Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 117 Bermain Sedikit Lebih Kasar


__ADS_3

Setelah kepulangan tuan hendra dan sang istri dari kediaman fatan tentu saja kabar itu langsung sampai ke telinga bagas terkait kedatangan tuan hendra dan snagt istri pagi ini ke kediaman fatan setelahnya dengan sigap bagas menyampaikan informasi itu kepada jimy, begitu pula dari sisi pak budi yang langsung mendapat kabar dari bik rani saat tuan hendra masih ada disana.


Jimy yang sedang berada di rumah makannya menerima telepon dari bagas, diketahui bahwa jimy membuka sebuah rumah makan sederhana di pesisir pantai untuk mengisi waktu luangnya


Drrtt...drrrtt.. ponsel jimy berdering, sigap jimy mengambil ponsel yang berada di saku belakang celananya, melihat nama yang tertera disana jimy langsung menjawabnya


" halo bos" terdengar suara bagas begitu panggilan tersambung


" ya... apa ada hal penting sehingga kau menghubungi ku?" balas jimy


" tentu saja ini soal lentera mu" balas bagas


" apa terjadi sesuatu padanya?" tanya jimy tampak khawatir


" tidak-tidak bukan begitu, dia baik-baik saja" balas bagas membuat jimy lebih tenang


" tadi riki menghubungi ku mengatakan bahwa tuan hendra dan istrinya datang menemui fatan pagi ini dikediamannya, awalnya mereka hanya membicarakan perihal apakah fatan masih marah terkait kenyataan bahwa tuan hendra menyembunyikan identitasnya, namun setelah beberapa saat fatan dan tuan hedra berbicara berdua di ruang kerjanya jadi riki tidak tau apa yang mereka bicarakan" jelas bagas panjang lebar


" lalu?" balas jimy


" tak berapa lama tuan hendra keluar dari ruang kerja fatan dengan ekspresi kesal dan marah, selanjutnya ia langsung pulang bersama istrinya" lanjut bagas menjelaskan


Jimy mendengarkan penjelasan bagas dengan seksama dan berpikir apa sekiranya yang dibicarakan oleh sepasang ayah dan anak itu sehingga membuat tuan hendra tampak kesal dan marah, sejenak jimy terdiam memikirkan kemungkinannya hingga ia tak merespon saat bagas terus-menerus memanggilnya


" bos... halo bos.. bos masih disana?" bagas memanggil-manggil jimy karena tak kunjung merespon ucapannya


" jim... jimy.. jimy.. kau masih disana?" panggil bagas kali ini dengan setengah berteriak


"argghh!!" jimy menjauhkan ponsel dari telinganya karena bagas berteriak dan membuat telinganya sakit


" kenapa kau berteriak.. aku tidak tuli" ucap jimy juga dengan sedikit berteriak

__ADS_1


" maaf.. habisnya kau tidak merespon ku, jadi kupikir kau tak mendengarnya" balas bagas


" aku mendengarnya.. aku hanya sedang berpikir apa yang dibicarakan tua bangka itu dengan fatan sehingga membuatnya tampak kesal" balas jimy


" jadi apa kau menemukan sesuatu?" tanya bagas penasaran


" tentu saja.. tua bangka itu sudah beberapa kali membicarakan hal ini dengan fatan sejak karir fatan mulai meroket di tambah sejak kami berhasil membuka cabang perusahaan di luar kota" jelas jimy secara tersirat


" maksudmu?? aku masih belum mengerti" balas bagas yang gagal paham maksud jimy


" tua bangka itu ingin menguasai perusahaan milik fatan juga, itulah sebabnya ia meminta fatan untuk menjalankan perusahaan milik keluarga saja, agar perusahaan fatan bernaung dibawah perusahaan besar miliknya" jelas jimy lebih mendetail


" dasar tua bangka licik" ucap jimy yang merasa geram akan tindakan licik tuan hendra


" benar-benar licik" balas bagas yang ikutan kesal


" lalu bagaimana selanjutnya?" tanya bagas mengenai langkah apa yang harus mereka ambil untuk saat ini


