Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
eps 172


__ADS_3

di kediaman papa demian....


revan "kenapa manja gini? tumben banget"


syasya "gapapa pengen aja"


papa demian "astaga kalian mesra-mesraan di kamar sana jangan disini, pangku-pangkuan lagi" ucapnya yang baru tiba di rumah dan langsung pergi ke kamar


syasya "iri aja makannya mama suruh cepat pulang"


revan "gak boleh gitu"


syasya "kita ngopi yuk mas"


revan "kamu lagi hamil sayang"


syasya "yaudah jus deh"


revan "yaudah ayo"


syasya "tapi maunya di balkon kamar"


revan "yaudah mas minta bibi buatkan kopi, jus sama camilan dulu ya"


angel ke balkon kamarnya dan berbaring di tempat duduk dengan bantal paha suaminya.


tak lama bibi datang membawakan pesanan mereka dan setelah itu kembali ke dapur.


syasya "mas biasanya kalau ngopi ngapain aja?"


revan "cerita nabi-nabi" jawabnya asal


syasya "benarkah?"


revan "iya"


syasya "terus siapa yang cerita"


revan "ya gantian tapi lebih sering fadhil"


syasya "mas cerita nabi siapa yang hafal?"


revan "nabi adam"


syasya "nabi adam? aku kok cuma tau nabi Muhammad, nabi yusuf sama nabi sulaiman memangnya ada lagi?"


pengetahuan agama syasya memang kurang ya jadi wajarlah jika dia tidak tau.


revan "nabi kan ada 25 yang wajib kita ketahui"


angel "siapa aja?"


revan "Nabi Adam as,Nabi Idris as,Nabi Nuh as, Nabi Hud as, Nabi Sholeh as, Nabi Ibrahim as, Nabi Luth as, Nabi Ismail as, Nabi Ishaq as, Nabi Yaqub as, Nabi Yusuf as, Nabi Ayub as, Nabi Syuaib as, Nabi Musa as, Nabi Harun as, Nabi Zulkifli as, Nabi Daud as, Nabi Sulaiman as, Nabi Ilyas as, Nabi Ilyasa as, Nabi Yunus as, Nabi Zakaria as, Nabi Yahya as, Nabi Isa as, Nabi Muhammad saw"


syasya "mas hafal semuanya?"


revan "iya sayang"


syasya "kalau kisah nabi adam bagaimana?"


revan "nabi adam ya" revan nampak bingung karena dia tadi jawabnya asal saat ditanya syasya.


syasya "ceritain dong mas biar aku tau"


revan akhirnya memilih membuka hp nya untuk mencari cerita nabi adam, revan sebenarnya tau tapi dia takut salah.


revan "oke dengerin ya"


Adam adalah salah satu makhluk Allah. Awalnya, dia bersama Hawa (istrinya) menjalani kehidupan di surga, kemudian diturunkan Allah ke bumi untuk menjadi khalifah. Bersama istri dan keturunannya, Adam menjadi penghuni dan pengelola bumi.


Kisah diturunkannya Adam ke bumi, diawali saat Adam dan Hawa memakan buah khuldi di surga. Allah melarang keduanya untuk memakan buah khuldi. ''Dan Kami berfirman; ''Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini (khuldi--Red), yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.'' (QS 2:35).


''Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: ''Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi (kekekalan) dan kerajaan yang tidak akan binasa?'' (QS 20:120).

__ADS_1


Keduanya pun terbujuk dengan rayuan Iblis, hingga mereka memakan buah khuldi tersebut. ''Maka, keduanya memakan buah tersebut, lalu tampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.'' (QS 20:121).


Menurut Ibn al-Atsir, Adam AS awalnya menolak mengikuti bujukan Iblis. Namun, desakan Siti Hawa yang begitu kuat, akhirnya membuat Adam ikut memakan buah tersebut. Lihat an-Nihayah fi Gharib al-Hadits, karya Ibnul Atsir jilid 3 hlm 158.


Keduanya lalu bertobat dan memohon ampun kepada Allah dan Allah menerima tobat mereka dan memilih Adam sebagai Rasul-Nya. ''Kemudian Tuhannya memilihnya (menjadi Rasul), maka Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk.'' (QS 20:122).


Kendati Allah SWT telah menerima tobat Adam dan Hawa, namun sebagaimana kehendak Allah untuk menjadikannya sebagai khalifah di muka bumi, maka Adam dan Hawa lalu diturunkan ke bumi.


''Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain. Dan bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan. (QS 2: 36). ''Turunlah kamu semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.'' (QS 2:38).


