
zaidan "umi apa umi sudah menanyakan mahar yang di minta oleh syahila?"
kak fatimah "sudah kok bang, syahila minta mahar nua surah ar-rahman tetapi kalau abang tidak mampu abang bisa memberi mahar nya sesuai kehendak abang"
zaidan "insyaallah abang mampu umi"
kak rasyid "saran abi kamu juga tetap memberi mahar yang lain bang walau permintaan syahila hanya surah ar-rahman"
fadhil "kamu gak tidur pas materi pernikahan kan bang?"
zaidan "nggak tidur sih uncle hanya saja lupa"
fadhil "Pemberian mas kawin atau mahar pernikahan bukan hanya sekedar budaya yanga ada dalam masyarakat saja, bahkan dalam agama kita mas kawin di nilai dengan menggunakan nilai mata uang karena mas kawin merupakan harta dan bukan semata-mata sebagai simbol saja. pihak perempuan berhak meminta mas kawin dalam bentuk harta atau barang dengan nominal tertentu, mas kawin juga bisa berupa alat sholat, dalam Agama kita mengizinkan mahar diberikan oleh pihak laki-laki dalam bentuk apapun akan tetapi mempelai perempuan sebagai penerima memiliki hak untuk menerima ataupun menolak mas kawin itu, dari sini abang tau kan musti gimana?"
zaidan "tau uncle, kalau begitu aku akan beli perhiasan dan perlengkapan sholatnya"
angel "seserahan nya sekalian bang, eh tapi kan abang gak boleh keluar rumah"
zaidan "oh iya, mana udah malam lagi"
kak fatimah "boleh umi yang membelikan?"
zaidan "boleh umi, tapi ini harus benar-benar memakai uang abang ya mi"
kak fatimah "iya nak, yaudah ayo bi antar umi mencari seserahan"
angel "kak jangan suruh menghias biar nggak tambah biaya, kita hias sendiri saja seserahan nya, aku ada kok hiasan nya"
kak fatimah "tapi dek kita harus lembur dong kalau gitu, besok kan gak mungkin karena kita sibuk beres-beres juga"
angel "gak apa-apa kak, lagi pula sekali-kali lembur ginian"
kak nafisa "iya kak kita hias aja rame-rame almira kan juga ada, ber 4 udah cukup lah"
angel "jangan salah nanti kita ber 6, twins bisa loh dia hias mahar, dia sering bantuin syasya dulu kalau ada pesanan"
kak fatimah "baiklah kalau gitu, kami permisi belanja dulu"
1 jam setelah kepergian kak fatimah dan kak rasyid tiba-tiba hp almira berdering dan ternyata bibi fatimah yang menelepon.
almira "assalamualaikum bibi ada apa?"
kak fatimah "waalaikumsalam al, al bibi minta tolong ya, tolong kamu ke kamar syahila dan fotokan perlengkapan make up dia ya"
almira "baik lah bibi aku akan ke kamar kak syahila nanti fotonya aku kirim chat ya"
kak fatimah "iya al terima kasih ya al, assalamualaikum"
almira "waalaikumsalam"
kak nafisa "ada apa al?"
almira "itu uma bibi suruh menanyakan skincare kak syahila, almira pamit ke kamar kak syahila ya semuanya assalamualaikum"
__ADS_1
"waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh" jawab mereka serempak
angel "bi anak-anak mana ya? mommy kok belum melihat nya"
fadhil "ada di pesantren putra, mereka ikut kelas nya ustadz fikri"
angel "oh gitu, yaudah bi mommy ke kamar umi dulu lihat baby rayya"
fadhil "iya sayang"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, semua perlengkapan untuk menghias seserahan dan mas kawin sudah siap tinggal menunggu kak fatimah dan kak rasyid pulang dari belanja.
tak lama kak fatimah dan kak rasyid pun pulang dari belanja nya dengan membawa banyak sekali paper bag yang berisi seserahan.
kak fatimah "dek ini tadi kakak beli beberapa hiasan, soalnya Bagus sih jadi beli deh"
angel "iya kak gapapa"
kak rasyid "biasalah kalau belanja alasan nya khilaf"
kak fatimah "apa sih bi Bagus tau"
kak nafisa "udah mending hias hantaran nya biar besok bisa kerjain yang lain"
angel "iya bener kak naf, oh ya bang zai tolong panggil kan twins biar bisa bantuin menghias hantaran"
zaidan "iya aunty sebentar"
zaidan "iya uncle"
angel "cincin pernikahan nya ini emas putih apa bukan kak?"
kak fatimah "itu palladium dek 50% palladium murni 50% perak"
angel "nggak di ukir nama?"
kak fatimah "gak bisa dadakan dek, kata penjaga nya tadi setelah akad saja nanti di bawa kesanan untuk di ukir nama"
afwa "mommy ada yang bisa abang bantu?" ucapnya yang baru tiba di rumah uti nya
angel "iya bang bantuin hias seserahan ya"
afwa "iya mommy"
angel "adek afwi mana bang?"
afwi "adek disini mom"
angel "terus athaar?"
afwi "athaar di pesantren laki-laki mom dia dapat teman baru katanya mau nginap sana"
__ADS_1
angel "oh yaudah sini bantuin mommy"
afwa "princess kecil ku mana mom?"
