Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 195 Khawatir


__ADS_3

Sang bulan telah menampakkan dirinya membawa manusia pada waktu istirahatnya, ada yang sedang bersenang-senang dan mencari penghidupan di bawah naungan malam dan remang cahaya bulan, ada yang menghabiskan sedikit waktu dengan pasangannya untuk sekedar mengukir momen bahagia, ada yang mengistirahatkan raga dan pikirannya di bawa tenang menuju gerbang mimpi, ada pula yang menikmati kesendiriannya dengan kerinduan entah karena kekasih hati jauh disana atau memang tak pernah ada


Sama seperti fina yang sedang menikmati remang cahaya rembulan ditemani hembusan angin malam di balkon kamarnya, fatan tak kembali dari luar kota karena cuaca sangat buruk membuatnya terjebak disana, sebelumnya fatan telah memberi kabar pada fina bahwa ia tak bisa kembali terlalu berbahaya berkendara di hujan badai ini.. mengingat perjalanan juga jauh dan hari sudah sangat gelap tertutup kabut dan angin kencang


Gadis itu duduk di balkon menatap sang bulan, mengadukan kekhawatirannya terhadap tunangannya yang terjebak badai disana, meskipun mereka sudah berkomunikasi sebelumnya dan fatan mengatakan ia baik-baik saja dan aman namun perasaan wanita itu tak kunjung membaik, kekhawatirannya tak hilang sepenuhnya, terlebih saat ini ia tak tau bagaimana kondisi tunangannya entah karena apa ponsel tunangannya tak bisa di hubungi lagi, gadis itu menenangkan diri di balkon agar seisi rumah juga tak panik


" semoga kau baik-baik saja" ucap fina berharap pria itu baik-baik saja


" nak fina... " terdengar suara bik rani memanggilnya


" saya di sini bu" balas fina dari balkon, wanita itu datang menemui fina di balkon


" ada apa bu?" tanya fina begitu wanita itu mendekat kearahnya


" apa nak fina sudah mendapatkan kabar dari tuan muda lagi?" tanya bik rani yang sejak tadi juga terus menghubungi ponsel fatan namun tak kunjung tersambung juga, rasa khawatirnya meningkatkan setelah melihat berita di televisi tentang betapa mengerikannya badai di kota tempat fatan berada


" belum bu.. saya sangat khawatir tapi saya tidak bisa apa-apa selain menunggu kabar dan berdo'a" jawab fina terlihat ia juga sangat khawatir


" ibu baru melihat berita di televisi banyak ada beberapa bangunan yang ambruk dan pohon tumbang di kota tempat tuan muda berada sekarang... ibu sangat khawatir


"apa!!!" fina terkejut karena ia belum tau soal itu, ia segera menyalakan televisi di kamarnya untuk melihat berita yang baru saja di katakan bik rani


" bruk!!" fina terduduk lemas rasa khawatirnya semakin memuncak, setelah melihat berita di televisi tentang jumlah korban yang sudah di temukan dan yang masih dinyatakan hilang, sementara belum ada kabar dari fatan


" bagaimana keadaannya bu... apa dia baik-baik saja?" tanya fina dengan air mata yang mulai turun tanpa kompromi


" ibu juga tidak tau nak... ibu yakin tuan muda baik-baik saja nak fina juga harus yakin" ucap bik rani berusaha menenangkan fina meskipun ia juga sangat khawatir

__ADS_1


" tika." panggil bik rani


" saya bu" tika datang dengan tergesa-gesa menuju kamar fina setelah mendengar bik rani berteriak


" fina kenapa?" tika melihat fina yang terduduk di lantai dan menghampirinya segera, seketika mata tika juga tertuju pada televisi yang masih menyiarkan berita tentang badai yang terjadi di kota tempat fatan berada sekarang


" apa dia baik-baik saja tika?" tanya fina pada tika


" apa dia baik-baik saja?" fina terus mengucapakan kalimat itu tanpa merespon yang lain


" nak tika tolong jaga nak fina.. ibu akan menghubungi pak budi barang kali dia punya kabar soal tuan muda" pesan bik rani yang di setujui tika


Bik rani segera meninggalkan kamar fina dan tika membantu fina bangkit dan membantunya membaringkan tubuhnya di ranjang


Kabar seperti ini tentu saja tiba sangat cepat di telinga riki segera ia juga melanjutkan kabar itu pada bagas


🌹


Bagas yang menerima pesan dari riki terkejut dan khawatir, ia juga sedang melihat berita yang menyiarkan kabar tentang badai tersebut, betapa parahnya badai itu


" astaga..." hanya kata itu yang bisa bagas ucapkan, pesan itupun diteruskan pada dika dan tentunya pada jimy juga


" cling...." pesan masuk di ponsel jimy, pria manis itu baru saja ingin istirahat dan tak melihat berita tentang badai yang terjadi, pria itupun membuka pesan yang dikirim bagas padanya


" prang!!!' ponsel itu jatuh dari tangannya setelah melihat isi pesan yang tertulis disana


" grep!!" ia segera mengambil kunci mobil dan jaket, berlari keluar ke garasi.. masuk ke mobilnya dan melajukannya dengan cepat di kegelapan malam

__ADS_1


Di perjalanan ponsel pria itu berdering dan itu dari bagas, pasalnya bagas belum mendapatkan jawaban apapun dari bosnya itu


" apa?" jimy menjawab panggilannya


" aku sedang dalam perjalanan" lanjut jimy tanpa sempat bagas menjawabnya


" jalan di tutup karena badai... kita akan pergi setelah badai mereda" ucap bagas mencoba memberi pengertian pada jimy agar pria itu berpikir dengan jernih


" aku akan baik-baik saja... minta saja dija datang" jawab jimy yang sepertinya tak berniat berhenti, bagas paham betul bagaimana jimy jika sudah begini tak ada yang bisa menghentikan bosnya itu


" baik..." balas bagas mengakhiri panggilannya


Seperti yang dikatakan jimy... bagas mengubungi dika dan mengatakan bahwa jimy memintanya bertemu di tempat badai terjadi


" dia sedang dalam perjalanan menuju lokasi badai... kau diminta untuk datang" ucap bagas tanpa basa-basi pada dika setelah panggilan tersambung


" apa... tapi jalan di tutup?" ucap dika yang tak terkejut sma sekali


"pergi saja" balas bagas


" baiklah..." balas dika segera menutup panggilannya dan menyambar kunci mobilnya berlari dengan cepat menuju lift dan parkiran, dika juga telah mengirim pesan pada Bi untuk menggantikan posisinya sebentar dalam mengawasi fatma, dika mengemudikan mobilnya dengan cepat sembari menghubungi jimy untuk mengetahui titik pertemuan, tapi pria itu tak menjawab panggilannya.


Jimy mengemudikan mobilnya dalam kecepatan tinggi menembus cuaca dingin di malam hari, beruntung jalanan lumayan sepi sehingga membuat pria itu lebih mudah melalui jalanan, dengan perasaan kalut dan rasa khawatir yang mendalam jimy terus mempercepat laju kendaraannya... ia hingga lupa bahwa ia adalah orang mati sekarang, dalam pikirannya saat ini hanya ada rasa cemas yang mendalam merasuki seluruh jiwanya


" tidak akan terjadi apa-apa" jimy terus meyakinkan dirinya dengan kalimat itu


Bersambung....

__ADS_1


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2