
" kita keluar kota sekarang, kerumah jimy" ucap fatan memberi perintah agar pak sopir mengemudikan mobilnya menuju kediaman keluarga jimy
" baik tuan muda" balas pak sopir yang mengerti dan melajukan mobilnya menuju luar kota seperti keinginan sang majikan.
Di perjalanan fatan tampak sangat cemas pasalnya ia belum mengetahui kondisi jimy saat ini, ia telah menghubungi dika juga beberapa kali namun dika tak menjawabnya, ia juga menghubungi tuan adhitama namun ponselnya tidak aktif, semua orang yang fatan kenal di keluarga itu berusaha ia hubungi namun tak ada yang menjawabnya sama sekali hal itu membuat fatan semakin cemas begitu pula dengan fina yang juga kelihatan sangat cemas.
Sebelumnya fatan telah mengirimkan seseorang ke rumah sakit untuk mengurus kepergiannya dari sana, ia tidak ingin ada masalah nantinya.
Perjalan yang ditempuh selama kurang lebih tiga jam itu diiringi dengan kecemasan yang menguasai seluruh rongga rasa yang dimiliki jiwa, sepasang kekasih itu begitu cemas terhadap teman mereka yang hingga sekarang belum diketahui kabarnya.
" kenapa kak jimy tidak berada dirumah sakit jika memang ia mengalami kecelakaan?" tanya fina yang penasaran pada fatan
" saya tidak tau, biasanya jika tidak terlalu parah mereka akan merawatnya dirumah dengan dokter pribadi" jelas fatan
" berarti jika kak jimy berada dirumah sekarang berarti kondisinya tidak parah" ucap fina menangkap apa yang dikatakan fatan sebelumnya
" semoga saja begitu" balas fatan yang masih tak tenang meskipun ia telah mendengar spekulasi fina
" berapa lama lagi kita tiba disana?" tanya fatan pada pak supir
" sekitar tiga puluh menit tuan muda" balas pak supir
" percepat" perintah fatan
" baik tuan muda" balas pak supir yang menaikkan kembali kecepatan laju mobil mereka
Akhirnya kini mereka telah tiba di kediaman keluarga adhitama setelah melakukan perjalanan panjang yang memakan waktu sekitar tiga jam, penjaga mebukakan gerbang untuk fatan setelah melihat fatan di dalam mobil, setelah mobil terparkir di sekitar rumah mewah berwarna putih itu fatan segera turun dari mobil dan berlari kedalam untuk mencari keberadaan jimy disana, fina juga menyusulnya dari belakang.
Saat memasuki rumah betapa terkejut fatan melihat pemandangan di dalamnya, telah ada jenazah yang terbujur kaku disana, dengan orang-orang yang menagis disampingnya, bergegas fatan menghampiri jenazah yang terbaring tersebut, tampak tuan adhitama dan sang istri yang duduk di dekat jenazah itu, serta dika dan beberapa orang lainnya yang beradab disana
Fatan mendekat dan melihat sosok jenazah yang terbujur itu, brukkk!!! fatan jatuh terduduk sangking syoknya melihat jenazah yang wajahnya sudah tak dapat dikenali lagi itu.
" ayah?" panggil fatan pada tuan adhitama yang duduk diseberang jenazah itu, seolah ia menanyakan benarkah apa yang ia pikirkan bahwa jenzah itu adalah jimy, tuan adhitama yang mengerti maksud fatan menganggukkan kepalanya tanda ia membenarkan apa yang fatan pikiran, seketika sekujur tubuh fatan menjadi lemas begitu juga dengan fina yang berada di sampingnya.
__ADS_1
Tuan adhitama juga baru saja tiba dari bali ke kediamannya, setelah ia memutuskan untuk membuka restoran dan bisnis pariwisata sejak itulah beliau dan sang istri lebih memilih tinggal di rumah mereka yang ada dibali, sehingga rumah utama hanya di biarkan kosong dengan ditinggali pelayan saja yang selalu menjaga rumah itu, setelah mengetahui berita kecelakaan jimy, mereka membawanya kerumah utama.
Fatan hanya terduduk lemas di samping jasad jimy yang wajahnya tak bisa dikenali lagi akibat kecelakaan yang menimpanya.
" bagaimana ini bisa terjadi?" tanya fatan dengan lirih
" pagi ini bos sedang dalam perjalanan ke rumah ini dan megalami kecelakaan yang merenggut nyawanya, seseorang menghubungi saya setelah menemukan mobil bos yang mengalami kecelakaan" jelas dika yang mendengar pertanyaan fatan
" begitu.." ucap fatan lirih
Fina mengelus pundak fatan untuk memenangkannya yang terlihat masih sangat tak percaya atas apa yang terjadi pada jimy
" apa kita bisa lakukan segala proses sebelum pemakaman, karena nak fatan sudah disini" ucap tuan adhitama menanyakan apakah sudah bisa melakukan pemandian jenazah karena yang di tunggu yaitu fatan sudah tiba disana
" bisa, kasian jika jimy dibiarkan seperti ini lebih lama" ucap fatan menyetujui, sebelum jenazah jimy diangkat kepemandian fatan memegang tangan jimy untuk yang terkahir kalinya dengan rasa tak percaya fatan mengikuti serangkaian prosesnya hingga pemakaman.
