Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 146 Ada Apa?


__ADS_3

sang mentari telah bersembunyi kembali digantikan oleh cahaya remang sang rembulan, di kediaman fatan semuanya tampak tenang dan baik-baik saja, kini telah tiba saatnya makan malam fina dan fatan keluar dari kamarnya masing-masing menuju ruang makan, setelah sebelumnya saat sore hari mereka menghabiskan waktu bersama, kini mereka bertemu di meja makan hanya ada senyum untuk sapaan antara keduanya, suasana tampak hening dan sepi hanya terdengar dentingan sendok yang sesekali beradu dengan piring hingga makan malam berakhir tak ada apapun yang bisa di saksikan seperti yang diharapkan dari pasangan muda pada umumnya, entah mereka menyimpan setiap momen untuk diri mereka sendiri atau memang tidak ada momen sama sekali, berbeda dengan fatan yang memang tampak tenang seperti biasanya, namun diamnya fina seperti sedang memiliki sesuatu di pikirannya dimana hal itu terlihat jelas di mata tika yang juga berada tak jauh dari sana dan dapat memperhatikan gelagat fina yang berbeda menurutnya.


Setelah makan malam selesai hanya ada perbincangkan kecil antara fatan dan fina yang setelahnya mereka langsung beranjak ke kamar masing-masing, tika yang merasa sepertinya fina sedang memikirkan sesuatu merasa penasaran atas apa alasan temannya itu menjadi seperti ini, namun sepertinya fatan tak menyadari hal itu, entah karena sudah terlalu lama tak menjalin hubungan jadi indra fatan sudah tumpul, entahlah daripada memusingkan hal itu tika lebih memilih memperhatikan temannya itu.


karena tika melamun sambil berjalan ia tak sengaja menabrak riki yang juga tak melihat kedatangannya


"bruk!!!" keduanya bertabrakan


" kau lagi... kalau jalan lihat-lihat dong" gerutu riki yang sedikit kesal karena tertabrak oleh tika


" nyalahin orang aja... kau yang menabraku tau" balas tika tak mau kalah


" enak saja jelas-jelas kau menabrakku" balas riki tak mau kalah juga


" apaan sih gak jelas" gumam tika yang hendak pergi dari sana


"eits.. tunggu dulu.. enak aja langsung pergi minta maaf dulu kek" riki menghadap langkah tika


" iya deh iya maaf... udah puas.. sekarang minggir" balas tika sedikit ketus karena merasa jengkel atas sikap riki


" ngapain ngikutin lagi sih.. kan udah minta maaf?" tika merasa jengkel karena riki masih berada di dekatnya


" bukan apa-apa sih... oiya tadi kau kenapa berjalan sambil melamun gitu, sampe nabrak lagi" tanya riki


" kepo" jawab tika


" ye... udah di tanyak juga" balas riki


" ngak minta ditanyain loh" balas tika masih tak ingin mengatakan apapun


" serius nih... siapa tau aku bisa bantuin kan" balas riki masih ingin mengetahui apa yang membuat tika berjalan sambil melamun hingga menabrak dirinya


" sepanjang hari ini aku melihat sepertinya fina memiliki sesuatu yang sedang di pikirkan, terlebih saat makan malam beberapa saat yang lalu terlihat cukup jelas, namun sepertinya tuan muda tidak tau akan hal itu" jelas tika tampak sedikit cemas dengan keadaan fina


" jadi gitu... tadi sore aku juga mengatakan hal itu pada tuan muda tapi kau malah menarikku dari sana" balas riki yang sedikit kesal atas sikap tika tadi sore


" benarkah??" balas tika yang terkejut


" tentu saja... aku sudah melihat ekspresi nona yang sepertinya memang sedang memikirkan sesuatu" jelas riki

__ADS_1


"tapi sepertinya tuan muda gagal memahami hal itu" balas tika


" tepat... padahal tadi sore aku sudah mengatakan hal itu pada tuan muda tapi sepertinya tidak ada perubahan apapun" timpal riki


" hmmm..." tika tampak berpikir, sepertinya mereka harus melakukan sesuatu untuk kondisi ini


