
setelah sholat mereka istirahat di kamar masing-masing sebelum nanti ikut mengantar papa rey dan mama evilia ke bandara kota K.
sore hari setelah sholat ashar mereka bersiap mengantar papa rey menuju bandara.
fadhil "sayang enggak usah ikut ya? di rumah aja istirahat"
angel "enggak mau, aku mau ke supermarket sekalian mas"
fadhil "ngapain? stok susu masih ada kok"
angel "bahan buat masak yang hampir habis"
fadhil "halah pasti alasan biar bisa ikut karena bosan di rumah"
angel "itu mas tau hehehe, boleh ya ikut"
fadhil "iya deh boleh"
angel "nanti mampir ke butik nya syasya juga ya buat ngukur baju"
fadhil "iya sayang, apasih yang nggak buat bidadari ku ini"
angel "yaudah ayo turun pasti semua sudah menunggu"
fadhil "iya ayok"
di lantai 1 mereka tengah menunggu fadhil dan angel.
mama evilia "angel kamu ikut sayang?"
angel "iya ma"
mama evilia "kamu di rumah aja nak, istirahat"
angel "nanti mau belanja sekalian mom dan mau buat baju untuk wisuda nya twins"
mama evilia "kapan wisuda nya? twins beneran gak minta hadiah dari oma dan opa?"
angel "minggu depan ma"
afwa "tidak oma tapi abang minta opa sama oma jaga mom dan abi juga adek adek"
afwi "iya oma kita nggak mau hadiah kok"
mama evilia "iya kita akan jaga adek-adek kalian dan mommy juga abi kalian dan kalian harus fokus belajar ya nanti"
"baik oma" jawab twins kompak
papa rey "ayo berangkat nanti opa sama oma ketinggalan pesawat"
afwa "kan pakai jet opa kenapa repot"
afwi "tau nih opa"
fadhil "sudah ayo berangkat nanti pulangnya kemalaman loh"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
setelah menempuh perjalanan selama 1 jam mereka tiba di bandara kota K, papa rey dan mama evilia juga yang lain segera turun dari mobil dan menuju jalur keberangkatan khusus karena papa rey menaiki pesawat jet pribadinya.
angel "pa ma hati-hati di jalan, kalau sudah sampai kabari ya"
papa rey "iya sayang, papa besok juga udah balik lagi kok"
fadhil "landing jam berapa besok pa? biar fadhil jemput"
papa rey "jam 4 an lah, nanti papa kabari, papa sama mama berangkat dulu, kalian hati-hati pulangnya"
setelah papa rey dan mama evilia tidak terlihat fadhil dan keluarga kecil nya kembali ke mobil untuk pergi ke mall, ya begitulah ibu hamil yang keinginan nya suka berubah-ubah, yang awalnya ingin ke supermarket kini berubah ke mall dengan alasan sekalian makan malam.
afwa "mommy mau beli apa sih? emang harus ya ke mall"
angel "beli bahan makanan buat besok lah, sama makan malam sekalian, kalian nggak lapar apa?"
afwi "awas aja nanti minta makan sate pak kumis lagi" ucap afwi yang setengah menyindir mommy nya karena beberapa saat lalu mereka sampai di mall tetapi angel malah ingin memakan sate langganan nya dan anak-anak menamai nya sate pak kumis karena penjualnya kumisan.
angel "ah enak tuh bang"
afwi "tuh kan mommy"
fadhil "sayang ayo belanja dulu, kalian bertiga boleh beli camilan"
setelah selesai berbelanja benar saja keinginan angel langsung berubah dia ingin makan di kfc di mall itu.
athaar "ayam kfc lagi mom?"
angel "kapan? terakhir bulan lalu thar"
afwa "yang penting makan aku sudah lapar" ucapnya dingin
angel "tuh anak mulai deh dingin nya"
fadhil "gapapa sayang yang penting dia care sama keluarga nya"
angel "iya sih"
setelah makan malam mereka bergegas ke butik milik syasya, sebenarnya ini butik mama cantika namun kini di kelola oleh syasya. sesampainya di butik mereka di sambut oleh pegawai butik.
pegawai "selamat datang nyonya, nyonya sudah di tunggu oleh nyonya syasya di ruangan nya di lantai atas"
angel "baiklah saya akan segera kesana"
di ruangan syasya...
angel "assalamualaikum"
__ADS_1
syasya "waalaikumsalam, hai sudah datang kalian"
angel "iya nih, gimana udah punya model belum kamu?"
