
" bagaimana keadaan mu sekarang.. apa kau sudah merasa menyesal?" tanya pria yang bisa kita simpulkan adalah dalang dari penculikan dika
" menyesal.. oh ayolah kawan aku tidak tau apa yang harus ku sesali" jawab dika terlihat sangat menantang pria yang sedang berbicara dengannya yang ternyata pria itu adalah rian yang dulu pernah bersinggungan dengan dika
" muka sudah bonyok begitu masih bisa sombong kau.. bugh!!!" rian meninju wajah dika lagi karena kesal dengan ucapan dika
" hahahaha" dika malah tertawa setelah rian memukulnya
"apa yang kau tertawakan.. apa kau sudah tak waras setelah aku menyekap mu?" tanya rian dengan sombong dan juga sedikit jengkel pasalnya ia telah menghajar dika selama di tahan namun bukannya kapok dika malah membuatnya kesal
" awalnya aku penasaran apa yang akan kau lakukan padaku tapi ternyata tidak ada apa-apanya.. kau hanya bermulut besar saja" balas dika ingin menjatuhkan mental rian
" oiya.. kau mengatakan ayahmu akan datangkan.. lalu kenapa dia belum datang juga?" tanya dika yang kemudian menyeringai hal itu membuat rian geram, padahal ia telah memberitahukan siapa ayahnya, biasanya orang akan gemetar hanya dengan mendengar nama ayahnya di sebut tapi pria dihadapannya ini malah ingin bertemu dengan ayah rian, tak ada rasa takut sedikit pun di matanya, meskipun rian telah menghajarnya berkali-kali namun dika masih bisa mengintimidasinya, bagaimanapun juga dika tau rian tidak akan bisa berbuat lebih jauh seperti dirinya
" tunggu saja dasar sialan.. kau akan menyesal pernah bertemu dengan ayahku" jawab rian penuh kesombongan
" aku berbaik hati padamu dengan mengabulkan permintaan terakhir untuk bertemu dengan ayahku" lanjut rian sangat sombong merasa ia sudah menang sekarang
"setelah aku mati nanti apa yang akan kau lakukan selanjutnya?" tanya dika yang tak takut sama sekali dengan ancaman kematian yang di berikan rian
" tentu saja aku akan merasa sangat puas" balas rian terlihat sangat senang membayangkan hal itu
" bagaimana aku bisa lupa... tentu saja aku akan memberi perhitungan juga pada pria sampah itu karena gara-gara dia aku kehilangan satu jariku" lanjut rian yang juga ingin membalas fatan atas penghinaan yang ia terima
" sudah berulangkali ku katakan dia tidak sekotor itu untuk menyuruhku melakukanya" balas dika menjelaskan kembali bahwa fatan bukan orang yang memerintahkannya memberi pelajaran pada rian dan kawan-kawan kala itu
" kau pikir aku peduli hah... dasar sialan" balas rian geram dengan jawaban dika dan memukulnya lagi, kembali dika hanya menyeringai mendapatkan pukulan dari rian
" kenapa tidak langsung kau bunuh saja aku?" tanya dika menantang rian
" bukankah sudah ku katakan aku ingin memenuhi permintaan terkahir mu untuk melihat ayahku.. bukankah aku sangat baik?" balas rian dengan sombong karena ia merasa sudah menang
" kau akan menyesali keputusannya mu" balas dika
" diam kau sialan" ucap rian
__ADS_1
Saat itu juga seseorang masuk ke ruangan kecil itu
" permisi tuan rian ayah anda telah tiba disini" pria itu memberitahukan kedatangan ayah dari rian padanya
" benarkah" balas rian merasa senang akan hal itu
" iya tuan, sekarang beliau sedang berada di ruangannya" balas pria itu yang ternyata merupakan salah seorang pelayan di bar milik ayah rian dan ternyata ruangan kecil tempat dika disekap berada di dalam bar milik ayah rian
" baiklah aku akan menemuinya sekarang juga" balas rian
" permintaan terkahir mu sudah disini hanya menunggu beberapa saat lagi untuk kematian mu... berdo'alah agar kai masuk surga" ucap rian dengan tujuan mengintimidasi dika, setelahnya rian keluar dari sana untuk menemui ayahnya