" kita harus melakukan sesuatu" ucap tika


" setuju" respon riki langsung


" ayo kita buat pria dingin itu menyadarinya dan lebih menunjukan cintanya" lanjut riki yang terlihat sangat semangat


" kau bersemangat sekali" balas tika


" tentu saja aku selalu bersemangat tentang cinta" balas riki sangat antusias


" apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya riki setelahnya terkait bagaimana mereka memulainya


" hadeh... gayanya saja yang paling antusias seolah-olah sudah memiliki rencana taunya belum" tika menepuk keningnya sendiri melihat kelakuan riki


" hehehe... wanita kan lebih paham soal yang beginian" balas riki sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal


" hmmm..." tika berpikir apa yang harus mereka lakukan pertama


" maksudmu... aku akan mencoba berbicara dengan tuan muda lagi tentang hal ini?" tanya riki memastikan


" yes... dan aku akan berbicara dengan fina" balas tika


" baiklah" balas riki


" ayo kita mulai misi cinta ini" seru tika dengan semangat menggelora


" ayo" balas riki tak kalah semangat


Setelah pembicaraan malam itu selesai keduanya langsung menuju target masing-masing, sepertinya mereka berdua tak ingin menunggu-nunggu lagi, tika yang langsung menuju kamar fina dan riki yang langsung menuju kamar fatan


Tok...tok..tok.. tika mengetuk pintu kamar fina


" maaf nona.. ini saya tika.. apakah nona sudah tidur?" ucap tika dengan sopan dari balik pintu yang masih tertutup rapat

__ADS_1


" tika.. ada apa dia malam-malam menemuiku?" gumam fina penasaran akan tujuan tika, pasalnya mereka tak punya janji sebelumnya


" iya.. iya.. aku belum tidur" jawab fina sembari berjalan kearah pintu


" syukurlah" gumam tika setelah fina membuka pintunya


" ada apa?" tanya fina


" bisakah saya berbicara sebentar dengan nona?" tanya tika dengan sopan


" ish... kau ini.. sudah hentikan, ayo masuk saja" balas fina yang tak terbiasa di panggil seperti itu oleh tika, keduanya masuk dan duduk di sofa


" jadi ada apa kau menemuiku malam-malam begini?" tanya fina langsung


" mohon maaf sebelumnya nona.." belum sempat tika menyelesaikan ucapannya fina langsung memotong ucapannya


" berhenti memanggilku nona... kita ini teman panggil saja seperti biasanya" ucap fina yang merasa tak nyaman


" hehehe... gak enak juga kalau manggil teman sendiri begitu" tika tertawa kecil karena ia juga merasa tak nyaman


" jadi ada apa nih?" tanya fina lagi


" kau baik-baik saja kan fin?" tanya tika tiba-tiba membuat fina mengeryitkan dahinya karena ia tak mengerti


" aku baik" balas fina meskipun masih merasa heran


" kenapa tiba-tiba kau menanyakan hal itu?" tanya balik fina


"tapi sepertinya kau sedang memiliki sesuatu yang di pikirkan, muka mu mengatakannya dengan jelas" balas tika


" benarkah?" fina tampak sedikit terkejut mendengarnya, pasalnya ia sudah berusaha untuk tak menunjukkannya pada siapa pun, namun akhirnya setelah tika berusaha keras membujuknya fina pun mau mengatakan apa yang menjadi beban pikirannya, di sisi lain sepertinya riki juga berhasil berbicara dengan fatan, ia langsung mengirimkannya pesan pada tika bahwa ia telah melaksanakan rencana mereka.


Keesokan paginya kedua orang itu sangat antusias untuk melihat apakah ada perubahan atau tidak, mereka melihat dengan seksama kedua pasangan yang semalam telah mereka beri nasihat.


" berhasil tidak ya?" tanya tika pada riki yang saat ini mereka berdua sedang menyaksikan pasangan itu dari dapur


" entahlah" balas riki yang juga tidak tau


Bersambung...

__ADS_1


Selamat menyaksikan 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


Kalau boleh follow juga akun ig PK ya (bintangs85) dan fb PK juga (dimas) 😅😅


__ADS_2