
Sore harinya fatan kembali ke kediamannya, setelah makan malam fatan mengubungi fina melakukan sambungan video call, entah mengapa pria itu kini tak bisa lepas dari fina.
" kamu sedang apa?" tanya fatan melalui sambungan video call
" tidak ada.. hanya duduk di luar menikmati udara malam" balas fina
" jangan terlalu lama udara malam tidak terlalu bagus" balas fatan menasehati
" iya.. iya" balas fina tampak senang karena fatan memperhatikannya
" bagaimana hari ini.. apa ada hal istimewa yang terjadi?" lanjut tanya fina
" semuanya berjalan baik... bagaimana mungkin ada hal istimewa yang terjadi saat kamu tak bersama saya" balas fatan dengan santai sementara fina merasa malu mendengarnya
" kakak bisa saja" balas fina berusaha menutupi kegugupannya
" saya serius... hidup saya selalu sepi, setelah ada kamu semuanya tampak berbeda" balas fatan mengatakannya dengan santai namun ia sangat serius merasakan hal itu
" saya merindukan mu" lanjut fatan
" aku juga merindukan kakak" balas fina
" bersabarlah sebentar lagi... hanya tinggal beberapa hari lagi sebelum pernikahan" balas fatan
" emm.. " balas fina sembari mengangguk dengan penuh harap akan kebahagiaan di masa depan
" ah iya tadi kak bagas mampir kemari untuk menunjukkan sekali lagi konsep pesta pernikahan kita dan aku sangat suka" celoteh fina
" begitu ya syukurlah jika kamu suka" balas fatan
" dia juga mendatangi saya di kantor dan saya juga suka konsepnya" balas fatan
" bagus sekali.. ternyata kakak juga suka.. pak bagas emang hebat" balas fina merasa senang
" bagas aja nih yang hebat?" balas fatan meledek
" tentu saja tunangan ku ini yang paling lebih dari segalanya" balas fina sembari tertawa kecil dengan bahagia, fatan tersenyum senang melihat fina tertawa seperti itu
Cukup lama mereka berbincang hingga fina sudah kembali ke kamarnya dan tertidur tanpa sadar video callnya masih tersambung fatan melihat wajah tenang fina yang sedang tertidur
" selamat malam.. semoga mimpi indah" bisik fatan dan mematikan sambungan video call nya, baru ia pun memejamkan matanya
Keesokan harinya fatan bangun dari tidurnya, melakukan aktivitas seperti biasanya, ia merasa rumah terasa sepi tanpa kehadiran fina
" selamat pagi tuan muda" sapa bik rani saat fatan tiba di meja makan
" pagi bu" balas fatan
" terasa sepi" pikir fatan sembari menyantap sarapan yang dihidangkan bik rani
__ADS_1
" berbeda" batinya setelah memekan masakan bik rani, sepertinya lidahnya sudah cukup terbiasa dengan rasa masakan fina, setelahnya fatan berangkat ke kantor seperti biasanya.
🌹
Pagi yang indah di pesisir pantai, jimy menikmati pemandangan pagi itu dengan seksama, menyapa sang mentari yang memberi kehangatan pada setiap makhluk hidup
" sangat indah" gumam jimy yang sedang berdiri di pesisir pantai tak jauh dari kedainya
" benar sangat indah" terdengar suara seseorang yang jimy kenali
" ternyata anda" ucap setelah menoleh kearah asal suara dan mendapati pria pelanggan ada disana
" sedang menikmati suasana pagi juga?" tanya jimy
" iya.. saya sedang berjalan-jalan sebentar" jawab pria pelanggan
" anda sedang menikmati udara pagi juga?" balik tanya pria pelanggan
" iya" balas jimy singkat sembari terus menatap lurus ke arah lautan
" boleh saya temani?" pria pelanggan menawarkan diri
" tentu saja" balas jimy
" senang bisa menghabiskan waktu dengan anda seperti ini" ucap pria pelanggan
" selalu menyenangkan bisa mengajukan waktu bersama seseorang yang berharga bagi kita" balas jimy
" tidak.. anda pasti lebih paham dari saya" balas jimy
" apa ada kesempatan untuk saya?" tanya pria pelanggan ingin memastikan kembali apakah ia memiliki kesempatan untuk bersama jimy
" mohon maaf saya tidak bisa" jawab jimy
" apa karena dia?" tanya pria pelanggan yang ia maksud adalah apakah kini wanita pelanggan yang sudah berhasil memenangkan hati jimy
" bukan saya" celetuk suara wanita dari belakang mereka, keduanya menoleh dan menatapi wanita pelanggan ada disana
" bukan kau?" tanya pria pelanggan bingung
" beberapa waktu lalu saya bertemu dengannya di pasar, begitu ada kesempatan saya bertanya padanya tentang perasaannya pada saya tapi dia menolak saya lagi" balas wanita pelanggan
" awalnya saya kira dia menyukai anda tapi ternyata bukan juga" lanjut wanita pelanggan sembari mendekat dan berdiri disamping jimy
" jika bukan kita lalu apakah anda punya seseorang yang sangat berarti bagi anda?" tanya pria pelanggan penasaran
" hidup saya bukan untuk cinta" balas jimy kembali mengarahkan pandangannya ke laut lepas
" ternyata begitu" balas pria pelanggan mengerti
__ADS_1
" maaf telah membuat anda berdua membuang waktu untuk saya" ucap jimy
" tidak perlu meminta maaf.. sedari awal anda sudah mengatakan anda tidak tertarik dengan kami tapi kami bersikeras meminta kesempatan dari anda" balas wanita pelanggan
" benar.. dengan egoisnya kami ingin memaksakan perasaan anda" timpal pria pelanggan setuju dengan penuturan wanita pelanggan
" kalian sangat baik ... kalian akan jadi pasangan yang cocok.. kenapa tidak mencobanya" balas jimy
" hah??? kita berdua tidak-tidak" wanita pelanggan langsung menolak
" saya juga tidak mau" balas pria pelanggan, keduanya terlibat adu mulut lagi membuat jimy tersenyum dan pergi dari sana
" anda mau kemana?" tanya wanita pelanggan
" membuka kedai" balas jimy sembari melambaikan tangan membelakangi keduanya, bukannya berhenti keduanya malah semakin menggebu-gebu.
" sangat menyenangkan" gumam jimy
" yah saatnya menikmati hari-hari yang tersisa" ucap jimy oada dirinya sendiri untuk menyemangatinya
🌹
Lili sedang duduk bersama tuan hendra menikmati udara pagi juga, hari ini tuan hendra ada pekerjaan saat sore saja itu sebabnya beliau bersantai di rumah bersama istri tercintanya
" pagi ini cuacanya bagus ya mas" ucap lili
" iya sangat bagus untuk memuali hari" balas tuan hendra setuju
" tinggal beberapa hari lagi ya mas" ucap fina
" mas juga tidak sabar untuk menunggu hari itu tiba" balas tuan hendra menyeringai
" aku juga tidak sabar mas" balas lili
" akhirnya rasa sakit hati mas akan terbalas juga" lanjutnya
" iya mas jadi makin bersemangat" balas tuan hendra
" aku juga jadi tidak sabar melihat ekspresi mu saat itu terjadi" batin lili
" sebentar lagi mas" balas lili menenangkan tuan hendra
" akhirnya setelah bertahun-tahun rasa sakit hati ini akan terbalas juga" tuan hendra sangat bersemangat
" apa semuanya aman?" tanya tuan hendra
" mas tenang saja semuanya berjalan dengan baik" balas lili
" baiklah" balas tuan hendra tampak bersemangat
__ADS_1
Bersambung....
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