
Kini fatan dan fina sudah tiba di salah satu mall untuk mencari kado dan juga gaun yang akan dikenakan fina
"anda akan membeli hadiah seperti apa?" tanya fina pada fatan saat melihat fatan tak kunjung beranjak dari tempat mereka berdiri saat ini
"entahlah saya bingung" jawab fatan santai
"apa?" ucap fina kaget
" kenapa kita disini jika anda belum tau apa yang akan anda beli" lanjut fina
" apa kau punya ide?" tanya fatan
" saya?" balik tanya fina
" iya kau! memangnya ada orang lain disini" balas fatan
"apa yang tuan hendra suka?" tanya fina yang mencoba mencari ide
"ayah suka dengan tanaman" jawab fatan
"tanaman ya, bagaimana jika anda memberikan tuan hendra sebuah tanaman untuk dirawat?" tanya fina
"harus memberi tanaman jenis apa?" balik tanya fatan yang kelihatan bingung
"hmm, kira-kira apa ya?" gumam fina sambil berpikir tentang tanaman apa yang cocok diberikan pada tuan hendra
" kenapa anda tidak memberikan misalnya pakaian, atau aksesoris lainnya?" tanya fina pada fatan
"ayah sudah punya semua itu, saya ingin memberikan sesuatu yang berbeda" jawab fatan
"ternyata pria ini memikirkan hal seperti itu juga" ucap fina dalam hati yang tanpa ia sadari hal itu mampu menarik sedikit senyum di bibirnya
"kita sudah berdiri disini sejak tadi, apa anda ingin kita tetap disini... kaki saya mulai letih" balas fina yang mulai merasakan letih dikakinya karena sejak tadi mereka belum beranjak dari tempat mereka berdiri saat ini
"ya sudah mari ikuti saya" balas fatan yang berjalan didepan fina
"anda sudah temukan apa yang akan anda beri pada tuan hendra?" tanya fina yang berjalan di belakang fatan
"tidak" jawab fatan singkat yang terus berjalan
"lalu anda akan membawa saya kemana?" tanya fina yang penasaran
"mencari pakaian untukmu, bukankah kau butuh itu untuk menghadiri pesta ulang tahun ayah" balas fatan
Fina yang mendengar itu tak bertanya lebih lanjut, ia hanya mengikuti arah fatan pergi, fina berjalan di belakang fatan dan menatap pria berambut panjang yang ada didepannya itu persaanya tiba-tiba tak menentu ada banyak pertanyaan dikepalanya yang ingin ia tanyakan, kebersamaan mereka sungguh lucu dari yang bahkan tak tau nama sama sekali kini mereka tinggal dirumah yang sama meski dengan status yang berbeda, namun misinya adalah membuat pria yang tampan yang berjalan didepannya kini agar jatuh hati padanya, selanjutnya apa yang akan terjadi setelah pria itu jatuh hati padanya, entahlah fina pun tak tau jawabanya
__ADS_1
"wajah yang sangat tampan, coba lihat betapa mempesonanya dia dengan untaian rambut panjangnya itu, sungguh sangat mempesona, hingga membuatku ingin terus melihatnya" ucap fina dalam hati yang tanpa ia sadari pikiran itu mampu menarik segaris senyum manis dibibirnya
"astaga... apa yang ku pikirkan, fokus fina fokus" gumam fina sambil memukul pelan kepalanya agar tersadar dengan apa yang ia lakukan
Secara tak sengaja fatan mendengar gumaman fina, meski tak begitu jelas fatan mendengarnya secara samar dan menghentikan langkahnya hingga membuat fina menabraknya karena ia berhenti secara tiba-tiba
"apa kau bicara dengan saya?" tanya fatan yang mebuat fina merasa heran dengan pertanyaan fatan, pasalnya dia tak mengajak fatan bicara sejak terakhir kali mereka bicara tadi
"emm" balas fina sambil menggelengkan kepalanya, pertanda bahwa ia tak melakukan itu, fatan yang melihat itu langsung melanjutkan langkahnya dan di ikuti oleh fina, tak berapa lama fatan berhenti lagi dan fina menabraknya lagi.
