Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 36 Rencana


__ADS_3

Terlihat di kantor fatan sedang melamun sembari senyum-senyum sendiri sangking asik dengan lamunannya hingga fatan tak menyadari kehadiran jimy disana


" ehem.." jimy bedehem agar fatan menyadari kahadirannya, fatan yang mendengar suara langsung tersadar dari lamunannya dan melihat jimy sudah ada disana


" apa?" tanya fatan saat melihat jimy


" hanya mengantarkan beberapa berkas" jawab jimy sembari menyodorkan berkas yang bawa


" aku permisi" lanjut jimy setelah fatan menerimanya


" sudah mau pergi ya?" tanya fatan


" iya" jawab jimy singkat


" pesta ulang tahun ayah sebentar lagi" ucap fatan


" aku ingat... apa kau yang mengatur pestanya seperti sebelumnya?" tanya jimy


" entahlah... kurasa tidak, sekertaris ayah belum menghubungi ku" jawab fatan


" ku pikir tuan hendra akan menggunakan momen ini untuk memperkenalkan istrinya pada publik" ucap jimy


" sepertinya akan begitu" balas fatan


" ada hal lain yang ingin kau bicarakan denganku?" tanya jimy


" tidak, hanya itu saja" jawab fatan


" boleh aku pergi sekarang?" tanya jimy lagi


" iya" jawab fatan


" kalau begitu aku kembali kerja dulu, kita akan bicarakan hal ini setelah pulang kantor saja" ucap jimy dan langsung keluar dari ruang kerja fatan


sementara itu di tempat lain tepatnya dirumah tuan hendra terlihat tuan hendra dan lili sedang duduk bersama sepertinya sedang bersantai di ruang keluarga


" ulang tahun mas sebentar lagikan?" tanya lili pada tuan hendra


" seminggu lagi" jawab tuan hendra


" lili ingin merayakannya, apa boleh mas?" tanya lili


" tentu saja, mas sudah merencanakan untuk memperkenalkan kamu pada semua orang saat pesta ulang tahun mas nanti" jelas tuan hendra


" apa!! memperkenalkan ku?" tanya lili dengan suara kaget


" kenapa terkejut begitu, apa kamu tidak mau mas kenalkan pada teman-teman mas?" tanya tuan hendra balik


" maaf mas lili kaget abisnya mas tiba-tiba bilangnya" balas lili dengan suara manjanya


" jadi kamu maukan?" tanya tuan hendra


" tentu saja lili mau mas" jawab lili


" emm.... mas lili saja yang mengatur pestanya ya?" tanya lili


" bukanya itu merepotkan, mas tidak mau kamu lelah?" tanya tuan hendra balik

__ADS_1


" tidak apa-apa mas, lili senang bisa dapat kesempatan untuk mengatur pesta ulang tahun mas" jawab lili


" kamu yakin?" tanya tuan hendra lagi


" iya mas" jawab lili sembari menganggukan kepalanya


" ya sudah, tapi jangan terlalu memaksakan diri" balas tuan hendra menasehati


" tidak apa-apa mas, biar aku melakukan sesuatu untuk mas juga" balas lili meyakinkan


" baiklah jika kamu yakin" balas tuan hendra


" tapi lili tidak tau siapa saja yang tamu undangannya mas" ucap lili


"urusan daftar tamu biar pak budi yang mengurusnya, kamu urus saja pestanya" jelas tuan hendra


" iya mas" balas lili


Setelah perbincangan mereka selesai, tuan hendra dan lili melanjutkan bersantai dengan ditemani secangkir teh, beberapa waktu berselang kini terlihat tuan hendra sedang berada di ruang kerjanya dan pak budi sudah ada disana


" budi tolong bantu nyonya mengurus pesta ulang tahun saya, tolong listkan tamu-tamu yang penting saja" perintah tuan hendra pada pak budi


" baik tuan, laksanakan" jawab pak budi


" ada lagi yang anda butuhkan tuan?" tanya pak budi


" cukup, kau boleh pergi" jawab tuan hendra


" baik tuan, jika begitu saya permisi menemui nyonya terlebih dahulu" pamit pak budi


" silahkan" jawab tuan hendra


" permisi nyonya" sapa pak budi


" ah.. pak budi" ucap lili setelah melihat pak budi


" ya, saya nyonya" balas pak budi


" maaf nyonya, tadi tuan besar sudah membicarakan debgan saya perihal pesta ulang tahun tuan besar" ucap pak budi


