Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 26 Mengapa?


__ADS_3

" bagaimana kabar mu" tanya tuan hendra pada fatan saat ia sudah duduk berhadapan dengan fatan


" baik" ucap fatan dengan dingin


" menginaplah disini" ucap tuan hendra


" tapi saya harus kembali" ucap fatan


" bukankah kau punya seseorang yang bisa diandalkan untuk mengurus segalanya" ucap tuan hendra yang tau mengapa fatan ingin pulang


" ayah benar tapi saya harus kembali" ucap fatan bersikeras


" ayah akan menunggu mu di ruang kerja ayah malam ini" ucap tuan hendra dan pergi dari sana


" beristirahatah dulu... sepertinya wanita yang bersamamu terlihat cukup kelelahan" ucap tuan hendra sesaat sebelum pergi


" sampai jumpa saat makan malam" lanjutnya lagi dan langsung pergi dari sana...


" kau tolong antarkan gadis ini ke kamar tamu untuk beristirahat" ucap fatan pada pelayan yang ada didekat mereka


" baik tuan muda... mari nona saya akan antar anda " ucap pelayan itu yang dibalas anggukan kepala oleh fina


" istirahatlah dulu" ucap fatan pada fina yang dibalas anggukan kepala oleh fina...


" akhirnya bisa istirahat juga... perjalanan kemari cukup jauh itu semua bisa menguras tenanga ku" gumam fina begitu ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang kamar tamu rumah itu


" oiya aku sampai lupa kenapa ibu lili ada disini" gumam fina yang tak tau apa hubungan antara lili dan fatan


" saya juga ingin tau kenapa kau disini" ucap sebuah suara dari arah pintu.. saat fina melihat kearah pintu ternyata itu adalah suara lili


" buk lili" ucap fina begitu melihat lili


" kenapa kau disini" tanya lili tanpa basa basi


" saya hanya menemani fatan kemari" ucap fina


" mengapa anda disini" lanjut tanya fina yang penasaran tentang keberadaan lili disana


" saya nyonya dirumah ini" jawab lili


" nyonya... maksud anda bahwa anda istri dari tuan hendra darmawan" tanya fina memperjelas maksud lili


" iya saya istri dari hendra darmawan" ucap lili membenarkan ucapan fina


" jadi anda ibu tiri dari fatan... mengapa anda tidak mengatakan itu sebelumnya" ucap fina


" kenapa saya harus mengatakan itu padamu... lakukan saja tugasmu kau tak perlu tau hal yang tak seharusnya kau ketahui" ucap lili

__ADS_1


" dan satu hal lagi jangan pernah berbicara dengan saya di depan orang lain... jangan katakan pada siapapun jika kau mengenal saya... mengertikan" lanjut lili yang memperingatkan fina


" tapi kenapa" tanya fina yang penasaran


" tidak perlu banyak bertanya lakukan saja tugasmu" ucap lili mempertegas


" baik saya mengerti" ucap fina... setelah perbincangan itu lili langsung pergi meninggalkan fina yang masih memiliki beribu pertanyaan untuk situasi saat ini


" ternyata ibu lili adalah nyonya darmawan sekaligus ibu tiri daru fatan ini berita yang mengejutkan... tapi kenapa beliau melakukan ini pada fatan... sudahlah itu bukan urusanku tugasku hanya membuatnya terpikat padaku dan itu sedang dimulai sekarang" pikir fina


sementara fina sedang menikmati istirahatnya di kamar lain fatan juga sedang istirahat sambil memainkan ponselnya ia terlihat seperti sedang berkirim pesan dengan seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah jimy... fatan bertanya tentang masalah yang terjadi di perusahaan cabang


" bagaimana.. apa masalahnya" tanya fatan melalui pesan pada jimy


" bukan masalah besar tenang saja" balas jimy melalui pesan


" benarkah kau yakin" tanya fatan lagi memastikan


" iya biar aku saja yang membereskan masalah ini dan kau apa semua baik-baik saja disana" balas jimy sambil menanyakan keadaan fatan pasalnya ini pertama kalinya jimy tidak menemani fatan kerumah ayahnya


