Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 222 Selesai


__ADS_3

Setelah menyelesaikan target yang ke dua jimy kembali kerumah seperti biasa seolah tak ada yang terjadi sama sekali, polisi masih mencari fatma, hendra dan lili, sedangkan dua diantaranya bahkan tak berada lagi di muka bumi ini, jimy benar-benar menghilangkan jejak keberadaan kedua mahluk itu dari sana, asisten fatma yang bernama fio sebelumya sudah melarikan diri dan tak ingin bekerja dengan bosnya lagi karena bosnya itu sekarang sedang di cari polisi.


Dua hari berlalu dari sejak jimy menyelesaikan target keduanya, dua hari itu iya gunakan untuk mengurus keperluan perusahaan, dengan mengangkat heni sebagai direktur utama dan akan bertanggung jawab penuh terhadap perusahaan, heni hanya perlu memberikan laporan bulanan pada jimy saat nanti jimy datang memeriksa setiap bulannya ke kantor, jika ada masalah mendesak heni akan menghubungi jimy.


Begitu juga dengan kediaman keluarga darmawan kini jimy meminta pak budi tinggal disana berserta pak kasim dan istrinya, masalah perusahaan juga di serahkan sepenuhnya pada pak budi, pada awalnya pak budi menolak karena ia benar-benar tidak tau apa yang telah jimy lakukan pada fatma dan lili, namun jimy meyakinkannya untuk menjaga properti itu hingga pemiliknya kembali, pak budi setuju akan hal itu.


Bagas telah tau dimana lokasi tuan hendra, ia dan dika diminta kesana lebih dahulu dan jimy akan datang sendiri, tempatnya cukup jauh dari saat ini jimy berada, butuh waktu sekitar setengah hari jika berkendara, setelah sarapan dan mengurusi fatan jimy langsung pergi, ini akan menjadi akhir dari kisah ini, jimy benar-benar tak memberikan ampun pada siapa saja yang ia tandai telah melukai lenteranya.


" aku sudah susah payah membuatnya tetap menyala, kalian malah ingin memadamkannya" geram jimy yang melajukan mobilnya menuju tempat tuan hendra berada.


🌹


Tuan hendra telah terikat di sebuah kursi di dalam rumah persembunyiannya, tentu saja itu ulah dika dan bagas, tuan hendra tampak memiliki beberapa luka, sepertinya ia melawan saat akan di tangkap oleh dika dan bagas, tuan hendra tampak tak sadarkan diri sekarang.


" akhirnya hal ini terjadi juga ya" ucap dika pada bagas


" hufh... benar juga..." balas bagas


" sejak lama bos sudah menahan diri tapi kali ini sepertinya dia benar-benar tak bisa menahan dirinya lagi" ucap dika


" sepertinya begitu... bukankah dulu dia sudah memberikan kesempatan pada pak tua itu" balas bagas


" iya.. saat itu ia sangat tak tega pada fatan jika harus menghabisi orangnya" balas dika


" kali ini dia benar-benar sudah sangat keterlaluan... jika kau lihat saat hari semua ini terungkap rasanya aku ingin menghajar mereka semua saat itu" ucap bagas yang geram mengingat setiap kata yang ia dan fatan dengar saat itu


" manusia selalu begitu... mencari saat mereka membutuhkan dan membuangnya saat mereka tak membutuhkannya lagi" ucap dika


" nah sudahlah lebih baik kita fokus saja pada tugas kita sekarang" balas bagas yang di setujui oleh dika, mereka menjaga tuan hendra hingga jimy tiba


🌹


Waktu berlalu jimy tiba di tempat tujuan, dengan langkah cepat ia masuk ke dalam rumah


" dimana dia?" tanya jimy pada dika yang ia temukan lebih dulu di dekat pintu masuk


" saya akan antarkan" ucap dika memimpin jalan


Mereka tiba di tempat tuan hendra terikat, pria tua itu sudah sadarkan diri dan memberontak untuk di lepaskan

__ADS_1


" lepaskan... lepaskan aku... brengsek!!!" teriak tuan hendra


" duak!!!" jimy melayangkan tendangannya pada dada pria tua itu


" bruk!!" pria tua itu terpental bersama kursinya hingga membentur dinding


" uhuk... kau... brengsek lepaskan aku" bentak tuan hendra setelah melihat jimy yang menendangnya


" grep!!" jimy meletakkan kembali kakinya di dada tuan hendra dan menekannya hingga pria tua itu susah bernafas


