Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 159 Liburan


__ADS_3

Seperti yang telah direncanakan oleh fatan sore ini mereka akan pergi berlibur ke bali, fatan sudah memesan tiket penerbangan untuk mereka berdua yang akan membawa mereka ke kota terdekat dari pantai sebelum pulau bali, terlihat fatan tengah bersiap-siap di kamarnya begitu juga dengan fina, sebelumnya saat di kantor fatan telah mengatakan pada heni untuk menghubunginya jika ada urusan mendesak soal pekerjaan.


Tok...tok.. " permisi tuan muda saya ingin mengambil koper anda" ucap suri setelah mengetuk pintu kamar fatan yang masih tertutup


" ini.." ucap fatan setelah membuka pintu dan memberikan kopernya lebih dulu agar di masukkan ke bagasi mobil


Kini keduanya telah siap untuk pergi, bik rani, tika, riki dan suri menunggu keduanya di depan untuk melihat kepergian sepasang kekasih itu


" tuan muda sudah akan pergi?" tanya bik rani setelah melihat fatan turun


" iya bu... saya pergi dulu ya.. titip rumah" ucap fatan


" kamu sudah siap?" tanya fatan pada fina yang juga telah tiba disana


" sudah kak" jawab fina


" kita pergi dulu ya bu.." pamit fina


" hati-hati di jalan nak" balas bik rani


" aku pergi dulu ya" pamit fina pada tika juga sembari memeluk temannya itu


" cie... yang mau bulan madu" goda tika sembari berbisik pada fina


" ish..apaan sih..." balas fina dengan berbisik juga, tika menahan tawanya setelah menggoda fina


" hati-hati dijalan jangan lupa bawakan oleh-oleh untuk ku ya" ucap tika sembari melepaskan pelukannya


" ayo kita harus pergi sekarang atau kita akak ketinggalan penerbangan" ucap fatan


" iya kak" balas fina


" kami pergi ya semuanya, dadah" pamit fina lagi sembari melambaikan tangannya pada mereka yang melihatnya pergi


" ayo masuk" ucap fatan mempersilahkan fina masuk kedalam mobil yang telah disiapkan oleh supir


Fatan memberitahukan pada riki tujuannya yaitu bali, namun fatan mengatakan agar tak perlu memberitahukan kedatangannya pada tuan dan nyonya adhitama agar menjadi kejutan bagi mereka juga


Selama perjalanan menuju bandara fina terlihat antusias namun juga gugup disaat yang bersamaan


" kak.." panggil fina


" hm?" balas fatan menoleh kearah fina yang duduk di sisi kirinya


" apa kita tidak apa-apa pergi seperti ini?" tanya fina


" apa maksudmu?" balik tanya fatan yang tak mengerti


" em.. itu.. apa tidak sebaiknya kita pergi ke tempat yang dekat saja" ucap fina membuat fatan mengeryitkan dahinya

__ADS_1


" kenapa... apa kamu sebenarnya tak ingin pergi?" tanya fatan


" bukan.. bukan begitu.. itu anu.. anu.. aku.. pesawat.. pesawat" ucap fina terbata, fatan melihat fina sepertinya sedang gugup karena ia mencengkram lututnya dengan erat


" kamu takut naik pesawat?" fatan mencoba menebak, fina tertunduk dan mengangguk pelan, seketika fatan menahan tawanya


" pfft.." fatan menahan tawanya


" kenapa kak tertawa?" tanya fina, sedikit kesal melihat fatan malah menertawakan dirinya


" kamu serius soal ini?" tanya fatan lagi soal fina yang takut naik pesawat


" iya.." jawab fina dengan ketus kali ini karena kesal dirinya di tertawakan oleh fatan


" habisnya aku belum pernah naik pesawat jadi itu semacam ketakutan mencoba hal baru" jelas fina


" apalagi ada pemberitaan tentang pesawat yang jatuh lalu meledak... itu semakin membuatku takut" celoteh fina yang terlihat serius


" tidak apa-apa... tidak ada yang akan terjadi.. saya disini" ucap fatan sembari mengenggam tangan fina dengan lembut


" kakak yakin?" tanya fina


" iya" balas fatan meyakinkan fina, fina merasa sedikit lega mendengar apa yang dikatakan fatan barusan, jadinya sepanjang perjalanan menuju bandara fatan terus menggenggam tangan fina


Kini mereka telah tiba di bandara dan penerbangan mereka hanya tinggal menghitung menit lagi, kini mereka telah duduk di kursi yang telah mereka pesan, sebelum pesawat lepas landas fina masih terlihat sangat gugup, hal itu tampak jelas di wajahnya


