Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
346


__ADS_3

di pesantren kota S.


almira Putri al-farisi dia sudah menghubungi laki-laki yang berniat menjadikan dia sebagai istri nya, dan dia sudah bisa memastikan jika akhir bulan ini lah laki-laki itu akan datang ke kota s menemui dirinya.


almira "abi"


kak davian "ya kak ada apa?"


almira "dia akan datang akhir bulan ini bi"


kak davian "ya abi tunggu, tapi kalau sampai bulan depan enggak datang enggak usah kesini"


almira "iya bi"


kak nafisa "siapa yang enggak usah datang bi?"


kak davian "doi nya kakak tuh mi"


kak nafisa "kok nggak boleh datang bi? kan harus nya cepat suruh datang"


kak davian "dia bilang akhir bulan ini tapi kalau bulan depan belum juga datang nggak usah kesini sekalian gitu mi"


kak nafisa "oh gitu"


almira "bi tapi dia belum menghantamkan al-qur'an nya"


kak davian "abi tidak mencari menantu hafizh, yang penting bagi abi dia sholat lima waktu nya tertib, paham agama, tanggung jawab dan paling tidak bisa menjadi Imam keluarga kecil kalian, hafalan al-qur'an itu nanti kalian bisa saling menyimak bukan? biar hubungan lebih romantis apalagi kalau habis sholat menyempatkan waktu untuk lalaran berdua"


almira "hmmm gitu ya bi"


kak davian "iya kak, kakak kalau mau nikah belajar masak belajar bersih-bersih rumah, ya mungkin itu semua sebenarnya tugas suami istri tapi kalau suami kerja kakak nggak ngapa-ngapain kan mending bersih-bersih atau masak gitu, ya bisa aja nanti kakak hidup sama mertua, mertua itu ada yang baik ada yang galak ada yang judes tapi abi selalu berdoa agar kakak mendapatkan mertua yang baik"


almira "amin bi"


kak nafisa "kakak nanti belajar masak sama uma ya, nanti uma ajari buat camilan juga"


almira "iya uma"


kak davian "yaudah uma kakak abi berangkat dulu ke kota mau ke peternakan sapi perah"


kak nafisa "iya bi hati-hati di jalan"


almira "uma kakak juga pamit mau ke rumah uti ya"


kak nafisa "iya sayang"


di rumah umi Aisyah....


almira "assalamualaikum uti"


umi Aisyah "waalaikumsalam sayang, ayo masuk, kalau uti lihat kamu sedang bahagia al"

__ADS_1


almira "hehehe alhamdulillah uti"


umi Aisyah "habis dapat hadiah dari abi kamu atau laki-laki yang akan mengkhitbah kamu akan datang?"


almira "yang kedua uti hehehe"


umi Aisyah "alhamdulillah ya allah, semoga benaran ya sayang, uti senang cucu perempuan uti yang sudah dewasa akan menikah menyusul kakak nya"


almira "doakan saja yang terbaik uti"


umi Aisyah "uti pasti doakan nak"


almira "terima kasih uti"


ALMIRA POV


aku sungguh tak menyangka jika pertemuan ku dengan seorang laki-laki saat di bandara dulu berlanjut hingga sekarang, walau kami tidak pacaran tapi dia sudah mengatakan jika aku harus menunggu nya beberapa bulan lagi dan ya sampai bulan ke 5 kepulangan ku dari kairo atau lebih tepatnya pertemuanku dengan laki-laki itu aku masih menunggu nya.


setelah pernikahan abang zai aku fikir aku akan kehilangan abang sekaligus pacar bohonganku ketika sedang keluar atau sekedar datang ke acara resepsi teman-teman ku, abang zai adalah orang yang paling sering mengajakku jalan-jalan sampai sangat terasa ketika dia menikah bahkan aku tidak lagi ada yang mengajak jalan-jalan.


setelah pernikahan abang zai bulan madu atau honeymoon itu abi mendesakku agar jika ada laki-laki yang serius suruh langsung menghadap nya, awalnya aku bilang tidak ada karena aku fikir biar dia saja yang datang sendiri kesini tapi malah memberi tahu abi dan uncle jika ada laki-laki yang dekat denganku saat ini, kalau kata abang satu sama mungkin saja abang balas dendam karena aku juga keceplosan tentang syahila kala itu jadi aku memaklumi nya.


malam nya saat dia menelepon ku aku langsung bilang jika abi ku menunggu kedatangan nya di rumah pesantren dan dia menjawab akhir bulan ini soalnya kalau sekarang dia belum bisa cuti karena atasan nya sedang di luar kota.


almira tidak tahu apa pekerjaan laki-laki itu dan dimana dia bekerja karena almira tidak begitu mengurus masalah pekerjaan karena menurutnya apapun pekerjaan nya asal halal dan yang terpenting laki-laki itu mau bekerja keras untuk keluarga itu sudah cukup baginya.


aku senang dia jujur padaku jika dia bukanlah laki-laki dari keluarga pesantren dan dia juga belum menghantam hafalan al-qur'an nya, bagi almira kejujuran adalah yang paling utama, almira senang saat laki-laki mau bicara kekurangan nya kepada perempuan sudah bisa di pastikan dia memang orang yang jujur.


