Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 218 Kesempatan Terbaik Yang Ku Berikan


__ADS_3

Jimy dan bagas masih berada di rumah fina, jimy sangat marah pada fina atas apa yang gadis itu lakukan pada fatan, ingin rasanya jimy langsung menghilangkan wanita ini dari muka bumi, namun ia menahannya pasalnya ia juga ikut bersalah dalam hal ini, tanpa memeriksa latar belakang fina dengan benar ia mendorong sahabatnya untuk bersama gadis ini, jimy juga marah pada dirinya sendiri.


Fina masih memohon agar jimy mau membantunya lagi kali ini, setidaknya sekali saja ia bertemu fatan, ia yakin jika fatan bertemu dengannya lagi fatan akan memaafkannya dan mau memulai semuanya dari awal lagi, namun jimy tak memberikan kesempatan itu lagi bukan hanya karena dia sangat marah dan egois namun ini keinginan dari sahabatnya yang tak ingin bertemu fina lagi apapun alasannya.


" aku mohon kak... sekali saja biarkan aku bertemu dengannya.. aku akan jelaskan apa yang terjadi" fina masih memohon yang kini ia tak bisa menahan tangisnya


" nak jimy ayolah... ibu tidak tau apa yang terjadi tapi bukankah nak jimy tidak bisa berbuat seenaknya begini.. bagaimana kalau nak fatan ingin bertemu dengan fina juga" ucap bu lastri yang tak tega melihat putrinya menangis


" ssssttt!!!" jimy meletakkan satu jari di bibirnya sebagai isyarat agar bu lastri diam


" saya kan sudah meminta ibu diam dan mendengarkan saja" ucap jimy dengan senyum manisnya namun jelas itu bukan senyum ramah yang biasanya ia tebar


" bukan aku tak ingin mempertemukan mu dengannya tapi dia tak ingin bertemu denganmu" ucap jimy melanjutkan pembicaraannya dengan fina


" kak pasti bisa membantuku kan... seperti sebelumnya?" ucap fina masih berharap


" tentu saja aku bisa tapi aku tidak mau" balas jimy, gadis itu hanya bisa meneteskan air matanya saja


" aku sama sekali tidak bersimpati terhadap wanita yang menangis" ucap jimy


" nah meskipun aku sudah tau apa yang kamu lakukan tapi aku ingin dengar dengan telingaku sendiri" lanjut jimy membuat fina hanya menunduk sembari masih menangis tanpa suara


" jadi lili orang yang meminta mu melakukannya?" tanya jimy, gadis itu mengangguk


" karena uang?" lanjut jimy


" tapi bukan untuk bersenang-senang itu untuk biaya operasi ibu" balas fina membela diri, bu lastri terkejut mendengar penuturan anaknya, ia sama sekali tak tau perihal itu


" tapi tetap saja itu salah" balas jimy


" aku tau kau hanya ingin membantu ibumu tapi setidaknya setelah itu kau berbicara padaku tapi tidak kau memilih menyembunyikan dan terus berbohong hingga akhir, bahkan setelah kau tau kisah masa lalunya" lanjut jimy yang sedang menahan rasa kesalnya sekarang


" tidak... tidak.. dari awal kau memang tak berniat jujur kan" lanjut jimy


" aku tidak ingin kehilangannya" balas fina yang takut jika ia jujur dahulu fatan akan meninggalkannya


" kau bisa bicara padaku kan... padaku... kau tau seberapa dekat aku dengannya, meskipun tak langsung di terima aku bisa meyakinkannya menerimamu" balas jimy geram


" hufh!!!" jimy membuang nafas kasar agar pikirannya tenang


" aku datang bukan untuk basa-basi seperti ini... yang ingin ku katakan adalah jangan mencoba mencari dia lagi" jimy memberi peringatan dengan sangat serius


" satu lagi... berikanlah klarifikasi tentang berita yang beredar, ungkapkan semuanya bahwa ini salah mu" lanjut jimy dengan serius


" tapi kak.." fina merasa keberatan


" itu satu-satunya belas kasihan yang ku berikan padamu.. setidaknya jika kau ingin tetap hidup" ancam jimy yang terlihat sangat serius sekarang membuat fina bergidik, ia tak pernah melihat jimy yang seperti ini sebelumnya


" aku permisi..." pamit jimy


" ayo bagas" lanjut jimy bangkit dari duduknya


" ah iya.. ini kesempatan kedua yang ku berikan padamu... jangan lakukan hal bodoh itu pada siapapun lagi di masa depan" ucap jimy sebelum keluar dari rumah fina

__ADS_1


Gadis itu menangis tersedu-sedu setelah jimy pergi, bu lastri memeluk putrinya itu berusaha menenangkannya.


" ibu minta maaf nak.. ternyata ini semua gara-gara ibu" ucap bu lastri yang ikut menangis, ternyata putrinya melakukan hal besar untuknya


" tidak... tidak.. tidak bu... aku bersedia melakukan apapun untuk ibu agar ibu sembuh" balas fina yang tak ingin ibunya merasa bersalah


Fina hanya bisa menyesali jalan yang ia pilih, ia berandai-andai bila saja saar itu ia mengatakannya pada jimy seperti perkataan jimy, jimy pasti bisa membantunya mendapatkan hati dan kepercayaan fatan tanpa kebohongan du dalamnya, kini semua hanya penyesalan yang tersisa, cinta yang patah karena kebodohannya sendiri, ia begitu tergiur dengan uang yang di janjikan lili setelah misinya berhasil.


