Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 46 Titik Terang


__ADS_3

" seorang pelayan" potong pak budi


" benar!!!" balas jimy yang membenarkan tebakan pak budi tentang pelaku yang mereka curigai


"apakah yang menyiapkan pesta adalah pelayan baru?" tanya jimy


" tidak, semua dilakukan oleh pelayan yang sudah bekerja disana" jawab pak budi


" jika begitu pelakunya adalah salah satu pelayan yang ada dirumah itu" balas jimy


" jika benar begitu, sepertinya langkah kita sudah tepat untuk tidak menyebar luaskan penyelidikan ini" ucap pak budi


" benar pak... jika kita bisa menangkap pelaku maka kita akan tau siapa otak dari rencana ini dan juga mitof beserta sasarannya yang pasti" balas jimy


" nak jimy benar, tapi ini takkan mudah, jika pelakunya berasal dari dalam rumah maka yang menjadi otaknya pasti orang yang telah mengenal kita" balas pak budi


"bapak benar, berarti orang itu juga bisa memperkirakan gerak gerik kita" balas jimy


" jika benar itu artinya kita harus lebih berhati-hati, agar target tak lepas" balas pak budi yang di setujui jimy dengan menganggukkan kepalanya


" apa tuan hendra tau tentang ini?" tanya jimy


" tentu tidak, bapak takut membuat tuan hendra banyak pikiran, hal itu bisa memperburuk kondisi beliau" jawab pak budi yang membuat jimy lega mendengar jawbannya


" seperti kesepakatan kita sebelumnya tak ada orang yang boleh tau tentang penyelidikan ini, jadi bahkan orang-orang yang berada dirumah juga tidak tau tentang ini" lanjut jelas pak budi, yang membuat jimy semakin lega bahwa lili tak tau tentang penyelidikan ini, karena jujur jimy mencurigai lili ada dibalik insiden yang menimpa fatan


" bapak akan mencari tau siapa pelakunya dari dalam" ucap pak budi


" maka saya akan cari dari bagian luar pak, agar lebih cepat menemukan pelakunya" balas jimy, yang di setujui oleh pak budi


" bapak akan berikan daftar nama pelayan yang bekerja dirumah tuan hendra" balas pak budi


" oke pak" balas jimy


Setelah pembicaraan dan perumusan yang mereka lakukan akhirnya pak budi berpamitan pada jimy karena masih banyak pekerjaan yang harus dilakukannya


" jika begitu bapak permisi dulu" pamit pak budi


" terimakasih sudah datang kemari pak" balas jimy yang mengantarkan pak budi ke pintu apartemennya, sebelumnya jimy telah menawarkan untuk mengantarkan pak budi ke lobby tapi pak budi menolaknya.


Setelah pak budi pergi dari apartemennya, jimy langsung menghubungi bagas untuk membuat janji bertemu


" kenapa kau menghubungiku?" tanya bagas dari balik telpon


" aku ingin bertemu" jawab jimy


" kapan?" tanya bagas lagi


" secepatnya" jawab jimy


" aku sedang di butik, kau dimana?" tanya bagas

__ADS_1


" di apartemen" jawab jimy


" aku akan kesana sebentar lagi" balas bagas


Mendengar itu jimy langsung menutup telponnya dan menghempaskan dirinya ke atas ranjang, terlihat ia sangat lelah karena semalam ada insiden yang sangat menguras emosinya, tanpa jimy sadari ternyata ia tertidur sangking lelahnya


Terdengar bunyi bel di depan pintu apartemen jimy, ia pun tersadar dari tidurnya akibat bunya bel itu dan langsung membuka pintu, didapatinya bagas yang datang


" ternyata kau, masuklah" ucap jimy mempersilahkan bagas masuk


" kau baru bangun ya?" tanya bagas yang melihat jimy seperti seseorang yang baru saja bangun tidur


" begitulah... sepertinya aku tertidur setelah menghubungi mu tadi" jawab jimy


" kau ingin minum sesuatu?" tanya jimy yang berniat membuatkan bagas minuman


" sepertinya aku lapar, bukan haus" jawab bagas


" dasar kau ini, aku hanya menawarkan mu minuman" balas jimy yang pada akhirnya memakai celemek sepertinya dia akan memasak


" kau tau ini sudah masuk waktu makan malam, dan kau malah menyuruhku kesini, aku belum makan apapun sebelum kesini dan aku sangat lapar" bagas mengomel