"kita sudah sampai" ucap fatan
"apa?" balas fina yang masih menggosok kepalanya yang terbentur ke tubuh fatan saat tadi ia menabrak fatan
"butik" balas fatan singkat
"kita mau apa kemari?" tanya fina begitu ia berdiri disamping fatan
"makan" jawab fatan singkat
"apa?" balas fina yang mempertanyakan jawaban nyeleneh fatan, jelas-jelas kini mereka berdiri di depan sebuah butik yang ada di dalam mall
"ini kan butik... mana mungkin ada yang jual makanan disini" lanjut fina
"kau sudah tau kenapa malah bertanya mau apa kemari?" balik tanya fatan
"selamat sore tuan muda, tuan ingin pakaian untuk acara apa?" tanya salah seorang pekerja pada fatan
"tolong siapkan untuk pesta ulang tahun" jawab fatan
"dan tolong carikan gaun yang cocok untuknya" lanjut fatan sambil menunjuk fina yang ada di sebelahnya
"baik tuan muda" balas pekerja itu
" mari nona, saya akan tunjukkan beberapa koleksi kami" lanjut pekerjaan itu dan mempersilahkan fina mengikutinya, fina pergi bersama pekerjaan itu untuk mencarikan gaun yang cocok untuknya
"ah.. ternyata saya kedatangan tamu istimewa" terdengar suara seorang pria dan fatan langsung berbalik melihat kearah sumber suara
"bagas" ucap fatan begitu melihat siapa yang berbicara
"ada apa sehingga tuan muda yang sibuk ini sudi mengunjungi butik kecil saya" ucap bagas dengan sedikit ledekan
"hanya mencari pakaian untuk pesta ulang tahun ayah" jawab fatan
"anda datang sendirian, dimana si bunga mawar berada?" tanya bagas yang mencari-cari keberadaan jimy
__ADS_1
" tak usah terlalu formal begitu panggil saja dengan nama saya" balas fatan
"saya tidak datang dengannya" lanjut fatan menjawab pertanyaan bagas
" apa!! kau tak datang dengannya, lalu dengan siapa kau datang kemari, tak mungkin dengan seorang gadis kan?" balas bagas yang sedikit kaget mengetahui bahwa fayan fatan tak datang dengan jimy, pasalnya bagas tau jika dimana ada fatan maka disitu juga jimy berada, mereka bukan sekedar sahabat bahkan bisa disebut dengan satu jiwa dan satu raga, sangat menyatu
" kau terlalu banyak bertanya" balas fatan yang enggan menjawab pertanyaan bagas
"akukan penasaran" balas bagas
Tak lama fina datang dan diikuti oleh pekerja yang tadi membawanya
"sudah?" tanya fatan
"iya" jawab fina sambil menganggukkan kepalanya
" waaaaaa.... ternyata kau benar-benar datang dengan seorang wanita" teriak bagas yang heboh saat melihat fina
"wah... manis sekali, ternyata matamu sangat jeli, kau dapat menemukan gadis semanis ini" lanjut bagas yang masih heboh, sehingga membuat fina malu akan pujian bagas
"hei... nona manis siapa nama mu, wah kau juga sangat cantik" ucap bagas pada fina
" fina... terimakasih atas pujiannya" jawab fina dengan malu
"sudah hentikan itu, apa kau sudah selesai, saya tak punya banyak waktu" ucap fatan pada bagas
"astaga tuan muda satu ini, mari ikut aku" balas bagas
" tunggu sebentar saya akan membayarnya dulu" ucap fatan pada fina yang di balas anggukan oleh fina
"saya permisi" ucap fatan setelah selesai melakukan pembayaran
"ayo" lanjut fatan mengajak fina pergi
"terimakasih sudah mampir, sering-seringlah berkunjung" balas bagas
" aku hampir lupa, apa bunga mawar tau kalau kau pergi dengannya" tanya bagas tentang kebersamaan fina dan fatan
"tentu saja, kau tau dia seperti apa" jawab fatan dan langsung pergi meninggalkan butik milik bagas
" kau benar, dia pasti tau" gumam bagas
Bersambung....
Semua yang tampak indah bisa juga menyakitkan jika kau melihatnya dalam keadaan yang tidak tepat
__ADS_1
selamat menikmati 😁 semoga kita bisa bertemu di kolom komentar 😄
salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