🌹


Jimy dalam perjalanan pulang ke rumahnya setelah dari rumah fina, karena riki berhasil menangkap meri, kini giliran wanita itu yang menjadi jembatan bagi fina ur untuk bertemu lili.


Sementara pak budi dan pak kasim sedang sibuk dengan polisi setelah laporan yang mereka buat, kini polisi mencari keberadaan tuan hendra dan fatma yang tak dapat mereka temukan, dika juga di minta untuk mengajukan laporan tentang percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh tuan hendra terhadap jimy, sekaligus mengurusi alabi jimy yang bersembunyi selama ini.


Hari sudah malam jimy tiba di tempat riki menyekap meri, gadis itu tak begitu gundah pasalnya ia berasumsi bahwa jimy takkan mencarinya karena masalah penipuan yang mereka lakukan itu, gadis tak di ikat oleh riki hanya mengurungnya di sebuah ruangan saja.


" dimana dia?" tanya jimy setelah bertemu riki


" ada di dalam bos" balas riki, riki membuka pintu dan mempersilahkan jimy masuk, terlihat gadis itu ketakutan disana


" hai meri .. sudah lama ya" terdengar suara di telinga meri, segera ia memutar wajahnya untuk melihat siapa yang mengajaknya bicara


" jim... jimy.." ucap meri tergagap


" ah iya ini aku... senang bertemu denganmu lagi" balas jimy dengan ramah


" jadi kau yang membawaku kesini.. lepaskan aku" meri bangkit dari duduknya mendekati jimy dan memukul-mukulnya


" argh!!!" jimy mengenggam kedua tangan meri agar gadis itu berhenti memukulnya, yah meskipun pukulan itu tak terasa


" lepaskan aku... hiks..hiks.." gadis itu kini menangis menundukkan kepalanya


" diamlah... aku sangat ingin memukulmu sekarang jika kau tidak bisa diam" ancam jimy dengan sangat serius, meri berusaha menghentikan tangisnya karena ketakutan


" nah aku hanya ingin bertanya beberapa hal" ucap jimy yang mendudukan dirinya di kursi yang disediakan riki


" aku tidak tau.. aku tidak tau apa-apa sungguh" ucap meri menyatukan tangannya memohon


" aku bahkan berkata apapun" balas jimy


" kau yang memperkenalkan fina dengan lili?" tanya jimy, gadis itu diam saja


" jawab!!!" bentak jimy membuatnya terkejut


" i..iya" balas meri ketakutan


" apa imbalanmu?" tanya jimy


" u..uang" jawab meri


" hufh... lagi-lagi karena uang yang" jimy sangat kesal mendengar alasan meri


" ini yang pertama kali?" tanya jimy soal penipu yang di lakukan meri

__ADS_1


" jawab!!!" kembali bentak jimy


" ti.. tidak.... saya beberapa.. ka..kali.. memberikan gadis cantik untuk nyonya lili" jawab meri tergagap


" untuk apa?" tanya jimy


" sa.. saya tidak tau" balas meri


" hufh.. sudah cukup... riki bawakan itu" ucap jimy setelah membuang nafas dengan kasar


" baik bos" balas riki segera keluar mengambil sesuatu, tak berapa lama ia kembali dengan sesuatu di tangannya


" ini bos" ucap riki memberikan sebuah botol berukuran tiga liter


" ada kata-kata terakhir?" tanya jimy pada meri sembari ia mengambil botol yang di berikan riki dan membuka penutupnya


" a..apa yang akan kau lakukan?" tanya meri ketakutan sembari menjauh dari jimy


" aku paling benci wanita seperti mu.. apa lagi kau berani menganggu lentera ku" ucap jimy mendekati meri


" byuurrr!!!!" jimy menumpahkan isi dalam botol itu pada tubuh meri


" argh.... apa ini?" ucap meri berusaha menghalangi


" ini bensin?" ucap meri setelah mencium aroma dari sesuatu yang disiramkan oleh jimy padanya


" iya sayang... kau benar" balas jimy dengan senyum mengerikan


" a..apa yang akan kau lakukan?" ucap meri yang semakin ketakutan


" menurut mu?" tanya jimy yang mengambil pemantik api dari riki


" tidak... tidak... tolong ampuni aku" meri mendekati jimy dan memeluk kakinya, memohon untuk hidupnya


" duak!!!" jimy menepis meri dari kakinya


" ada kata-kata terkahir?" tanya jimy lagi


" terkutuk kau!!!" teriak meri


" ah terimakasih" balas jimy menyeringai


Jimy membuang pemantik itu pada meri dalam keadaan menyala, tentu saja bensin langsung menyambutnya dengan senang hati, hingga tubuh wanita itu terselimuti oleh api, teriakan, pekikan, jeritan, semuanya keluar dari mulut wanita itu yang disaksikan oleh jimy dan riki.


Keduanya berjalan keluar meninggalkan wanita yang hangus terbakar itu.


" selesai kan" perintah jimy pada riki


" baik bos" balas riki yang menyirami rumah dengan bensin lagi dan membakarnya


" sampai jumpa neraka" ucap jimy menyeringai


" satu selesai.. siapa berikutnya?" jimy melemparkan pakaiannya ke dalam kobaran api juga agar tak ada jejak apapun, setelah berganti pakaian ia masuk ke dalam mobil dan melajukannya meninggalkan rumah yang terbakar itu, dan riki yang mengawasi dari kejauhan untuk memastikan tak ada jasad wanita itu lagi.

__ADS_1


Bersambung....


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2