" jadi mas hendra sudah memberi tahu pak budi?" tanya lili


" sudah nyonya" jawab pak budi


" jika begitu mohon bantuannya pak budi" ucap lili


" baik nyonya, mohon kerjasamanya" balas pak budi


" ada lagi yang ingin pak budi katakan?" tanya lili


" begini nyonya, terkait tamu undangan apakah nyonya akan mengundang teman atau kerabat nyonya, jika ia biar saya susun daftar tamunya?" tanya pak budi


" tidak ada pak" jawab lili


"kalau begitu saya akan atur masalah ini" ucap pak budi


" oiya pak budi, undangan untuk tuan muda biar saya yang sampaikan sendiri" ucap lili

__ADS_1


" baik nyonya... jika begitu saya permisi dulu nyonya, selamat siang" pamit pak budi yang di balas anggukan kepala oleh lili


" sampai jumpa lagi sayang, aku akan membuat pesta kali ini tak terlupakan olehmu" ucap lili dalam hati sembari menyeringai licik


Kini waktu sudah menunjukkan jam pulang kerja dan hari ini fatan pulang tepat waktu kerumah bersama jimy


" menurut mu aku harus memberikan hadiah apa untuk ayah?" tanya fatan pada jimy setelah mereka berada di ruang tamu rumah fatan


" entahlah, aku tak yakin" jawab jimy yang terlihat sedang berpikir


" bagaimana denganmu?" tanya fatan pada jimy


" apanya?" balik tanya jimy


" maksud ku hadiahnya" jelas fatan


" bagaimana mungkin aku memikirkan hadiah jika kehadiran ku saja belum pasti" jawab jimy


" kau akan datang" balas fatan memastikan jimy akan hadir di pesta ulang tahun tuan hendra


" aku tak yakin" balas jimy yang masih ragu, pasalnya baru tahun ini pesta ulang tahun tuan hendra tidak diselenggarakan oleh mereka berdua, jadi jimy tak tau apakah akan mendapatkan undangan atau tidak


" perihal kado ulang tahun coba kau minta saran pada fina saja, mungkin dia punya ide yang bagus" ucap jimy


" kau tau aku sangat malas pergi kerumah itu" ucap fatan dengan lesu


" sudahlah ini acara ulang tahun ayahmu, kesampingkan urusan pribadi mu dulu, datanglah agar ayahmu tak kecewa" nasehat jimy pada fatan


Sementara jimy dan fatan sedang berbincang di ruang tamu, terlihat dari sudut lain fina sedang mengamati mereka berdua, dalam pikiran fina bertanya-tanya tentang kedekatan jimy dan fatan, yang membuatnya semakin penasaran tentang hubungan apa yang mereka miliki


" hayo sedang menguping ya?" terdengar suara dari belakang fina yang sontak membuat fina kaget dan berbalik, ternyata itu tika, salah satu pelayan yang bekerja dirumah fatan


" ish... tika ngagetin aja" balas fina sambil menepuk badan tika dengan pelan karena sudah mengagetkannya


" lagi ngintipin siapa sih?" tanya tika sambil mendongakkan kepalanya kearah fina melihat dan terlihatlah jimy dan fatan sedang berbincang


" lagi ngintipin tuan muda ternyata" lanjut tika setelah ia melihat jimy dan fatan


" kenapa sepertinya ada yang ingin kamu tanyakan?" tanya tika saat melihat ekspresi wajah fina yang seperti ingin bertanya


" aku hanya merasa heran dengan kedekatan mereka berdua" jawab fina


" awalnya aku juga begitu, tapi sekarang sudah tidak lagi" balas tika


" jadi kau juga tidak tau kisah dibalik kedekatan mereka?" tanya fina


" tidak sama sekali, yang aku tahu mereka hanya teman sejak lama, itu saja" jawab tika


" jika pertanyaan mu sudah habis aku pergi melanjutkan pekerjaan dulu?" lanjut tanya tika


" ah baiklah, maaf mengganggumu" ucap fina


" aku semakin penasaran tentang semua ini" pikir fina yang masih menatap jimy dan fatan dari kejauhan


Bersambung.....


" mungkin aku tak seindah senja namun kasih sayangku bisa lebih dalam dari samudra"

__ADS_1


selamat menikmati 😁 semoga kita bisa bertemu di kolom komentar 😁😁


salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰


__ADS_2