Dalam surat Al-A'raf, diusirnya Adam dan Hawa dari surga ini diabadikan pada ayat 24-25. ''Turunlah kamu! Kamu akan saling bermusuhan satu sama lain. Bumi adalah tempat kediaman dan kesenangan sampai waktu yang telah ditentukan. Di sana kamu hidup, di sana kamu mati dan dari sana (pula) kamu akan dibangkitkan.'' (QS 7:24-25).


Bersamaan dengan diturunkannya Nabi Adam dan Hawa, Iblis dan ular juga diturunkan ke bumi. Al-Imam Abu Ja'far Muhammad bin Jarir At-Thabari RA dalam tafsirnya ketika menerangkan ayat ke-36 surah Al-Baqarah, membawakan sebuah riwayat dengan sanadnya bersambung kepada para sahabat Nabi SAW seperti Ibnu Abbas, Ibnu Mas'ud, dan lainnya menerangkan: ''Ketika Allah memerintahkan kepada Adam dan Hawa untuk tinggal di surga dan melarang keduanya memakan buah khuldi, Iblis memiliki kesempatan untuk menggoda Adam dan Hawa. Namun, ketika akan masuk ke surga, Iblis dihalangi oleh malaikat. Namun, dengan tipu muslihatnya, Iblis kemudian mendatangi seekor ular, yang waktu itu ia adalah hewan yang mempunyai empat kaki seperti unta, dan ia adalah hewan yang paling bagus bentuknya. Setelah berbasa-basi, Iblis lalu masuk ke mulut ular dan ular itu pun masuk ke surga sehingga Iblis lolos dari pengawasan malaikat.'' Karena itulah, mereka semua akhirnya diusir dari surga.


Ketika diturunkan dari surga, Adam terpisah dengan istrinya, Hawa. Sejumlah sumber menyatakan, Adam di turunkan di India, sedangkan Hawa di Jeddah. Dan, dalam upayanya mencari Hawa, Allah memerintahkan Adam untuk melaksanakan haji ke Baitullah (Ka'bah) di Makkah.


Sebagaimana diterangkan dalam Alquran surah Ali Imran ayat 96, Ka'bah adalah tempat ibadah pertama yang dibangun di atas bumi ini. Menurut beberapa riwayat, Ka'bah pertama kali dibangun oleh malaikat, yang kemudian dilanjutkan oleh Nabi Adam AS.


Setelah terpisah selama 40 hari, keduanya dipertemukan kembali oleh Allah SWT di Jabal Rahmah. Nabi Adam dan Hawa memulai hidup yang baru di bumi. Nabi Adam juga berlajar bercocok tanam.Allah juga memberikan keturunan bagi Nabi Adam dan Hawa. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa anak-anak dari Adam dan Hawa lahir kembar berpasang-pasangan.


Sebagai khalifah di Bumi, Adam juga diangkat sebagai Nabi dan Rasul yang bertugas berdakwah di Bumi. Adam menyampaikan dakwah kepada istri dan anak-anaknya mengenai ajaran keimanan kepada Allah SWT.


logo Gaya Hidup


MASUK DAFTAR


Home


Nasional


Politik Hukum & Kriminal Peristiwa


Internasional


Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika


Ekonomi


Olahraga


Sepakbola Moto GP F1 Raket


Teknologi


Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Otomotif


Hiburan


Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom


Gaya Hidup


Kesehatan Kuliner Wisata Tren


Fokus


Kolom


Aku & Jakarta


Music at Newsroom


Terpopuler


Infografis


Foto


Video


TV


Indeks

__ADS_1


Download Apps


Ikuti Kami


Home Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Hiburan Gaya Hidup Fokus Kolom Terpopuler Infografis Foto Video Indeks


Home Gaya Hidup Ragam Gaya Lainnya


Kisah Nabi Adam AS, Manusia Pertama yang Diciptakan Allah


Tim, CNN Indonesia


Jumat, 24/04/2020 17:01


Bagikan :


ILUSTRASI KISAH NABI - NABI ADAM


Ilustrasi. Banyak hikmah yang bisa diambil dari kisah Nabi Adam AS yang diturunkan sebagai khalifah atau pemimpin di muka Bumi. (CNN Indonesia/Fajrian)


Jakarta, CNN Indonesia -- Nabi Adam AS merupakan manusia pertama yang diciptakan Allah. Adam diciptakan untuk menjadi khalifah atau pemimpin di muka bumi. Ada banyak hikmah yang bisa dipetik dari kisah Nabi Adam AS.


Suatu ketika, Allah SWT memberitakan kepada para malaikat bahwa Ia akan menciptakan makhluk dari bangsa manusia. Makhluk ini diciptakan dari tanah di Bumi yang nantinya juga akan menjadi khilafah di Bumi. Kisah ini terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 30.


"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada pada malaikat, 'Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi'," terjemahan surat Al-Baqarah ayat 30.