angel "sama uti, di kamar nya uti"
fadhil "zai setelah nikah tempati rumah uncle ya"
zaidan "loh kenapa uncle? kan abang di rumah abi masih bisa"
fadhil "kan rumah uncle kosong bang, kalau pun kesini pasti juga di rumah ini kalau nggak sama mertua sih, kamu tempati ya biar nggak kosong"
angel "nanti abang bisa tuh belajar membina rumah tangga sendiri, kita nggak tau nyaman nya syahila gimana bang, awal-awal pasti malu bang di rumah mertua"
kak nafisa "iya dulu aunty mu sangat malu tapi sekarang udah nggak"
angel "apalagi bang syahila kan belum kenal dekat dengan keluarga abang, paling dekat nya juga sama almira kan, jadi buat dia nyaman dulu"
kak nafisa "abang kan juga ta'aruf baru, pasti belum terlalu kenal lah, kalau abang menempati rumah uncle abang bisa lebih dekat dengan istri abang soalnya kan di rumah hanya berdua"
kak fatimah "mau punya menantu aja udah di suruh menempati rumah lain hmmm"
kak rasyid "pengen juga kali di buatin kopi sama menantu"
kak davian "zai kalo saran paman lebih baik kamu tempati rumah uncle deh biar nggak di ganggu umi sama abi mu dan adikmu itu"
zaidan "abang sih bagaimana abi sama umi saja, merestui tidak jika abang menempati rumah uncle"
fadhil "lagian hanya sementara zai, pasti nanti kamu juga ke kota deh buat ngurus kantor papa mertua kamu"
kak fatimah "umi merestui kalau abang mau tinggal di rumah uncle lagian rumah juga sebelahan"
zaidan "terima kasih ya umi"
mereka ngobrol sambil menghias hantaran hingga tak terasa mereka sudah menyelesaikan hias hantaran nya dan ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 01:00 dini hari dan meewka pun akhirnya bergegas istirahat, angel menengok baby rayya di kamar umi nya ternyata umi dan baby rayya sudah tertidur pulas, jadilah angel dan fadhil ke kamar mereka yang di rumah itu.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
ZAIDAN POV
saat aku masuk di bangku sma ada gadis cantik yang datang ke pesantren untuk mendaftarkan diri di pesantren ini, entah kenapa aku langsung tertarik pada nya.
yang lebih menguntungkan lagi adalah dia berteman dengan almira saudaraku, aku jadi banyak tau tentang dia dari almira, saat aku harus berangkat ke kairo disitu aku merasa takut kehilangan nya tapi aku selalu berdoa sama allah supaya dia menjadi jodohku.
ya dan kini do'aku di kabulkan oleh allah swt, dia sebentar lagi akan menjadi istri ku, aku sangat bahagia kedua orang tua ku dan keluarga besar ku merestui kami untuk bersatu. terima kasih ya allah sudah menjawab semua doa-doa ku, aku sangat bahagia semoga kami berjodoh sampai di surga nanti.
aku kira menyiapkan pernikahan itu adalah hal yang simpel namun nyatanya sangat menguras tenaga dan fikiran, aku hanya memikirkan mahar apa yang akan di minta oleh syahila aku hanya takut mahar itu berat untuk ku namu nyatanya syahila hanya meminta surah ar-rahman sebagai mahar pernikahan nya.
karena aku sudah tidak boleh keluar jadilah semua yang beli umi dan abi tapi untuk mahar aku membeli nya dari kerja part time saat kuliah dan kerja saat menunggu almira lulus, walau tak seberapa tapi insyallah cukup jika hanya untuk membeli mahar dan seserahan, seserahan akan di hias langsung oleh aunty angel dan bibi nafisa dari pada mengeluarkan biaya tambahan lebih baik uangnya di gunakan untuk tambahan membeli seserahan itu kata aunty angel.
semua seserahan dan mas kawin sudah di hiar rapi oleh bibi aunty umi dan almira juga twins yang membantu, hingga pukul 01 dini hari mereka baru selesai mengihias nya, rasa capek mereka seketika hilang saat semua sudah di hias rapi dan cantik, aku pun mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas bantuan mereka untuk melancarkan acara pernikahan ku besok lusa.
pernikahan ku tinggal esok hari, semua persiapan hampir rampung atas bantuan aunty dan uncle yang bersedia membantu, tinggal menanti dekorasi selesai di tata saja, semua undangan juga sudah di sebar dan para santri maupun santri wati sudah mengetahui jika esok hari aku akan menikah namun mereka banyak yang belum tahu jika calon istriku adalah syahila Aulia siregar karena abi takut jika menantu nya dalam bahaya karena banyak santri wati yang mengidolakan aku.
__ADS_1
aunty dan paman membantu persiapan pernikahan ku bahkan mereka juga membantu dari segi materi aku bersyukur seluruh keluarga ku merestui hubungan kami dan saudara sepupu ku sangat mendukung dan menantikan hari bahagia itu, untung saja twins bisa izin terlambat untuk masuk asrama jadi mereka masih bisa melihat pernikahan ku dan aku juga senang aunty dan baby rayya juga menyusul ke pesantren padahal baby rayya masih terlalu kecil namun sudah di izinkan untuk naik pesawat ke kota S.
ZAIDAN POV END