
Sesampainya di hotel mereka semua sudah di tunggu oleh keluarga pak kyai.
Papa rey “maaf lama besan karena nunggu pengantin baru keluar kamar”
Pak kyai “iya pak rey tidak apa-apa”
Papa rey “mari langsung ke lantai 19, kita besiap-siap dulu”
Mereka semua menuju lt 19 menggunakan lift khusus karena memang itu khusus untuk private saja tidak untuk umum jadi hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk ke lt 19. Para orang tua lebih dulu memasuki lift sedangkan para anak-anak menunggu giliran selanjutnya.
Kak rasyid “dil gimana udah jebol?” bisiknya
Fadhil “itu privasiku dan istriku”
Kak rasyid “ah kau dil”
Kak Davian “berapa ronde dil?”
Fadhil “kakak ini sama saja”
Nafisa “hey kalian ini bisik-bisik saja”
Davian “nanti saja sayang aku kasih tau sekalian prakteknya”
Nafisa “selalu deh gajelas”
Mereka semua telah sampai di lantai 19 dan angel menuju kamar biasanya jika dia menginap di hotel papanya, dan yang lain menuju kamar yang telah di sediakan.
Setelah sholat magrib berjamaah dengan fadhil angel merias dirinya dibantu oleh perias, pukul 7 malam angel dan fadhil keluar dari kamar dan seluruh penghuni lantai 19 itu sudah menunggunya.
Acara dimulai dengan anggota keluarga inti yang memasuki ruangan, karena papa rey tidak punya saudara dan istrinya hanya memeliki kakak jadi papa rey memasuki ruangan berpasangan dengan kakak dari almarhum istrinya.
__ADS_1
Mc “hadirin yang berbahagia marilah kita sambut pemilik acara malam ini, bapak reynaldi Thompson beserta ibu sindy amalia"
Semua orang memandang heran karena setau mereka istri baru seorang reynaldi bernama renita bukan sindy amalia, mereka juga memandang papa rey dengan tatapan kagum karena mengadakan acara semeriah ini dengan mendadak.
Mc “bapak reynaldi kali ini berpasangan dengan kakak dari almarhum istrinya” ucapan mc itu seolah menjawab pertanyaan yang terngiang di kepala para tamu undangan.
Mc “baiklah selanjutnya mari kita sambut orang tua dari pihak laki-laki bapak abdurahman al-farisi dan ibu aisyah al-farisi”
Tamu 1 “wah ternyata besan rey seorang kyai”
Tamu 2 “tau dari mana kamu?”
Tamu 1 “itu kyai abdurahman dari kota S”
Tamu 2 “aku kira besannya itu seorang pengusaha juga”
Mc “selanjutnya mari kita sambut kakak pertama dari mempelai laki-laki Muhammad rasyid al-farisi beserta istri dan anaknya”
Mc “selanjutnya mari kita sambut kakak ke 2 dari mempelai laki-laki radavis adrean al-farisi beserta anak dan juga istrinya”
Mc “selanjutnya ada bapak Ferdinand jhonson dan ibu evilia jhonson”
Mc “selanjutnya ada bapak demian Hillary dan ibu cantika Hillary, mereka semua merupakan sahabat terbaik dari seorang reynaldi Thompson”
Mc “selanjutnya mari kita sambut bridesmaid ada kania, syasya, fira, nadia ,syifa, revan, alfa,radis, dewa dan firman”
Mc “dan ini lah yang kita tunggu-tunggu 2 anak manusia yang paling berbahagia hari ini risky fadhil al-farisi dan Angela syakila Thompson”
Saat angel berjalan menuju pelaminan Bersama fadhil para bridesmaid melakukan aksinya yaitu melempar bunga mawar ke pengantin sepanjang perjalanan menuju singgasana.
Tahapan acara resepsi sudah dilalui kini saatnya acara yang di tunggu kaum single yaitu lempar bunga. Semua muda mudi berkumpul termasuk syasya, kania, fira, revan, alfa dan radis,
__ADS_1
Mc “untuk pengantin dalam hitungan tiga lempar bunganya dan untuk yang mendapatkan bunga nya bawa pasangan kalian jika ada”
Angel dan fadhil melempar bunganya dan yang berhasil mendapatkan adalah revan, revan yang mendapatkan bunga itu langsung mengajak syasya untuk naik ke atas panggung sontak hal itu membuat orang tua mereka kaget.
Papa demian “anak lo sama anak gue fer”
Papa Ferdinand “anak gue pinter juga milih calon menantu”
Papa demian “enak aja gue gak setuju”
Mama evilia “wah can sepertinya kita akan jadi besan”
Mama cantika “iya ev sepertinya”
obrolan mama cantika dan mama evilia membuat papa demian kaget karena ternyata istrinya setuju jika angel dengan revan"
Papa rey “udah nikahin aja dem asal revannya mau ikut di perusahaan lo”
Papa Ferdinand “enak aja penerus gue siapa dong?”
Papa rey “laki nya kania lah, mereka ber 8 itu sebenarnya saling memiliki rasa hanya saja yang berani ngungkapin perasaan Cuma fadhil dan revan”
Papa satria “jangan bilang apa yang dibilang willy kemarin bener rey”
Papa rey “sepertinya sih begitu”
Acara demi acara telah dilalui tamu undangan yang tadinya penuh sudah mulai meninggalkan Gedung, waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam angel dan fadhil segera menuju ke kamar begitu juga dengan yang lain.
Sesampainya di kamar fadhil langsung membersihkan dirinya dan angel segera membersihkan dirinya, setelah fadhil selesai mandi angel masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah angel keluar dari kamar mandi mereka berdua melaksanakan sholat isya’ yang tadi belum sempat dilaksanakan.
Setelah sholat isya’ mereka langsung tidur karena sudah larut malam dan badan mereka juga sudah cape, angel tertidur di dekapan fadhil yang menurutnya sangat nyaman.
__ADS_1
**TERIMA KASIH YANG SUDAH MEMBACA DAN HADIR DI ACARA RESEPSI INI.
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMENTAR YA READERS**