
di jalan
"abi"
"apa sayang"
"menurut abi gus alif bagaimana?"
"dia baik nak, insyaallah kalau ilmu agamanya baik juga"
"abi setuju kalau adek sama gus alif?"
"abi setuju, ada apa? apa adek keberatan?"
"tidak bi adek cuma tanya saja"
"sudah sampai turunlah"
"baiklah, abi mau ikut apa menunggu disini?"
"abi akan ikut abi tidak mau anak gadis abi hilang"
"ah abi"
"ayo belanja mau beli apa dulu?"
"abi mau di masakkan apa?"
"yang penting untuk tamu kita sayang kalau abi ikut aja apa yang kamu mommy atau kakak-kakak kamu masak"
"ya abi yang menentukan mau memberi jamuan apa?"
"yang pasti ayam daging ikan kalau perlu"
"baiklah ayo ke tempat daging dan ikan"
"kamu tau tempatnya?"
"tau kan beberapa kali ikut dema kesini"
"baiklah ayo"
di mobil afwa afwi zahra dan alif.
"mas itu seperti motor abi deh?" ucap zahra
"mana?" tanya afwi
"tadi tang parkir di depan pasar"
"cek gps motor abi dek" ucap afwa
"iya" ucap afwi membuka ponselnya
"eh benar kak motor abi di pasar"
"putar balik aja untuk memastikan, kasian nanti kalau bawa belanjaan banyak naik motor" ucap alif
"baiklah kita kembali dulu"
di depan pasar
"iya itu motor abi kak" ucap afwi
"telpon abi dek"
"hp situ kemana sih"
"gak bawa hehehe"
tutt tuuttt tutt
"hallo assalamualaikum afwi ada apa?" ucap fadhil
"waalaikumsalam abi, abi motor abi kok di depan pasar siapa yang bawa?"
"oh yang bawa abi sama rayya kita sedang belanja"
"masih lama?"
"abi baru aja masuk ada apa?"
"mau nyusul hehehe"
"yaudah kesini abi masih di tempat ikan"
"baik bi assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
__ADS_1
"gimana dek?" tanya afwa
"iya abi yang bawa ayo kita susul abi, abi belanja sama rayya"
"baiklah, gus alif mau ikut apa menunggu di mobil?" tanya afwa
"saya ikut saja"
"ayo kalau gitu"
mereka ber empat menyusul fadhil dan rayya yang sedang berbelanja.
"abi" panggil afwa
"eh kalian sudah sampai"
"iya bi tadi kita telpon udah di depan" sahut afwi
"kalian dari mana kak?"
"ambil kue"
"kenapa nggak langsung pulang nanti di tunggu mbak-mbak santri gimana" ucap rayya
"nanti kamu sama abi kesusahan bawa belanjaan kalau naik motor jadi kita kesini"
"oh, yaudah kalau gitu belanjain sayuran dong biar cepat" ucap rayya
"apa saja dek?" tanya zahra
"apa saja kak ra soalnya buat stok beberapa hari kedepan juga agak banyak tapi soalnya kita mungkin lama disini"
"baiklah, ayo mas"
"nah kak afwa beli buah gih, buahnya terserah kakak asal ada jeruk semangka sama melon"
"baiklah ayo gus alif ikut aku"
"iya" sahut alif
"kalau kita belanja apa lagi nak?"
"ke depan yuk bi di ruko-ruko ada agen sosis sama camilan"
"camilan terus hmm"
"gapapa kan bisa buat suguhan"
"hehehe iya dong bi"
"ya sudah ayo"
cukup 30 menit mereka sudah berkumpul di parkiran karena sebelumnya fadhil sudh memberi tahu afwi untuk berkumpul di parkiran.
"kak zahra belanja bumbu dapur juga nggak?"
"iya dek, masih ya di rumah?"
