
Seperti yang telah direncanakan kemarin, hari ini fatan pergi dengan fina keluar kota menuju kediaman keluarga jimy, mereka berangkat sangat pagi agar bisa tiba lebih cepat disana, sebelumnya fatan juga telah membelikan beberapa hadiah untuk penghuni rumah perlindungan mulai dari anak-anak hingga lansia semuanya ada.
" aku tidak sabar melihat mereka" ucap fina yang tak sabar ingin melihat anak-anak yang dibicarakan fatan sebelumnya
" sebentar lagi kita akan tiba" balas fatan yang duduk tepat di sebelah fina di kursi belakang
" apa tempatnya sangat jauh?" tanya fina lagi yang sudah tak sabar
" tidak rumah perlindungan tempat berada di depan rumah jimy" balas fatan
" benarkah... apa rumah besar yang ada di sebrang jalan itu?" tanya fina penuh selidik
" iya.. itu rumah perlindungan, disana tidak hanya ada anak-anak bahkan remaja dan lansia pun ada disana" balas fatan menjelaskan
" benarkah?" ucap fina tak percaya
" tentu saja... mereka semua sudah seperti keluarga bagi jimy, bagitu juga bagi mereka jimy adalah kakak dari para remaja, anak dari para lansia dan ayah dari para anak-anak" balas fatan sangat senang membicarakan sosok jimy pada fina
" sepertinya kak jimy benar-benar sangat disayangi ya" balas fina dengan tersenyum lebar mengingat sosok jimy juga
" dia bisa mengambil hati setiap orang yang melihatnya" balas fatan tak menyanggah ucapan fina
" permisi tuan muda kita hampir tiba" ucap pak supir di tengah pembicaraan sang majikan dengan kekasihnya
" begitu ya.. baiklah" balas fatan mengerti
Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga jam kini fatan sudah benar-benar tiba di kediaman keluarga jimy yang tentu saja ia sudah di tunggu oleh bagas dan dika disana
" selamat datang di kediaman tuan adhitama" ucap bagas menyambut kedatangan fatan dan fina
" hai manis sudah lama ya sejak kita bertemu, bagaimana kabarmu?" tanya bagas sedikit genit pada fina
" aku baik pak, senang bisa bertemu bapak lagi" balas fina dengan diiringi senyum manisnya
" pak... hahahaha.. cocok sih" dika tertawa karena fina memanggil bagas dengan sebutan pak
" sudah ku bilangkan, jangan panggil pak.. panggil mas kek atau apalah kalau panggil sayang juga boleh" balas bagas kembali menggoda fina, mendengar itu fatan berdehem memberi tanda bahwa dirinya juga ada disana
" sorry-sorry aku cuma bercanda" ucap bagas sembari memegang kedua telinganya
" ayo masuk dulu kalian pasti lelah" dika mempersilahkan mereka untuk masuk kedalam rumah
__ADS_1
" apa ayah adhitama ada di sini?" tanya fatan
" tuan baru saja kembali dua hari yang lalu" balas dika
" kalau begitu aku langsung ke makam saja" balas fatan
" apa kamu ikut saya kemakam?" tanya fatan pada fina
"jika kamu lelah kamu bisa istirahat dulu didalam sebelum kerumah perlindungan, sembari menunggu saya kembali dari makam" lanjut fatan mengusulkan
" tidak apa-apa aku juga mau ikut ke makam" balas fina yang juga ingin ikut ke makam jimy
"baiklah kalau begitu aku akan menemani kalian ke makam" bagas menawarkan diri
" baiklah" balas fatan mengerti
" aku akan terlebih dahulu kerumah perlindungan untuk memastikan kembali semuanya" ucap dika pamit pergi kerumah perlindungan yang berada tepat di depan rumah keluarga jimy
" oke" balas fatan mengerti
" pak tolong jaga mereka ya.." dika meledek bagas sebelum ia pergi
" sialan kau.." gerutu bagas kesal karena dika mengejeknya, melihat kekesalan temannya itu dika malah tertawa puas.
" sudah.. ayo" ucap fatan setelah mengambil setangkai mawar itu
Bagas berjalan lebih dulu menuju makam jimy yang terletak di area makam keluarga yang masih berada di sekitar rumah keluarga jimy, tak butuh waktu lama kini mereka telah tiba di makam jimy yang baru berusia dua minggu itu, fatan tampak sedih melihat rumah temannya itu kini yang hanya berupa segunduk tanah, fatan mendekat kearah makam jimy dan berjongkok di samping makam temannya itu, sembari mengusap-usap nisan makam jimy, fatan meneteskan air matanya lagi, ia tak bisa menahannya entah dimana pria dingin yang sering fina lihat saat itu.
