Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 207 Hari Bahagia


__ADS_3

Pernikahan adalah impian setiap orang, seperti akhir dari pencarian dan penantian, mendapatkan seseorang yang bersedia menghabiskan waktunya seumur hidup bersama kita mengarungi bahtera rumah tangga yang kadang penuh prahara, suka duka dan air mata akan menyatu dalam perjalanan hidup bersamanya, bersama seseorang yang kita yakini dan percaya bisa menghabiskan seluruh hidupnya bersama kita begitu juga sebaliknya kita bisa menghabiskan seluruh waktu di kehidupan kedepannya bersama dengannya.


Matahari menyingsing menambah ke gundahan hati fatan yang sedang menunggu di kamar hotel, ia telah rapi dengan jas putihnya rambut yang ia kuncir dengan sedikit hiasan kepala bak idol dan campuran pangeran yang siap menjemput kekasih hatinya.


" tak...tak..tak..tak.." suara langkah kaki fatan mondar-mandir di depan bagas sembari mengepalkan kedua tangannya


" bisa berhenti tidak.. aku pusing melihatmu mondar-mandir terus sejak tadi" ucap bagas yang menemani fatan


" aku sangat gugup" balas fatan tak berhenti mondar-mandir


" bagaimana jika nanti aku salah saat ijab kabul?" gumam fatan


" kau kan sudah belajar semalaman mana mungkin salah lagi" balas bagas berusaha menenangkan fatan


" jangan sampai ke gugupan mu menghilangkan konsentrasi mu" lanjut bagas


" aku tau tapi aku gugup sekali" balas fatan yang masih tak tenang


" oke... coba tarik nafas dan buang perlahan" ucap bagas sembari mempraktekkannya dan diikuti oleh fatan


" lakukan beberapa kali hingga kau merasa lebih tenang" lanjut bagas... fatan menurut saja dan melakukannya hingga beberapa kali


" tok... tok.. tok" terdengar ketukan di pintu kamar hotel yang fatan tempati, bagas segera membuka pintu


" tuan hendra.... silahkan masuk" ucap bagas begitu melihat tuan hendra yang mengetuk pintu


" putra ayah tampan sekali" puji tuan hendra setelah melihat penampilan fatan yang luar biasa itu, bagas yang tak enak jika harus menjadi penganggu lebih memilih untuk keluar meninggalkan tuan hendra dan fatan disana


" terimakasih ayah" balas fatan merasa senang tuan hendra hadir lebih awal di pernikahannya


" aku gugup sekali ayah" ucap fatan


" tenang saja.. ayah yakin kamu pasti bisa" balas tuan hendra sembari menepuk pundak fatan untuk menyemangatinya


" cklek!!! apa disini kamar calon pengantinnya?" pintu terbuka dan nyonya adhitama langsung berceletuk, ia dan suaminya sengaja datang menemui fatan terlebih dahulu


" ah maaf saya kira tidak orang lain" ucap nyonya anita mengira jika hanya ada fatan saja di kamar


" ayah... bunda.." ucap fatan begitu melihat keduanya


" halo tuan hendra... senang bertemu anda lagi" ucal tuan adhitama sembari menyodorkan tangannya untuk berjabat


" halo tuan adhitama... saya juga senang bertemu dengan anda lagi" balas tuan hendra menyambut uluran tangan tuan adhitama


" selamat atas pernikahan putra anda tuan" ucap tuan adhitama

__ADS_1


" terimakasih..." balas tuan hendra


" wah kau sangat tampan... benarkan sayang" ucap nyonya anita sembari memperhatikan fatan


" iya... kau sangat tampan" timpal tuan adhitama setuju dengan penuturan istrinya


" terimakasih ayah... bunda" balas fatan


" selamat ya sayang atas pernikahan mu" ucap nyonya anita sembari memeluk fatan


" terimakasih bunda.." balas fatan


" tapi aku sangat gugup" ucap fatan


" tenang saja bunda disini untukmu" ucap nyonya anita memberikan sedikit ketenangan pada fatan.. entah mengapa ucapan itu lebih mampu membuat fatan tenang


