
Pagi hari saat akhir pekan di kediaman fatan terlihat ia sudah rapi dengan pakain santainya rencananya hari ini ia akan keluar dengan fina, entah kemana kedua insan yang sedang dimabuk cinta itu akan pergi mereka hanya ingin menghabiskan waktu bersama di luar, mengunjungi beberapa tempat yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu bersama.
Fatan yang sudah selesai bersiap-siap keluar dari kamarnya dan akan menunggu fina di ruang tengah, ia tampak tampan dengan pakaian santainya dengan mengguncir sebagaian rambutnya sebatas telinga selebihnya ia biarkan tergerai begitu saja, rambut panjangnya itu memperkuat pesonanya, tak terlalu lama fatan menunggu kini fina juga telah tiba di ruang tengah, gadis cantik itu menggunakan celana jeans dan baju kaos
" sudah?" tanya fatan setelah fina tiba di dekatnya
" iya sudah... ayo kita pergi sekarang" balas fina yang di setujui oleh fatan dengan manganggukan kepalanya
" kita pergi ya buk" pamit fatan pada bik rani yang berada sana
" iya tuan muda ... tolong jaga diri anda berdua dengan baik" balas bik rani menasehati
" baiklah" balas fatan
" ayo" lanjut fatan mengajak fina, belum sempat mereka tiba di pintu depan suri mengehentikan langkah fatan
" tuan muda.." panggil suri yang datang dari luar memanggil fatan dengan cukup keras sembari setengah berlari menghampiri fatan
" ada apa?" tanya fatan setelah suri tiba di hadapannya
" maaf menghentikan langkah tuan muda... saya dapat kabar dari pos satpam bahwa tuan besar ada disini dan beliau baru saja melewati gerbang utama" jelas suri terkait alasanya menghentikan manjikannya itu
" ada apa ayah datang jauh-jauh kesini?" tanya fatan dalam hati merasa heran dengan alasan mengapa tuan hendra datang menemuinya pagi ini padahal mereka tak memiliki janji bertemu sama sekali
" baiklah terimakasih, kau boleh pergi" balas fatan
__ADS_1
" baik tuan muda... saya permisi" balas suri dengan sedikit membungkuk kemudian kembali ke tempatnya semula
Tak berapa lama dari itu tuan hendra memasuki rumah dengan sang istri tercintanya yang cantik
" selamat pagi anakku" sapa tuan hendra setelah melihat fatan yang sedang berada di ruang tengah bersama fina
" pagi ayah..." balas fatan
"apa ada keperluan penting sehingga membuat ayah datang jauh-jauh kesini?" tanya fatan langsung
" kenapa bertanya seperti itu, apa seorang ayah harus memiliki janji juga agar bisa melihat putranya?" balas tuan hendra balik bertanya
"bukan begitu.. biasanya ayah sangat sibuk" balas fatan
” buk tolong siapkan minum untuk ayah" selanjutnya fatan meminta bik rani mengambilkan minuman untuk tuan hendra dan juga lili yang sedari tadi ada di samping tuan hendra namun fatan tak menggubris keberadaannya sama sekali, membuat dirinya tak peduli bahwa wanita yang pernah menjadi bagian dari cerita masa lalunya ada di hadapannya sekarang dan mengitari kehidupannya setiap hari dengan menjadi ibu tirinya kini.
Fatan duduk berhadapan dengan sang ayah, sementara fina hendak pergi dari sana karena merasa itu adalah pembicaraan atar keluarga dan ia merasa tak pentas berada disana, baru saja ia akan beranjak fatan mengehentikan langkahnya dan memintanya untuk ikut duduk bersamanya disana
" tidak perlu pergi.. duduklah disini" ucap fatan sembari menepuk tempat duduk tepat di sebelah kirinya, dengan sungkan dan tak ingin berdebat fina menuruti keinginan fatan dan memilih untuk duduk di sebelahnya, sempat tersirat senyum kemenangan pada wajah lili yang tak di ketahui oleh siapapun setelah melihat kedekatan fatan dan gadis utusannya itu.
" aku menang" pikir lili penuh kesenangan
" hanya tinggal beberapa langkah lagi dan semuanya akan selesai" lili masih merasakan aura kemenangan menyelimuti dirinya karena gadis suruhannya telah berhasil mengambil alih hati pria dingin yang dulu pernah menjadi kekasihnya itu.
" permisi tuan muda ini minuman dan cemilannya" ucap bik rani datang dengan dua orang pelayan wanita yang membawakan minuman dan cemilan
__ADS_1
" terimakasih" ucap fatan setelah kedua pelayan itu meletakannya di atas meja
" ada yang lain tuan muda?" tanya bik rani memastikan kembali apakah tuan mudanya itu memerlukan sesuatu yang lain
" tidak... ibu boleh pergi" balas fatan
" baiklah... kalau begitu saya permisi tuan muda... tuan besar" pamit bik rani kemudian melenggang menuju dapur
" dia merawatmu dengan sangat baik" ucap tuan hendra setelah bik rani pergi
" tentu saja" balas fatan agak kurang senang atas perkataan tuan hendra
" apa tujuan ayah datang kesini tanpa pemberitahuan dulu?" tanya fatan langsung, ia memang tipe orang yang tidak suka berbasa-basi
" ayah terlalu sibuk jika datang hanya untuk menyapakan?" lanjut fatan karena tuan hendra tak kunjung menjawab dan malah menikmati minuman yang disuguhkan
" ayah hanya khawatir padamu, setelah kejadian saat itu kau pergi begitu saja dari rumah dan tak pernah berbicara dengan ayah hingga sekarang" jelas tuan hendra
" apa kau masih marah pada ayah?" lanjut tuan hendra bertanya
" ayah datang hanya untuk membicarakan ini?" balik tanya fatan
Bersambung...
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗
__ADS_1