
"rayyana kamu jujur atau bakal abi kirim ke pesantren" ucap fadhil tegas
"rayya sudah jujur bi"
"abi tau kamu sedang berbohong, sekarang pilih kamu jujur atau masuk pesantren" ucap. fadhil tegas
"nak mommy tidak pernah mengajarimu berbohong, mommy mohon jujurlah sayang" ucap angel
"nabila abi minta tolong panggil zahra dan bawa dia kesini" ucap fadhil pada nabila
"baik bi" ucap nabila
"gawat kak zahra udah di rumah aja" ucap rayya dalam hati
"ada apa rayya kenapa kamu seperti orang kaget begitu?" tanya fadhil mengejek putrinya
"ah tidak abi" ucap rayya gugup
tak lama datanglah zahra dan nabila di ruang keluarga.
"maaf tuan ada apa memanggil saya" ucap zahra sopan
"zahra apa kau dulu diajari kejujuran oleh ayah ibumu?" tanya fadhil
"iya tuan sejak kecil saya selalu diajari untuk jujur walaupun saya salah" ucap zahra
"kalau begitu jujurlah apa yang terjadi di taman lalu ceritakan kemana kalian tadi" ucap fadhil tegas zahra mendengar ucapan fadhil lalu melirik rayya yang berdiri di sebelah nya dan rayya yang di lirik menggelengkan kepalanya pelan.
"tidak usah melirik adikku zahra lebih baik ceritakan yang sebenarnya jika kau mau aman dari rentenir itu" ucap afwa tegas
"ah baiklah, tadi di taman saat kami makan cilok tiba-tiba ada remaja seumuran non rayya langsung menyerang 2 bodyguard yang mengikuti kami tuan, setelah itu kami dibawa menuju tempat balapan dan saya langsung di bawa berpisah sama non rayya" ucap zahra
"lalu apa kamu melihat rayya setelah itu?" tanya fadhil
"saya tidak melihat secara langsung tapi saya mendengar remaja-remaja yang menyerang bodyguard itu berteriak mendukung non rayya, kata salah satu dari mereka non rayya jadi peserta balapan" ucap zahra lirih
"oke terima kasih atas kejujuran mu zahra, lain kali kalau diajak rayya jangan mau, kembali lah ke kamar kamu sekarang" ucap fadhil tegas
"baik tuan permisi" ucap zahra sopan
"rayyana apa kau masih mau berbohong sayang?" tanya fadhil hati-hati
"tidak bi" lirih rayya
"baiklah karena kau tidak jujur sekarang juga kemasi pakaianmu abi akan mengantarmu ke pesantren" ucap fadhil tegas
"maafkan rayya bi tapi rayya mohon jangan kirim rayya ke pesantren" lirihnya
"setelah acara lamaran kak afwa bukankah abi sudah memberi pilihan berhenti balapan atau lanjut balapan dan jika ketahuan abi kirim ke pesantren dan sekarang kamu memilih balapan jadi tanggung sendiri resikonya" ucap fadhil
__ADS_1
"kakak bantuin hiks hiks mommy bantuin adek hiks hiks"
"maaf sayang mommy tidak bisa membantu mu itu sudah pilihan kamu" lirih angel
angel tidak tega jika anaknya masuk ke pesantren apalagi rayya seperti dirinya yang sedikit bar bar, angel juga tak bisa berjauhan dengan anak-anak nya apalagi putrinya.
