
2 minggu berlalu....
kini sudah tanggal 29 di bulan ini, itu artinya ini sudah akhir bulan, dimana laki-laki yang mau serius dengan almira akan datang ke rumah nya, dan weekend ini adalah jadwal fadhil menjenguk umi nya, ya sekarang fadhil menjenguk umi nya di weekend akhir bulan itu pun hanya sabtu minggu dia di rumah umi nya itu.
hari ini jumat sore fadhil dan keluarga kecil nya sudah bersiap untuk bertolak ke kota S, mereka sudah siap sejak siang tadi hanya tinggal menunggu fadhil yang masih meeting dengan klien hingga pukul 3 sore.
papa rey "wahh cucu gembul opa mau ninggalin opa ya iya?" dan hanya di jawab ocehan oleh bayi yang sudah masuk usia bulan ke 3 itu
mama evilia "kalian hati-hati, kalau sudah sampai kabari mama papa"
fadhil "iya ma, oh ya ma katanya kakak athaar mau di rumah aja jadi yang fadhil ajak cuma baby rayya"
athaar "abiiii"
papa rey "oh gitu ayo kak kita pulang biar abi dan mommy juga adikmu berangkat"
angel "udah ah jangan usil sama kakak"
fadhil "habis nya gemes tau sayang masa kalau di jahilin mau nangis, ya kan pa"
papa rey "iya tuh mau smp juga masa nangis sih"
mama evilia "sudah-sudah kalian ini suka sekali usil"
fadhil "yaudah ayo masuk kak, abi minta maaf ya"
athaar "iya"
fadhil melakukan penerbangan menggunakan jet pribadi, bukan apa-apa hanya saja biar lebih nyaman untuk anak bayi nya itu.
beberapa jam berlalu kini sebuah pesawat jet pribadi telah mendarat sempurna di bandara kota k, pesawat berpenumpang 3 orang dan 4 orang kru itu telah turun dari pesawat dan kini para kru langsung menuju angel's hotel sedangkan fadhil dan keluarga kecil nya langsung menuju pesantren.
di pesantren...
umi Aisyah "wah cucu tampan dan cantik uti sudah datang"
angel "iya uti, assalamualaikum"
umi Aisyah "waalaikumsalam ayo masuk nak"
fadhil "umi sendiri?"
umi Aisyah "iya rasyid sama fatimah keluar, davian ada di rumah nya"
angel "abang zai udah pulang mi?"
umi Aisyah "belum katanya besok pagi"
angel "oh iya balik nya kan tanggal 30 dini hari"
athaar "uti ayo bobo sama kakak athaar"
umi Aisyah "kakak nggak makan dulu?"
fadhil "dia udah makan di pesawat mi, umi masak apa?"
umi Aisyah "enggak masak hehehe"
fadhil "nggak masak tapi berani nawarin makan athaar wah umi"
umi aisyah "kan bisa umi belikan di depan"
angel "go food aja mas kalau lapar"
fadhil "iya sayang"
umi Aisyah "kalian belum makan?"
fadhil "belum mi, emang sengaja makan di sini aja tapi lupa nggak go food pas di perjalanan tadi"
umi Aisyah "ya allah, makanya kalau kesini itu bilang jangan udah sampai baru telpon umi, biar umi masak buat kalian"
fadhil "hehehe gak apa-apa lah mi sampai gapura desa baru telpon kan biar umi ngira nya masih nanti datang nya, umi mau apa biar fadhil pesankan sekalian"
umi Aisyah "umi sudah makan tadi nak, lain kali jangan gitu tapi kamu setiap kesini baru bilang eh tiba-tiba sampai"
fadhil "ya gak apa-apa mi takutnya tuh pas fadhil bilang mi berangkat ya trus di bandara dapat telpon dari hotel terus langsung ke hotel kan jadinya buat umi khawatir, sayang mau makan apa?"
angel "terserah abi, tapi aku ingin martabak telur"
fadhil "oke sayang, kakak mau nggak?"
athaar "enggak nanti kakak minta martabak mommy saja"
fadhil "oke, umi beneran ini nggak mau?"
umi Aisyah "enggak nak"
tak lama pesanan mereka datang bersamaan dengan kak rasyid dan kak fatimah yang datang.
kak rasyid "loh kalian datang ternyata, kirain siapa yang go food"
fadhil "iya kak, terima kasih ya mas"
ojol "sama-sama ustadz"
fadhil "ayo masuk kak, kalian dari mana?"
