
" aku akan coba tanya pada ayah tentang mereka berdua" ucap fatan mengusulkan
" menurut mu itu bagus?" balas jimy yang kurang setuju dengan usulan fatan
" benar juga, jika ayah ingin aku mengetahui tentang mereka, beliau takkan menyembunyikannya selama ini" balas fatan setelah mencerna maksud perkataan jimy
" aku yakin tuan hendra punya alasan yang kuat untuk melakukan itu" balas jimy
" ku rasa begitu" balas fatan dengan nada lesu yang terdengar di kalimatnya
" ayolah, jangan terlalu dipikirkan" balas jimy sembari tersenyum manis dengan harapan fatan bisa tak terlalu memikirkan masalah terkait fauzan dan lina
Kini mereka berdua terlihat sedang mencari jalan untuk mengetahui siapa sebenarnya fauzan dan lina itu, apa kaitannya dengan keluarga darmawan, dalam keheningan itu jimy tiba-tiba berlari ke toilet dengan kedua tangan yang menutupi mulutnya, jimy sangat terburu-buru seperti sedang menahan sesuatu agar tak keluar dari mulutnya, benar saja sesampainya di toilet, braakkk!!! jimy membuka tangan yang menutupi mulutnya dan terlihat darah segar mengalir keluar dari mulutnya, fatan yang melihat jimy tiba-tiba berlari langsung mengikutinya
" kenapa?" tanya fatan saat tiba di toilet
" darah..." ucap fatan kaget setelah melihat darah segar yang masih mengalir dari mulut jimy
" kau berdarah, astaga apa yang harus ku lakukan, ayo kita ke dokter sekarang" ucap fatan dengan panik sembari menarik-narik tangan jimy agar pergi kedokter bersamanya
" hei.. tenanglah" balas jimy sembari memegang tangan fatan yang sedang menariknya, fatan yang mendengar itu membalikkan badannya menghadap jimy lagi
" tenang apanya, coba lihat mulut mu penuh darah begitu, ayolah kita harus pergi sekarang" balas fatan membentak jimy karena khawatir dengan apa yang terjadi pada jimy
" aku baik-baik saja, ini sering terjadi" balas jimy
" sering terjadi dan kau tak memberitahuku, apa kau gila dasar.... kau banyak bicara ayo cepat ikuti aku" balas fatan masih dengan nada membentak karena ia panik, ia juga masih berusaha menarik jimy keluar dari kamar mandi untuk pergi bersama kerumah sakit
Plakkk.... jimy memukul wajah fatan pelan agar fatan mendengarkan ucapannya terlebih dahulu
" kenapa kau memukul ku" tanya fatan marah
" dengarkan aku dulu" balas jimy
" ini sering terjadi, bukankah kau juga sudah tau bahwa aku terkadang bisa muntah darah secara tiba-tiba, ingat aku sudah mengalami ini sejak masih duduk di kelas dua sekolah menengah pertama" jelas jimy dengan tenang untuk mengingatkan fatan bahwa ia sudah mengalami ini sejak lama dan juga ia sudah memberitahukannya pada fatan
" hah??" balas fatan yang kaget mendengar penjelasan jimy, sesaat ia terdiam setelah penjelasan jimy barusan
" benar juga, sial aku keburu panik dan menjadi gila, hahaha" ucap fatan setelah ketenangannya kembali
__ADS_1
" padahal kau sudah sering melihat ku seperti ini, kenapa masih saja panik" ucap jimy sembari membersihkan mulutnya karena sisa muntahannya
" bagaimana tidak kau muntah darah banyak sekali, melihat darah sebanyak itu siapa saja akan panik" balas fatan
" bersihkan itu" lanjut fatan dan pergi dari kamar mandi
" sial aku lupa jika dia memang seperti itu" gumam fatan sembari mendudukan dirinya di sofa
Jimy sudah selesai membersihkan mulutnya dan kembali duduk di tempatnya semula
" ku pikir kau sudah tak mengalaminya lagi" ucap fatan terkait jimy yang muntah darah barusan
" ya begitulah" balas jimy
" kapan terakhir kali kau muntah begitu?" tanya fatan
" bulan lalu" balas jimy
