Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 171 Sepanjang Jalan


__ADS_3

Fina terlihat sangat takjub melihat betapa indahnya kolam biru itu, tak hentinya ia berceloteh dan memotret, terkadang ia meminta fatan untuk memotretnya seperti saat ini


" kak fotokan aku disini ya" fina meminta fatan memotretnya di depan kolam biru, fina sudah siap berpose


" nah sekarang giliran kakak" ucap fina setelah dirinya selesai kini giliran fatan berfoto


" tidak...tidak" fatan menolak karena ia tak terlalu suka melakukan hal itu


" ayolah kak untuk kenangan" fina memohon dengan imut pada fatan agar fatan mau, akhirnya fatan menuruti gadis itu


" pose dong kak masa berdiri diam saja disitu" fina meminta fatan berpose karena ia hanya berdiri diam saja


" hufh... untung sayang" gumam fatan sembari menghembuskan nafasnya untuk membuatnya lebih tenang


Pada akhirnya fatan memulai berpose dan kini ia malah terlihat seperti model profesional membuat fina tercengang, akhirnya beberapa potret fatan di ambil


" nah sekarang ayo kita berdua" fina mengusulkan untuk berfoto bersama dan fatan menerimanya saja


" bapak pemandu tolong fotoin kita ya" fina meminta tolong pemandu itu untuk mengambil foto mereka berdua


Beberapa waktu berlalu dan kini saatnya mereka naik ke atas lagi karena kini giliran kelompok berikutnya untuk masuk, meskipun tempat di dalam gua cukup besar namun jumlah orang yang bisa masuk dalam satu waktu dibatasi maksimal hanya 25 orang, untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tak didinginkan.


" nah semuanya tolong berkumpul kembali disini" pemandu memberikan instruksi agar mereka berkumpul di dekat pemandu itu, setelahnya pemandu menghitung jumlah orang, setelah sudah sesuai dengan jumlah saat mereka masuk pemandu kembali memberikan informasi mereka akan naik


" nah semuanya sudah lengkap, kita akan naik sekarang" pemandu memberikan informasi


" nah sekarang silahkan anda berjalan lebih dulu" ucap pemandu memberikan instruksi agar pengunjung berjalan di depan dan pemandu di belakang untuk mencegah ada yang nakal dan tertinggal


Mereka melewati jalan sebelumnya, menaiki tangga berkelok itu melewati tikungan dan tiba di lorong menuju pintu keluar


" nah kita sudah tiba di luar, saya harap anda sekalian menikmati pemandangan di bawah dan terimakasih sudah mempercayai saya untuk menemani perjalanan anda" ucap pemandu itu setelah mereka semua tiba di luar gua


" saya selaku pemandu anda mengucapkan senang bertemu dengan anda dan sampai jumpa lagi" kalimat terakhir dari sang pemandu sebagai tanda perjalan berakhir


" wah aku sangat senang sekali... pemandangan dibawah sangat indah" ucap fina yang terlihat senang


" syukurlah kalau kamu suka" balas fatan saat mendengar fina menyukai tempat yang ia pilihkan


" terimakasih" fina memeluk fatan karena sangat senang


" akhir-akhir ini kamu sering memeluk saya ya" ucap fatan mendapati fina memeluknya lagi kali ini

__ADS_1


" a..apa seorang kekasih tidak boleh memeluk kekasihnya" ucap fina manyun


" boleh" balas fatan sembari mencubit hidung fina karena gemas


" aw... sakit tau" ucap fina mendapati hidungnya di cubit fatan, tentu saja itu tak sakit sama sekali dan fina hanya bercanda


" fuuuuhhhhh...." fatan menurunkan wajahnya agar sejajar dengan fina dan meniup pelan hidung fina yang katanya sakit itu, sontak itu membuat fina tersipu malu


" apa masih sakit?" tanya fatan yang juga tau fina bercanda soal rasa sakit itu


" emmm" fina menggeleng


" mau istirahat dulu atau kita langsung turun sekarang?" tanya fatan setelah melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul tiga sore


" turun sekarang saja" balas fina


" baiklah... ayo" fatan menyetujui dan menyodorkan tangannya untuk bergandengan dengan fina, tentu saja gadis itu menerimanya dengan senang


