Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
eps 251


__ADS_3

di paris


lebih tepatnya di kamar hotel di mana mama evilia dan papa rey menginap.


papa rey "ev apa aku boleh tanya?"


mama evilia "mau tanya apa rey?"


papa rey "kapan terakhir kamu berhubungan badan sama alm ferdinand?"


mama evilia "saat kita di jogja, kenapa?"


papa rey "enggak apa-apa, tapi kenapa punyamu sempit sekali seperti sudah lama tidak... "


mama evilia "itu semua karena putrimu"


papa rey "angel?"


mama evilia "iya dia mengajakku perawatan bagian itu dan dia juga ikut perawatan kok, kata dia biar kamu puas gitu"


papa rey "astaga anak itu"


"makasih angel Putri papa, kamu memang yang terbaik, sehabis pulang liburan ini papa kasih kamu hadiah" ucap papa rey dalam hati


mama evilia "aku mandi dulu rey"


papa rey "iya ev, oh ya ev bisa tidak kamu manggil aku mas atau apa gitu?"


mama evilia "iya mas rey" ucap nya gugup


papa rey "terima kasih sayang, mandilah"


di kamar papa demian....


di sana papa Satria juga di kamar itu dan mereka sedang merencanakan sesuatu untuk papa rey dan mama evilia tanpa sepengetahuan istri-istri mereka karena istri mereka sedang berbelanja barang branded keluaran paris.


saat mengetahui jika papa rey memesan makanan mereka pun berencana memberi sesuatu pada makanan tersebut dengan bekerja sama dengan koki hotel, ya karena memang hotel itu salah satu hotel papa demian.


di kamar papa rey dia memakai jubah mandi dan segera membuka pintu karena ada yang mengetuk pintu.


saat membuka pintu ternyata makanan yang ia pesan yang datang, saat melihat orang yang mengantarkan makanan itu papa rey setengah curiga kalau dia adalah papa demian, ya karena memang yang mengantar makanan adalah papa demian sendiri yang menyamar sebagai pelayan.


mama evilia "makanannya sudah datang rey?"


papa rey "iya nih sudah, kamu sudah lapar ya?"


mama evilia"iya aku lapar banget"


papa rey "yaudah ayo duduk, kita makan di sofa saja"


mereka pun menikmati makanan tersebut, namun 10 menit kemudian mereka merasakan hawa panas di tubuh masing-masing.


"sial apa tadi beneran demian ya, bisa-bisa nya dia ngasih obat sialan ini ke makanan gue" ucap nya dalam hati


mama ev "rey panas banget badan aku rey, aku pengen kamu mas" ucap mama evilia yang sudah meracau


"sial ternyata evilia juga di kasih obat sialan itu" ucapnya dalam hati


papa rey yang sudah tidak bisa menahan dirinya segera menyerang mama evilia.


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


di kota S...


pesantren milik keluarga fadhil kini semakin ramai dengan santri laki-laki maupun perempuan yang masuk pesantren sejak kak davian dan kak rasyid memimpin pesantren tersebut.


pak kyai dan umi aisyah mereka sekarang sibuk bermain dengan para cucu-cucu nya dan sesekali pergi ke kota K untuk mengunjungi cucu-cucu nya dari fadhil.


pak kyai juga sudah tidak mengambil jadwal tausiah di luar kota karena memang sudah dilarang oleh anak-anak nya karena pak kyai dan umi Aisyah sudah menua.


hari ini tiba-tiba saja pak kyai pingsan dan segera di larikan ke rumah sakit terdekat oleh kak rasyid dan kak Davian, kak nafisa pun ikut bersama mereka untuk menemani umi Aisyah sedangkan kak fatimah di tugaskan untuk menjaga anak-anak dan juga mengabari angel serta fadhil.


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


di kota K


saat ini fadhil dan yang lain masih berada di taman kota, setelah tadi menikmati gado-gado mereka pun mengajak anak-anak untuk bermain. saat mereka asik bermain tiba-tiba saja ponsel fadhil yang di bawa angel berdering.


angel "mas ini kak fatimah telpon"


fadhil "tumben kak fatimah ada apa ya, kok jadi gak enak gini perasaan aku"


angel "udah ini angkat mas"


fadhil "assalamualaikum kak"


kak fatimah "wa'alaikumsalam dek, kamu lagi sibuk nggak?"

__ADS_1


fadhil "nggak kok kak, cuma lagi main sama anak-anak, ada apa kak?"


kak fatimah "hmm kakak mau ngabarin kamu, abi masuk rumah sakit karena tadi tiba-tiba pingsan"


fadhil "innalillahi semoga abi baik-baik saja kak, yaudah fadhil pulang sekarang kak, terima kasih infonya ya kak"


kak fatimah "iya dek, kakak tutup ya assalamualaikum"


angel "ada apa mas?"


fadhil "ke pesantren sekarang yuk sayang abi sakit"


angel "yaudah mas ayo pulang dulu, kamu minta pak Adit buat siapin jet nya"


fadhil "iya sayang"


angel "twins ayo pulang sayang"


syasya "ada apa ngel, kenapa tiba-tiba pulang?"


angel "aku harus ke kota S, abiku sakit sya"


syasya "oh, semoga pak kyai cepat sembuh ya ngel"


angel "amin"


revan "yaudah ayo pulang, gue anterin ke bandara"


fadhil "pulang dulu van, ambil barang anak-anak dulu, pesawat nya bisanya 2 jam lagi"


revan "yaudah ayo, kalian mending telpon orang rumah Suruh nyiapin deh biar nanti langsung berangkat"


angel "aku udah bilang mbak sita kok kak"