" tunggulah aku akan memasak sebentar" balas jimy agar bagas berhenti berceloteh


" benarkah...." balas bagas yang girang


" kau tau, masakan mu selalu saja enak" lanjut bagas


" kau bisa melakukan semuanya, aku jadi bertanya-tanya apa yang tidak bisa kau lakukan" celoteh bagas yang membuat jimy jengkel mendengarnya


" yang tidak bisa kulakukan ya.... membunuh mu" ucap jimy dengan diiringi senyum manisnya, hingga membuat bagas bergidik ngeri


" kenapa kau?" tanya jimy yang melihat bagas bergidik ngeri


" kau menyeramkan" balas bagas


" aku yang semanis ini menyeramkan" jawab jimy masih dengan senyum manisnya


" kau mengancam membunuh seseorang dengan tersenyum begitu, bagiku itu lebih menyeramkan dari pada film horor" balas bagas


" begitu ya... ini makanlah" balas jimy sembari menyodorkan sepiring makanan pada bagas


" kau tidak menaruh racun kan" ledek bagas


" aku menaruhnya, agar kau cepat ke alam baka" balas jimy


" makan saja, kau terlalu cerewet" lanjut jimy


" dia juga cerewet tapi malah mengatakan orang lain cerewet" gumam bagas


Setelah semua drama yang mereka lalui, akhirnya mereka tiba pada titik pembicaraan serius yang membuat jimy memanggil bagas

__ADS_1


" kau tau insiden yang menimpa fatan?" tanya jimy


" tentu saja kau sudah memberi tahu ku tadi siang" jawab bagas


" dengar! aku bersama pak budi menyelidiki insiden ini, dan menemukan bahwa ini sabotase" jelas jimy


" apa!!!" ucap bagas kaget


Setelah menceritakan semuanya secara detail pada bagas, jimy memberikan daftar nama pelayan yang bekerja di rumah tuan hendra


" lihat ini adalah daftar nama-nama pelayan yang bekerja di rumah tuan hendra, aku ingin kau menyelidiki mereka semua" perintah jimy yang langsung disetujui oleh bagas


" baik" balas bagas


" ini tampak sederhana, tapi sebenarnya ini sangat rumit" ucap jimy


" aku tau, karena pelakunya kemungkinan besar adalah orang yang mengenal keluarga tuan hendra atau bahkan orang terdekat mereka" balas bagas yang tau maksud dari perkataan jimy barusan


" seperti biasa lakukan dengan cantik" perintah jimy


" siap bos" jawab bagas dengan sigap


" apa kau sudah menemukan titik tentang pencarian mu terhadap lili?" tanya bagas


" sejauh ini belum ada, wanita ular itu bermain sangat cantik" balas jimy sembari mengusap kasar wajahnya


" kau harus tenang, jangan sampai kau salah langkah" balas bagas menenangkan jimy


"kau benar, aku jadi sedikit terburu-buru, hingga tak membuatku berpikir dengan jernih" balas jimy membenarkan ucapan bagas


" kau kan memang suka mengamuk dulu baru berpikir" ledek bagas yang membuat jimy diam, pasalnya apa yang dikatakan bagas benar bahwa jimy sering mendahulukan emosinya jika itu berkaitan dengan fatan


" aku tak menyangkalnya" balas jimy


" kau menyebut wanita itu sebagai ular, lalu kau sebut apa dirimu, kau bisa lebih kejam, lebih licik bahkan lebih mengerikan dari seekor ular yang paling berbisa sekalipun" ucap bagas


" jadi itu alasan kalian memberiku julukan si bunga mawar" balas jimy


" bukan kami yang memberimu julukan itu, tapi pria itu" balas bagas, jimy yang mendengar itu hanya tersenyum karena dia tau siapa orang yang dimaksud bagas


" sepertinya kau punya banyak waktu untuk melantur lebih baik kau kerjakan tugasmu" ucap jimy yang tak ingin mendengar celoteh bagas lagi


" bisakah aku istirahat sebentar lagi" balas bagas yang mencoba memelas


" tidak!!! pergilah sekarang" balas jimy yang menyuruh bagas pergi


" baiklah" jawab bagas dan pergi meninggalkan apartemen jimy


Bersambung....


Selamat menikmati 😁 semoga kita bisa bertemu di kolom komentar 😊

__ADS_1


Salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰


__ADS_2