Di pemakaman jimy yang terletak di area pemakaman khusus keluarga yang berada di sekitar kediaman tuan adhitama, terlihat fatan yang ditemani fina masih ada disana beserta tuan adhitama dan istri juga dika dan bagas, serta beberapa orang-orang tuan adhitama.
" saya sungguh tidak menyangka ini semua bisa terjadi padahal semalam kita baru saja dari apartemen bos" ucap M pada temannya
" bos akan selalu ada di hati kami semua" lanjut Bi yang dibalas anggukan oleh yang mendengarnya tanda mereka setuju akan perkataan Bi
" tuan muda, mari kita kembali" ucap dika menghampiri fatan yang masih duduk di samping makan jimy sejak tadi
" kalian pulanglah duluan, saya masih mau disini" ucap fatan menolak
Tuan adhitama memberi isyarat agar dika dan yang lainnya bisa kembali lebih dulu, biarkan fatan disana seperti yang ia inginkan
" kau juga kembalilah dulu dengan dika, saya masih ingin disini" fatan meminta fina juga kembali dengan dika karena ia pasti lelah
" tapi kak.." fina berat hati jika meninggalkan fatan disana, melihat fatan sangat sedih fina takut jika ia melakukan hal-hal bodoh lagi
" kembalilah nak, istirahatlah terlebih dahulu, saya akan disini menemaninya" ucap tuan adhitama meyakinkan fina, yang akhirnya fina pun menuruti keinginan kedua pria itu.
__ADS_1
" sayang kau juga kembalilah, aku akan menemaninya sebentar" tuan adhitama meminta istrinya juga untuk kembali agar bisa istirahat karena ia juga pasti lelah.
Kini mereka semua telah pergi hanya menyisakan fatan dan tuan adhitama yang memandangi makam jimy yang masih basah.
" ayah.. dia bohong... dia bilang tidak akan pernah pergi, tapi sekarang dia pergi ayah.." ucap fatan lirih dengan air mata yang sedari tadi ia tahan kini tak bisa lagi terbendung
" kau bohong.. cebol bangsat bangun... keluar dari sana, hentikan semua omong kosong ini... bangun bangsat.. bangun!!!" fatan berteriak sembari memukul-mukul makan jimy dengan kedua tangannya, tuan adhitama hanya menyaksikannya membiarkan fatan meluapkan segala emosinya agar membuatnya lebih tenang
"ku hitung sampai tiga jika kau tidak bangun aku akan benar-benar membunuhmu... bangun bangsat.. cebol sialan bangun... ku bilang bangun cebol.. bangun!!!" fatan berteriak kembali dengan masih memukuli makam jimy dengan tangannya
" bangun... kubilang bangun... bangunlah" kini fatan berucap dengan lirih sambil menagis, rasa kecewa, kehilangan semua berkecamuk dalam dirinya, sebuah perasaan yang mengakibatkan luka yang dalam baginya
" ayah mawarnya telah layu sekarang... aku harus bagaimana ayah..." ucap fatan pada tuan adhitama yang juga ia panggil ayah sejak jimy merawat fatan yang depresi akibat peristiwa kelam dengan lili kala itu
" tenanglah nak.. mawarnya tidak akan pernah layu.. aromanya akan selalu teringat dalam benak kita semua" ucap tuan adhitama denga lembut sembari meraih tubuh fatan yang masih terduduk di samping makan jimy
" dia pergi ayah... dia pergi... sekarang siapa yang akan bersama ku" ucap fatan dengan lirih
" kita semua disinikan... dika juga bagas akan selalu berada di sekitar mu... dia juga pasti menjaga mu kan... lagi pula ayah lihat menantu juga sangat memperhatikan mu" balas tuan adhitama mencoba menghibur fatan
" menantu?" ucap fatan tak mengerti
" iya... gadis yang tadi bersama mu" perjelas tuan adhitama
" dia belum menantu ayah... masih calon" balas fatan
" nanti saja kita bahas lagi, sekarang ayo kita kembali" ucap tuan adhitama yang dibalas anggukan oleh fatan tanda ia setuju
" aku kembali dulu... lihat saja jika aku bertemu arwahmu akan kuhajar kau meskipun itu hanya arwah, berani sekali kau pergi secepat ini" pamit fatan pada makam jimy yang membuat tuan adhitama tersenyum mendengar ucapan fatan barusan
" mereka sangat terikat" pikir tuan adhitama
Bersambung...
__ADS_1
Terimakasih bagi yang telah mampir 🤗 selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