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


di paris...


papa demian mengantar box berisi pakaian milik papa rey dan mama evilia dan hanya di letakkan di depan pintu, setelah meletakkan di depan pintu papa demian pun hanya mengawasi dari kejahuan.


papa rey yang pintu kamar nya di ketuk ia pun segera membuka pintu namun saat membukanya hanya ada box, papa rey pun segera membuka nya.


mama evilia "siapa yang datang mas?"


papa rey "ini ada box, masuklah kita buka di dalam"


dari kejahuan papa demian hanya tersenyum ketika melihat sahabatnya hanya memakai handuk mandi.


mama evilia "temui kami di kamar 207 hotel ini" ucapnya saat membaca surat


papa rey "ini baju aku deh"


mama evilia "ini juga baju aku mas"


papa rey "sepertinya kita di kerjain deh sama demian"


mama evilia "kenapa demian?"


papa rey "aku curiga aja sih soalnya yang nganter makan ada obat nya itu mirip demian"


mama evilia "tapi kalau menurutku Satria juga deh, gak mungkin kalau Satria nggak ikutan, kan kalian kompak banget"


papa rey "yaudah ayo ganti baju kita temui mereka di kamar 207"


di kamar 207....


papa demian "gimana kalian sudah siap?"


papa satria "siap-siap aja sih"


mama cantika "kok aku takut ya, gimana kalau mereka marah"


mama tamara "marah kenapa? masalah koper isinya lingerie?"


mama cantika "bukan itu, ada yang lebih parah"


mama tamara "apa?"


mama cantika "tuh dua laki-laki dia ngasih obat pe*a*g*ang"


mama tamara "gila tuh bener-bener gila, gimana dong kalau mereka marah"


papa demian "tenang deh mereka gak tau kok"


tok tok tok


mama tamara "mas buka sana pintunya"

__ADS_1


papa Satria "lo aja deh dem"


papa demian "lo aja sat"


mama cantika "cepet buka pintunya berdua, jangan kaya anak kecil gitu deh"


mereka pun dengan terpaksa membukakan pintu.


papa demian "hay bro, silahkan masuk" ucapnya seolah-olah tidak terjadi apa-apa


papa rey "kalian di sini sejak kapan?"


papa demian "baru sejam yang lalu nyampe sini"


papa rey "oh gitu, tam can temani istriku shoping dong, nanti kita nyusul"


mama evilia "ayo dong temani aku belanja"


mama cantika "yaudah ayo"


mereka bertiga pun meninggalkan para suaminya di kamar 207.


papa rey "kalian lapar nggak? gue lapar nih habis main" ucapnya dengan santai


papa demian "wah udah main-main aja nih, boleh lah lo yang traktir tapi"


papa rey "oke deh gue pesenin ya"


tak lama pesanan pun datang, karena memang papa rey sudah memesan sejak tadi.


papa rey "bentar ya aku keluar dulu angel telpon, kalian makan dulu gapapa"


mereka pun makan tanpa curiga, setelah 10 menit obat itupun bereaksi dan papa Satria juga papa demian pun merasakan apa yang papa rey rasakan.


papa demian "sial sat, rey sepertinya tau kalau kemarin ulah kita"


papa Satria "sial sial sial mana tamara pergi"


papa rey sengaja tidak kembali ke kamar itu dia lebih memilih menyusul istrinya shoping.


papa rey "udah dapat belum oleh-olehnya?"


mama evilia "eh mas, ini masih cari buat twins, ukuran yang sama gak ada, adanya beda ukuran"


mama cantika "loh rey sendiri? suami aku mana?"


papa rey "dikamar lagi homo kali"


mama cantika "rey jangan ngarang deh?"


papa rey "ya kalau gak percaya balik aja ke hotel, tolongin deh suami kalian pasti lagi kesakitan"


mama tamara "apa yang kamu lakukan rey?"


papa rey "ya seperti apa yang suami kalian lakukan"


mama cantika "astaga rey"


mama cantika dan mama tamara pun berlari meninggalkan belanjaan mereka untuk segera mencari taksi menuju hotel.


mama evilia "mas gak keterlaluan ya kita?"


papa rey "udah gapapa tenang aja, udah lanjut belanja aja, kita pulang besok jangan lupa beli baju, baju kita cuma ini aja"


mama evilia "iya"


di kamar hotel 207....


setelah merasa kepanasan papa satria langsung pergi ke kamarnya di kamar 206.


papa demian maupun papa satria masuk ke kamar mandi di kamar hotel masing-masing.


mama cantika dan mama tamara pun langsung menuju kamar masing-masing karena mereka yakin suami mereka tidak akan di satu tempat.


di kamar papa demian...


mama cantika "pa papa dimanaaaa" teriaknya


papa demian yang mendengar istrinya pulang pun langsung keluar dari kamar mandi.


papa demian "ma tolongin papa ma"


mama cantika "makanya jadi orang jangan usil"


di kamar papa satria....


mama tamara "pa papaaa.... papa di mana paaa" teriaknya

__ADS_1


papa satria pun segera keluar kamar mandi dan meminta tolong pada istrinya.


nama tamara "lain kali jangan usil kebangetan pa"


__ADS_2