
di rumah keluarga thompson...
setibanya di rumah afwa langsung menuju kamar nya karena tadi tidak menemui istrinya di ruang keluarga dan ternyata istrinya sedang tidur pulas.
sedangkan afwi dia memilih ke dapur lebih dulu untuk minum.
"aden teh sudah pulang? aden mau di buatkan apa?" ucap bibi
"nggak usah bi, saya cuma mau minum air putih aja, oh ya bibi lihat istriku?"
"mungkin di kamar den soalnya tadi saya lihat non murung setelah kalian ke rumah sakit" ucap bibi
"murung? murung kenapa ya bi"
"saya juga nggak tau den"
"yaudah bi saya ke kamar dulu"
"iya den silahkan"
di kamar afwi...
afwi membuka kamarnya perlahan-lahan dan dia melihat istrinya itu sedang melamun.
"sayang"
"sayang"
"assalamualaikum sayang" ucapnya setengah teriak
"eh astagfirullah, waalaikumsalam mas, sudah pulang, udah lama? kondisi uti bagaimana?" tanya zahra
"uti belum sadar tadi baru di ct scan dan aku sama kakak di suruh pulang saja, kamu kenapa melamun? mas manggil sampai 3 kali loh, kata bibi kamu juga murung ada apa?"
"gapapa kok aku baik-baik aja"
"bilang sayang ada apa hmm jangan di sembunyikan, kamu ada masalah? cerita sayang setidaknya mengurangi bebanmu dan mungkin mas bisa bantu"
"mm boleh zahra tanya?"
"tanya apa?"
"misalnya ada orang memberi amanah untuk memberi sesuatu ke anak cucunya saat beliau sudah meninggal nanti apa bisa di sampaikan ke anak-anak nya sebelum beliau pergi?"
"kan amanahnya buat nanti saat beliau pergi, jadi ya nanti saja sayang"
"tapi kalau sekarang beliau sedang sakit?"
"apa yang sedang kamu maksud uti?"
"kenapa kamu nebak uti"
"kan uti sedang sakit siapa tau iya"
"aku pengen cerita tapi aku sudah janji nggak bakal bilang siapa-siapa hiks hiks"
"jangan nangis sayang" afwi pun merengkuh istrinya ke perlukan nya "coba cerita pelan-pelan mas janji nggak akan bilang siapa-siapa" ucap afwi lembut "siapa tau bisa mengurangi beban fikiran kamu"
__ADS_1
"aku takut"
"jangan takut mas yang bakal lindungi kamu, sekarang istirahatlah dulu nanti jam 4 kita ke rumah sakit buat jenguk uti sama cek up dedek bayi nya kakak, jangan nangis lagi sayang, tidurlah mas peluk" dan afwi juga menghadiahi ke**pan di kening zahra
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
di rumah sakit....
"bagaimana dok hasil ct scan nya?" tanya fadhil
"ini hasil nya tuan dan seperti dugaan saya jika di otak pasien ada gumpalan darah dan ini cukup menghambat peredaran darah nya ukuran nya sekira 4cm"
"lakukan apapaun biar gumpalan itu hilang dan umi saya sembuh" ucap fadhil
"jalan satu-satunya hanya operasi namun melihat kondisi pasien yang lemah kami belum berani melakukan itu karena cukup beresiko, nanti jika pasien sudah stabil baru bisa di laksanakan operasi itu"
semua hanya diam karena memang kondisi umi Aisyah lemah.
jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, twins beserta istri mereka sudah tiba di rumah sakit, afwa langsung membawa istrinya ke poli kandungan sedangkan afwi membawa zahra menuju ruang icu.
"wah kalian sudah datang, selamat sore nona tuan"
"biasa aja kali kak, yang cepet ya kak periksa nya soal nya buru-buru mau ke icu" ucap afwa
"siapa yang sakit?"
"uti ku, cepatlah periksa kak atau aku laporkan kakak ke aunty Amalia"
"iya bawel"
cek up kali ini mereka melakukan usg kembali karena afwa ingin tau anaknya kembar atau tidak.
deg
deg
deg
"subhanallah"
"baby kalian sehat dan beratnya sesuai usianya oh ya usg lagi nanti saat usia kandungan 6 atau 7 bulan ya kalau setiap bulan tidak bisa, ini vitamin buat bumil, apa selama ini ada keluhan?"
"nggak dok, lagi seneng makan aja hehehe" sahut nabila
"baiklah kalau tidak ada keluhan, sampai ketemu bulan depan"
"masih ada yang aku tanyakan kak, boleh kan kalau..."
"boleh bapak afwa yang terhormat asal jangan main kasar, searching aja di google gaya apa saja yang boleh" ucap dokter tegas
"wah paham sekali padahal aku belum selesai bertanya"
"hampir semua suami pertanyaan nya sama"
"baiklah dok kami permisi" ucap Nabila yang sudah malu dengan pertanyaan suaminya itu
di ruang icu...
__ADS_1
"kalian kok di luar kak?" tanya afwi
"iya orang tua kita yang boleh masuk, kembaran mu mana?" ucap zaidan
"kondisi uti gimana kak? baik-baik aja kan?"
"ada pendarahan di otak uti dek, dan sebenarnya harus di operasi... " ucap almira
"kenapa nggak di operasi aja kak?"
"kondisi umi belum stabil, tekanan darah nya juga masih tinggi terlalu beresiko jika di operasi sekarang" ucap almira
"ya allah semoga uti cepat sembuh"
"amin" ucap mereka serempak
"kak afwa mana kak?" tanya athaar
"masih ke poli kandungan tadi, oh ya kalian sudah makan?" tanya afwi dan mereka pun menggelengkan kepala
"kalian makanlah jangan sampai ketika uti sembuh malah kalian yang sakit"
"lagi nggak ***** dek" ucap zaidan
"harus di paksa kak masa iya uti sembuh kalian sakit, terus kalau kalian sakit siapa yang jaga uti" ucap afwi
"tapi"
"kakak dan yang lain bisa makan di kantin rumah sakit atau di warung depan nanti kalau ada apa-apa tak kabari" ucap afwi
mereka pun menurut untuk makan, mereka memilih pergi ke kantin rumah sakit saja yang tidak jauh.
"mas" ucap zahra
"apa sayang"
"mas nggak ingin masuk?"
"kamu mau masuk?"
"kalau boleh mau"
"yaudah ayo masuk"
di dalam ruang icu....
anak dan menantu umi Aisyah mereka membaca surah yasin agar umi Aisyah segera sadar dan sembuh, fadhil dan kedua kakaknya mereka menggengam tangan umi nya yang sudah terpasang infus.
afwi dan zahra yang melihat uti mereka di pasangi beberapa alat medis pun tak tega melihatnya.
"kak apa perlu umi kita bawa ke singapore untuk di rawat disana saja?" ucap fadhil setelah mereka selesai mengaji
"apa bisa dengan kondisi umi yang seperti ini?" ucap kak davian
"fadhil akan minta rekan fadhil untuk mengurusnya di singapore jadi kita urus di rumah sakit ini kak"
"kita konsultasi dengan dokter aja dulu dek kalau bisa gapapa kita bawa ke singapore"
__ADS_1
"yaudah kak ayo ke ruangan dokter"
"kalian pergilah ke ruang dokter biar kami dan afwi juga zahra yang menjaga umi" ucap kak fatimah dan ke tiga laki-laki kakak beradik itu pun keluar dari ruangan icu menuju ruang dokter