" hei.. apa kabar.. aku datang, ini untukmu" fatan meletakkan setangkai mawar putih itu diatas makam jimy sembari berusaha mengendalikan dirinya
" kau pasti tidak lupa kalau hari ini hari ulang tahunkukan, mana mungkin kau lupa" lanjut fatan berbicara dengan makam jimy
" oiya.. aku berencana mengunjungi anak-anak mu saja di ulangtahun kali ini, memberikan mereka beberapa hadiah mereka pasti akan senangkan" ucap fatan
" aku boleh tanya sesuatu... apa kau menyiapkan hadiah untukku, jika iya boleh ku minta kau datang kemimpiku saja sebagai hadiah ulangtahun ku" lanjut fatan dan terdiam sejenak setelah mengatakannya
" ya sudah aku pergi sekarang ya, aku tidak bisa ngobrol lama denganmu kasihan kekasihku menunggu lama" ucap fatan pamit
" saya sudah selesai ayo kita pergi" ucap fatan pada fina
" sebentar aku ingin bicara pada kak jimy dulu" ucap fina yang berjalan mendekat ke makam jimy
__ADS_1
" kak jimy tenang saja aku akan menjaganya dengan baik, kami pergi dulu ya kak" ucap fina sembari mengelus nisan makam jimy
Setelahnya mereka pergi dari sana menuju kerumah perlindungan seperti rencana awal, setibanya disana semua orang menyambut fatan dengan tersenyum senang dan menyanyikan lagu selamat ulangtahun untuk fatan, disana juga ada pak kasim dan buk mita.
" Selamat ulang tahun paman" ucap anak-anak sembari memberikan seikat bunga pada fatan
" terimakasih kasih anak-anak" balas fatan terlihat senyum hangat di wajahnya, fina merasa senang melihat pemandangan itu pasalnya sangat jarang fatan tersenyum seperti itu
" siapa gadis cantik di sebelahmu itu nak, apa dia istrimu?" tanya seorang nenek yang melihat fina berdiri di samping fatan
" kamu sudah menikah nak, istrimu cantik sekali" timpal seorang kakek ikut memuji fina
" ah ini.. kenalkan dia fina nek pacar saya.. kami masih belum menikah" balas fatan
" halo nenek, kakek perkenalkan saya fina" ucap fina memperkenalkan dirinya dengan sedikit membungkuk, para orang tua itu mengangguk mendengar fina
Pesta pun diadakan hanya makan-makan bersama penghuni rumah perlindungan, bermain, bercanda membuat suasana semakin menyenangkan apalagi bagi fina yang baru pertama kali berkunjung kesana, pada akhirnya sebelum pulang fatan memberikan sedikit hadiah kecil untuk mereka semua.
" paman terimakasih aku suka hadiahnya, apa paman akan pulang sekarang bersama kakak cantik ini?" ucap seorang anak laki-laki pada fatan
" iya.. paman pulang sekarang, besok paman harus bekerja, kalian baik-baik ya disini" balas fatan sembari tersenyum
" iya paman... kami akan baik-baik disini, kami ingin seperti ayah menjadi orang yang hebat dan juga ingin seperti ayah besar juga" balas anak laki-laki itu yang menyebut jimy ayah dan tuan adhitama ayah besar
" bagus.. ayah pasti bangga dengan kalian" ucap fatan
Setelahnya fatan berpamitan pada para penghuni rumah perlindungan, dika dan bagas mengantarkan mereka berdua menuju mobilnya.
" terimakasih kalian sudah bekerja keras untuk ini semua" ucap fatan berterimakasih pada dika dan bagas
" ini bukan apa-apa, jika kau perlu bantuan lain hubungi saja kami" balas bagas
" baiklah, sekali lagi terimakasih kalian terlalu banyak ku repotkan" balas fatan merasa tak enak jika merepotkan kedua orang itu lagi
" tidak apa-apa, kami senang bisa menolongmu" balas bagas
" oiya ini kejutanmu" dika memberikan sebuah kado pada fatan
" apa ini?" tanya fatan tak mengerti
" ini hadiah dari bos sebelum ia kecelakaan" balas dika
__ADS_1
Bersambung...
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