kak rasyid "jalan-jalan lah"
fadhil "udah mau punya cucu masih pacaran hmmm"
kak rasyid "sah sah aja dong"
kak fatimah "kalian enggak jenguk twins?"
angel "baru di antar kali kak, ya nanti lah weekend kedua bulan depan"
kak fatimah "unch ponakan cewek ini tambah gembul"
angel "iya lah gimana enggak gembul jatah nya asi banyak banget"
kak fatimah "iya kelihatan kamu kurusan, iya kan mi"
umi Aisyah "iya kurusan, kamu diet ya?"
angel "mana bisa mi aku diet orang tengah malam aja di masakin spagetti enak banget lagi"
fadhil "iya lah di masakin orang kamu lapar dan rayya rewel mimi nya kurang"
kak fatimah "masa sih dek kamu malam makan?"
angel "iya kak fat apalagi kalau rayya rewel bisa porsi jumbo aku makannya"
kak fatimah "kok bisa kecil sih badan nya"
angel "menyusui kan memang diet paling ampuh kak, oh ya kak nafisa kok nggak kesini sih?"
kak fatimah "lagi beres-beres rumah dia soalnya doi nya almira mau datang, kata nya sih"
fadhil "haa udah mau punya menantu semua ini hmmm"
kak rasyid "kamu sih dek nikahnya lama"
fadhil "ya lah kan nyari yang pas di hati"
kak rasyid "lah kakak dapat yang pas di hati juga cepat"
fadhil "ya kan beda kan situ yang tua bapak kyai rasyid"
__ADS_1
umi Aisyah "heh sudah pada tua juga masih ribut, cepat makan jangan ngobrol terus keburu dingin"
fadhil "eh iya mi"
kak fatimah "sini dek baby rayya biar sama kakak kamu makan dulu gih, aku bawa ke rumah nafisa ya"
angel "eh nggak ngrepotin emang nya?"
kak fatimah "nggak kok dek, udah kamu makan aja dulu"
umi Aisyah "sudah nggak apa-apa biar di bawa sama kakak kamu, athaar ayo makannya cepat katanya mau tidur sama uti"
athaar "iya uti"
fadhil "kak ayo makan sekalian"
kak raysid "sebenarnya ni nolak rezeki kan nggak boleh ya tapi baru aja makan dan masih kenyang dek"
fadhil "nyicipin bebek atau martabak tuh kak"
kak rasyid "iya"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
pagi telah tiba, suara burung berkicau terdengar merdu, matahari juga sudah menampakkan sinarnya untuk menyinari bumi.
almira kini tampak bahagia karena doi nya sudah mengabari jika tadi malam sudah berada di kota k dan rencananya pagi ini laki-laki itu akan datang ke pesantren menemui abi dari almira, sungguh almira sangat bahagia jika laki-laki itu benar-benar datang.
hari ini zaidan dan istrinya juga di rencanakan akan tiba di pesantren dari bulan madu atau honeymoon mereka.
angel "bi nggak jemput abang zai?"
fadhil "nggak kata kak rasyid abang mau naik taksi saja"
angel "oh gitu, almira kok belum kesini sih bi"
fadhil "nunggu doi nya mungkin"
angel "hmmm"
athaar "mom aku mau ke rumah paman dav dulu ya mau ketemu kak zam"
angel "iya sayang"
fadhil "ke rumah kak dav juga yuk biar tau doi nya almira"
angel "umi gimana?"
fadhil "umi ke rumah kak fatimah kan sejak habis sarapan"
angel "oh iya, eh bi rumah kita udah di beresin kan? pengantin baru kan mau datang"
fadhil "kata umi udah kemarin"
angel "oh yasudah ayo ke rumah kak davian"
kini mereka sudah berada di rumah kak davian, rumahnya hanya sebelah rumah kak rasyid.
angel "al kamu ngapain kayak gelisah gitu?" ucap angel yang pura-pura tidak tahu
almira "eh aunty, enggak apa-apa kok, uti kapan sampai di sini?"
angel "dari kemarin malam, bukanya kemarin rayya sudah kesini ya"
almira "enggak tau aku kemarin nggak keluar kamar"
fadhil "abi mu mana al?"
almira "ada di dalam uncle, uncle masuk saja"
fadhil "ayo masuk ngapain di teras? nunggu kurir nganter paket?"