" sejauh ini semua masih baik... ayah belum mengatakan apapun" balas fatan


" ingat kendalikan dirimu jangan terpengaruh olehnya" balas jimy


" iya" balas fatan dan mengakhiri pembicaraan mereka melalui telpon


" tidak ada yang akan terjadi... tenang saja" gumam fatan pada dirinya kemudian ia pun memejamkan matanya agar tertidur


" tuan muda anda sudah bangun" terdengar suara seseorang bertanya dari balik pintu


" ada apa" tanya fatan yang baru saja mengumpulkan kesadarannya


" sebentar lagi saatnya makan malam tuan besar menyuruh saya untuk membangunkan anda" ucap orang yang dibalik pintu itu


" sepertinya aku tertidur lama sekali" gumam fatan


" baiklah katakan pada ayah saya akan siap saat makan malam" ucap fatan


" baik tuan muda...apa ada yang anda butuhkan tuan muda" tanya suara itu


" tidak kau boleh pergi" jawab fatan


" baik kalau begitu saya permisi tuan muda" ucap pelayan itu


" makan malam hah... sebenarnya aku tidak ingin ikut makan malam aku tak ingin bertemu dengannya" gumam fatan yang membuang nafas dengan kasar... kemudian fatan bangkit dari tidurnya dan membersihkan dirinya..... tak berapa lama fatan pun keluar kamar dan menuju meja makan untuk makan malam terlihat disana sudah ada ayahnya. lili dan juga fina... fatan langsung duduk di kursi sebelah ayahnya mereka memulai makan malam tanpa ada sepatah kata pun sebagai pembuka saat berikutnya mereka telah selesai makan malam... mereka semua telah kembali ke kamar masing-masing


" sungguh tidak ada kehangatan dalam keluarga sama sekali" gumam fina yang mengingat makan malam barusan

__ADS_1


" keluarga yang aneh apa semua orang kaya begini" gumam fina lagi


" sebaiknya aku tidur saja untuk apa memikirkan semua ini" fina masih dengan celotehnya dan memutuskan untuk tidur


sementara itu dikamar fatan sedang duduk dan ia dipanggil oleh seorang pelayan


" tuan muda... tuan besar menunggu tuan muda di ruang kerja beliau" ucap pelayan itu dari balik pintu kamar


" saya akan kesana" jawab fatan dan langsung pergi menemui ayahnya


" ayah anda memanggil saya" ucap fatan begitu ia tiba di ruang kerja ayahnya


" iya... duduklah" balas tuan hendra


" kau pasti bertanya-tanya apa alasan ayah memanggil mu" lanjut tanya tuan hendra


" iya ayah saya penasaran soal itu" jawab fatan


" apa kau sudah menemukan seseorang yang akan merawat mu" tanya tuan hendra


" maksud ayah?" balas tanya fatan yang tak mengerti


" bukan apa-apa ayah hanya bertanya saja" balas tuan hendra


" apa gadis yang kau bawa itu adalah orangnya" lanjut tanya tuan hendra


" bu...bukan ayah hingga saat ini belum ada" jawab fatan


" jika dia juga tidak apa-apa dia cantik dan sepertinya dia juga baik" balas tuan hendra


" apa ayah memanggil ku hanya untuk ini" balas fatan


" tentu saja bukan ayah menangis mu kemari untuk memberikan sebuah kebenaran tentang mu" ucap tuan hendra


" kebenaran tentang ku apa maksud ayah" tanya fatan yang tidak mengerti sama sekali tentang yang ayahnya katakan


" sebenarnya kau adalah anak kakak ayah" ucap tuan hendra yang semakin membuat fatan bingung


" maksud ayah" tanya fatan yang kebingungan


" kau bukan anak ayah.... ayah adalah pamanmu" jelas tuan hendra


" saya semakin tidak mengerti ayah" balas fatan


" ayah dan ibu tidak punya anak dan kau putra satu-satunya dari mendiang saudara ayah mas kiki.... mas kiki dan istrinya mbak nadia meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan" jelas tuan hendra


bersambung......

__ADS_1


selamat menikmati kakak 😁


salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰


__ADS_2