"nggak tau hehehe"
"sudah tidak apa-apa nanti juga butuh lagi, ayo masukkan bagasi barangnya" ucap fadhil
"sudah selesai ini bi, abi naik mobil saja biar kakak yang bawa motor" ucap afwi
"tidak, aku mau naik motor sama abi"
"tapi dek"
"sudah abi sama rayya naik motor saja"
"yeey terima kasih abi"
"sama-sama sayang, ayo pakai helm kamu"
"iya bi"
"kalau gitu hati-hati bi"
"iya nak"
di pesantren....
"ngel rayya dimana?" tanya syasya
"ke pasar sama abi nya"
"oh kalau kedua temannya?"
"bantuin mbak-mbak santri di belakang, jangan di ganggu sya takutnya mereka canggung"
__ADS_1
"iya-iya aku cuma lihat aja kok"
"hmm"
"mbak yang mau di jodohkan sama nisa dan najwa tadi laki-laki baik kan?" tanya ama hanum
"baik mbak saya tau mereka dari bayi, saya bahkan hafal watak mereka, mereka baik kok mbak dan mereka memperlakukan perempuan di keluarganya dengan baik"
"alhamdulillah kalau begitu, bukan apa-apa mbak takutnya orang tua nya menyalahkan kami di kemudian hari jika terjadi sesuatu"
"iya mbak saya paham kok, oh ya bagaimana rayya di pesantren"
"dia baik, bahkan bisa cepat akrab sama kedua teman nya itu, kemarin mereka baru memenangkan lomba tumpeng, rayya pintar masak ya?"
"alhamdulillah sejak masih kelas 4 sd dia sudah ikut terjun ke dapur ya walau hanya bantu mnegupas bawang kadang juga cuma ikut mencuci sayur saja"
"masakan nya enak lagi apalagi masakan khas timur tengah nya"
"memang rayya disana masak makanan khas timur tengah? apa ada bumbu rempah nya disana?"
"tidak ada kemarin pas alif di kairo di bawakan oleh-oleh bumbu rempah karena saya tidak pernah memasaknya jadi meminta bantuan yang lain dan ternyata rayya bisa"
"oh begitu, iya dulu waktu ke turkey kami membeli rempah-rempah dan rayya meminta diajari memasak makanan timur tengah katanya mau buka restoran timur tengah jadi ya dia bisa memasaknya"
"oh begitu, tapi masakan yang lain nya juga enak loh"
"alhamdulillah dia dulu sering jadi chef di rumah tapi ya gitu kakak-kakak nya harus bayar kalau makan katanya biar dapat uang tambahan, tapi rayya tidak membuat masalah kan disana?"
"tidak kok dia anak yang baik"
"rayya pernah murajaah nggak?"
"pernah beberapa kali tapi hanya beberapa surat saja"
"alhamdulillah kalau begitu"
"oh ya ini adonan buat apa?"
"kulit nya dadar gulung mbak, cuma buat sedikit kok buat suguhan saja"
"aku kira mau buat apa tadi"
"kita buat disini saja mbak sambil duduk atau kalau mbak masih capek bisa istirahat"
"nggak capek kok, kan tadi sudah istirahat"
"mau nginap hotel lagi nggak mbak?"
"nggak" sahut ama hanum cepat
"mau dong bu" ucap aba hasan tiba-tiba
"aba"
"hehehe aba mau minta ijin ama mau ke masjid sama fikri"
"ah baiklah hati-hati bi"
"iya ama"
"besok kalau saya boking kan 1 kamar ya pak kyai"
"boleh banget itu"
"sudah aba pergilah" ucap ama hanum
"iya ama"
"jangan di pesankan ya bu kami disini saja"
"siapa tau mbak mau quality time bareng suami hehehe"
"capek pasti"
"tapi ibadah kan mbak"
"iya sih dapat pahala juga"
"assalamualaikum mom" ucap zahra
"waalaikumsalam, loh kok kamu yang belanja ra?"
"iya tadi lihat motor abi di depan pasar jadi berhenti deh takutnya rayya yang bawa jadi kita menyusul"
"mom zahra ke kamar sebentar ya"
"iya sayang kamu istirahat saja sama kak nabila dan ning hana"
"iya mom, mari bu nyai"
__ADS_1
"iya nak" ucap ama hanum