
Di kediaman fatan terlihat ia sedang menikmati secangkir teh di sore hari dengan di temani sebuah buku seperti biasanya, ia sedang bersantai di taman belakang di temani oleh tunangannya, dimana setelah pertunangan fina tak lagi bekerja sebagai pelayan meskipun ia bersikeras ingin tetap bekerja namun tentu saja para pelayan takkan membiarkannya, tugasnya sekarang hanya mengurusi keperluan fatan saja, tentu saja kamarnya juga telah di pindahkan ke salah satu kamar tamu yang kini menjadi miliknya.
Fatan tengah asyik dengan bukunya, memang seperti itulah dia jika telah bertemu dengan buku maka ia akan lupa dengan segalanya, termasuk gadis yang kini duduk disebelahnya dan sedang termenung, entah apa yang dipikirkan gadis itu, riki yang sedang berada tak jauh dari sana dan sedang merawat kebun melihat kedua pasangan itu dan merasa cukup aneh yang satu sedang sibuk dengan bukunya dan yang satu malah duduk termenung di sampingnya
" dua orang itu bagaimana sih seperti tidak saling mengenal saja" gumam riki
" kasian kan tuh cewek lagi butuh dihibur malah dia asik sendiri dengan bukunya... hadeh.." riki menepuk keningnya melihat kelakuan kedua orang itu, fatan masih tidak sadar bahwa fina seperti sedang memikirkan sesuatu, hingga akhirnya fina memilih untuk kembali ke kamarnya saja
"aku merasa sedikit lelah apa aku bisa masuk lebih dulu?" tanya fina sebelum ia masuk kedalam rumah
" tentu saja" balas fatan sembari menoleh kearah fina dan tersenyum
" istirahatlah jika kamu memang merasa lelah" lanjut fatan, fina hanya mengangguk menanggapi ucapan fatan dan berlalu pergi dari sana
Setelah fina pergi riki yang sedari tadi sudah merasa geram tak tahan dan menghampiri fatan yang malah melanjutkan aktivitasnya
" ehem" riki memberi kode akan keberadaannya, fatan langsung menoleh kearah asal suara yang ternyata riki telah berdiri di dekatnya, fatan mengeryitkan dahinya melihat riki disana dalam pikirannya ia tak memiliki hal apapun yang ingin di beritahukan pada riki tapi mengapa riki menghampirinya
" kenapa anda sangat tidak peka sih?" langsung tanya riki tanpa basa-basi
" apa maksud mu?" tanya fatan benar-benar tidak mengerti
" astaga" riki menepuk jidatnya sendiri mendengar jawaban fatan
" ada apa denganmu?" tanya fatan yang tak mengerti maksud riki, tika yang melihat riki dan fatan dari kejauhan memperhatikan keduanya, tika penasaran apa yang dilakukan riki bersama fatan
" anda benar-benar ya" ucap riki sembari merebut buku yang sedang di baca oleh sontak hal itu membuat tika khawatir jika tuan mudanya marah akan perbuatan riki
" astaga dia itu sedang apa sih.." ucap tika sembari mendekat dengan setengah berlari takut jika riki terkena amukan fatan, sementara di sisi fatan ia hanya mengeryitkan dahinya mendapati riki yang telah merebut buku yang sedang ia baca
" kenapa anda malah berekspresi seperti itu... anda tidak tau ya bahwa tunangan anda sedang membutuhkan perhatian sekarang" celoteh riki yang semakin geram melihat tingkah fatan, belum sempat fatan menjawab tika telah tiba dan menarik lengan riki agar menjauh dari sana
" maaf tuan muda... apa yang telah dia lakukan pada anda?" tanya tika meskipun merasa takut
" apa-apaan kau ini" riki memberontak agar tika melepaskan lengannya
__ADS_1
" kau diam saja" balas tika berbisik pada riki
