
Keesokan paginya jimy menyiapkan sarapan untuknya dan fatan, tak ada niatan kemana jimy hari ini, ia hanya akan berada di rumah saja, saat sedang memasak ponselnya berdering ia pun langsung menjawabnya setelah melihat nama dika yang tertera
" ada apa?" tanya jimy
" saya sudah menemukan tempat kedua wanita itu" jawab dika
" bagus pantau saja dan tangkap mereka lusa" perintah jimy
" baik bos" balas dika tak ingin menanyakan apa alasan jimy tak menangkap targetnya sekarang, ia langsung menjalankan perintah jimy tanpa banyak bertanya
Setelahnya jimy mengubungi bagas untuk mencari informasi dari pak budi tentang kemungkinan keberadaan tuan hendra tanpa di ketahui pak budi.
" nah semuanya sudah siap" gumam jimy setelah selesai memasak untuknya dan fatan
" kenapa dia belum keluar juga" ucap jimy yang tak melihat tanda-tanda fatan keluar dari kamarnya
" apa dia masih tidur" gumam jimy sembari menuju kamar fatan untuk memeriksa
" fatan... kau sudah bangun... keluarlah dan sarapan" ucap jimy dari balik pintu, jimy memanggil lagi namun tak terdengar balasan apapun dari dalam
" cklek!!" jimy langsung membuka pintu karena tak kunjung ada jawaban, ternyata fatan hanya sedang duduk melamun saja di pinggir jendela
" fyuh!!! ku pikir dia kenapa" gumam jimy merasa lega setelah melihat fatan baik-baik saja
" apa yang kau lihat sehingga membuatmu sangat serius begitu?" tanya jimy berjalan mendekat kearah fatan
" apa??" fatan sedikit terkejut karena tak menyadari jimy masuk
" sudahlah ayo sarapan"balas jimy, pria tampan itu kembali diam
" sarapan dulu" ucap jimy sembari menarik tangan fatan agar mengikutinya keluar
" nah duduklah" ucap jimy setelah mereka tiba di meja makan
" kau itu harus merawat dirimu sendiri dong... lihatlah itu kau terlihat sangat kusut, meksipun aku membawakan beberapa buku untuk mu tapi jangan hanya mwmbacany saja dong... rawat juga dirimu" celoteh jimy yang melihat fatan terlihat tak terurus
" iya" balas fatan
" nah makanlah" jimy mempersilahkan fatan untuk makan, pria itu menurut dan mulai memasukkan makanan ke mulutnya
"apa yang ingin kau lakukan setelah ini?" tanya jimy yang melihat fatan diam saja
" tidak ada" balas fatan
__ADS_1
" ingin ke kedai bersama ku?" tanya jimy menawarkan apakah fatan mau ke kedai yang berada di sebelah rumahnya
" tidak" jawab fatan
" atau kau ingin pergi ke suatu tempat?" tanya jimy lagi
" tidak" balas fatan
" baiklah aku tidak akan memaksamu" balas jimy yang sebenarnya ia ingin menghibur fatan agar tak terlalu suram seperti sekarang
" urusan perusahaan sudah ku serahkan pada heni dan wawan.. jadi kau tak perlu khawatir" ucap jimy, fatan diam saja tak menanggapinya sama sekali
Sarapan berlangsung dengan damai tanpa ada hal tak terduga yang terjadi, setelahnya jimy mengurusi fatan terlebih dahulu, seperti menyiapkan pakaian dan merapikan rambutnya, jimy benar-benar lebih seperti seorang ibu sekarang yang mengurus anaknya yang sedang sakit, setelahnya jimy pergi ke kedai untuk sekedar mengisi waktu dan fatan akan menghabiskan waktunya di kamarnya entah tidur, membaca buku atau sekedar melamun saja, pria itu benar-benar tak punya semangat sekarang, satu-satunya alasan ia bertahan karena sahabatnya yang benar-benar peduli padanya namun ia tak sekuat pria lain yang bisa sembuh dari luka hati dengan cepat, bahkan terkadang ia terlalu malas untuk merawat dirinya sendiri.