" mau saya gendong lagi?" setelah tiba di ujung tangga fatan bertanya pada fina apakah ingin fatan menggendongnya lagi


" emmm" fina menggeleng


" baiklah jika kamu bilang begitu" balas fatan


Mereka pun menuruni anak tangga itu satu persatu, fina terlihat bersemangat dan terkadang sedikit berlari menuruni tangga


" jangan berlari seperti itu berbahaya" ucap fatan sembari menyusul fina, karena ceroboh kaki fina terpeleset dan hampir terjatuh


" aaaa..." fina berteriak


" greb!!!" sigap fatan menangkap pinggang fina untuk menahannya agar tak jatuh


Fina membuka matanya perlahan setelah merasakan tangan seseorang melingkar di pinggangnya dan wajah fatan tepat di hadapannya dan tubuhnya yang berada dalam dekapan pria itu


" saya sudah bilang itu berbahaya kan" ucap fatan terlihat serius


" hehehe" fina hanya tertawa kecil mendengar fatan mengomel


" grep!!!" fatan mengangkat tubuh fina kembali untuk menggendongnya


" hah.... kak aku tidak apa-apa... aku bisa berjalan" fina menolak fatan menggendongnya lagi, bagaimana pun menurut fina itu hal yang cukup memalukan namun sejak di pulau sudah dua kali fatan menggendongnya dan sekarang ada yang ketiga

__ADS_1


" saya tau" balas fatan terlihat serius


" kalau begitu turunkan aku..." balas fina memaksa untuk turun


" jika saya menurunkanmu... maka kamu akan berlarian lagi... bagaimana jika kamu terluka" balas fatan kini menatap fina, namun bukan tatapan marah melainkan tatapan dari seseorang yang ingin melindungi sesuatu yang berharga baginya


" tapi ini masih ada dua ratus anak tangga lagi untuk turun" ucap fina yang kahisan membayangkan fatan menggendongnya lagi menuruni tangga yang masih panjang itu


" sudah saya katakan kamu itu kecil dan ringan" balas fatan masih menatap fina


" sudah diam saja" kini fatan sudah meluruskan pandangannya kedepan dan mulai menuruni setiap anak tangga


Beberapa waktu kemudian mereka telah menuruni lima puluh anak tangga dari sejak fatan kembali menggendong fina, terlihat pria itu mulai berkeringat, beberapa saat setelahnya mereka telah tiba di tangga yang ke dua ratus sisa seratus anak tangga lagi sebelum mereka tiba di bawah, fina menyeka keringat kekasihnya


" dia sudah menggendong ku saat kami naik juga dan kini dia kembali menggendong ku saat kami turun, pria ini tak terlihat kelelahan sama sekali, jantungnya juga berdetak dengan stabil pertanda ia tak kelelahan, staminanya sangat bagus dia hanya berkeringat saja" pikir fina sembari terus memandangi wajah tampan kekasihnya itu, dalam hati fina betapa bersyukurnya ia memiliki pria yang mencintainya seperti ini


Setelah melewati beberapa waktu akhirnya kini mereka telah tiba di bawah, fatan segera menurunkan fina, selanjutnya fina memberikan minum untuk fina


Melihat penumpangnya sudah kembali supir muda itu langsung menghampirinya


"anda berdua sudah kembali..." ucap supir muda itu setelah menghampiri mereka


" kemana tujuan kita selanjutnya?" tanya supir muda itu


" kamu ingin ke suatu tempat lagi?" fatan bertanya pada fina mungkin ada tempat yang ingin fina kunjungi sebelum kembali ke penginapan


" kita kembali saja... masih ada esok" balas fina agar fatan bisa istirahat


" lagi pula sebentar lagi akan malam" lanjut fina


" baiklah" balas fatan


" kita langsung kembali saja" ucap fatan kepada supir muda itu


" siap" balas supir itu dengan semangat


" tujuan kita adalah penginapan dan perjalanan akan di tempuh kurang lebih tiga puluh menit... ayo...." celoteh supir muda itu dan tancap gas menuju penginapan


Bersambung....


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗

__ADS_1


__ADS_2