" ayah pergi dulu... ayah harus menemani mama mu" pamit tuan hendra yang di balas anggukan oleh fatan


" maaf tuan adhitama saya harus permisi dulu, istri saya sedang menunggu di luar" pamit tuan hendra pada tuan adhitama


" tentu... silahkan" balas tuan adhitama


" ku pikir bunda tidak akan datang" ucap fatan


" sayang ayo kita juga menunggu di luar saja, biarkan dia sendiri dulu" ucap tuan adhitama


" begitukah.. baiklah" balas nyonya anita


" sayang bunda dan ayah keluar dulu ya..." pamit nyonya anita yang di balas anggukan oleh fatan


" ayah tunggu di luar" ucap tuan adhitama sembari menepuk pundak fatan


" iya ayah" balas fatan


Kini tinggal pria itu sendiri disana, berusaha menegakkan diri dan berlatih mengucapkan ijab kabul beberapa kali, ia sangat takut jika nanti ia salah mengucapkannya


🌹


" semuanya aman?" tanya dika pada bagas melalui sambungan telepon


" disini aman... target sudah tiba dan sedang berada bersama lentera" balas bagas menginformasi keadaan di tempat pesta


" bagaimana disana?" tanya balik bagas


" target belum bergerak" balas dika

__ADS_1


" baiklah... ayo lakukan tugas terakhir kita dengan baik" seru bagas


" tentu saja" balas dika menghentikan sambungan teleponnya


Pak budi juga tentu saja telah berada disana, sangat tak mungkin bagi bagas dan pak budi untuk berinteraksi, yang bisa mereka lakukan adalah menjalankan peran mereka masing-masing yang telah di sepakati sebelumnya.


🌹


" tempat ini sudah pas" ucap jimy yang berada di dekat tempat pesta, ia mengambil resiko tinggi untuk bisa menyaksikan sendiri ijab kabul fatan di bantu dengan kamera tersembunyi di tempat pesta agar jimy bisa melihat dan mendengarnya dengan jelas saat fatan melakukan akad


" dimana dia?" tanya jimy pada bagas melalui sambungan telepon


" masih di kamar" jawab bagas berbisik


" oke... aku akan menunggu" balas jimy


" akhirnya... lihatlah dia sangat tampan... aku jadi ingin melihatnya secara langsung" ucap jimy sembari melihat foto fatan di layar ponselnya yang sebelumnya di kirim oleh bagas


" hufh... aku jadi gugup begini... ah ingin peluk fatan tapi ngak bisa" gumam jimy yang malah merasa gugup sendiri seolah dia yang akan menikah


🌹


" para tamu sudah datang... tinggal menunggu penghulu saja" ucap bagas pada fatan yang masih berada di kamarnya


" aku ingin bertemu dengannya sebentar sebelum akad" ucap fatan


" tunggu saja setelah akad sebentar lagi" balas bagas tak menganjurkan untuk fatan bertemu dengan fina saat ini


" sebentar saja..." pinta fatan


" hufh.. baiklah ayo saya akan temani" balas bagas mengalah dan akan menemani fatan bertemu dengan fina sebentar sebelum akad


Fatan yang masih dibantu dengan tongkat untuk berjalan kini sedang mengarah pada kamar fina yang terletak cukup jauh dari miliknya dengan di temani oleh bagas.


Di sisi dika ia melihat fatma keluar dari apartemennya bersama foi dan masuk kedalam mobil, melajukannya meninggalkan parkiran, dika segera menyambar kunci dan mengikutinya


" kemana dia akan pergi?" tanya dika pada dirinya sendiri yang sedang mengemudikan mobilnya mengikuti mobil fatma.


" inikan arah hotel tempat pernikahan fatan dilaksanakan.. jadi benar ya dia ingin menunjukkan diri disana" gumam dika setelah melihat rute yang di lalui mobik fatma


" oke kita akan tau apa yang terjadi setelah ini" dika menyeringai


Bersambung....


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗

__ADS_1


__ADS_2