duduk di gazebo yang tersedia di taman kota.


Waktu sudah menunjukkan pukul 10 mereka sudah kembali ke tempat janjian.


Papa Ferdinand “astaga revan beli makanan banyak banget sih” ucapnya saat melihat revan membawa banyak kantong plastik


Revan “jangan suudzon pa revan aja Cuma beli 4 jenis makanan dan 2 minuman, ini tuh makanan cewek-cewek semua”


Papa rey “udah ayo ke mobil dulu”


Setelah berjalan lumayan jauh akhirnya mereka sampai di tempat parkir mini bus, mereka segera masuk ke mini bus dan papa satria segera menjalankan mini bus.


Papa demian “anak-anak gadis pada beli apa aja sih banyak banget”


Syasya “corn dog, sosis bakar, tahu bulat, cakwe, mie lidi, seblak, sosis telur (sostel), sate kerang, cuanki, batagor, siomay, brownis lumer, creps, sama martabak telur, jus jeruk, es cendol”


Papa demian “banyak banget sih sayang, emang habis? Ini sudah malam loh kamu gak takut gendut?”


Mama cantika “angel gendut karena dia nanti hamil dan rey dapat cucu, kalau kamu gendut yang ada mama sama papa gak cepet dapat menantu”


Syasya “ma kalau dia laki-laki yang baik dia gak akan mandang fisik angel kok”


Papa demian “terserah kamu sayang, pokoknya kamu harus sehat karena kamu harus bantu papa di perusahaan”


Papa Ferdinand “revan, kania kalian beli apa aja?”


Revan “corn dog, batagor, somay, sosis bakar, es cendol, es selendang”


Kania “sama kayak syasya tadi pa tapi kania juga beli, bakso, martabak manis, salad buah sama manisan”


Papa Ferdinand “kalau gak habis harus di habiskan baru boleh tidur”


Kania “iya papa ku sayang”


Mama tamara “fira kamu beli apa aja?”


Fira “sama kaya syasya ma hanya saja fira enggak beli seblak, cuanki, mie lidi, dan brownis lumer”


Mama tamara “jangan lupa dihabiskan”


Fira “tenang aja ma”


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 50 menit mini bus sampai di kediaman papa demian, setelah seluruh penumpang turun dan barang-barang sudah di keluarkan semua papa demian menyerahkan kunci ke supir rumahnya dan meminta mengantar mini bus ke tempat rental besok sebelu jam 6 pagi.


Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam tapi ke tiga gadis itu masih sibuk dengan plastic-plastik yang berisi makanan mereka.


Papa demian “yang bisa di makan besok taruh lemari es perut jangan di paksakan”


Syasya “iya pa”


Papa demian “sya seblaknya kayak enak”


Syasya “enak banget ini pa, kalau papa mau boleh cicip kok”


Mama cantika “papa aja nih yang boleh? Maa enggak”


Syasya “boleh kok boleh incip semuanya tapi gak boleh di habiskan”

__ADS_1


Waktu sudah menunjukkan pukul 1 malam dan mereka telah menghabiskan makanan yang mereka beli, setelah itu mereka pergi ke kamar masing-masing.


Di tempat lain…..


Waktu sudah menunjukkan pukul 1 malam tapi pertempuran angel dan fadhil belum usai, suara desahan memenuhi kamar itu. Hingga pukul 3 pagi fadhil dan angel menyelesaikan pertempurannya, setelah selesai fadhil segera membersihkan diri sedangkan angel tertidur pulas karena kelelahan.


Pukul 5 pagi fadhil sudah terbangun dari tidurnya dan dia segera membangunkan istrinya.


Fadhil “sayang bangun dulu yuk sudah jam 5 loh” ucapnya sambil menciumi wajah angel


Angel “masih ngantuk kak jangan cium angel”


Fadhil “mau bangun atau lanjut lagi seperti semalam”


Angel “iya-iya bangun”


Fadhil “yaudah sekarang mandi dulu kakak tunggu kita jamaah shubuh”


Setelah 30 menit angel keluar dari kamar mandi masih memakai pakaian rapi.


Fadhil “sayang ini mukena nya”


Angel “iya kak”


Setelah selesai sholat shubuh angel segera membereskan perlengkapan sholat.


Angel “kak nanti kemana?”


Fadhil “katanya mau beli oleh-oleh”


Angel “oh iya, jam berapa?”


Fadhil “nanti aja siangan sayang”


Angel “iya deh aku mau istirahat dulu”


Fadhil “sayang mumpung disini lanjut buat proyek lagi yuk”


Angel “enggak kak semalam dari jam 10 malam sampe jam 3 pagi emang kakak gak capek apa?”


Fadhil “enggak dong kan mewujudkan proyek dari papa mertua jadi gak boleh ada kata Lelah, boleh ya sekali aja deh”


Angel “halah kemarin bilangnya 2 kali tapi 10 kali”


Fadhil “beneran sayang sekali aja”


Angel “tapi aku capek”


Fadhil “kamu cukup diam dan menikmati saja sayang”


Fadhil kini memulai pembuatan proyeknya, 2 jam mereka membuat proyek, fadhil berhenti membuat proyek karena angel sudah kelelahan.


Angel “katanya 1 kali tapi ini 5 kali”


Fadhil “tanggung sayang, rugi kalau mandi 2 kali pagi-pagi”


Angel “terserah”


Fadhil “jangan ngambek sayang nanti habis dhuhur kita belanja oleh-oleh”


Angel “aku gak akan ngambek kalau setelah mandi ada makanan doble porsi untuk aku”


Fadhil “siap tuan putri akan saya pesankan dulu”


20 menit berlalu fadhil sudah kembali ke cottage dengan membawa 4 porsi makanan dan beberapa camilan.


Fadhil “sayang kamu belum selesai mandi?”


Angel “bentar kak 10 menit lagi”


Fadhil “makanannya keburu dingin sayang”


Angel “iya sebentar”


Setelah keluar dari kamar mandi angel segera menghampiri fadhil yang tengah menyiapkan makanan.


Angel “banyak banget kak”


Fadhil “loh udah selesai, iya lah banyak biar kamu kuat buat cari oleh-oleh dan membuat proyek nanti malam”


Angel “dasar ustadz mesum, pokoknya enggak mau aku”


Fadhil “menolak ajakan suami dosa lo sayang”

__ADS_1


Angel “terserah, aku mau makan terus tidur”


__ADS_2