
Setelah melalui perjalanan sekitar tiga jam kini fatan dan fina telah kembali kerumah, disambut oleh bik rani dan para pelayan.
" selamat datang kembali tuan muda" ucap bik rani
" terimakasih bu" balas fatan sembari melangkah masuk ke dalam rumah
" maaf tuan muda.. suri juga telah menyelesaikan urusan dirumah sakit" bik rani memberitahu fatan bahwa suri telah mengurus urusan rumah sakit yang kemarin fatan perintahkan padanya
" silahkan tuan muda beristirahat terlebih dahulu sembari kami menyiapkan makan siang" lanjut bik rani yang di balas anggukan oleh fatan dan pergi menuju kamarnya dan fina juga yang pergi menuju kamarnya untuk istirahat, sebelum itu tika menghentikannya untuk menanyakan darimana saja mereka kemarin
" fin.. tunggu sebentar" ucap tika menghentikan langkah fina
" ada apa" tanya fina
" darimana saja kalian kemarin dan baru kembali siang ini, apa yang kalian lakukan.. tuan muda juga tampak lelah" tanya tika yang penasaran
" kami keluar kota" jawab fina
" apa!! jangan-jangan kalian..." tika mencoba menggoda fina
" hentikan pikiran kotormu itu.. tidak ada yang terjadi seperti yang kau pikirkan" balas fina jengkel
" kalau begitu kenapa kalian bermalam di luar kota.. hayo..." balas tika tersenyum genit
Belum sempat fina menjawab pertanyaan tika, mereka melihat fatan menuruni tangga, terlihat ia telah berganti pakaian dengan jas kerja berwarna dongker dan rambutnya telah rapi ia kuncir, serta tas kerja yang sudah ada di tangannya, fina langsung menghampirinya.
" kakak mau kemana?" tanya fina
" saya akan kekantor, mendadak ada meeting penting" balas fatan
" kau istirahatlah... mungkin saya juga akan pulang larut tidak perlu menunggu" pesan fatan sembari melanjutkan langkahnya menuju pintu keluar
" hei.. kau belum jawab pertanyaan ku tadi" tika kembali meminta jawabannya setelah mereka melihat fatan benar-benar telah pergi
" apa yang kalian lakukan diluar kota... kau tidak menghindar untuk menjawabku kan" goda tika
" kami menghadiri pemakaman kak jimy" ucap fina sedih sontak membuat tika terkejut begitu juga dengan bik rani yang kebetulan melewati mereka berdua dan mendengarkan apa yang fina katakan
" apa yang nak fina katakan?" ucap bik rani sembari mendekat kearah fina dengan tergesa-gesa
__ADS_1
" apa benar yang ibu dengar barusan?" kembali bik rani bertanya untuk memastikan apa yang ia dengar barusan, fina hanya mengangguk pelan sembari meneteskan air matanya
" bagaimana mungkin" ucap bik rani tak percaya
" mereka bilang kemarin pagi kak jimy kecelakaan yang mengakibatkan ia kehilangan nyawanya, itulah sebabnya kak fatan buru-buru pergi dari rumah sakit" ucap fina dengan air mata yang berusaha ia tahan, bik rani menutup mulutnya sendiri dengan kedua tangannya sangking terkejutnya dengan apa yang baru saja fina katakan begitu juga dengan tika yang tak kalah terkejut, tiga wanita itu meneteskan air matanya mengingat kembali bagaimana sosok jimy dimata mereka masing-masing.
Setelah mendengar apa yang dikatakan fina bik rani mengumpulkan semua pelayan dan penjaga dirumah itu untuk memberitahukan berita buruk yang ia dengar barusan, bagaimana pun juga semua orang yang bekerja di kediaman fatan pasti mengenal siapa jimy, tentu saja hal itu mampu membuat mereka semua terkejut dan bersedih karena telah kehilangan sosok jimy.
Fatan yang telah tiba di kantor dan di tunggu oleh heni, karena sebentar lagi ada meeting penting yang harus mereka lakukan, tentu saja berita kematian jimy telah beredar di surat kabar dan juga internet, sehingga banyak dari kolega bisnis mereka yang mengirimkan ucapan bela sungkawa ke kantor fatan.
