
Fatan, fina dan dika masih berada di rumah perlindungan, fina sedang duduk bersama para lansia dan mendengarkan kisah hidup masa lalu mereka, sementara fatan sedang duduk di teras sembari melihat anak-anak bermain, beberapa remaja menghampiri fatan untuk menanyakan bagaimana caranya menjadi sukses seperti fatan, begitu pula para pria yang sudah hampir memasuki usia kerja, mereka menghampiri fatan dan berbincang mengenai bagaimana dunia kerja dan bagaimana caranya agar sukses, meskipun para remaja wanita yang hampir memasuki usia dewasa sangat kagum dengan pencapaian serta pesona fatan, mereka tidak berani hanya untuk sekedar menegur fatan saja, pasalnya mereka jimy secara langsung pernah menjelaskan pada mereka tentang ke tidak sukaan fatan pada wanita muda, meskipun kini mereka melihat fatan datang bersama seorang gadis mereka memilih untuk tak menegur fatan seperti nasihat sang kakak
Fatan yang tengah duduk dihampiri oleh dika yang menginformasikan bahwa semuanya telah siap
" semuanya sudah siap" ucap dika pada fatan yang sedang berbincang bersama para remaja
" baiklah" balas fatan mengerti
" maaf ya obrolan kita harus selesai sekarang, kakak harus pergi lain kali kakak akan mengunjungi kalian lagi" ucap fatan sembari tertawa hangat pada mereka
" kakak sudah mau pergi... baiklah terimakasih untuk nasihat kakak kami akan mengingatnya untuk bekal di masa depan" balas salah satu dari mereka yang berterima kasih atas saran dan motivasi yang fatan berikan untuk terus maju dan menjadi sukses
" ya sudah kakak pergi dulu ya" pamit fatan sembari bangkit dari duduknya dan melengang menuju tempat para lansia berada untuk memanggil fina
" mohon maaf bapak.. ibu.. kami harus segera kembali" ucap fatan begitu tiba di tempat para lansia
" apa.. kenapa cepat sekali.. besok saja pulangnya" balas sang nenek yang masih ingin berbincang dengan fina dan fatan
" iya bu.. kami harus pulang hari ini.. lain kali kami akan mengunjungi ibu dan bapak semua lagi" balas fatan memberikan penjelasan
" lain kali datang lagi ya cantik" ucap salah seorang dari para kakek
" iya pak.. lain kali fina akan datang lagi" balas fina sembari tersenyum manis
Setelah berpamitan mereka meninggalkan rumah perlindungan menyebrang jalan dan tiba di rumah keluarga adhitama, dikarenakan mobil fatan memang terparkir disana
" kita kunjungi makam jimy sebentar ya, saya ingin pamit" ucap fatan yang di setujui oleh fina
Fatan meminta fina untuk berjalan lebih dulu mengikuti dika sementara ia akan berjalan paling belakang, tanpa banyak tanya fina mengikuti dika
" tenang-tenang kau pasti bisa fatan.. lakukan saja semuanya akan baik-baik saja" fatan bergumam pada dirinya sendiri untuk tenang sembari mengelus dadanya
__ADS_1
" astaga jantung tolong kerjasamanya berhentilah berdengung sekencang ini aku jadi semakin khawatir" fatan memengangi dadanya yang berdegup kencang seolah jika ada seseorang didekatnya pasti mereka bisa mendengar debarannya
Mereka telah tiba di makam jimy betapa terkejutnya fina melihat sekitaran makam jimy dihiasi dengan banyak bunga, disana juga terdapat ibu fina dan kedua adiknya, serta bagas yang siap dengan sebuket bunga di tangannya
" ibu.." fina berlari menghampiri sang ibu yang duduk di kursi yang telah bagas sediakan tepat di sebelahnya
" bagaimana kabar ibu... sedang apa ibu disini... fina rindu ibu" banyak pertanyaan yang fina lontarkan sembari memeluk tubuh sang ibu, ia meneteskan air mata karena sudah lama tak bertemu dengan sang ibu
