
Pembicaraan mereka berakhir di sore hari, setelah pembicaraan mereka selesai riki kembali ke kediaman fatan karena ia hanya meminta cuti satu hari, begitu pula dengan bagas ia langsung kembali ke apartemennya.
🌹 Keesokan paginya di kediaman fatan
" apakah kakak pulang terlambat hari ini?" tanya fina yang sedang memasangkan dasi untuk fatan
" ada apa... apa ada sesuatu sehingga kamu menanyakan hal itu?" balik tanya fatan fokus menatap fina yang jaraknya sangat dekat dengannya saat ini
" tidak ada apa-apa..." balas fina ragu melanjutkan kalimatnya
" kenapa? katakan saja jika kamu tidak bicara bagaimana saya bisa tau apa maksudmu" balas fatan yang peka bahwa fina ingin mengatakan sesuatu padanya
"bukan apa-apa kok kak... udah selesai nih nanti kak bisa terlambat" balas fina sembari sedikit menjauh setelah selesai memasangkan dasi fatan
" saya jadi terus kepikiran jika kamu tak jadi mengatakanya" balas fatan mendekat pada fina
"aku cuma ingin ketemu ibu dan adik-adik ku" ucap fina
" astaga hanya ingin mengatakan hal itu saja kamu gugup begini... lucunya" balas fatan sedikit tertawa karena gemas melihat fina yang gugup
" bu..bukan begitu.. aku ingin kakak juga ikut... tap..tapi aku tau kok kakak sibuk jadi gak bisa.. maaf sudah membuang waktu kakak" balas fina yang beranjak akan pergi dari hadapan fatan namun di tahan oleh pria tampan itu, sepertinya fatan tau arah pembicaraan ini
" kamu ingin keluar bersama saya?" tanya fatan memastikan kembali
" iya" balas fina diiringi anggukan
" seperti kencan begitu?" tanya fatan memperjelas namun kali ini fina tak menjawab ia hanya menundukkan kepalanya dan tersenyum karena malu pasalnya fatan tau maksudnya
__ADS_1
" baiklah... saya akan mengajakmu kencan setelah pekerjaan saya sedikit longgar" balas fatan dengan senyum hangat terpancar di wajah tampannya
" maaf ya... kita tidak bisa seperti pasangan lain... saya sedang sangat sibuk sekarang.. lain kali katakan langsung pada saya apapun itu.. seperti ini bagus kamu mengatakannya dari pada di pendam sendiri dan malah bikin stress" ucap fatan yang merasa tidak enak hati karena telah mengikat seseorang dalam suara hubungan namun ia tak punya cukup waktu untuk memperhatikan gadisnya
" saya pergi dulu ya... jaga dirimu baik-baik" pamit fatan sembari mencium pucuk kepala fina dan meninggalkan gadis itu disana, fina merasa senang atas perlakuan fatan padanya
" semoga hari seperti ini selalu bersama kita, dimana kita menghabiskan waktu bersama selamanya" gumam fina dengan penuh harap akan masa depan yang indah, senyum merekah di wajah gadis cantik itu membayangkan ia dan fatan menghabiskan waktu tua mereka bersama di rumah itu.
" aku harus lebih memperhatikannya lagi... gadis manisku" gumam fatan dengan senyum bahagia memikirkan fina, fatan yang sedang dalam perjalanan menuju kantor dengan berkendara sendiri pasalnya fatan lebih suka berkendara sendiri daripada memakai supir
🌹
Hari hampir menujukan jam makan siang dika yang sedang mengamati gerak-gerik nyonya winda yang tak lain adalah nyonya fatma istri pertama tuan hendra, setelah kemarin nyonya winda mengambil pakaian yang ia pesan di butik bagas yang akan ia gunakan hari ini untuk bertemu seorang kenalan dengan sigap dika mendapatkan info itu dari bagas dan mengikutinya ke sebuah restoran sepertinya nyonya winda dan orang itu akan bertemu untuk makan siang, setelah melihat nyonya winda masuk ke restoran tersebut dika juga langsung masuk, mudah bagi dika berada di sekitar nyonya winda tanpa di ketahui, nyonya winda masuk ke sebuah ruang makan khusus mau tidak mau dika harus kehilangannya, dika memilih meja yang berada di pojok yang masih bisa melihat dengan jelas arah ruang makan khusus yang dimasuki nyonya winda.