Semua karyawan tampak sedih akan kematian jimy namun terlalu takut untuk mengungkapkannya.
" selamat datang pak" sambut heni dikarenakan fatan baru saja ke kantor setelah sekian lama berada di rumah ayahnya
" kami turut berdukacita atas meninggalnya pak jimy" ucap heni dengan tulus dan hati-hati agar tak salah bicara dan malah merusak suasana hati fatan yang sedang tak karuan
" terimakasih.." balas fatan
" sudah kau siapkan detail tentang meeting hari ini?" tanya fatan sembari berjalan menuju lift
" sudah pak, ini " jawab heni sembari memberikan berkas terkait materi meeting hari ini
" saya baik" balas fatan singkat
Fatan telah tiba di lantai dua dimana ruangannya berada, saat akan memasuki ruang kerjanya fatan menoleh kearah ruangan sebelahnya, seperti yang kita tau itu adalah ruang kerja jimy, tak ingin terus berlarut dalam kesedihan fatan memutuskan untuk segera masuk keruangannya, ia mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya memejamkan sebentar matanya kemudian memanggil heni
" keruangan saya sekarang" ucap fatan melalui telpon kantor yang ada di atas meja kerjanya
" bapak memanggil saya?" ucap heni begitu masuk ke ruang kerja fatan
" apa angenda saya hari ini selain meeting?" tanya fatan
" tidak ada pak" jawab heni setelah memeriksa jadwal fatan
" em.. pak.." ucap heni sedikit ragu
" ada apa?" tanya fatan dingin
" beberapa dari kolega kita ingin bertemu dengan bapak, terkait meninggalnya pak jimy, mereka ingin mengungkapkan belas sungkawanya secara langsung,ada juga yang telah mengirimkan bunga untuk berbela sungkawa pak" jelas heni
__ADS_1
" atur jadwalnya" perintah fatan
" baik pak..." balas heni mengerti
" ada yang lain pak?" tanya heni lagi memastikan
" tidak kau boleh pergi" balas fatan yang di balas anggukan oleh heni tanda ia mengerti
" kalau begitu saya permisi pak" ucap heni dengan sedikit membungkuk dan pergi meninggalkan ruang kerja fatan
🌹
Di kediaman keluarga jimy terlihat tuan adhitama bersama bagas dan dika di ruang kerja tuan adhitama sepertinya mereka sedang membahas hal yang penting
" kalian sudah mencari tau siapa dalang dibalik kecelakaan ini?" tanya tuan adhitama setelah mereka menemukan bahwa yang menimpa jimy bukan kecelakaan biasa melainkan kesengajaan
" kami masih memastikannya tuan" balas dika
" lakukan dengan cepat.. saya ingin tau siapa dalangnya, apakah dia musuh kita dulu atau orang lain yang tak ada sagkut pautnya dengan kita dahulu" ucap tuan adhitama sedikit khawatir apakah yang melakukan rencana kecelakaan ini adalah musuh dari bisnis tuan adhitama dahulu ataukah bukan
" baik tuan segera kami telusuri" balas dika
" kita sudah meninggalkan dunia itu sejak 12 tahun lalu, kemungkinannya kecil bila mereka dari dunia gelap itu yang melakukanya" kembali tuan adhitama menyatakan spekulasinya, pasalnya mereka telah menyelesaikan semuanya sebelum mereka benar-benar pensiun dari dunia gelap itu
" bagaimanapun juga selidiki semuanya" perintah tuan adhitama
" baik tuan" ucap dika dan bagas
" maaf tuan.. apakah anda akan kembali ke bali?" tanya bagas
" saya akan disini sedikit lebih lama" balas tuan adhitama
" baik kami mengerti.. kami pamit undur diri tuan" ucap bagas sembari sedikit membungkuk dan pergi meninggalkan ruang kerja tuan adhitama bersama dika
" sebelum itu kita harus memastikan apakah orang-orang yang berada di bawah jimy masih setia padanya atau tidak" ucap bagas
" aku setuju" balas dika
Bersambung...
__ADS_1
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