" saya minta maaf jika dia melakukan sesuatu yang membuat tuan muda tidak senang" ucap tika lagi dan fatan hanya diam saja
" kami permisi tuan muda" lanjut tika sembari berusaha membawa riki dengan menariknya secara paksa
" anda harus ingat apa yang saya katakan ya" ucap riki mengingatkan fatan
" sudahlah diam" ucap tika yang sedikit kesal karena menurutnya riki tak mengerti keadaannya sekarang bahwa ia sedang menyelamatkan riki dari kemarahan fatan karena kelancangannya
" lagian kau sedang apa sih menarik-narik ku begini.. emangnya aku apaan" gerutu riki atas sikap tika
" diamlah" balas tika masih menarik riki sejauh mungkin dari sana
" dari tadi kai selalu mengatakan diam... diam.. apa maksudnya itu" riki masih menggerutu
" kau tau tidak aku sedang menyelamatkan mu dari kemarahan tuan muda" ucap tika setelah mereka berada cukup jauh dari fatan
" dia marah.. memangnya apa yang ku lakukan?" balas riki tak mengerti apa maksud tika
" oh soal itu " balas riki terlihat santai menanggapi tika yang khawatir
" saya tau kau baru bekerja disini tapi kau harus tau bahwa jangan pernah menganggu urusan tuan muda dan jangan membuat tuan muda tidak senang... yang paling penting jangan mendekati tuan muda jika kau masih ingin bekerja dengan aman disini" jelas tika panjang lebar karena merasa kasihan pada riki yang baru bekerja disana, ia merasa kasihan jika riki harus dipecat karena ia belum tau bagaimana tuan mudanya
" kau mengerti kan?" tanya tika memastikan apakah riki mendengar ucapannya barusan
" kau mengkhawatirkan aku ya?" riki malah menggoda tika
" saya cuma kahisan saja jika kau di pecat" balas tika yang menjadi salah tingkah
" begitu ya... baiklah aku akan ingat itu" balas riki merasa senang atas perhatian tika
" ya sudah saya akan melanjutkan pekerjaan saya, ingat jangan melakukan hal seperti itu lagi" ucap tika
" tentu saja" balas riki yang kemudian di tinggal pergi oleh tika
__ADS_1
" ada-ada saja..." gumam riki menggelengkan pelan kepalanya sembari melenggang dari sana
🌹Di sisi fatan
" apa maksud ucapannya barusan?" gumam fatan masih memikirkan apa yang riki katakan padanya barusan, pada akhirnya fatan yang merasa penasaran lebih milih untuk menemui fina dari pada dia harus menduga-duga.
Tok...tok..tok... fatan mengetuk pintu kamar fina setelah ia tiba di depan kamar sang tunangan, segera fina membuka pintunya dan sedikit terkejut melihat keberadaan fatan disana
" kak fatan... sedang apa disini..?" tanya fina
" em itu..." ucap fatan terlihat ragu
" masuklah dulu" ucap fina mempersilahkan fatan masuk ke kamarnya terlebih dahulu
" kakak butuh sesuatu?" tanya fina lagi
" tidak" balas fatan
" lalu kenapa dia menemuiku?" tanya fina dalam hati
" seseorang bilang pada saya bahwa saya kurang peka terhadap mu" ucap fatan
" hah??" balas fina tak mengerti maksud perkataan fatan
" orang itu mengatakan seperti kamu sedang gelisah.. apa ada yang sedang menganggu mu?" tanya fatan
" menganggu ku... tentu saja tidak" balas fina setelah berpikir beberapa saat
" benarkah?" tanya fatan memastikan, fina mengangguk
" jika ada sesuatu yang menganggu mu.. kamu selalu bisa mengatakannya pada saya" ucap fatan menegaskan bahwa dirinya ada disana untuk satu sama lain
" iya sayang aku mengerti" balas fina merasa senang atas perhatian fatan
Bersambung....
__ADS_1
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰 🥰Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