dan esoknya aku langsung bilang ke abi bahwa dia akan datang akhir bulan ini dan aku juga langsung memberi tau abi jika dia belum mengkhatamkan hafalannya dan jawaban abi membuatku senang, abi menjawab "abi tidak mencari menantu hafizh, yang penting bagi abi dia sholat lima waktu nya tertib, paham agama, tanggung jawab dan paling tidak bisa menjadi Imam keluarga kecil kalian, hafalan al-qur'an itu nanti kalian bisa saling menyimak bukan? biar hubungan lebih romantis apalagi kalau habis sholat menyempatkan waktu untuk lalaran berdua" aku senang bukan main mendapatkan lampu hijau dari abi kini aku hanya tinggal menunggu dia benar-benar berani datang menemui abi di rumah atau tidak.


aku selalu berdoa sama allah jika dia benar-benar mau datang menemui abi di pesantren namun jika sampai akhir bulan dia tidak datang mungkin aku harus ikhlas dan mengikuti jalan takdir yang sudah allah tetapkan untukku.


aku percaya jodoh maut rezeki sudah di atur dengan baik oleh allah swt dan itu tidak mungkin tertukar, aku percaya jika kami berjodoh maka kami akan bersatu untuk melaksanakan ibadah terpanjang yaitu sebuah pernikahan tapi jika tidak mungkin memang ini yang di takdir kan allah.


ALMIRA POV END


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


di pulo Cinta Gorontalo



foto from google


resort resort di pulo cinta Gorontalo ini serasa di maldives, jarak antara resort satu dengan resorts yang lain cukup jauh jadi sudah di pastikan tempat ini sangat cocok untuk liburan atau honeymoon pasangan yang jomblo jangan kesini deh kalau seorang diri hehehe.


syahila sebenarnya sudah sangat bosan sekali berada di kamar resort itu namun bagaimana lagi dia tak punya baju untuk keluar dari resort sebenarnya bisa saja zaidan membelikan baju istri nya itu namun dia lebih memilih menahan sesuatu, zaidan membiarkan istrinya berpakaian yang disiapkan aunty nya itu dia berfikir karena ini hanya di resort saja.


syahila "mas bosan"


zaidan "sama sayang"

__ADS_1


syahila "mas cerita deh gimana kuliah di kairo biar nggak bosan mas"


zaidan "nonton TV saja nanti kamu tidur lagi kalau mas cerita"


syahila "ish nggak seru tau, ayo dong mas cerita"


zaidan "mas disana hampir 5 tahun loh kalau di ceritakan pasti lama sayang, mending kamu tanya deh apa yang ingin kamu ketahui dari kehidupan mas selama di kairo"


syahila "memang boleh kalau tanya?"


zaidan "boleh sayang mau tanya apa?"


syahila "mas disana tinggal sama almira atau sendiri?"


zaidan "satu tahun kami tinggal di asrama setelahnya kami tinggal di rumah sewa yang 2 kamar"


syahila "oh gitu, terus kalian masak buat makan sendiri atau beli?"


zaidan "kita masak gantian, soalnya lidah aku sama almira tidak terlalu cocok dengan masakan di sana"


syahila "ada perempuan yang mas taksir nggak selama disana?"


zaidan "nggak ada, tapi sejak sembilan tahun lalu sampai sekarang ada 1 wanita yang selalu kusebut namanya dalam doaku setiap sholat"


syahila "wow perempuan itu pasti beruntung" ucapnya yang pura-pura tegar padahal hatinya sangat sakit mendengar suaminya mendoakan perempuan sejak sembilan tahun hingga sekarang


zaidan "aku yang beruntung karena dia sekarang mau menjadi istriku, perempuan itu kamu sayang, aku selalu menyebut namamu di setiap doaku sejak om bram menemui kakung dulu, entah kenapa kamu selalu menarik perhatianku padahal kamu biasa saja kalau bertemu denganku" ucapnya sambil menatap sang istri tercinta


syahila yang mendengar perkataan itu sangat malu kepada suami nya itu, dia sudah berburuk sangka kepada laki-laki yang berstatus suami nya itu.


syahila "beneran?"


zaidan "iya sayang, dan setiap hari aku juga mengetahui kabar tentang kamu dari almira"


syahila "oleh-oleh dari kairo yang selalu dititipkan ke almira itu berarti dari mas?"


zaidan "memang almira ndak bicara kalau oleh-oleh itu dari mas?"


syahila "nggak mas, almira ngomong nya cuma gini, ini dari laki-laki yang selalu menyebut nama mu dalam do'anya semoga kalian berjodoh cuma gitu almira bilang nya"


zaidan "terus kamu berdoa nggak?"


syahila "ya aku cuma berdoa gini ya allah jika memang laki-laki itu baik aku bersedia berjodoh dengannya cuma gitu aja sih, tapi almira dulu juga bilang kamu juga berdoa saja sama allah kalau berjodoh kamu bakal tahu siapa yang membermu oleh-oleh ini"


zaidan "alhamdulillah itu artinya doa kita di kabulkan sama allah, gimana sekarang sudah tau kan siapa yang memberi kamu oleh-oleh"


syahila "iya alhamdulillah penasaran ku sudah terjawab"


zaidan "senang nggak?"


syahila "senang dong"

__ADS_1


zaidan "sudah ayo istirahat, cerita nya di sambung nanti lagi"


__ADS_2