"maaf dek sekarang kakak gak bisa bantu" lirih athaar
"maafin kak afwi dek gak bisa bantuin lagi, keputusan abi sudah bulat dan ini juga sudah pilihan kamu sendiri" ucap afwi
"kakak juga gak bisa bantu dek" ucap afwa
"huaaaa kak bibil tolong aku hiks hiks" rengek rayya
"maaf ya dek kakak juga gak bisa bantu" lirih nabila
"abi perginya jangan sekarang kalau gitu hiks hiks kan adek sebentar lagi sudah mau ujian hiks hiks"
"kalau mau ujian kenapa tetap main-main" sahut fadhil
"janji bi ini yang terakhir kali adek balapan, please bi sampek adek lulus sma aja, adek ikut kelas akselerasi kok bi jadi bentar lagi ujian lagian ujiannya bulan depan bi" lirih rayya
"baik abi beri kamu kesempatan untuk menyelesaikan sma kamu setelah itu masuk pesantren dan jika kamu balapan lagi abi bakal menikahkan kamu dengan laki-laki pilihan abi" ucap fadhil tegas
"balapan aja lagi dek terus nikah" ucap afwi mengejek
"gak adek janji gak balapan lagi"
"ah terima kasih abiku yang baik dan tampan" ucap rayya mencium pipi abinya lalu berlari ke kamar nya di lantai 2
"astagfirullah bar-bar sekali anakku" lirih fadhil
"bi kapan nih ngomong sama zahra nya" ucap afwa tiba-tiba
"nanti malam saja sehabis makan malam" ucap fadhil
"ngomong apa kak? apa kak zahra akan di pindah ke luar kota" tanya athaar yang memang tidak tau apa-apa
"nanti juga tau dek" sahut afwi
"hmm mainnya rahasia-rahasia an" lirih athaar
"nanti abi kasih tau malam aja nak sekarang istirahat lah sebelum itu sholat ashar dulu" ucap fadhil
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
di kamar fadhil dan angel
"bi nggak nyangka ya afwi udah mau nikah, seperti baru kemarin kita bolak-balik Indonesia amerika sama mereka" ucap angel tiba-tiba
__ADS_1
"iya sayang gak nyangka anak-anak sekarang sudah besar bahkan afwa sudah menikah, sebentar lagi afwi menikah, athaar pasti juga akan menyusul kakak-kakak nya untuk menikah" lirih fadhil
"iya bi mommy jadi sedih berpisah dengan mereka" lirih angel
"tenang aja sayang kita tidak bakal berpisah dengan twins athaar maupun rayya, mas akan mengusahakan agar kita tetap bisa berkumpul"
"cara nya?" tanya angel penasaran
"kamu tau kan yang mas beli lahan kosong itu?"
"iya aku tau mas"
"nah rencana nya mas bakal buat rumah utama 1 dan sisanya rumah minimalis untuk anak-anak dan keluarga kecil mereka"
"kenapa nggak disini aja mas?"
"kurang luas sayang"
"kalau gitu kenapa nggak semuanya disini saja" ucap angel
"sayang meskipun kita punya rumah besar tapi jika kita berkumpul di satu rumah anak-anak tidak akan mengerti tanggung jawab sebagai suami, mereka tidak akan bisa mandiri kalau tidak mengurus rumah tangga sendiri kalau disini pasti mereka akan sungkan kalau mau buka jilbab di area rumah jadi lebih baik di rumah sendiri namun di lingkungan yang sama bahkan kita bisa bermain dengan cucu-cucu kita setiap hari" ucap fadhil penuh semangat
"tapi papa mama apa setuju?"
"mas yang akan bilang ke papa sayang kamu tenang aja, papa pasti mau pindah dan tetap ikut kita" ucap fadhil
"baiklah mas, oh ya mas kapan kita ke rumah umi"
"kalau nanti zahra menerima khitbah kakak lusa kita berangkat ke kota s sama-sama untuk mengenalkan calon istri kakak" ucap fadhil
"tapi kalau zahra menolak bagaimana?" ucap zahra takut
"percayalah zahra pasti menerima kakak, kalaupun zahra meminta waktu ya nanti kita beri waktu baru setelah zahra menerima atau menolak khitbah kakak kita ke rumah umi mommy jangan pesimis doain anaknya biar di terima sama zahra" ucap fadhil
"iya bi maaf"
"olahraga yuk mumpung masih habis ashar" ucap fadhil
"ayo kita ke tempat gym" ucap angel semangat
"siapa yang mau olahraga gym orang abi mau olahraga di ra**ang" ucap fadhil
"ih masih sore juga"
"ya gak apa-apa dong sayang lagian gak ada larangan"
"tapi bi"
"menolak suami dosa loh"
__ADS_1
dan terjadilah olahraga di sore hari.....