Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 123 Karena mu


__ADS_3

Setelah kejadian di restoran kemarin malam fatan sama sekali tak membicarakannya dan juga tak ada perubahan dalam sikapnya, sepertinya ia benar-benar tak memikirkan kejadian malam itu, fina juga tak membicarakan kejadian malam itu.


Pagi ini di kamar fatan, fina sedang memasangkan dasi untuk kekasihnya itu seperti biasanya, meskipun sering menghabiskan waktu bersama namun mereka tak seperti pasangan pada umumnya, mereka hanya saling diam jika tak ada yang benar-benar ingin dikatakan, sama halnya dengan pagi ini terasa sunyi, damai dan menenangkan.


" saya ingin mengunjungi makam jimy pada akhir pekan" ucap fatan memecah keheningan itu, fina mendongak untuk melihat wajah fatan, ia mengeryitkan dahinya pertanda menunggu fatan meneruskan kalimatnya


" saya merindukanya belakangan ini, jadi saya ingin menyapanya secara langsung" lanjut fatan


" apa saya bisa pergi?" tanya fatan membuat fina sedikit terkejut


" kenapa kakak bertanya begitu?" tanya fina merasa heran


" karena kamu bagian dari hidup saya sekarang, bukankah sudah seharusnya saya bertanya padamu" balas fatan membuat fina terkejut bercampur senang mendengar kalimat bahwa ia bagian dari hidup pria tampan itu sekarang, yang berarti bahwa kehadirannya pengingt bagi pria ini


" tentu saja" balas fina sembari mengangguk dan tersenyum manis


" kalau begitu pergilah dengan saya" lanjut fatan mengajak fina pergi, sedari awal fatan memang berniat pergi dengan fina


" apa??" balas fina


" apanya yang apa.. kamu akan pergi dengan saya kan?" tanya fatan lagi


" lagi pula saya juga ingin mampir kerumah perlindungan untuk menemui anak-anaknya juga" jelas fatan


" baiklah aku akan ikut dengan kakak.. lagi pula aku juga ingin mengunjungi kak jimy, bagaimanapun juga kak jimy lah yang mempertemukan kita berdua" balas fina setuju untuk pergi dengan fatan


" baiklah" balas fatan merasa senang karena fina bersedia ikut bersamanya


" nah dasinya sudah rapi sekarang" ucap fina setelah menyelesaikan dasi fatan


" terimakasih... saya pergi dulu ya" balas fatan sembari mencium puncuk kepala fina


"hati-hati dijalan kak" balas fina yang masih berada di kamar fatan, ia bertujuan sekalian membersihkan kamar fatan meskipun tak berantakan sama sekali


🌹 Kediaman keluarga darmawan

__ADS_1


Pak budi baru saja tiba di kediaman keluarga darmawan, tuan hendra sedang sarapan bersama istrinya


" selamat pagi tuan... selamat pagi nyonya" sapa pak budi begitu tiba di ruang makan


" pagi" balas tuan hendra dan lili bersamaan


" duduk lah dan sarapan" ucap tuan hendra


" terimakasih tuan saya sudah sarapan" balas pak budi, tuan hendra melanjutkan sarapannya dengan pak budi yang menunggu di ruang tengah, tak lama tuan hendra telah tiba di ruang tengah setelah menyelesaikan sarapannya


" semua berjalan baik?" tanya tuan hendra membuka percakapan, ia menanyakan terkait semua pekerjaan yang dilakukan pak budi, baik itu urusan perusahaan atau yang lainnya


" pekerjaan kantor semuanya baik tuan, direktur baru yang tuan pilih sangat memiliki skil yang bagus dan menunjukkan performa yang menakjubkan" jelas pak budi


" bagaimana jika dibandingkan dengan anak itu?" tanya tuan hendra dengan maksud membandingkan potensi direktur baru di perusahaannya dengan fatan


" anak itu... maksud tuan?" balas pak budi kurang mengerti


" fatan" ucap tuan hendra singkat


" jika dibandingkan dengan tuan muda saya harus mengatakan bahwa mereka belum bisa dibandingkan, tuan muda memiliki potensi yang luar biasa dan keteguhan, itulah yang membuatnya bisa sampai sejauh ini" balas pak budi memberikan pendapatnya


