
hari yang di tunggu-tunggu telah tiba, sejak kemarin saudara dari pihak fadhil sudah tiba di kediaman mereka dan kini mereka tengah bersantai di ruang keluarga karena semua persiapan sudah ada yang mengurus dan mengawasi nya.
"sayang keluar yuk" aja zahra pada afwi berbisik
"kemana"
"ke toko accesories"
"yaudah ayo, bi mom semuanya kami pamit dulu ya" ucap afwi
"kemana? semua pada kumpul loh kak" ucap angel
"bumil mau cari sesuatu mom"
"oh oke hati-hati ya"
"iya mom, kak Nabila mau nitip sesuatu nggak?"
"nitip rambut nenek dong dek"
"ha rambut nenek? ya mana ada kak yang jual, rambut oma aja tuh" mendengar ucapan afwi zahra langsung tertawa sedangkan Nabila memasang wajah kesal nya
"kok ketawa sih yang" ucap afwi pada nabila
"mas beneran nggak tau rambut nenek?"
"rambut oma kan? itu oma ada minta aja"
"astagfirullah ini rambut nenek apa sih kok bawa-bawa rambut oma" ucap angel
"bukan rambut oma mom tapi rambut nenek" ucap nabila
"rambut nenek mom itu makanan bukan rambutnya oma kayak mas afwi bilang" ucap zahra
"emang ada?" ucap mereka kompak
"ada di swalayan banyak, aku sama kak Nabila pernah beli kok awalnya juga penasaran karena namanya itu jadi beli"
"yaudah beli yang banyak biar semuanya bisa cobain rambut nenek" ucap angel
"iya mom"
"yaudah kami berangkat ya, kalau ada titip lagi chat aku aja assalamualaikum" ucap afwi
"waalaikumsalam"
"rayya nggak liat persiapan lamaran kamu?" tanya kak fatimah
"udah tadi bude, nanti saja lihat lagi sekarang panas"
"jangan nanti dong nanti kalau gak sesuai gak ada waktu buat ganti loh" ucap kak nafisa
"gapapa bude naf"
"kenapa gak semangat gitu, kamu niat lamaran nggak? biasanya tuh kalau di lamar semangat banget loh" ucap kak fatimah
"gapapa bude fat lagi capek aja"
__ADS_1
"dia belum disemangatin ayang bude kan belum punya ayang" ucap nabila
"kakak" rengek rayya
"iya kan belum di semangatin makanya lihat ponsel terus"
"tau ah kak bibil begitu"
"calon manten kok marah sih" ucap angel
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
kini rayya angel dan fadhil berada di kamar fadhildan angel.
"mommy"
"apa sayang"
"aku masih dapat uang saku kan kalau udah nikah" tanya rayya
"gak ada uang saku setelah menikah, sebelum menikah nanti kamu abi kasih uang yang sama seperti kakak-kakak kamu" ucap fadhil tegas
"kok gitu"
"ya kan tanggung jawab abi hanya sampai kamu menikah setelah itu tanggung jawab abi di gantikan sama alif"
"haishh"
"kamu di ruang keluarga banyak diam hanya karena uang saku?"
"iya mom"
"kenapa gitu ya kalau kurang gimana"
"nak dengar mommy, dulu waktu baru menikah sama abi mommy tinggal di apartemen kamu tau mommy di kasih uang berapa sama abi?"
"nggak"
"5 juta dalam 1 bulan padahal dulu sebulan mommy dapat 100 juta untuk uang saku tapi mommy tetap menerima nya tuh mommy gak protes dan itu cukup buat satu bulan tapi tanpa jasa pembantu jadi nanti kalau kamu sudah menikah ya kamu masak sendiri bersih-bersih sendiri nyuci baju sendiri biar bisa hemat, doakan terus suami kamu biar banyak rezeki nya biar nanti jatah bulanan nya banyak dan bisa membayar jasa pembantu"
"beneran cuma 5 juta?" tanya rayya
"iya 5 juta itu gaji abi dari opa karena membantu di perusahaan nya tapi setelah itu jatah bulanan nya juga naik karena alhamdulillah kedai tambah ramai dan abi punya kost kost an terus gaji di kantor juga naik karena abi jadi ceo nya" ucap fadhil
"kamu hargai berapapun yang nanti alif kasih nak jangan mengeluh dulu, nanti kalau kurang minta baik-baik jangan bentak suami kamu karena dia juga sudah berusaha keras buat mencari nafkah untuk kamu jadi kamu harus bisa menghargai usaha nya" ucap fadhil lagi
"iya bi"
"dulu abi sama mommy waktu di amerika juga cuma berdua gak ada pembantu kita saling bantu pekerjaan rumah, kalau mommy pulang kuliah jam makan siang abi pulang sebelum jam makan siang abi yang masak begitu pun sebaliknya lalu saat sama-sama pulang sore malam nya bagi tugas kalau mommy masak abi yang bersih-bersih, kalau gak sempat masak ya makan di luar tapi harus hati-hati dalam memilih menu disana"
"iya bi"
"kalau kamu belum siap hamil bicaralah sama alif bagaimana baiknya jangan diam-diam meminum pil kb itu akan jadi masalah buat kamu nanti" ucap angel
"memang boleh menunda?" tanya rayya
"boleh asal kesepakatan berdua nak, kan kalian masih sama-sama kuliah kalau mommy dulu memang opa sudah sangat ingin cucu dan kakung sama uti juga ingin cucu dari abi jadi kami tidak menunda nya"
__ADS_1
"kalau abi sama mommy pengen cepet punya cucu dari rayya nggak?"
"abi pengen juga punya cucu dari kamu tapi abi tidak memaksa haru sekarang lagi pula usia kamu masih akan 19 tahun kan jadi pacaran saja dulu"
"iya kamu pacaran dulu saja nanti mommy repot kalau mengurus cucu banyak-banyak, sekarang sudah ada athala terus nanti anaknya kak afwa di tambah lagi baby twins nya kak afwi sudah banyak untuk saat ini"
"siap bi mom"
"tapi ingat pesan abi, bicarakan dulu sama alif"
"iya bi"
"yasudah istirahat lah mumpung masih jam 2"
tok tok tok
"masuk" teriak fadhil
"assalamualaikum abi mommy" ucap zahra
"waalaikumsalam"
"ini mom rambut nenek nya tadi"
"ah terima kasih nak, oh ya yang lain sudah di kasih?"
"belum mom yang lain dimana zahra tidak tau"
"yaudah nanti saja kalau gitu, kamu istirahat ra biar nanti malam nggak kecapean"
"iya mom, yaudah zahra keluar dulu ya mom bi dek"
"rayya juga balik ke kamar ya mom bi"
"iya hati-hati kalian"
"nggak kerasa ya bi anak-anak kita udah menemukan jodohnya"
"iya sayang, kayak baru kemarin rayya hadir di tengah-tengah kita ternyata sudah 19 tahun yang lalu"
"iya ya mas nggak kerasa waktu begitu cepat"
"sudah kita istirahat dulu yuk biar nanti nggak kecapean juga kan acaranya sampai malam"
"iya abi sayang"
"jangan menggoda kamu yang"
"aku nggak menggoda tuh, abi aja yang sering tergoda"
"iya lah siapa yang gak tergoda sama istri cantikku ini"
"kalau tergoda kok diam aja"
"jangan mulai kalau kamu kecapean nanti nggak lucu ya"
"sekali boleh lah bi"
__ADS_1
"lagi pengen ya, bilang dong yang"