syasya "sebenarnya sih ini rancangan buat lebaran tahun ini, tapi kalau kalian mau salah satu nya nggak apa-apa"
angel "jangan dong, yang lain gitu sya, masa rancangan lo buat lebaran sih"
syasya "gapapa lah, lagian baju di butik ini hanya mengeluarkan 10 biji jadi gak banyak lah yang ngembarin, pilih aja modelnya yang mana nanti aku tambahi aksen apa gitu biar tambah mewah dan jadi limited edition"
angel "alah enggak usah yang limited edition yang penting seminggu jadi sya"
syasya "pasti jadi, paling lambat sabtu sampai rumah tuh baju"
angel "baiklah, abang kalian pilih deh mau yang mana"
afwa "yang itu aja mom kayaknya Bagus"
afwi "aku setuju sama pilihan abang mom"
angel "adek ngikut juga?"
athaar "sekarang ngikut tapi nanti kalau athaar yang wisuda giliran athaar yang pilih"
angel "baiklah sayang, yaudah sya pilih motif yang dipilih twins ya"
syasya "baiklah, oh ya ngel ini kan rencana mya aku kombinasikan sama kain polos tapi kalau aku ganti tille brokat bagaimana? biar ada mewah-mewah nya dikit gitu lah, nanti aku tambahi aksen mutiara juga"
angel "kamu atur deh sya aku nurut aja, yang penting 1 minggu jadi dan cocok buat aku yang hamil ini"
syasya "dijamin cocok deh, oh ya untuk kemeja cowok nya ini mau ganti model nggak?"
fadhil "udah gitu aja deh"
afwa "iya kayak kemeja gambaran mama saja, kan kemeja modelnya cuma itu"
syasya "yaudah baiklah, kalian tunggu sebentar biar di ukur asisten ku"
fadhil "revan gak kesini sya?"
syasya "kesini bentar lagi, resa tolong keruangan saya" ucap syasya di telpon
fadhil "mau jemput kamu dia?"
syasya "iya kak, kalau aku pulang malam selalu di jemput"
resa "ada yang bisa saya bantu nyonya"
syasya "res tolong ukur mereka ya, untuk rancangan yang ini"
resa "baik nyonya"
revan "assalamualaikum sayang" ucap revan yang masuk ruangan syasya dan langsung menutup pintu dari dalam
revan terkejut di ruangan itu banyak orang yang menjawab salam nya apalagi dari suaranya sudah familiar, revan pun segera membalikkan badan.
revan "lah kalian toh yang di sini"
fadhil "iya van lagi buat seragam buat acara wisuda nya twins"
revan "coba bila dulu ambil akselerasi pasti sudah wisuda juga, sayang dia nggak mau"
afwa "berat tau pa ambil akselerasi, kalau boleh tuh kemarin aku ambil reguler aja banyak waktu luangnya"
afwi "bener apa kata abang pa"
fadhil "toh Nabila cewek van gak buru-buru lah buat lo cariin jodoh"
revan "afwa aja deh jodoh nya, gimana?"
afwa "jodoh maut risky sudah ada yang ngatur pa, lagian afwa habis dari Malang mau ke amerika"
fadhil "penolakan secara halus tuh van, gimana dong"
revan "afwi aja deh mau kan?"
afwi "maaf ya pa maaf banget ini, tapi afwi nyari jodohnya masih nanti"
fadhil "hahahaha di tolak lagi"
syasya "apa apaan sih kamu mas jodoh-jodohin anak ku"
revan "anak ku juga kali sayang"
syasya "biarkan Nabila mengejar Cinta pangeran nya sendiri, jangan coba-coba mencarikan Nabila jodoh" ucap nya ketus
angel "waduh ibu negara marah tuh, alamat gak dapat jatah tuh"
resa "nyonya saya sudah selesai mengukur saya permisi dulu"
syasya "iya res keluar lah"
revan "dapat lah, ya kan sayang"
syasya "tidur di luar satu minggu" ucap syasya dingin
fadhil "duh gak ikutan ya bro, anak-anak ayo pulang, ayo sayang kita pulang"
angel "ayo mas, ayo anak-anak kalian Salim sama mama syasya dan papa revan dulu"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
di rumah angel dan fadhil....
fadhil "sayang syasya beneran nggak ya nyuruh revan tidur di luar?"