" iya" balas fina yang mengenggam tangan fatan makin erat


"tidur saja itu akan membuat mu merasa lebih baik" fatan mengusulkan agar fina tidur pasalnya penerbangan mereka akan memakan waktu sekitar empat jam perjalanan, fina mengikuti saran fatan dan menyadarkan kepalanya ke bahu fatan agar ia terus dekat dengan fatan dan membuatnya lebih tenang


" tidurlah saya ada disini" ucap fatan sembari mengelus lembut kepala fina seperti sedang menidurkan anak kecil, fina akhirnya terlelap terdengar dari daru nafasnya yang teratur dan tenang


" sangat lucu... aku jadi ingin selalu berada di dekatnya, melindunginya dan membuatnya bahagia" ucap fatan dalam hati sembari terus memandangi fina


" terimakasih takdir telah mempertemukan ku dengannya" ucap fatan dalam hati sembari tersenyum, akhirnya fatan juga memilih untuk tidur karena ia juga cukup lelah setelah bekerja hari ini, keduanya terlelap dalam perjalanannya


Matahari telah tenggelam dan kini mereka telah akan tiba di bandara tujuan, fatan yang telah bangun sejak tadi membangunkan fina


" fina..bangun.. hei.. fina.. kita sudah sampai" ucap fatan sembari menggerakkan tubuh fina untuk membangunkannya


" hah... apa??" ucap fina masih setengah sadar


" kita sudah sampai" ucap fatan


" sudah sampai?" ucap fina yang masih linglung


" iya.. sebentar lagi pesawat akan mendarat" jawab fatan


" kita selamat?" tanya fina lagi

__ADS_1


" iya... semuanya aman.. tidak ada apapun yang terjadi" balas fatan


Setelah pesawat mendarat dan keduanya telah turun, hari telah berubah menjadi malam, dan fatan memilih untuk melanjutkannya perjalan besok pagi ke pulau bali, karena mereka pasti lelah


" sudah malam ya" ucap fina setelah keluar dari bandara dan melihat langit-langit telah gelap


" iya.. ayo kita ke hotel dulu, kita akan lanjutkan perjalanan besok" ucap fatan


" kita belum tiba di tempat tujuan?" tanya fina yang sama sekali kemana tujuan mereka


" iya.. sedikit lagi tapi kita akan lanjutkan besok pagi" ucap fatan


" sekarang ayo.. kita ke hotel terdekat" ucap fatan setelah taksi yang ia pesan tiba untuk membawa mereka ke hotel terdekat, tak terlalu jauh kini mereka telah tiba di hotel yang terbilang mewah bagi fina, segera fatan memesan kamar untuk mereka berdua


" selamat datang di hotel kami.. ada yang bisa saya bantu tuan" ucap sang resepsionis


" saya ingin pesan dua kamar" ucap fatan


" sebentar taun saya cek dulu" ucap sang resepsionis mengecek apakah ada kamar kosong


" maaf tuan yang tersisa hanya satu kamar double room" ucap sang resepsionis setelah memeriksa pemesanan kamar di hotel itu


" apa benar-benar tidak ada.. coba periksa lagi" ucap fatan


" tidak ada tuan hanya itu kamar yang tersedia" balas sang resepsionis


" bagaimana ini... bagaimana mungkin kami tidur dikamar yang sama.. tapi jika mencari hotel lain pasti dia akan kelelahan" pikir fatan, ia tampak pusing dengan keputusan yang harus di ambil


" ada apa kak?" tanya fina yang melihat fatan tampak pusing


" hanya ada satu kamar yang tersisa, jika kita mencari hotel lain itu akan memakan waktu, ini hotel terdekat" ucap fatan


" hanya ada satu kamar lalu aku harus bagaimana.. mana mungkin aku tidur sekamar dengannya.. bagaimana ya.. jika mencari hotel lain lagiy akan memakan waktu, apalagi sudah jam segini" pikir fina sembari melirik jam tangannya yang telah menunjukkan jam sepuluh lewat


" kalau aku setuju apa dia akan berpikir aku wnauty murahan karena setuju sekamar dengannya?" fina masih berpikir keras untuk menentukan jawabannya


" bagaimana?" tanya fatan menanyakan pendapat fina


" jika kamu keberatan saya akan cari hotel lain?" lanjut tanya fatan


" tidak apa-apa kita ambil saja kamar itu.. lagi pula ini sudah sangat larut, kita harus segera istirahat agar bisa melanjutkan perjalanan besok pagi" ucap fina akhirnya setuju berbagi kamar dengan fatan


" kamu yakin?" tanya fatan lagi


" iya" balas fina


Bersambung...


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗

__ADS_1


__ADS_2