Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
eps 168


__ADS_3

di rumah sakit.....


papa rey berjalan cepat menuju ugd rumah sakit tersebut.


ya yang sakit adalah viona renaka thompson yang sekarang berubah nama menjadi viona renaka fabian.


tadi saat asyik dengan lamunannya ponsel papa rey berdering dari nomor tidak do kenal, papa rey segera mengangkatnya karena siapa tau itu adalah rekan bisnis nya tapi ternyata yang telpon adalah raka fabian ayah biologis dari viona yang mengabarkan bahwa viona demam dan di bawa ke rumah sakit sehingga papa rey segera pamit kepada angel dan fadhil dan meminta mang ujang untuk mengantar nya.


papa rey "fabian bagaimana keadaan viona? dan kenapa sampai dia masuk rumah sakit"


pak fabian "dia deman mengigau kamu sama kaka ngel gitu dan akhirnya kejang jadi aku bawa ke rumah sakit ini, dokter sekarang masih memeriksa nya"


papa rey "mungkin dia kangen kakaknya"


pak fabian "apa kakaknya bisa kesini?"


papa rey "enggak bisa dia sedang hamil tua dan sekarang harus istirahat karena nanti malam ada acara"


pak fabian "huh baiklah rey, kalau bisa besok ajaklah kakaknya kesini"


papa rey "ya"


pak fabian "dok bagaimana keadaan anak saya?" ucapnya yang melihat dokter keluar dari ruang ugd


dokter "sebelumnya saya ingin bertanya siapa papa yey dan kaka ngel?"


papa rey "itu saya dan anak saya dok"


pak fabian "memang kenapa dokter tanya seperti itu?"


dokter "sepertinya nona sangat merindukan 2 orang tersebut pak, lebih baik bapak masuk keruang ugd untuk melihat nona jika memang bapak yang dipanggil-panggil oleh nona" ucapnya pada papa rey


papa rey "baik dokter"


papa rey segera masuk ke ruang ugd sedangkan pak fabian dia masih berbicara dengan dokter yang menangani viona.


papa rey "viona sayang ini papa nak kamu bangun dong sayang, nana gak ingin lihat papa ya?"


viona mengerjapkan matanya dia melihat sekeliling ruangan itu.


viona "papa hua hua hua"


papa rey "hey nana sayang kenapa nak? jangan nangis papa disini"


viona "papa jahat kenapa papa gak menemui nana hua hua hua"


papa rey "maaf sayang kemarin papa sibuk dan harus menjemput kakak di amerika, apa kamu ingin menemui kakak?"


viona "iya aku kangen kakak, apa adek bayi udah ada?"


papa rey "kalau mau ketemu kakak nana harus sembuh ya, nanti ditemani daddy nana disini"


viona "nana gak mau sama daddy, nana mau sama papa dan kakak"


papa rey "nana belum sembuh sayang, nanti kalau sudah sembuh bisa main ke rumah kakak yang baru"


viona "tapi ditemani papa disini"


papa rey "besok deh papa kesini lagi soalnya nanti malam ada doa bersama untuk kakak angel, kakak syasya, kakak fira dan kakak kania juga adik bayi mereka jadi papa harus menemani kakak dulu"


viona "adik bayi mereka siapa?"

__ADS_1


papa rey "kakak syasya, kakak fira, kakak kania juga hamil seperti kakak angel yang di dalam perutnya ada adik bayi, jadi nanti nana akan punya banyak adik bayi"


viona "wah adiknya nana banyak"


papa rey "iya makanya nanti nana ditemani daddy ya papa biar mengikuti doa bersama dulu"


viona "ndak mau nana mau ikut papa"


pak fabian "sayang sama daddy dulu ya"


viona "gak mau daddy jahat gak bolehin aku ketemu papa"


papa rey "hey sekarang kan sudah ketemu papa, sekarang nana sama daddy besok papa janji akan kesini lagi sama kakak angel dan kakak fadhil"


viona "nana juga mau ketemu mbak sita sama bibi nah dan yang lain"


papa rey "baiklah besok akan papa bawa semua art di rumah untuk menemui kamu disini, sekarang sama daddy ya"


viona "tapi papa gak bohong kan?"


papa rey "memang papa pernah bohong sama nana?"


viona "tidak pa"


papa rey "yasudah papa pulang dulu ya"


viona "nana mau makan disuapi papa"


papa rey "kan ada daddy sayang"


viona "daddy ndak mau nyuapi nana, daddy juga gak mau main bareng ke mall"


papa rey "yaudah papa suapi tapi habis itu papa pulang ya"


papa rey dengan telaten menyuapi viona makan bubur, setelah viona kenyang papa rey pun berpamitan pulang.


papa rey "fabian aku pulang dulu"


pak fabian "iya rey terima Kasih sudah mau datang"


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


di rumah papa rey....


fadhil "sayang kenapa seperti gelisah gitu?"


angel "ini sudah sore mas tapi papa kenapa belum pulang sih"


fadhil "mungkin papa masih dijalan, mandi dulu yuk kita siap-siap nanti habis magrib acara langsung di mulai loh"


angel "tapi papa belum pulang"


fadhil "papa pasti pulang sayang, sekarang siap-siap dulu gak enak kalau pemilik acara nya terlambat"


angel "iya-iya"


setelah bersiap-siap angel dan fadhil segera turun ke lantai bawah.


angel "papa sudah datang? ada apa kok semua berkumpul disini?"


papa rey "papa yang nyuruh sayang ada pengumuman yang akan papa sampaikan"

__ADS_1


angel "oh gitu"


papa rey "baiklah karena semua sudah kumpul, ada hal yang ingin saya sampaikan kepada kalian semua, besok seluruh penghuni rumah ini tanpa terkecuali ikut saya ke rumah sakit dan rumah akan dijaga bodyguard"


angel "siapa yang sakit pa?"


papa rey "besok kamu juga tau sayang, itu saja pengumuman nya sekarang semua ayo berangkat ke panti asuhan, sepertinya bodyguard sudah datang"


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


di kediaman papa demian....


papa demian "ayo dong berangkat lama sekali sih"


mama cantika "papa ihh sabar dong, syasya tuh sekarang Seneng dandan"


papa demian "tapi lama ma"


mama cantika "udah lah pa tunggu aja, jangan rusak mood ibu hamil"


papa demian "iya-iya"


syasya "papa mama syasya cantik nggak?"


papa demian "cantik sayang tapi jangan muter-muter gitu kasian baby nya"


mama cantika "cantik banget sayang"


syasya "yaudah ayo berangkat"


revan "jalan nya pelan-pelan sya"


syasya "iya-iya bawel"


papa demian "sabar rev"


revan "iya pa"


di perjalanan syasya melihat pedagang martabak telur.


syasya "mas aku mau martabak telur itu"


revan "haa baiklah sayang"


revan pun menghentikan mobilnya dan segera turun untuk membeli martabak yang sudah terlewati.


tak lama revan kembali ke mobil dengan membawa 2 kotak martabak telur.


revan "ini sayang martabaknya"


angel "wah pasti enak sekali mas"


revan "jangan di makan dulu masih panas"


papa demian dan mama cantika melihat anak dan menantunya yang akur pun merasa sangat bahagia.


papa demian "papa minta dong sya"


syasya "no papa"


papa demian "pelit ih punya 2 kotak juga"

__ADS_1


syasya "syasya laper papa ini tuh 1 buat aku dan 1 untuk anak aku"


papa demian "ya ya baiklah"


__ADS_2