" ibu baik... ibu juga rindu sama kamu nak" balas sang ibu membalas pelukan putrinya
" saya meminta bagas dan dika membawa mereka kesini" ucap fatan yang terlihat begitu percaya diri
" kenapa?" tanya fina setelah melepaskan pelukannya pada sang ibu
" kakak merindukan kalian juga" lanjut fina memeluk kedua adik laki-lakinya
" kita juga rindu kakak" balas joni dan jojo bersamaan
" dihadapan ibumu saya ingin menanyakan sesuatu yang penting, di depan makamnya dan dika serta bagas yang menjadi saksinya" ucap fatan sembari menggenggam kedua tangan fina, mereka semua telah siap di posisinya yaitu tepat di samping makam jimy, dika juga sudah menyiapkan kamera untuk merekam moment ini
" kita sudah bersama cukup lama, tempat kosong di sudut hati saya kini telah terisi" ucap fatan sembari terus menggenggam kedua tangan fina membuat gadis itu bingung dengan apan yang sedang terjadi
" saya tidak tau apa yang akan terjadi di masa depan, apakah kita masih saling mencinta atau tidak, namun saya berharap di masa depan saya ada kamu" lanjut fatan, fina hanya mendengarkannya dengan seksama
" saya tidak bisa menjanjikan sebuah hubungan cinta yang selalu manis dan indah namun saya akan berusaha membuat cinta ini agar nyaman untuk dirasakan..." lanjut fatan
" saya tau saya bukan manusia yang sempurna masih banyak kekurangan dalam diri saya... saya berharap kamu bisa memakluminya" lanjutannya
" di depan makamnya dan di depan keluarga mu bersediakah kamu mendampingi saya dalam sebuah ikatan pernikahan?" fatan mengungkapkan maksudnya kini ia telah berlutut membuat fina terngangah sangking terkejutnya, ia tak menyangka fatan akan melamarnya
" apa??" respon fina karena terkejut
__ADS_1
" maukah kamu menikah dengan saya?" fatan kembali mengulangi pertanyaannya
" kakak melamar ku?" tanya fina yang masih terkejut
" iya... lalu apa jawaban mu?" tanya fatan yang masih berlutut
Fina menoleh kearah sang ibu dan sang ibu memberi isyarat bahwa ia setuju dengan menganggukkan kepalanya, begitu juga dengan kedua adiknya yang terlihat senang
" aku mau.." jawab fina kemudian sembari menundukkan kepalanya karena malu dan juga merasa senang
Mendengar jawaban fina semuanya bersorak dengan gembira bagitu pula dengan fatan ia langsung bangkit dari berlututnya dan memeluk fina sangking ia merasa bahagia mendengar fina menerima lamarannya
" selamat berbahagia..." ucap bagas sembari memberikan buket bunga yang ia pegang sejak tadi
" terimakasih" balas fina
" semuanya senyum dan lihat ke arah kamera" instruksi dika, kemudian mereka tersenyum kearah kamera dan berfoto
Tuan adhitama dan sang istri yang menyaksikannya secara langsung melalui sambungan video call merasa senang dan bahagia melihat kebahagiaan fatan, sebelumnya fatan memang sengaja meminta bagas untuk melakukan video call dengan tuan adhitama agar beliau bisa menyaksikan saat fatan melamar fina
" selamat untuk kalian berdua" ucap tuan adhitama dan sang istri
" terimakasih ayah.. bunda" balas fatan yang penuh kegembiraan
Suasana sore itu diliputi kegembiraan dan harapan dari sepasang kekasih yang akan menjalin hubungannya ke arah yang lebih serius
" terimakasih telah mempertemukan aku dengannya" ucap fatan yang merasa bersyukur bahwa jimy telah mempertemukannya dengan fina
Bersambung...
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗
__ADS_1