Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 206 Persiapan


__ADS_3

Hari fatan berlalu dengan semestinya, seperti biasanya tak ada hal istimewa yang terjadi, besok adalah tanggal pernikahan fatan, pria itu sudah di hentikan oleh bagas dan heni untuk bekerja sejak kemarin...awalnya ia menolak namun bagas bersikeras dan ia pun menerimanya, kini fatan hanya menikmati waktu santainya dirumah sembari melakukan aktivitas kesukaan yaitu membaca buku, pria itu saat ini sedang menghabiskan waktu dengan bukunya di taman belakang tempat ia biasa duduk.


" pernikahan baru besok kenapa hari ini aku tidak boleh bekerja.. apa hubungannya semua itu" gumam fatan


" tentu saja anda tidak boleh bekerja... masa besok anda mau menikah anda masih ingin bekerja hari ini" celetuk riki yang sedang berada di taman belakangan juga


" hufh..." fatan menghela nafasnya


" kenapa ekspresi anda begitu besok hari bahagia anda jangan sampai orang-orang salah mengartikan ekspresi anda itu dengan ketidak bahagian" balas riki menanggapi helaan nafas fatan


" aku hanya memikirkan hari esok saja" balas fatan


" apa yang anda pikirkan... anda pasti bisa mengatasinya" balas riki memberikan semangat


" semoga saja" balas fatan


Fatan melanjutkan membacanya untuk menghilangkan rasa bosannya


🌹


" fina sedang apa?" tanya bu lastri pada putrinya itu yang sedang duduk di teras


" tidak sedang apa-apa bu.. cuma duduk saja" balas fina


" tenang saja tidak perlu gugup soal besok" ucap bu lastri yang mengerti betul bahwa putrinya itu sedang gugup


" aku gugup kok bu... cuma sedikit kepikiran saja" balas fina


" ibu sangat bersyukur kamu bisa menemukan pria yang sangat baik seperti nak fatan" ucap bu lastri sembari mendudukkan dirinya di kursi tepat di sebelah putrinya


" aku juga sangat bersyukur dan tak menyangka bisa bertemu dengan kak fatan" balas fina


" semonga kalian mendapatkan kebahagiaan hingga maut memisahkan" harapan bu lastri untuk pernikahan putrinya


" aku bahkan belum menikah bu... kenapa langsung mendo'akan seperti itu" balas fina dengan sedikit bercanda


" benar juga" balas bu lastri yang juga ikut tertawa kecil

__ADS_1


" ya sudah ibu masuk dulu ya... jangan terlalu dipikirkan besok juga kalian akan bertemu" pamit bu lastri masuk kedalam rumahnya


" iya bu" balas fina


" hufh... bagaimana ya besok aku gugup sekali" gumam fina memikirkan bagaimana pernikahannya besok


🌹


Jimy masih di kedainya, masih disibukkan dengan pekerjaan yang sengaja ia buat itu, wanita pelanggan dan pria pelanggan kembali' datang, setelah kejelasan dari jimy soal perasaannya pada kedua orang itu mereka tetap datang untuk menikmati hidangan di kedai jimy, bukan lagi untuk mendekati jimy seperti sebelumnya tapi kini karena mereka adalah teman


" anda berdua datang lagi" ucap jimy yang mengantar pesanan mereka langsung


" tentu saja terlepas dari apapun itu kita adalah teman sekarang" balas pria pelanggan yang di ikuti anggukan oleh wanita pelanggan tanda ia setuju


" benar juga kita adalah teman" balas jimy merasa senang mendengarnya


" pria manis pemilik kedai tolong lihat kemari..." teriak seorang wanita dari meja yang berada di sudut, meneriakkan jimy


" saya..." jimy menoleh dan memasang manis mautnya membuat wanita itu dan teman-temannya histeris


" kyak... manis banget" ucap mereka histeris


" ada yang perlu saya bantu?" tanya jimy setelah tiba di meja wanita itu


" boleh bungkusin kamu aja ngak?" ucap wanita itu menggoda jimy


" kami tidak menyediakan menu itu disini" balas jimy tak lupa dengan senyumnya


" yah sayang banget... ya udah deh pesan minum aja" balas wanita yang hanya ingin menggoda jimy seperti kebayangkan pengujung lainnya


" mohon maaf mbak... dilarang memotret sisi dalam kedai" terdengar suara pegawai jimy yang sedang menegur pengunjung


" disini tidak boleh memotret ya?" tanya pengunjung itu pada temannya, jimy yang mendengar hal itu langsung menoleh dan menemukan ternyata meri yang sedang di tegur oleh pegawainya itu


" iya mbak... itu peraturan di kedai kami..." balas pegawai itu


" saya akan siapkan pesanan anda.." balas jimy pada wanita yang memasan barusan dan segera pergi dari sana agar tak terlihat oleh meri

__ADS_1


" fyuh... hampir saja" jimy membuang nafas karena lega ia telah berhasil tiba di dapur


" pak bos kenapa?" tanya pegawainya yang bertugas sebagai koki


" bukan apa-apa" balas jimy tertawa kecil, jimy memakai penutup wajahnya untuk mengantisipasi kalau-kalau ia tak sengaja keluar dari dapur atau kemungkinan lainnya


" kenapa di tutup begitu pak bos?" tanya koki itu yang tak pernah melihat jimy menutupi wajahnya


" bukan apa-apa" balas jimy


" saat saya pergi bersama pak bos kepasar juga... saat itu pak bos tiba-tiba menutupi wajahnya seperti ia melihat seseorang" bisik pegawai yang saat itu pergi bersama jimy, yang kebetulan mendengar perbincangan koki itu dengan jimy


" kenapa ya apa kau tau?" tanya koki itu penasaran


" tidak" pegawai itu menggelengkan kepalanya


" ehem.... saya masih disini loh masa bergosip di depan saya" ucap jimy yang memperhatikan keduanya


" hehehe" sontak keduanya menggaruk kepalanya meskipun tak gatal


" sudah-sudah kembali kerja sana" ucap jimy


" siap bos" balas keduanya dengan semangat sembari memberi hormat


🌹


Bagas sedang sangat sibuk mempersiapkan pesta pernikahan fatan, saat ini ia juga sedang berada di sebuah aula hotel yang akan di gunakan untuk tempat berlangsungnya pernikahan fatan, mulai dari akad hingga resepsi.


" apa semuanya berjalan baik?" tanya bagas pada petugas bagian dekorasi gedung


" sejauh ini semuanya aman pak" balas petugas itu


" semuanya harua sempurna tanpa celah sedikitpun" pesan bagas dengan tegas


" tentu saja pak" balas petugas itu kembali bekerja


Bagas melihat-lihat sekeliling dan memastikan semuanya berjalan baik seperti yang sudah direncanakan, semuanya sedang fokus pada pekerjaannya masing-masing, bagas menyiapkan pesta pernikahan fatan sesuai konsep yang di beri jimy, sementara dika semakin gencar mengamati keseharian fatma begitu juga dengan pak budi yang kerap memberikan informasi terbaru soal tuan hendra jika ada pergerakan mencurigakan, namun seolah tak ada apa-apa semuanya tampak normal-normal saja, satu-satunya asumsi mereka hanya kejatuhan tuan hendra dan kemunculan fatma di pesta

__ADS_1


Bersambung....


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2