" baiklah aku mengerti" balas bagas


" astaga hampir saja aku lupa" ucap bagas yang sepertinya hampir melupakan sesuatu


" apa?" respon jimy


" riki juga memberitahukan bahwa saat tuan hendra dan istrinya datang bik rani memberikan kabar pada seseorang tentang kedatangan kedua orang itu kekediaman fatan" ucap bagas memberitahukan hal yang hampir saja ia lupakan


" seperti yang kita tau untuk siapa bik rani bekerja, sepertinya pak budi tidak mengetahui perihal kedatangan tuan hendra menemui fatan" lanjut bagas, jimy masih mendengarkan dengan seksama


" apa ini bisa menjadi petunjuk bahwa pak budi bergerak sendiri?" tanya bagas


" tidak.. belum tepat jika kita mengumpulkannya hanya berdasarkan hal itu.. bisa jadi pak budi berada di kubu yang berbeda dengan tua bangka itu tapi apa alasannya melakukan itu dan apa tujuannya, itu yang lebih penting dan dapat membuktikan apakah dia sekutu atau musuh kita" jelas jimy

__ADS_1


" lalu bagaimana sekarang?" tanya bagas lagi terkait langkah selanjutnya


" lakukan saja dengan sedikit lebih kasar padanya, tapi ingat satu hal jangan menyentuh bik rani sampai kita tau bahwa ia bersalah atau tidak" balas jimy memberikan arahan untuk langkah yang harus mereka ambil saat ini


" baik aku mengerti" balas bagas dan memutuskan sambungan teleponnya


" ah saatnya bermain sedikit kasar" gumam jimy sembari tersenyum manis setelah mengakhiri panggilan telponya


( catatan: jadi jimy tuh muka nya super duper manis dan imut jadi orang-orang sulit mengartikan seyum manis yang ia miliki terkadang senyum itu memang tulus dan nyata sebuah senyuman manis namun terkadang saat dia akan melenyapkan atau mengancam membunuh seseorang ia juga akan tersenyum manis seperti biasanya, jadi hanya orang-orang yang paham tentang dia yang mengetahui saat dia tersenyum manis dan apa maksud dari senyuman itu.. intinya orang-orang terdekatnya tau perbedaan tipis atara senyum manis sesungguhnya atau senyum manis kematian)


🌹 kediaman keluarga darmawan


Tuan hendra masih sangat kesal atas penolakan fatan meskipun ia telah memintanya berkali-kali dan kali ini ia memutuskan untuk datang kerumah putranya itu secara langsung untuk membicarakan permintaannya lagi dan putranya malah menolaknya juga kali ini sehingga hal itu memicu kekesalan tuan hendra lagi


" dasar anak tidak tau di untung, sudah ku besarkan dengan susah payah malah tidak tau balas budi" tuan hendra mengutukki putranya itu dalam kemarahan di ruang kerjanya


" dulu juga begitu ayahnya menjadi pusat perhatian karena ketampanannya dan juga kejeniusannya kali ini pun sama putranya mengambil alih semua perhatian yang seharusnya menjadi milik ku dasar tidak berguna.. penganggu... arghhh!!!" tuan hendra memukul meja kerjanya dengan keras sangking marahnya ia


" kan sudah lili bilang mas.. jangan terlalu lembek padanya jika mas masih ingin dihargai" ucap lili mengimpori suaminya yang ternyata sejak tadi lili juga berada di sana


" bagaimana jika sekarang kita buat putra kesayangannya mas itu lebih menderita lagi daripada sebelumnya?" lili memberi saran yang sebenarnya sebuah perintah


" tentu saja, aku ingin dia dibuang dari masyarakat dan kali ini kita pasti berhasil karena si jimy itu tak ada lagi di dunia ini" balas tuan hendra yang tampak setuju dengan usul istrinya itu, kedua orang itu sama-sama tersenyum licik saat membayangkan keterpurukan fatan nantinya.


Bersambung...


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


Bismillahirrahmanirrahim... Ramadhan akan segera berakhir dan kita akan menyambut hari raya idul Fitri.. PK mengucapkan selamat hari raya idul Fitri bagi yang melaksanakan dan juga mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏


Selamat berlibur semuanya 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2