Allah pun memerintahkan para malaikat untuk mengambil tanah di muka Bumi. Malaikat Izrail berhasil menjalankan tugas dari Allah untuk mengambil sari pati tanah di Bumi.


Lihat juga:Doa dan Amalan Malam Nisfu Sya'ban 2020 di Rumah


Allah lalu menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling sempurna. Manusia diberi akal, tubuh, dan jiwa. Allah melengkapi ciptaan itu dengan meniupkan ruh Nabi Adam.


"Saat ruh di mulut, Adam bersin sambil mengucapkan 'Alhamdulillah' segala puji bagi Allah. Itulah ucapan pertama dari seorang Adam, manusia pertama di Saga. Allah menyambut ucapan Adam dengan menjawab 'Yarhamukallah', Rahmat Allah atasmu," dikutip dari buku The Prophets: Kisah Hikmah 25 Nabi Allah karya Nian Noviyanti.


Allah melengkapi Nabi Adam dengan ilmu pengetahuan. Para malaikat pun diminta untuk bersujud sebagai bentuk penghormatan pada Adam. Saat semua malaikat bersujud, ada makhluk berupa iblis dari bangsa jin yang menolak untuk bersujud.


Iblis menolak untuk bersujud karena merasa lebih baik dari manusia karena diciptakan dari api. Mendengar jawaban itu, Allah lalu mengutuk iblis dan mengusir mereka dari surga.


Lihat juga:Makna dan Hikmah Isra Miraj di Tengah Pandemi Corona


Nabi Adam pun berdiam dan hidup di surga selama beberapa waktu. Suatu ketika Adam merasa kesepian dan Allah pun menciptakan Hawa untuk menemani Adam.


Adam pun menikahi Hawa dan mengizinkan mereka berdua tinggal di surga dengan syarat tidak mendekati pohon khuldi.


Bertahun-tahun Adam dan Hawa mematuhi aturan itu hingga setan perlahan terus mencoba merayu mereka dengan tipu daya.


Tipu daya berhasil, Nabi Adam lalu memetik buah pohon tersebut dan memakannya bersama Hawa.


Namun, setelah itu Adam dan Hawa langsung dihinggapi rasa bersalah dan aurat mereka tiba-tiba terbuka.


Karena melanggar perintah itu, Allah SWT lalu memerintahkan Adam dan Hawa turun ke Bumi. Adam dan Hawa diturunkan di tempat yang berbeda. Selama 40 tahun mereka saling mencari dan bertemu di Padang Arafah atau Jabal Rahmah, bukit yang penuh kasih sayang.


Ilustrasi. Ada banyak hikmah yang bisa dipetik dari kisah Nabi Adam AS, manusia pertama di Bumi. (iStockphoto/sguler)


Saat turun di Bumi, Adam meratapi kesalahannya. Adam dan Hawa memohon ampun kepada Allah dengan bertobat.


Bumi yang berbeda dibandingkan surga membuat Adam dan Hawa banyak belajar dari berbagai tantangan dan kesulitan. Mulai dari bercocok tanam, beternak, dan melindungi tubuh dari berbagai cuaca.


Adam dan Hawa juga membangun keluarga di Bumi dengan melahirkan hingga 40 anak. "Banyak riwayat yang menyebutkan anak-anak Nabi Adam dan Hawa dilahirkan secara kembar," dikutip dari Nabi Adam AS: Manusia dan Nabi Pertama di Bumi oleh Abu M Bintang dan Tim Divaro.


Sebagai khalifah di Bumi, Adam juga diangkat sebagai Nabi dan Rasul yang bertugas berdakwah di Bumi. Adam menyampaikan dakwah kepada istri dan anak-anaknya mengenai ajaran keimanan kepada Allah SWT.


Lihat juga:VIDEO: Bagaimana Sikap Umat Islam Terhadap Pemimpin Negara


Nabi Adam juga menghadapi persoalan antara anaknya, Qabil, yang membunuh Habil. Adam sangat murka terhadap Qabil.


Allah lalu mengaruniai Nabi Adam dengan anak laki-laki yang tidak memiliki saudara kembar, yang diberi nama Syits. Syits merupakan anak yang cerdas dan berakhlak baik. Keturunan Syits kelak melahirkan Idris.


Nabi Adam lalu jatuh sakit saat berusia 960 tahun dan berwasiat kepada Syits untuk meneruskan dakwah. Malaikat lalu mencabut nyawa Adam, memandikannya, mengafani, menyalatkan, dan menguburkannya.


revan "yah dia tidur" ucapnya saat melihat syasya tidur "pantas saja orang snacknya habis" lanjutnya


setelah itu revan mengangkat tubuh istrinya dan menidurkan nya di kasur king size kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2