almira "ah enggak uncle, lagi pengen di teras aja"
fadhil "oalah ponakan uncle ini lagi nunggu doi toh, semoga doi kamu berada ngadepin abi mu al"
tak lama datanglah sosok laki-laki yang diantar oleh seorang santri di rumah kak davian, saat itu almira sedang di kamar mandi.
santri "assalamualaikum pak kyai, maaf mengganggu saya mengantar tamu yang ingin bertemu dengan pak kyai katanya teman ustadzah almira"
kak davian "oh ya suruh masuk saja, kamu langsung kembali untuk piket ya"
santri "iya pak kyai"
"assalamualaikum" ucap laki-laki itu
fadhil "loh Kevin ngapain kesini?"
Kevin "loh tuan"
fadhil "duduk duduk"
kak davian "kamu temannya almira?"
Kevin "iya pak"
angel "bentar-bentar apa kamu doi nya almira vin?"
kak davian "kalian kenal laki-laki ini?"
fadhil "kakak lupa? dia ini asisten aku"
kak davian "baru merhatiin sih, uma panggil almira gih kasih tau temannya datang"
kak nafisa "iya bi"
fadhil "berangkat kapan kamu dari kota k vin?"
Kevin "jam 4 sore tuan"
fadhil "kenapa nggak bareng sekalian sih vin, lagian kamu juga yang nyiapin penerbangan saya"
Kevin "enggak enak aja tuan kan bukan perjalanan bisnis ini"
kak davian "sini kak duduk sebelah abi"
almira "iya bi"
fadhil "terus kamu kesini mau apa vin?"
Kevin "maaf sebelumnya jika kedatangan saya mengganggu aktivitas keluarga ini, saya kesini ingin berkenalan lebih serius dengan almira, saya ingin almira menjadi istri saya"
kak davian "hmm saya selaku ayah nya jujur saja saya tidak begitu mengenal kamu, tapi jika memang almira juga menginginkan kamu jadi pendamping nya ya silahkan saja mengenal Putri saya, dan kalau memang sudah serius segera bawa orang tuamu menemui saya, jadi gimana al ada yang mau mengajak mu ber ta'aruf"
almira "almira bersedia bi"
kak davian "hmm cepat bawa orang tua kamu kesini karena saya nggak mau kalian melakukan sesuatu yang bisa mendapatkan dosa"
Kevin "baik pak kyai, saya akan segera membawa ibu saya kesini"
fadhil "syukurlah asisten nggak jomblo lagi, sayang kenapa kamu bengong gitu?"
angel "masih shock bi kalau Kevin melamar almira, perasaan mereka nggak pernah ketemu"
umi Aisyah "loh nak Kevin"
Kevin "eh umi, umi apa kabar?"
umi Aisyah "alhamdulillah umi baik, kamu sendiri gimana kabar nya?"
__ADS_1
Kevin "alhamdulillah baik umi"
umi Aisyah "tumben kesini? ada pekerjaan buat fadhil?"
fadhil "kerjaan apaan mi orang dia kesini melamar jadi cucu menantu umi"
umi Aisyah "maksud nya?"
fadhil "dia doi nya almira umi"
umi Aisyah "hah yang benar"
umi Aisyah juga ikut kaget karena dia tadi pergi ke dapur pesantren sebelum Kevin datang dan saat ini dia sudah kembali ke rumah kak davian.
kak davian "iya mi"
umi Aisyah "wah ada acara lagi ini, kapan rencananya?"
kak davian "kapan vin?"
fadhil "2 minggu lagi kamu bisa ikut menjemput ibu mu di kota Malang vin sama saya, biar sekalian jalan"
Kevin "terima kasih tuan, saya akan kesini 2 minggu lagi bersama ibu saya"
umi Aisyah "apa nggak terlalu lama? bentar lagi puasa loh"
kak davian "masih 4 minggu lagi puasa nya mi"
fadhil "langsung nikah ajalah vin"
Kevin "tapi boleh tidak sehabis lebaran saja?"
kak davian "kenapa?"
