Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 84 Panasnya Hati


__ADS_3

Di kantor jimy dan fatan yang sedang bekerja di ruang kerja masing-masing, fatan yang mengemban amanah menjadi direktur utama di perusahaan meskipun jumlah saham yang ia miliki dengan saham yang jimy miliki mempunyai persentase yang sama namun jimy lebih memilih menjadi sekertaris pribadi fatan daripada menjadi seorang direktur, meski begitu sebutan sekertaris pribadi hanya sekedar formalitas untuk posisi jimy pada kenyataannya fatan memberikan seluruh urusan kantor cabang yang berada di luar kota pada jimy dan fatan hanya berkewenangan untuk mengurus kantor pusat saja, jimy pernah mengusulkan untuk pindah saja ke kantor cabang karena dia memang bertugas disana namun entah apa alasan fatan ia tak memberi izin pada jimy dan menempatkannya pada posisi sekretaris pribadi.


Jimy yang sedang fokus bekerja tiba-tiba ponselnya berdering.. drrttt... drrttt... jimy mengambil ponselnya yang berada di sisi kirinya dan mendapati nama meri yang tertera disana, jimy merasa penasaran apa alasan meri menghubunginya pada jam kerja seperti ini


" halo meri..." ucap jimy setelah menjawab telponnya


" kak jimy dimana?" tanya meri dari sebrang telpon


" di kantor, kakak sedang bekerja" balas jimy


" apa kakak sibuk?" tanya meri lagi


" tidak.... ada apa?" balas jimy


" sebenarnya aku ada di depan kantor kak jimy, aku bawakan makan siang tapi jika kak jimy sibuk mungkin lain kali saja" jelas meri yang ternyata berada di area parkir kantor fatan


" hah!!! kamu ada disini?" ucap jimy yang terkejut pasalnya ia tak ada janji untuk bertemu meri


" maaf karena tidak memberitahu kak jimy sebelumnya, aku malah lancang datang kemari dan membawakan kak jimy makan siang" ucap meri lirih membuat jimy tak tega mendengarnya


" tunggu disana kakak datang" balas jimy memutuskan telponnya dan berjalan dengan terburu-buru menghampiri meri di parkiran


" meri..." panggil jimy setelah berada di area parkir dan melihat meri yang berdiri di ujung, meri menoleh mendengar suara jimy yang memanggilnya


" kak jimy" balas meri setelah melihat jimy yang sedang berjalan kearahnya


" ini meri bawakan kak jimy makan siang" meri mengangkat rantang makanan yang ia pegang agar jimy melihatnya lebih jelas


Beberapa orang yang melihat saat jimy sedang menemui meri diluar merasa sedikit cemburu pasalnya beberapa karyawan wanita menaruh perhatian pada jimy, setelah itu mereka pasti berpikir tak punya harapan untuk sekedar dekat dengan jimy, begitu pula yang dirasakan oleh heni yang tak sengaja melihat jimy di parkiran bersama seorang wanita dari sebuah jendela yang kebetulan heni berada di dekatnya, rasa panas menyelimuti dada heni pasalnya ia telah lama menaruh hati pada jimy namun tak sedikit pun ia berani untuk memulai mendekati jimy. ini pertama kalinya ada seorang wanita yang menemui jimy di kantor, membuat heni bertanya-tanya siapakah wanita itu.


" tidak mau masuk dulu?" tanya jimy yang telah menerima rantang berisi makanan yang di berikan meri


" tidak usah kak... aku langsung pergi aja, bentar lagi masuk waktu kerja ku" balas meri menolak setelah melirik kearah jam tangannya

__ADS_1


" baiklah.. terimakasih untuk makanannya, maaf kakak tidak bisa mengatarmu masih ada beberapa pekerjaan yang harus kakak selesaikan sebelum makan siang" balas jimy yang merasa tidak enak


" tidak apa-apa kak" balas meri


" ya sudah meri pergi dulu ya kak.. jangan lupa dimakan itu aku masak sendiri loh" lanjut meri dengan senyum genitnya


" sip pasti dimakan kok..." balas jimy dengan senyum manis andalannya


Jimy masuk kembali setelah meri pergi dan tak terlihat lagi, ia menenteng rantang yang berisi makan yang sebelumnya di berikan meri, para karyawan wanita mulai menggoda jimy, begitulah kedekatan mereka dengan jimy, mereka berani bercanda dengan jimy namun tak begitu dengan fatan