" papa sudah kembali?" tanya rian begitu ia tiba di ruang pribadi milik ayahnya
" tentu saja papa harus segera kembali begitu tau anak papa berhasil mendapatkan orang yang telah berani melukainya" balas ayah rian yang kita sebut saja pak ramli
" tentu saja pa... aku sudah menghajarnya hingga babak belur" balas rian dengan bangga
" hanya menghajarnya kenapa tidak melenyapkannya saja?" tanya pak ramli
" benarkah... tentu saja papa tidak keberatan untuk itu" balas pak ramli
" sepertinya dia benar-benar telah bosan hidup sehingga berani menganggu putra ku" lanjut pak ramli menyeringai merasakan kemenangan
" tidak perlu membuang waktu ayo kita penuhi permintaan terkahirnya" lanjut pak ramli sembari bangkit dari duduknya dan melengang keluar menuju ruang kecil tempat dika ditahan yang beradab di belakang bar, tempat yang tak begitu jauh membuat mereka tiba dengan cepat di sana, pak ramli lango masuk dengan sombongnya bersama rian putranya, ia mendapati dika yang tertunduk dan keadaan yang sangat kacau, ada kesenangan melihat pemandangan itu bagi pak ramli
" ternyata kau orang yang berani mengusik putranya ramli... besar sekali nyalimu anak muda" ucap pak ramli yang telah berdiri tepat di hadapan dika namun dika belum mengangkat wajahnya
" hahahaha" dika tertawa mendengar suara pak ramli
" apa yang kau tertawakan... apa kau sudah tidak waras karena takut akan kematian?" ucap rian yang kesal atas sikap dika
" kau sangat lucu ramli" ucap dika kemudian sembari mengangkat wajahnya dan menyeringai, pak ramli yang melihat wajah itu yang ternyata adalah seseorang yang ia kenal
" ka...kau" ucap pak ramli yang terkejut melihat dika setelah ia mengangkat wajahnya
__ADS_1
" lama tak jumpa ramli" ucap dika sembari menyeringai penuh kemenangan
" siapa dia pa... apa papa kenal dia?" tanya rian yang terkejut melihat reaksi ayahnya setelah melihat wajah dika, seakan semua kesombongannya tadi lenyap begitu saja
" plakk!!!" pak ramli berbalik dan menampar rian, sontak rian terkejut dengan apa yang dilakukan ayahnya
" kenapa papa memukulku?" tanya rian yang memegangi wajahnya bekas tamparan sang ayah
" kau masih bertanya hah??" jawab pak ramli dengan marah
" cepat lepaskan dia" perintah pak ramli selanjutnya semakin membuat rian tak mengerti
" kenapa aku harus melepaskannya... dia orang yang berani memotong jatiku apa papa lupa" balas rian dengan nada yang mulia tinggi karena marah
" dasar kau ini" ucap pak ramli sembari berjalan ke dekat dika dan membuka ikatannya
" apa yang papa lakukan?" tanya rian kembali dengan marah dan tak mengerti
" diam kau!!!" balas pak ramli yang terlihat sangat marah membuat rian menunduk karena takut
" saya benar-benar minta maaf saya tidak tau kalau orang yang di sekap anak bodoh ini adalah kau" ucap pak ramli sembari sedikit menunduk sebagai tanda saling menghormati
" akhirnya bebas juga... pegal juga lama-lama diikat begitu" gumam dika sembari memengangi pergelangan tangannya
" ah tidak apa-apa... sepertinya dia tidak tau siapa saya" balas dika
" mari bicarakan ini diruangan saya" tawar pak ramli yang di setujui oleh dika
" kau juga harus ikut" ucap pak ramli pada rian dengan tatapan tajam
" fyuhh... hampiy saja untung anak ini tidak melakukan apapun pada dika jika tidak tamat sudah" dalam hati pak ramli merasa sedikit lega karena rian belum melakukan hal berlebihan pada dika meskipun pak ramli tetap khawatir karena saat ini dika sudah babak belur
Bersambung...
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗
__ADS_1