
"abi boleh kakak bicara? tapi di luar" ucap athaar
"boleh, ayo"
di kantin rumah sakit...
"mau bicara apa nak?"
"kakak boleh cerita bi?"
"boleh"
"jadi begini bi kakak sudah melaksanakan sholat istikharah 1 bulan terakhir dan kakak akhir-akhir ini bermimpi menabrak perempuan dan anaknya"
"mungkin itu jodohnya kamu nak"
"dan di dalam mimpi itu ada ais dan atthala bi"
"hmm coba aja mendekati ais kak, mungkin ini sudah garis takdirmu"
"tapi apa abi merestui kakak menikah dengan janda?"
"abi merestui kakak menikah sama siapa saja asalkan seiman kak, tidak ada alasan bagi abi melarang kamu menikah dengan janda, janda itu hanya status kak, lagi pula bukankah nabi Muhammad saw juga menikahi seorang janda?"
"iya bi terima kasih"
"untuk mommy biar urusan abi, jika kamu sudah yakin ais jodohmu kamu harus bisa juga menerima atthala sebagai anak kamu kelak"
"iya bi
setelah selesai berbicara mereka pun kembali ke kamar rawat Aisyah.
ceklek
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
"sayang ayo kembali ke hotel dulu" ucap fadhil pada istrinya
"ais sudah ada yang menjaga?"
"biar di jaga athaar afwi dan zahra" ucap angel
"iya bi biar kita disini, kalau athaar sendiri nanti takutnya terjadi fitnah" ucap afwi
"baiklah, yaudah abi dan mommy kembali dulu, ais kami kembali ke hotel dulu, cepat sembuh" ucap fadhil
"terima kasih pak bu maaf merepotkan"
"tidak ada yang merepotkan, istirahatlah" ucap angel
"iya bu"
"ais usiamu berapa?" tanya zahra
"21 tahun kak"
"kamu kerja sejak kapan?"
"baru satu tahunan ini kak"
"setelah lulus sma kamu nggak langsung kerja?"
"aku dulu pernah kuliah kak sampai semester 4 terus aku cuti karena nggak ada biaya lagi pula aku harus menghidupi atthaala"
"oh gitu, terus kalau kamu kerja atthala sama siapa?"
"sama tetangga kosku kak, kebetulan beliau belum punya anak jadi atthala selalu di bawa"
"kamu udah ijin sama bos kamu? lebih baik kamu segera ijin ais"
"ponselku dimana?"
"athaar ponsel ais di mana?"
"loh aku nggak tau kak" sahut athaar
"tas ais dimana ya? ponselnya seingat ais ada di tas"
"tadi kesini nggak bawa tas ais, coba aku cari di lokasi kejadian ya sekalian ambil motormu" ucap athaar
"aku temani dek" ucap afwi
"boleh"
"sayang mas tinggal dulu ya, disini aja jangan kemana-mana"
"iya mas, hati-hati"
"kak kalian orang mana?"
__ADS_1
"kami asli kota k ais, kebetulan kami kesini untuk mengantar adik kami masuk pesantren"
"oh gitu, maaf gara-gara kecelakaan ini waktu kalian terganggu"
"tidak apa-apa ais, kamu mau buah?"
"tidak kak ais masih kenyang"
"yasudah istirahatlah mumpung atthala juga sedang istirahat"
"iya kak"
beberapa jam kemudian afwi dan athaar tiba di kamar rawat Aisyah.
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
"pa pa pa pa"
"attha sudah bangun" ucap athaar
"ya ya ya"
"sini sama om yuk"
"pa pa pa pa"
"iya sama papa yuk"
"yeeey"
"ais ini ponsel buat kamu, ponselmu tidak ketemu dan ini tas mu"
"kenapa repot-repot di ganti, tidak usah kak ini terlalu mahal untuk ais"
"tidak apa ambillah"
"tapi"
"tidak apa ambillah ais" ucap afwi
"iya ais ambil saja, oh ya motormu sudah aku bawa ke bengkel mungkin besok baru selesai perbaikan"
"iya kak terima kasih banyak"
"sama-sama"
"oh ya sudah hampir ashar dek kamu bersih-bersih dulu gih nanti gantian, attha sama paman dulu ya biar papamu mandi dulu"
"ya ya ya"
"cari sendiri tuh" ucap afwi menunjuk sofa
setelah selesai mandi athaar kembali menjaga atthala sedangkan afwi berganti yang mandi, sedangkan zahra sibuk menyiapkan baju ganti atthala.