__ADS_1
angel "kalau setauku dari sifat syasya ya kalau sudah a ya bisa di pastikan tetap a dia jarang merubah keputusan nya jadi bisa di simpulkan mungkin saja kak revan tidur di luar"
fadhil "kerjain revan yuk sayang"
angel "jangan usil deh mas"
fadhil "dikit doang sayang, sabotase dulu deh cctv nya"
angel "tapi kalau kak revan gaada di luar gak jadi usil ya"
fadhil "gak janji sayang hehehe, sini laptopnya biar mas yang sabotase cctv nya
fadhil hanya membutuhkan waktu 2 menit untuk terhubung ke cctv rumah syasya dan revan.
fadhil "sayang beneran loh revan tidur di sofa ruang keluarga" ucapnya melihat rekaman cctv di layar laptop nya
angel "wah syasya benar-benar marah deh kayaknya, terus kamu mau usil apa nih?"
fadhil "bentar aku telpon papa demian dulu"
angel "mas jangan aneh-aneh deh"
fadhil "gapapa sayang biar papa demian tau menantunya tidur di luar biar revan bisa masuk kamar lah"
angel "kamu bantuin kak revan mas?"
fadhil "bukan gitu sayang, tapi gak baik kalau hanya karena masalah kecil mereka harus pisah ranjang, bukanya mas ikut campur keluarga orang, hanya saja mas nggak mau keluarga sahabat-sahabat kita marahan hanya karena hal kecil"
fadhil "maaf sayang ini hanya alasanku saja, karena aku sebenarnya ingin mengerjai revan hehehe"
angel "iya sih mas, yaudah telpon papa demian deh"
panggilan pun terhubung....
fadhil "assalamualaikum papa dem"
papa demian "waalaikumsalam ada apa nak?"
fadhil "pa lagi sibuk nggak? fadhil suntuk nih keluar ngopi-ngopi gitu yuk pah"
papa demian "lah biasanya juga ngajak revan"
fadhil "rencananya sih gitu pa, cuma ponselnya nggak aktif"
papa demian "papa cari dia dulu deh, bentar jangan di matikan papa ke kamarnya dulu"
papa demian pun keluar dari kamar nya dan melintasi ruang keluarga karena memang arah ke kamar revan dan syasya melintasi ruang keluarga, saar melintasi ruang keluarga papa demian terkejut melihat kaki menggantung di sofa.
papa demian "astaga kaki siapa itu malam-malam buat orang merinding saja, masa iya ada hantu nya rumah ini" lirihnya
karena panggilan masih terhubung fadhil mendengar ucapan papa demian di ponselnya itupun sedikit tertawa.
papa demian dengan penuh keberanian dia melihat siapa yang ada di sofa.
papa demian "astaga revannnn" teriaknya
revan "astagfirullah papa, kenapa teriak-teriak"
papa demian "kenapa kamu tidur di sini buat orang merinding lagi, mana kakimu itu menggantung"
revan "hehehe maaf pa, lagi di kunciin ini sama syasya"
papa demian "buat kesalahan apa kamu hah sampai syasya marah?"
revan "gara-gara bercanda revan mau jodohin Nabila sama kembar"
papa demian "dasar bapak gak punya otak kembar itu baru mau masuk sma anakmu masih smp pikir dong main jodoh jodohin aja" ucap papa demian juga kesal
revan "cuma bercanda pa tapi kalau kembar nya mau juga gak apa-apa"
papa demian "hallo dil seperti nya papa gak bisa keluar, revan juga gak bisa"
fadhil "oh ya sudah pa nggak apa-apa fadhil keluar sama mang ujang saja"
papa demian "memang papa mu kemana?"
fadhil "papa sama mama kan ke Bali pa jemput ken sama rayn"
papa demian "oh iya papa lupa, yaudah papa tutup ya assalamualaikum"
fadhil "waalaikumsalam pa"
revan "astaga pa jadi tadi sambungan telpon masih terhubung?"
papa demian "iya kenapa?"
revan "ya malu dong pa, fadhil kan jadi tau kalau aku tidur di luar beneran" ucapnya memelas
papa demian "ya itu sih urusan kamu, tidur di kamar tamu sana jangan sampai anak-anak tau kalau kalian lagi marahan, lain kali bercanda itu jangan yang aneh-aneh"
revan "iya pa, maaf"
papa demian "sudahlah papa mau ke kamar, mau buat adik untuk syasya dan tante untuk Nabila dan zayn"
revan "gausah pamer deh pa, besok aku juga bakal buat adik nya zayn"
papa demian "masih besok kan? kalau papa kan sekarang" ucapnya mengejek revan
revan "sudah deh pa jangan mengejek gitu, yaudah buatin aku adik kembar pah"
papa demian "baiklah, selamat mendengar suara-suara aneh dari kamar papa karena peredam suaranya akan papa matikan"
revan "pa nggak usah pamer" ucapnya mulai kesal
papa demian hanya tertawa terbahak-bahak karena bisa menjahili menantu nya.
__ADS_1