
sore hari di kediaman angel mereka kedatangan karyawan butik milik angel untuk menghias seserahan.
"wah kalian sudah datang, sudah lama?" tanya angel
"belum nyonya" sahut mereka
"oh ya untuk yang bagian perhiasan dan juga cincin mana biar saya sendiri yang menghias"
"ini nyonya kotaknya" ucap salah satu dari mereka
"ah terima kasih mbak ana, oh ya kalian menghias di ruang tengah saja"
"baik nyonya"
"bi bibi" panggil angel
"iya nya"
"antar mereka ke ruang tengah dan siapkan camilan juga minuman buat mereka"
"baik nyonya, mari mbak mbak saya antar"
"mom atthala dimana?" tanya athaar yang menghampiri mommy nya
"di taman belakang sama abi kak zahra dan kak afwi"
"ah baiklah aku kesana dulu mom"
"ambilkan dulu barang-barang ta
di itu yang hias sudah datang"
"baiklah mom aku ambilkan dulu"
di taman belakang....
"bi kakak pengen tinggal di apartemen boleh nggak kira-kira?"
"kalau abi sih terserah kakak tapi tanyalah sama mommy"
"ada apa ini serius sekali" tanya angel
"ini sayang afwi bilang pengen tinggal di apartemen"
"yah jangan dong mommy tuh seneng kalau rumah rame"
"1 atau 2 bulan deh mom boleh ya" ucap afwi
"janji hanya 2 bulan? selebihnya kamu tinggal di rumah utama"
"iya mommy, terima kasih mommy ku sayang"
"sama-sama"
"berarti adek juga boleh dong tinggal di apartemen" ucap athaar yang baru tiba
"tidak, khusus athaar tidak boleh pindah karena sudah punya anak jadi kau tetap disini" ucap angel tegas
"mommy pilih kasih" ucap athaar merajuk
"ingat baik-baik peraturan nomor 16 disana di sebutkan jika sudah menikah boleh tinggal di apartemen sampai istri hamil dan jika sudah hamil atau memiliki anak maka wajib tinggal di rumah utama, apa kau ingat sayang?"
"ingatan mommy sungguh tajam tentang undang-undang rumah ini" keluh athaar
"sudah lah terima saja kamu menetap di rumah ini" ucap afwi
"ya ya baik lah" ucap athaar pasrah
"pa pa pa pa"
"apa nak?" ucap athaar
"cici mam"
"cici mam? cici mam itu apa mom?" tanya athaar bingung
"kelinci makan" sahut angel
"oh kelinci makan, cici mam apa sayang"
"mam tey"
"wortel bukan tey" ucap athaar
"namanya juga anak kecil dek" sahut afwi
__ADS_1
"atthala mandi dulu yuk sudah di siapin airnya sama mama"
"duh lagaknya kayak udah sah jadi keluarga bahagia aja lo dek" ledek afwi
"apaan sih kak"
"sudah ayo masuk semua, bersih-bersih terus siap-siap sholat ashar" ucap fadhil
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
di pesantren
"hayo sore-sore melamun" ucap najwa sambil menepuk punggung rayya
"astagfirullah ngagetin aja sih"
"hehehe maaf habisnya kamu melamun, ada apa?"
"gak apa-apa kok rindu keluarga aja kak naj"
"kan bisa telpon atau video call"
"nggak ah kak kapan-kapan saja aku pengen belajar jauh dari keluarga dulu kakak kembarku bisa berjauhan sama keluarga saat sma"
"sma sudah berjauhan sama keluarga?"
"iya dulu kakak kembar sekolah di islamic boarding school di Malang begitu juga kak athaar, kalau mereka bisa pasti aku bisa" ucap rayya semangat
"memangnya kamu dulu waktu sma nggak di tempat yang sama seperti kakak kamu?"
"tidak boleh sama mereka katanya jauh dan aku itu anak perempuan kesayangan mereka semua jadi nggak boleh pergi"
"iya sih, oh ya ra nanti habis maghrib kita mau setoran hafalan lagi ke ama kamu mau ikut tidak"
"ikut dong masa aku disini sendiri kan malam ini nggak ada jadwal"
"iya oke"
"kalian berdua cepat mandi sana sebentar lagi adzan ashar loh" ucap nisa
"kamu sudah selesai nis?"