" wah pak jimy ternyata sudah punya seseorang yang sepesial saya patah hati deh" ucap salah seorang karyawan wanita disana pada jimy


" masih ada tempat kok untuk kalian" balas jimy dengan senyum manis andalannya yang tentu saja itu membuat jimy terlihat semakin manis, mendengar jawaban jimy barusan mereka hanya tertawa kecil


" pak jimy manis banget ya kan" ucap salah seorang karyawan wanita tadi setelah jimy memasuki lift


" iya.. pak jimy sangat manis apalagi saat tersenyum" balas teman karyawan itu yang setuju dengan ucapan temanya


" pak jimy sangat manis sementara pak fatan sangat tampan dan mempesona, dua malaikat yang selalu ku tunggu kedatangannya di kantor" timpal teman lainnya yang di balas anggukan oleh kedua orang tadi tanda menyetujui pendapat temannya itu


Tanpa terasa jam makan siang telah tiba fatan menghampiri jimy di ruangannya bermaksud mengajak jimy mencari makan siang di luar


" cebol... waktunya makan siang" ucap fatan saat telah memasuki ruang kerja jimy


" wah-wah apa ini" mata fatan tertuju pada rantang yang berada di atas meja di dekat sofa


" wangi sekali" fatan mencium aroma yang berasal dari rantang itu


" siapa yang memberikan ini padamu, apa salah satu karyawan disini?" tanya fatan pada jimy yang kini telah duduk di sofa berhadapan dengan fatan


" bukan" balas jimy singkat


" ku pikir karyawan, seperti biasanya mereka sering memberimu bunga lah, coklat lah, seperti sedang bertemu seorang superstar saja" celoteh fatan

__ADS_1


" sudahlah kau ingin makan juga?" tanya jimy


" memangnya bisa?" tanya fatan bermaksud menggoda jimy


" jangan bercanda makan saja" balas jimy yang telah membuka satu persatu bagian rantang, ternyata meri memasak opor ayam untuk jimy


" opor ayam, kelihatannya enak" ucap fatan yang lebih antusias dari pada jimy, sementara jimy terlihat biasa saja


Saat fatan hendak menyendokan makanan kemulutnya dengan antusias namun terhalangi karena ponselnya berdering ternyata itu dari fina


" halo fina... ada apa?" tanya fatan setelah menjawab panggilannya


" bukan apa-apa kak... fina cuma mau tanya kakak makan siang dirumah atau tidak?" ucap fina di sebrang telpon


" saya pulang terlambat hari ini, tidak usah menunggu" balas fatan sembari menyendokan makanan yang meri bawa kedalam mulutnya, belum sempat jimy menghentikan fatan makanan itu terlanjur masuk kedalam mulutnya, seketika fatan menyemburkan makanan itu keluar dari mulutnya


" ada bawangnya" ucap fatan yang terus mengelap lidahnya dengan tangannya sendiri, karena terkejut dengan rasa makanan itu fatan tak sengaja menjatuhkan ponselnya juga di sofa dan lupa memutuskan sambungan teleponnya terlebih dahulu


" nih minum dulu" jimy memberikan segelas air untuk fatan


" yek ada bawangnya" ucap fatan sembari mengeluarkan lidahnya, karena ia tak suka dengan bawang-bawangan


" baru saja aku akan menghentikanmu tapi kau malah dengan cepat memasukkan makanan itu kemulutmu" ucap jimy mengomeli fatan


" kau kan tidak suka dengan keluarga bawang jadi jangan makan sembarangan bisa-bisa kau muntah, lihatlah sekarang kau jadi sangat berantakan begini" jimy mengomeli fatan yang sembarangan makan tanpa bertanya dulu


"tapi opornya kelihatan enak" ucap fatan yang terlihat sangat ingin makan opor itu namun ia tak suka dengan bawang


" setelah pulang dari kantor aku akan buatkan opor kesukaan mu tentu saja tanpa bawang sebagai bumbunya" tawar jimy karena melihat fatan sangat ingin makan opor itu


" benarkah... terimakasih kau memang yang terbaik" ucap fatan sangat senang, tanpa ia sadari panggilan telpon dengan fina masih belum ia tutup, karena lupa dan ponsel masih tergeletak di sebelahnya, tentu saja fina mendengar apa yang mereka berdua bicarakan membuat fina seperti menjadi orang ketiga disana dan memutuskan telponnya dengan perasaan yang sangat tidak enak.


Bersambung...

__ADS_1


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰


__ADS_2