🌹
Sisa waktu berlalu dengan damai dan kini jimy sudah bersiap-siap menemui targetnya yang kedua, tentu saja bukan masalah bagi dika untuk mengamankan target mereka, meskipun target bersembunyi dengan baik sekali pun, dika yang bersama dengan radif sedang mengamankan fatma dan lili yang ternyata bersembunyi dari polisi di kediaman fatan yang sudah terbengkalai, sisa bagian rumah yang tak terbakar menjadi tempat mereka bersembunyi, bukan tanpa alasan mereka memilih tempat ini, kondisi rumah yang sudah tak terpakai dan letak geografisnya yang jauh dari pemukiman membuat tempat ini menjadi memungkinkan untuk bersembunyi, sembari mereka berencana melarikan diri ke luar negeri, yah nasib memanglah nasib.. dika menemukan mereka lebih dulu sebelum berhasil pergi.
" hai nona lama tak jumpa" ucap dika pada lili yang kini terikat di sebuah kursi bersama fatma di kursi lainnya
" siapa kau... lepaskan aku" ronta lili berusaha melepaskan ikatannya
" anda benar-benar tak mengenali saya?" ucap dika mengeryitkan dahinya
" astaga begitu ya ternyata anda tidak mengenali saya... aduh selama ini saya takut anda mengenali saya" ucap dika sembari menertawakan dirinya sendiri atas kesalah pahaman yang ia ciptakan sendiri
" apa yang lakukan pada kami cepat lepaskan kami.. kau tidak tau ya siapa aku" bentak fatma yang juga meronta minta untuk di lepaskan
" saya juga ingin melepaskan anda tapi bagaimana ya..." balas dika seolah ia merasa bersalah karena telah mengikat dan menahan kedua wanita itu
" hentikan itu cepat lepaskan aku" bentak fatma
" lepaskan aku tau kau akan..."
" akan apa?" potong dika
" anda ingin membunuh saya atau memenjarakan saya.. atau apa?" ucap dika yang kini mengintimidasi
" sudahlah diam saja dan tunggu seseorang datang menemui kalian" ucap dika dan keluar dari sana
" belum sampai ya?" tanya dika pada radif yang sedang berada di luar
" belum" balas radif
__ADS_1
Fatma dan lili sedang berusaha melepaskan diri, mereka yakin ini bukan ulah polisi.
" pasti ada yang salah..." gumam fatma
" kau tau siapa mereka?" tanya fatma pada lili
" tentu saja tidak... bagaimana aku bisa tau siapa mereka" balas lili yang saat ini mereka sedang berusaha membuka ikatan tali masing-masing
" apapun itu kita harus segera meloloskan diri... aku tidak mau bernasib buruk sebelum menikmati hasil jerih payah kita selama ini" balas fatma
" aku juga tidak mau.. aku sudah bekerja keras untuk bisa berhasil menjalankan rencana kita" balas lili
" sudah diamlah dan cepat lepaskan dirimu dan bebaskan aku" ucap fatma
" aku juga sedang berusaha.. kenapa mereka mengikatnya dengan kuat sekali" balas lili, saat sedang berusaha melepaskan ikatannya entah mengapa lili jadi teringat sesuatu yang familiar, keadaan yang sama seperti dahulu yang pernah dia alami
" tunggu dulu... sepertinya aku tau siapa ini" ucap lili tiba-tiba
" apa maksud mu?" tanya fatma tak mengerti
" sepertinya aku tak siapa orang yang melakukan ini pada kita" balas lili
" siapa?" balas fatma penasaran
" jimy... ya jimy... ini pasti ulahnya" balas lili dengan sangat yakin
" jimy?" balas fatma
" iya... hanya dia yang akan melakukan ini... benar ini pasti dia... apalagi ternyata manusia itu masih hidup" ucap lili
" kenapa dia melakukanya?" tanya fatma
" bagaimana mungkin tante tidak ingat... dia yang dulu menangkap ku saat akan kabur setelah kasus menjebak fatan saat itu" jelas lili berusaha membanhki ingatan fatma
" pria yang kau ceritakan itu?" tanya fatma memastikan setelah beberapa saat ia diam
" iya... itu dia" balas lili
" sial jika itu benar dia kita harus segera lolos sebelum manusia itu tiba" ucap lili yang panik
Bersambung...
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗
__ADS_1