" kita bertemu lagi tuan" ucap jimy dengan ramah dan senyum manis mematikannya


" lepaskan aku.. berani sekali kau memperlakukan aku seperti ini... putraku takkan memaafkan mu" ucap tuan hendra


" duak!!!" satu tinju mendarat di wajah tuan hendra


" anda masih berani mengatakan dia putramu.. setelah apa yang anda lakukan padanya" geram jimy mendengar ucapan tuan hendra


" duak!!!" jimy menendang wajah pria itu membuatnya menghantam dinding hingga kursi tempat ia duduk hancur


" bangun!!!" jimy menarik pria itu untuk berdiri, tuan hendra ingin melawan


" uhuk.... lepaskan aku" ucap tuan hendra menahan sakit


" mana kesombongan anda... kenapa jadi memohon di lepaskan" ucap jimy


" saya sudah membiarkan anda pergi kala itu tapi bukanya sadar anda malah ingin membuatnya semakin menderita" ucap jimy yang merasa sangat marah


" plakk!!!" tamparan kini mendarat di wajah pria tua itu yang kini di penuh luka


" maafkan aku... biarkan aku menebus kesalahanku lagi kali ini.. aku mohon" tuan hendra memohon


" duak!!!" mendengarnya jimy malah melayangkan tendangannya tepat di mulut tuan hendra


" akhk!!!" cairan merah keluar dari mulut pria tua itu


" aku benar-benar minta maaf... aku janji akan berubah... aku janji akan menyayangi putraku" ucap tuan yg hendra memohon agar jimy memberikannya kesempatan lagi


" aku juga sudah janji bahwa aku takkan memberikan kesempatan ketiga pada anda kan" balas jimy

__ADS_1


" apa maksudmu.. kau takkan membunuhku kan?" tanya tuan hendra yang merinding melihat tatapan jimy


" tentu saja tidak" balas jimy


" benarkah... terimakasih... terimakasih" balas tuan hendra bersujud di kaki jimy bersyukur jimy mengampuni hidupnya


" tentu saja tidak hanya membunuh anda tapi juga menghilangkan anda dari muka bumi ini" ucap jimy menyeringai


" apa???" tuan hendra terkejut


" kenapa anda terkejut begitu... dari awal aku kan sudah sering memperingatkan anda tapi anda tidak peduli... anda tau anda sendiri yang menciptakan situasi saat ini" ucap jimy menyeringai


" sudah siap?" tanya jimy pada bagas yang berdiri di sana


" sudah" balas bagas yang di beritahu dika bahwa tempat eksekusi telah siap


" nah sayang bangunlah... dan ikut aku" ucap jimy menarik tuan hendra pergi dari sana


Tempat eksekusi kali ini adalah kamar mandi, seluruh kamar mandi di lapisi dengan plastik agar tak meninggalkan jejak apapun, jimy juga telah membuang pakaiannya dan memakai masker, sementara dika dan bagas menunggu di luar, saat masuk ke dalam kamar mandi itu, terlihat didalam bak mandi ada cairan kimia yang mendidih, jimy mendudukkan tuan hendra di pinggir bak mandi


" kau tidak akan menjatuhkan ku ke sana kan?" tuan hendra tampak sangat ketakutan melihat cairan yang mendidih itu


" kenapa tidak... aku sudah mempersiapkannya untuk anda" balas jimy


" apa ada yang ingin anda katakan pada ku?" tanya jimy yang bersiap melepaskan tuan hendra agar terjatuh


" kau manusia yang paling kejam yang pernah ada... kau iblis!!!" teriak tuan hendra


" ah terimakasih" balas jimy melepas pegangannya pada tuan hendra dan tubuh pria itu tercebur masuk kedalam cairan kimia yang mendidih itu, bak monster tubuhnya langsung di lahap oleh cairan itu hingga terlarut tanpa sisa bersama teriakkan kesakitan dari mulutnya ia pun menghilang dari muka bumi tanpa jejak.


Hendra darmawan telah lenyap dari muka bumi tanpa sisa bersama pekikan kesakitannya.


Jimy keluar dari sana dan meminta keduanya membersihkan tempat itu, cairan kimia telah hanyut ke pembuangan bersama larutan tubuh hendra darmawan, tak ada jejak yang tertinggal.


" fyuh!!! akhirnya selesai" ucap jimy yang sedang membersihkan dirinya di kamar mandi lain di rumah itu, ia akan kembali bersama dika dan bagas setelah membersihkan seluruh kekacauan


Bersambung...


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗

__ADS_1


__ADS_2