Kevin "rumah saya belum selesai di bangun kalau untuk saat ini, saya takut nanti almira tidak nyaman tinggal di apartemen"
fadhil "vin memang kamu sudah bertanya sama almira dia mau nggak tinggal di apartemen"
Kevin "belum tuan, saya hanya takut saja dia nggak nyaman"
fadhil "dih pengantin baru mah senangnya berduaan tau vin, saya dulu juga tinggal di apartemen beberapa bulan sebelum ke amerika"
kak davian "kak kamu nggak mau tinggal di apartemen?"
almira "bi aku ini perempuan kalau aku sudah menikah pasti aku akan mengikuti dimana suami ku tinggal, bukan kah seorang istri harus tetap berada di sisi suami nya"
fadhil "tuh vin ponakan saya nggak keberatan"
umi Aisyah "nak jika memang orang tua kamu sudah merestui niatan baik segerakan lah"
zaidan "assalamualaikum wah lagi kumpul nih, loh eh wahh ada yang di samperin calon nih"
almira "wahh yang habis honeymoon kayaknya seger banget nih"
zaidan "iya dong"
kak fatimah "apa sopan mu hilang zai, sehingga kamu cuekin kami, Salim aja nggak"
zaidan "hehehe maaf umi, kan udah di wakili Aulia"
fadhil "sejak kapan Salim ada wakil bang"
umi Aisyah "mana oleh-oleh cicit umi?"
zaidan "ada di rumah uti, abang beliin barbie buat uti, umi dan aunty juga uma"
kak nafisa "buat apa barbie?"
zaidan "katanya minta cucu, karena belum jadi ya abang belikan boneka barbie"
angel "buat aunty hanya boneka barbie? padahal aunty buat kamu seneng 2 minggu loh bang di resort terus"
zaidan "kesiksa 5 hari aunty"
angel "hah masa? kasian sekali kamu bang"
kak fatimah "honeymoon cuma di resort aja? gak seru dong bang"
zaidan "tanya aunty tuh kopernya isi nya apa"
fadhil "udah cerita honeymoon nya nanti saja, sekarang bahas almira sama Kevin dulu"
zaidan "gimana al, kapan nih nyusul?"
syahila "dia yang kamu ceritain ketemu di bandara ya al?"
almira "iya kakak ipar"
syahila "semoga cepet nyusul ya adek ipar"
almira "dasar laki bini sama aja"
zaidan "Kevin kan? kapan nikahin almira? dia udah gak sabar banget tau"
almira "abang jangan balas dendam denganku"
zaidan "aku tidak sedang balas dendam hanya saja bicara fakta"
syahila "almira mending secepatnya deh biar kalau enggak ada kabar kamu nggak uring-uringan di pesantren"
kak nafisa "kapan almira uring-uringan?"
syahila "itu umi naf kalau nggak salah 5 minggu yang lalu deh katanya doi nya sedang keluar negeri terus nggak ada kabar"
fadhil "5 minggu lalu? ohh ya ya ya waktu Kevin aku suruh ke sidney"
kak nafisa "oh jadi pas waktu itu dia uring-uringan karena doi nya nggak ada kabar, pantas saja mondar mandir gak jelas"
angel "nikahin aja deh kak daripada anak nya uring-uringan"
fadhil "rumah kurang berapa persen sih vin?"
Kevin "kurang 30% lagi itupun belum siap huni, soalnya belum ada perabotan nya"
fadhil "lah ngapain nggak di isi sekalian"
Kevin "biar di tata sesuai keinginan almira mau furniture yang gimana, biar di tata senyaman nya dia gitu"
zaidan "wahh udah di siapin rumah kamu al"
fadhil "abang juga harus gitu nanti, oh ya vin kapan kamu mulai bangun rumah itu?"
zaidan "iya uncle"
Kevin "beberapa bulan lalu sejak ketemu almira di bandara"
angel "gerak cepat nih sepertinya"
fadhil "kamu udah punya tanah nya emang kok langsung bangun?"
Kevin "alhamdulillah sudah"
fadhil "udah kak nikahin aja mereka secepat nya tuh rumah udah disiapin disana"
kak davian "itu masalah gampang dek, yang penting ibu nya dia datang dulu kesini"
fadhil "sana gih pulang kamu siapin penerbangan ke Malang, kamu atur sendiri jadwalnya, bawa ibu kamu kesini"
kak davian "saya tunggu vin niat baikmu"
__ADS_1
angel "udah sana berangkat vin, hubungi pilot nya di angel's hotel"
Kevin pun mengatur penerbangan dan pamit undur diri untuk menjemput ibu nya di kota Malang.