"ais memangnya atthala boleh mandi air dingin?" tanya zahra
"tidak apa kak dia malah seneng mandi air dingin, maaf lagi-lagi merepotkan kak zahra"
"tidak apa ais"
"sayang mas sudah selesai, kamu mandiin atthala gih"
"iya kak nanti biar atthala aku bawa ke mushola saja" tambah athaar
"baiklah kalau gitu, attha mandi sama tante yuk nanti ikut papa lagi"
"ma ma ma"
"mama nya masih belum bisa mandiin attha mandi sama tante dulu ya"
"ya ya ya"
"sini sayang biar aku yang pakaikan baju atthala" ucap afwi setelah melihat istrinya keluar kamar mandi
"dulu mas kan sudah pernah memakaikan baju nya adik-adik mas"
"baiklah ini"
"ra mau mandi apa di lap aja?" tanya zahra
"luka kakinya belum boleh kena air, di lap saja" ucap athaar tegas
"tapi gerah" ucap aisyah
"ndak apa-apa di lap dulu aja, dari pada luka kakimu basah"
"baiklah"
"dah selesai udah tampan, yuk ke mushola kita sholat ashar" ucap afwi
__ADS_1
"ha ha ha" athaala tertawa
"ayo kak"
"sayang jangan lupa kunci pintu" ucap afwi pada zahra
"iya mas"
"kak aku mandi saja ya"
"jangan nanti kamu mau di marahi athaar, di lap aja besok saja mandi"
"tapi nanti merepotkan lagi"
"tidak apa"
tak lama terdengar suara pintu di ketuk
tok tok tok
tok tok tok
"zahra kamu di dalam?" ucap angel agak keras
"iya mom sebentar ais masih ganti baju" sahut zahra
setelah aisyah selesai memakai baju zahra pun membukakan pintu.
"abi mommy maaf membuat kalian menunggu" ucap zahra
"iya nak tidak apa-apa, ais mandi atau di lap aja tadi?"
"di lap bu"
"baguslah soalnya kata dokter memang belum boleh kena air luka di kaki kamu"
"mom bawa mukena?" tanya zahra
"bawa nak"
"nanti pinjam ya mom, zahra mau bersih-bersih dulu"
"ya nak, terus adik dan suamimu kemana?"
"ke mushola sama atthala juga dibawa"
"oh gitu, yaudah kamu mandi gih"
"iya mom"
setelah selesai mandi zahra keluar kamar mandi dengan berpakaian lengkap.
"mom pinjam mukena nya"
"ini ambilah"
"aku ke mushola dulu ya mom bi"
"iya nak hati-hati" ucap angel
"athar suruh cepat kembali ya ra"
"iya abi"
zahra berjalan mencari mushola mengikuti petunjuk yang ada karena dia benar-benar tidak tahu.
"sayang mau kemana" ucap afwi di dekatnya
"eh mas, mau ke mushola tapi tidak tau tempatnya"
"ayo mas antar"
"oh ya kak ais sama siapa?"
"sama abi dan mommy, kamu sudah di tunggu abi dek tadi abi berpesan kalau kamu di minta cepat-cepat kembali"
"baiklah aku duluan kak"
"da da da da"
"da da atthala, ayo sayang" ucap afwi
"iya mas"
"ini mukena siapa sayang?"
"punya mommy, kan aku tadi tidak bawa"
"pas sholat dzuhur tadi?"
"tadi pakai mukena yang ada di masjid"
__ADS_1
"hmm, tuh mushola nya mas tinggal ke kantin ya"
"iya mas"