" kita akan kekantor hari ini" ucap tuan hendra selanjutnya


" baik tuan" balas pak budi, tuan hendra meninggalkan pak budi menuju kamarnya untuk bersiap-siap


" mas..." panggil lili yang berada di kamar bersama tuan hendra


" hm?" balas tuan hendra sembari mengenakan kemejanya


" mas sepercaya itu dengan pak budi?" tanya lili


" kenapa kamu bertanya.. apa ada sesuatu yang salah sayang?" tanya tuan hendra sembari mengeryitkan dahinya mendengar pertanyaan lili


" dia satu-satunya yang mas percaya" balas tuan hendra

__ADS_1


" bukan begitu mas.. lili cuma merasa kalau pak budi tidak berada di pihak mas" balas lili dengan manisnya berusaha membuat tuan hendra mencurigai pak budi agar ia lebih mudah mengendalikan tuan hendra, meskipun sejauh ini banyak tindakan tuan hendra yang tak diketahuinya oleh pak budi sehingga membuat pak budi lebih waspada, takut jika tuannya melakukan hal-hal yang lebih mengerikan lagi


" bukankah sejauh ini sudah lebih baik, dia tudak banyak tau tentang apa yang kita lakukan selama ini" ucap tuan hendra


" itu benar mas... tapi mas harus lebih berhati-hati dengannya juga, dia tau banyaj hal tentang mas tidak menutup kemungkinan bahwa dia juga bisa menggunakan itu semua untuk melawan mas" balas lili dengan berbicara manis masih berusaha memanipulasi tuan hendra agar mencurigai pak budi, bukan karena lili menemukan suatu kejanggalan tentang pak budi melainkan murni waspada jika nanti pak budi menjadi penghalang untuk rencananya di kemudian hari


" jika memang itu benar.. bukankah sudah sejak lama dia melawan balik mas dengan itu" balas tuan hendra masih kukuh dengan kepercayaan terhadap pak budi


" iya... iya lili tau kok mas... bagaimana jika sebenarnya dia menyusun rencana untuk melawan mas selama ini" lili masih berusaha memanipulasi tuan hendra untuk mencurigai pak budi dan akhirnya menyingkirkan pak budi


Dengan tehnik manipulasi milik lili dan kata-kata manis dari mulut manisnya seperti mulai membuat tuan hendra goyah terlihat beliau diam saja


" mas pergi dulu ya... tidak perlu menunggu, mas mungkin akan pulang larut" pamit tuan hendra dengan mesra sembari mengelus wajah lili dengan lembut, gadis manis itu hanya mengangguk sembari tersenyum tanda ia mengerti


" pergi saja dasar tua bangka sialan" lili menggerutu dalam hatinya


" budi..." panggil tuan hendra saat mereka sedang dalam perjalanan menuju kantor


" saya tuan" jawab pak budi yang duduk di kursi depan samping supir


" kau sudah tau kejadian yang menimpa anak itu kan?" tanya tuan hendra


" tentu saja tuan, beritanya hampir menduduki trending topik namun langsung turun begitu saja" balas pak budi menjelaskan


" kau tentu tau mengapa berita yang hampir heboh itu bisa turun drastis dalam semalam kan?" balas tuan hendra lagi mencoba mengorek apakah yang mereka pikirkan sama


" tentu tuan, pasti orang-orang jimy masih membantu tuan muda, sejauh yang kita tau hanya mereka yang dekat dengan tuan muda" balas pak budi menjelaskan spekulasinya


" mereka tetap membantunya meskipun jimy telah tiada, setia sekali mereka" ucap tuan hendra salut dengan kekompakan tim jimy meskipun ia tak tau pasti berapa jumlahnya dan siapa saja yang terlibat


" apa kau tau siapa saja mereka?" tanya tuan hendra pada pak budi terkait barangkali pak budi tau siapa saja yang termasuk orang-orangny jimy


" saya hanya tau seseorang yang bernama bagas, dia pemilik butik kecil di salah satu mall milik tuan" jawab pak budi yang memang tak tau orang lain selain bagas


" begitu ya" bas tuan hendra dengan senyum yabg sulit di artikan

__ADS_1


Bersambung...


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2