" apa yang dokter mu katakan, apa masih belum ada perkembangan tentang penyakit apa yang kau derita?" tanya fatan
" masih sama saja sudah bertahun-tahun sejak aku pertama kali mengalami ini, sudah banyak dokter yang memeriksa ku, banyak rumah sakit yang kudatangi untuk mencari tau alasan mengapa aku seperti ini" balas jimy
" jangan sebut dia penyakit karena dia tak menyakiti" balas jimy sembari tersenyum manis
" benar, kau lebih suka menyebutnya kebiasaan buruk" balas fatan yang masih memikirkan kejadian tadi
" kenapa wajahmu begitu, sudahlah ini bukan pertama kalinya, kau juga sudah tau itu" balas jimy agar fatan tak perlu memikirkan apa yang tak seharusnya di pikirkan
" terkadang tak semua hal memiliki jawaban, sekarang yang ku tau bahwa ini adalah suatu hal yang sudah menjadi bagin diriku" ucap jimy lagi
" oiya aku baru ingat sesuatu" ucap jimy
" apa?" tanya fatan yang sudah merasa lebih baik setelah ucapan jimy terkait kebiasaan buruknya itu
" buk rani" balas jimy
" ada apa denganya?" tanya fatan yang gagal paham dengan maksud jimy
" coba kau tanya saja padanya tentang fauzan dan lina itu, buk rani kan sudah merawatmu sejak kecil" jelas jimy
__ADS_1
" benar juga, bisa saja beliau tau siapa fauzan dan lina itu" balas fatan yang sudah tau maksud jimy
" tepat" balas jimy
Pembicaraan mereka berakhir sampai disana dikarenakan waktu istirahat makan siang telah habis dan mereka memiliki pekerjaan penting saat ini, jadi mereka memutuskan untuk kembali bekerja
Sekarang waktu sudah menunjukkan jam pulang kerja, jimy memutuskan untuk kerumah fatan dengan tujuan bertanya pada buk rani terkait fauzan dan lina darmawan, dengan harapan mereka bisa menemukan setidaknya sedikit petunjuk tentang kedua orang itu, namun hasilnya tak seperti yang mereka bayangkan bahwasanya bik rani tak tau apapun tentang fauzan dan lina darmawan
" ibu tidak tau siapa mereka tuan muda" ucap buk rani yang kini di tanyai oleh fatan dan jimy di ruang kerjanya
" bagaimana bisa ibu tidak tau, bukankah ibu sudah merawat fatan sejak kecil" ucap jimy
" memang benar ibu yang merawat tuan muda sejak masih kecil, tapi ibu bekerja sebagai perawat tuan muda saat tuan muda sudah berumur satu tahun, saat pertama kali ibu datang ke rumah itu ibu tidak melihat ada anggota keluarga lain disana selain tuan hendra" jelas bik rani takut
" bagaimana dengan ibuku?" tanya fatan
" ibu tidak tau apa-apa tentang nyonya besar tuan muda, saat itu ibu hanya di beri tau jika nyonya besar sudah meninggal karena kecelakaan" jawab bik rani
" baiklah terimakasih ibu sudah mau menjawabnya, tidak perlu takut kami hanya sedang mencari tau tentang seseorang, kami hanya berpikir ibu tau sesuatu karena sudah lama bekerja dengan keluarga saya" ucap fatan agar bik rani tak perlu merasa takut
" kalau begitu ibu permisi tuan muda" balas bik rani
" oiya buk, jangan sampai ada yang tau mengenai pembicaraan ini" ucap fatan sesaat sebelum bik rani pergi, bik rani yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti
" hilang,.. harapan telah hilang" ucap fatan kesal
" ku pikir buk rani tau, ternyata tidak" ucap jimy yang juga kecewa
" berarti sekarang hanya ada dua orang yang tau tentang semua ini" ucap jimy
" ayah dan pak budi" timpal fatan
" benar hanya mereka berdua yang tersisa" balas jimy
" ayah takkan buka suara, sisanya tinggal pak budi, apa yang harus kita lakukan" tanya fatan yang bingung
Bersambung....
Selamat menikmati 😁 semoga kita bisa bertemu di kolom komentar 😊
__ADS_1
Salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