" siapapun yang keluar atau masuk maka dialah orang yang ingin di temui nenek-nenek itu" pikir dika dengan terus memperhatikan kearah ruang makan khusus yang di masuki nyonya winda
Tak berselang lama seorang wanita cantik datang dan masuk ke ruang khusus itu betapa terkejutnya dika setelah melihat siapa wanita cantik itu wanita yang ia kenal
" jadi mereka saling mengenal ya... pasti ada sesuatu di balik semua ini, sekarang aku tau harus mengerucutkan penyelidikan ini kemana, mereka jadi bergerak sebebas ini setelah bos tiada, dasar sampah" ucap dika dalam hati merasa senang akan bukti baru yang ia temukan
entah apa yang kedua wanita itu bicarakan cukup lama mereka berada disana dan dika terus memperhatikannya tanpa terlewatkan sedikit pun, meski kini dia harus sedikit berhati-hati jika seandainya lili mengenali penyamarannya bagaimana pun juga ia sudah pernah bertemu lili pada kasus buruk dimasa lalu, setelah cukup lama akhirnya terlihat mereka keluar dari ruang khusus itu mereka tampak begitu akrab tidak ada tanda-tanda bahwa mereka berselisih itu terlihat jelas dari bahasa tubuh mereka dan ekspresi wajahnya, setelah keluar dari restoran lili langsung pamit pada nyonya winda, ia masuk ke mobil mewahnya yang dikemudikan oleh supir dan melaju pergi meninggalkan parkiran restoran begitu pula dengan nyonya winda dan foi, mereka masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan area parkir restoran tentu saja dika akan mengikuti mereka lagi
" oho... aku jadi mencurigai sesuatu, apa pernikahan gadis licik itu juga bagian dari rencana mereka berdua, itu bisa sajakan melihat mereka ternyata saling mengenal, ini semakin menarik" pikir dika menyeringai, dika mengikuti mobil nyonya winda menggunakan taksi
Setelah seharian mengikuti nyonya winda kini dika kembali ke kamar hotel yang berada tepat di sebrang jalan gedung apartemen milik nyonya winda, dari kamar hotelnya bisa langsung mengarah pada jalan keluar apartemen jadi dia bisa dengan mudah melihat apakah nyonya winda keluar atau tidak
" mandi dulu kali ya... gerah banget badan lengket semua" dik berucap sendiri setelah tiba di kamar hotelnya, ia membersihkan diri untuk menghilangkan penat yang ia rasakan, tak berapa lama ia selesai ia duduk di ujung ranjang dengan rambut yang masih basah dan segera mengambil ponselnya untuk menghubungi sang bos
__ADS_1
" halo..." ucap dika setelah panggilan tersambung
" saya sudah mengirimkan penemuan hari ini ke ponsel anda" ucap dika selanjutnya
" apa kau sudah makan?" terdengar suara jimy menanyakan kondisi dika, ini bukan sesuatu yang aneh atau baru bagi dika dan bagas, jimy sangat memperhatikan mereka semua bahkan terkadang jimy juga menanyakan hal-hal sepele pada orang-orangnya seperti apakah mereka istirahat dengan cukup, atau hal sepele lainnya.
" saya sedang melaporkan sesuatu kenapa bertanya soal makan" balas dika
" itu juga penting" balas jimy
" saya tau... kami semua makan dan istirahat dengan baik" balas dika agar jimy tak mengomel
" baiklah... lanjutkan laporan mu" balas jimy setelah memastikan semua orang-orangnya baik-baik saja
Dika memberitahukan apa saja yang ia lakukan hari ini dan apa yang ia temukan dengan terperinci pada jimy
" buktinya sudah saya kirimkan ke ponsel anda" lanjut dika mengakhiri pembicaraan
" bagaimana sekarang?" tanya dika terkait langkah apa yang harus mereka ambil
" lanjutkan saja untuk mencari tau apa hubungan mereka berdua" perintah jimy
" baik" balas dika
" ah awasi juga tuan hendra, aku punya firasat kalau tua bangka itu juga tau sesuatu" lanjut jimy
" baik" balas dika dan mengakhiri panggilan telponya selanjutnya ia menghubungi bagas untuk memberitahukan temuanya, karena mereka mengerjakan kasus yang sama, mereka memutuskan untuk bertemu esok agar pembicaraan lebih nyaman untuk hari ini dika akan melanjutkan mengamati nyonya winda jika saja ia tiba-tiba keluar disaat malam hari, pada malah hari Bi yang bersama dika bertugas untuk memantau agar dika bisa istirahat.
__ADS_1
Bersambung....
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