"sudah naj"
"rayya kamu duluan apa aku duluan?" tanya najwa
"baiklah"
"ray kamu sudah di kasih tau kalau habis magrib aku sama najwa mau ke rumah ama setoran?"
"sudah kak dan aku mau ikut"
"baiklah"
malam hari nya mereka bertiga pergi ke rumah ama hanum untuk setoran hafalan.
"assalamualaikum ama aba" ucap mereka
"waalaikumsalam"
"masuk nak" ucap ama hanum
"mau setor hafalan ya?" tanya aba hasan
"iya aba"
"boleh aba tetap disini?"
"mm boleh"
"baiklah ayo siapa dulu"
"najwa duluan ama" ucap nisa
"baiklah ayo naj"
"iya ama"
"alhamdulillah tambah 10 ayat, semangat hafalannya ya nak" ucap ama hanum ketika sudah selesai menyimak najwa
"iya ama"
"ayo nisa" ucap ama hanum
"baik ama"
__ADS_1
"kenapa hanya 7 ayat nis? biasanya kamu lebih dari 10"
"agak susah yang ini ama"
"yaudah tetap semangat ya nak untuk hafalan nya"
drrrtt drrttt
"aba ada telpon itu" ucap ama hanum
"iya ama, lanjut hafalan nya saja ma"
"iya aba, ayo zahra"
"muroja'ah surah al-kahfi ya ama" ucap zahra
"iya nak silahkan"
"alhamdulillah kamu menghafalnya dengan baik nak" ucap ama hanum setelah rayya menyelesaikan muroja'ah nya
"alhamdulillah ama"
"hebat kamu ray bagiku surah itu yang paling sulit dan kamu bisa"
"kamu juga pasti bisa asal ada kemauan"
"dari awal ikut kita kenapa kamu hanya muroja'ah aja ray
"hehehe nggak apa-apa biar nggak pusing hafalan aja jadi enak muroja'ah" ucap rayya
padahal dia sudah menghafal 30 juz dalam al-qur'an
"aba itu siapa yang hafalan?" tanya alif di telpon
"sudah selesai tadi rayya muroja'ah surah al-kahfi kalau yang lain sudah sebelum kamu telpon tadi"
"oh aba sama ama mau nitip apa? insyaallah kakak besok pulang"
"kamu kembali dengan selamat saja ama sudah senang nak tidak usah oleh-oleh"
"titip rempah-rempah asli timur tengah ama" bisik rayya
"jangan gitu ama, ama mau oleh-oleh apa?"
"rempah-rempah khas Timur tengah"
"baiklah akan alif bawakan"
"nak kamu belum ada seminggu loh kok sudah pulang?"
"haikal sudah bisa di tinggal aba dan kedai alif disini alhamdulillah tidak ada masalah"
"baiklah segeralah pulang kasian fikri keteteran"
"iya aba, yaudah aba alif pergi cari oleh-oleh dulu assalamualaikum"
"hati-hati waalaikumsalam"
"rayya disana memang ada rempah-rempah?" tanya ama hanum
"ada ama rempah-rempah disana itu enak"
"tapi ama nggak bisa masak nya malah sama sekali belum pernah"
"ada petunjuknya di kemasannya ama"
"oh gitu, kamu sudah pernah memasak nya?"
"sudah tapi di bawah pengawasan mommy"
"yaudah nanti kamu yang masak"
"ah jangan aku ama"
"ya harus kamu kan yang bilangin ama tadi kamu"
"baiklah"
"oh ya untuk lomba memasak tumpengnya 1 minggu lagi loh kalian sudah siap?"
"sudah ama selagi rayya ikut kita siap ya kan nis" ucap najwa
"iya ama asal ada rayya"
"aba tunggu masakan kalian lagi, tumpeng yang kemarin enak"
__ADS_1
"alhamdulillah kalau enak, oh ya aba untuk lomba memasak nya itu bawa bahan sendiri atau di sediakan?"
"di sediakan insyallah"